Balita Dibaca 1,223 kali

13 Ciri Bayi Pintar yang Mesti Ibu Ketahui

Share info ini yuk ke teman-teman
Stephanie
13 Ciri Bayi Pintar yang Mesti Ibu Ketahui

Pernah nggak, sih, Ibu dibuat repot dengan pertanyaan-pertanyaan si Kecil?

'Bu, kalau surga ada di telapak kaki Ibu, bagaimana cara untuk masuk ke sana?'

'Bu, dari mana datangnya adik?'

Itulah dua contoh pertanyaan ‘ajaib’ yang dilontarkan anak-anak dan Ibu mungkin setuju jika pertanyaan-pertanyaan tersebut seringkali membuat kita kebingungan untuk menjawabnya. Eits, jangan kesal dulu, Bu, bisa jadi itu adalah tanda jika ia anak yang cerdas. Coba, deh, cek ciri bayi cerdas di bawah ini, mungkin anak Anda sudah menunjukkan tanda-tandanya.

Apa Saja Ciri Bayi Pintar?

  1. Terampil dalam berkomunikasi dan berbahasa

    Rata-rata anak akan mulai mengucapkan kata pertamanya di usia satu tahun dan mulai bisa menyebutkan gabungan kata di umur 18 bulan. Jika si Kecil menunjukkan ketertarikan pada bahasa, misalnya ketika ia dan Ibu membaca sebuah buku, atau jika ia sudah bisa mengucapkan gabungan beberapa kata misalnya di usia 14 bulan, maka ini adalah salah satu ciri bayi pintar. Contoh ciri bayi pintar dalam berkomunikasi lainnya, adalah anak dapat memahami instruksi dengan mudah.

    Contoh lainnya adalah anak mampu memahami beberapa bahasa sekaligus, misalnya, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Jika si Kecil memiliki ciri seperti ini, Anda bisa mulai menerapkan bilingual sedini mungkin, hal ini juga baik untuk membantu mengasah kecerdasannya.

  2. Emosional yang kuat adalah ciri bayi pintar

    Bayi yang punya kecerdasan di atas rata-rata, biasanya nggak hanya terampil berkomunikasi tapi juga kuat secara emosional. Walaupun masih dalam usia dini tapi mereka sudah mampu memahami emosi positif dan negatif sejak dini, punya pemikiran yang yang kompleks dan dewasa.

  3. Waspada dan fokus

    Umumnya, bayi membutuhkan waktu untuk menyadari apa yang terjadi di sekitarnya. Namun pada ciri bayi pintar misalnya, bayi dengan cepat mampu mengenali arah datangnya suara atau melakukan kontak mata dengan yang ada di hadapannya. Sedangkan contoh anak fokus misalnya, ia mampu melakukan sesuatu tanpa mudah terganggu dan tidak mudah bosan. Salah satu tips untuk mengasah fokus anak adalah sering mengajaknya membaca buku atau mendengarkan cerita. Menyediakan mainan seperti balok dan puzzle juga bisa membantu.

  4. Mencapai perkembangan baru lebih cepat

    Setiap bayi mencapai perkembangan barunya dalam waktu yang berbeda. Pada bayi cerdas, mereka mencapai perkembangannya lebih awal dari bayi pada umumnya, baik itu secara fisik, kognitif dan emosionalnya. Contohnya, duduk lebih cepat, memegang sendok lebih cepat, dst.

  5. Ciri Bayi Pintar Adalah Punya rasa ingin tahu yang besar

    Ciri bayi pintar lainnya, adalah sangat suka mengeksplor. Ia akan bermain dengan apa pun yang dilihatnya, memasukkan sesuatu ke dalam mulut atau memberantakkan kembali semua mainannya yang baru saja Ibu rapikan. Nanti setelah ia semakin besar, Ibu mesti bersiap-siap dengan sederet pertanyaan yang akan diajukannya. Pastinya, jawablah pertanyaan anak dengan jawaban yang benar, bukan asal selesai menjawab, ya, Bu. Bisa juga Ibu menyediakan buku-buku yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaannya.

  6. Problem solving yang baik

    Anak akan berusaha mencari jalan keluar dengan baik dan tekun. Misalnya, nih, ia akan mencari cara agar bisa memanjat ke sofa, menyelesaikan balok puzzle atau menuangkan susu ke dalam botolnya. Jika anak berada dalam tahap ini, maka sebaiknya kita meng-encourage anak supaya berhasil dan nggak cepat menyerah, serta buatkan ‘tantangan sederhana’ untuk ia selesaikan.

  7. Suka menyendiri

    Anak yang pintar, biasanya lebih nyaman bermain sendiri dan ia mampu membuat dirinya sendiri terhibur, entah itu bermain balok, menggambar atau menyusun balok. Selain senang menyendiri, biasanya anak pintar juga lebih senang bermain (sambil menyerap ilmu) dengan anak yang usianya lebih tua. Jika anak Anda suka menyendiri seperti ini, Anda nggak perlu memaksanya untuk bermain dengan anak lain, tapi ajari ia untuk berada di sekitar anak-anak lainnya, maka perlahan ia akan belajar untuk berteman.

  8. Punya daya ingat yang kuat

    Ketika kita sekolah dulu, ada beberapa teman yang kita anggap pintar, walaupun teman kita tersebut tidak terlalu rajin belajar. Ya, anak-anak seperti ini, memiliki daya ingat yang kuat sebagai salah satu kelebihannya. Contoh ciri bayi pintar dengan ingatan yang kuat, ia akan mudah mengingat wajah orang, mengingat fungsi atau nama dari dari benda tertentu, dst.

  9. Keras kepala

    Maksudnya, anak akan punya tekad yang kuat. Anak yang berusaha bernegosiasi untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

  10. Tidur lebih sedikit

    Kenapa anak pintar cenderung tidur lebih sebentar dibanding dengan anak-anak lain yang seusianya? Karena mereka punya energi yang berlimpah dan otaknya selalu terstimulasi, membuat mereka sulit untuk duduk tenang atau tidur. Meski jam tidurnya lebih sebentar, biasanya tidak akan memberikan dampak negatif bagi si anak.

  11. Lahir dengan bobot besar

    Ketika bayi lahir dengan berat badan yang besar, mungkin kita akan berpikir bahwa bayi tersebut obesitas atau mungkin ibunya mengalami gangguan kesehatan saat mengandung, diabetes gestasional misalnya. Namun, beberapa penelitian menyimpulkan, bahwa bayi yang lahir dengan bobot ekstra, terkait dengan kecerdasan ekstra. Tapi hal ini bukan yang disebabkan oleh gangguan kesehatan, melainkan ia mendapatkan nutrisi dengan sangat baik.

    So, Bu, untuk memiliki bayi yang cerdas, Anda mesti menjaga asupan dengan baik dan mempertahankan berat badan ideal selama masa kehamilan, ya.

  12. Mampu mengaitkan informasi

    Mampu mengoneksikan informasi atau memprediksi tindakan adalah salah satu ciri anak cerdas. Contohnya, ketika ia diajak ke dapur, artinya sudah waktunya makan, ketika ia naik mobil artinya ia akan pergi ke suatu tempat atau jika ia diajak naik ke kasur artinya sudah waktunya ia untuk tidur.

  13. Imajinatif

    Ciri bayi pintar adalah punya imajinasi yang tinggi. Misalnya, anak pintar mengarang cerita atau bermain seakan-akan ia punya imaginary friend.

5 Cara Agar Anak Pintar

Lalu, adakah cara yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kecerdasan bayi? Berikut adalah tips yang Anda coba untuk membantu mencerdaskan anak sejak masa kehamilan.

  1. Hidup sehat

    Hidup sehat yang dimaksud adalah Ibu dan Ayah menghindari konsumsi alkohol, tidak menggunakan obat-obatan terlarang, tidak merokok, termasuk membatasi kafein, bahkan sejak sebelum merencanakan kehamilan. Zat tertentu di antaranya bisa memberi dampak negatif pada perkembangan otak janin.

  2. Hindari kimia berbahaya

    Seringkali kita nggak menyadari bahwa kita ternyata mengonsumsi kimia berbahaya, misalnya pada air minum, pada makanan yang terkontaminasi (boga bahari misalnya), atau pestisida pada buah dan sayuran.

  3. Pola makan sehat

    Sudah tahu, kan, kalau kebutuhan makan saat hamil bukanlah mesti dua kali lipat? Banyak orang salah kaprah, dengan makan dua porsi saat hamil karena beranggapan makan untuk dua orang. Memang, saat hamil kita membutuhkan tambahan kalori. Tapi ingat, ya, hanya tambahan, bukan dikalikan dua, dan yang diutamakan adalah nutrisinya. Beda dokter, beda juga, nih, pendapatnya. Sebagian dokter biasanya memberikan vitamin khusus untuk kehamilan, sebagian dokter lainnya, lebih menyarankan menambah asupan sayuran, buah dan biji-bijan utuh. Karena lemak sehat dan protein amat penting bagi perkembangan otak janin, maka disarankan ada 12 persen (lean) protein, 30 persen lemak baik dan gula tidak boleh lebih dari 10 persen.

  4. Jauhi bahaya infeksi TORCH

    Ketika merencanakan kehamilan, umumnya dokter akan menyarankan agar Anda melakukan tes TORCH lebih dulu. Tes TORCH ini adalah pemeriksaan untuk mendeteksi adanya toksoplasmosis, infeksi lain (sifilis, varicella-zoster, parvovirus B19), rubella, cytomegalovirus (CMV) dan herpes. Catatan, menurut ulasan di sini, tes pada bagian infeksi lain, akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

    Terutama pada trimester pertama kehamilan, infeksi seperti rubella (german measles) atau toksoplasmosis, yang disebabkan oleh parasit dari kontak dengan kotoran hewan, bisa mengakibatkan gangguan pada perkembangan otak janin.

  5. Membangun ikatan

    Setelah si Kecil lahir, salah satu cara untuk meningkatkan kecerdasannya adalah dengan membangun ikatan dengan anak. Ikatan dan kasih sayang yang dirasakan oleh anak, dipercaya bisa meningkatkan kualitas otaknya. Hal yang bisa Anda lakukan untuk membangun ikatan dengan bayi misalnya menggendong, berbicara pada bayi, melakukan kontak fisik seperti memijat, dst.

Itulah beberapa ciri bayi pintar dan tips untuk meningkatkan kecerdasan di buah hati.

(Stephanie)