Kesehatan Dibaca 10,642 kali

Lakukan Ini Jika Anak Mengalami Kejang Demam Atau Step

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya

Terakhir diperbaharui 24 Januari, 2019 06:01

Lakukan Ini Jika Anak Mengalami Kejang Demam Atau Step
Kejang demam atau yang lebih dikenal dengan step, sangat rentan dialami oleh anak usia 6 bulan - 5 tahun. Step pada anak biasanya dipicu oleh demam tinggi yaitu sekitar 39o Celcius. Selain panas badan yang tinggi, step juga bisa terjadi karena disebabkan oleh beberapa penyakit lainnya seperti adanya infeksi pada bagian saluran pernapasan atas, flu perut, roseola, infeksi telinga atau bisa jadi pertanda adanya meningitis. Jadi ketika si kecil mengalami step, lebih baik segera konsultasikan dengan dokter Anda karena bisa jadi itu pertanda adanya penyakit-penyakit lainnya.

Step biasanya terjadi paling lama sekitar 15 menit. Namun jika step ini terjadi terus-menerus dalam waktu yang lama bisa menyebabkan si kecil kehilangan kesadaran atau pingsan. Jadi bila si kecil mengalami step lebih dari 15 menit segeralah bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih lanjut.

Yang Harus Dilakukan Saat Anak Kejang

Step pada anak biasanya diawali dengan mata yang tiba-tiba terlihat membelalak, lalu tiba-tiba mengeluarkan air liur atau muntah-muntah yang disertai badan kejang-kejang dan kaku dibagian tangan.

Jika sudah begitu hal yang harus Anda lakukan yaitu:

  • Anda harus segera menjauhkan si kecil dari benda-benda yang bisa membahayakan dirinya.

  • Perlahan-lahan miringkan kepala si kecil agar kepalanya berada dalam posisi menyamping, sehingga ketika si kecil mulai mengalami muntah-muntah dia tidak akan mengalami kesulitan bernafas karena terhalang oleh muntahannya.

  • Pastikan bahwa tidak ada barang apapun dalam mulut si kecil dan jangan pernah memasukan atau membiarkan si kecil menggigit sesuatu saat dia sedang mengalami kejang-kejang.

  • Jangan memberikan obat apapun ketika si kecil sedang mengalami kejang-kejang, kecuali ada anjuran dari dokter.

  • Catatlah berapa lama kejang-kejang yang dialami buah hati Anda. Walaupun kejang-kejang yang dialami si kecil sangat singkat Anda tetap harus tahu berapa lama waktu kejang-kejang yang dialami si kecil. Setelah Anda tahu berapa lama si kecil mengalami kejang-kejang, ada baiknya Anda mengkonsultasikan hal tersebut pada dokter. Sehingga  Anda tahu apa yang sedang dialami si kecil dan bila ternyata si kecil terindikasi oleh penyakit lain, ia pun akan segera mendapatkan penanganan medis yang tepat.

  • Segeralah bawa si kecil ke dokter bila tubuhnya berubah menjadi biru-biru, mengalami muntah terus menerus atau mengalami kesulitan bernapas.

  • Bergegaslah juga membawa si kecil ke dokter jika kejang-kejang yang dialaminya tidak kunjung reda dalam waktu 3 menit.

Mencegah Kejang pada Anak

Step pada batita umumnya sangat sering terjadi apalagi pada si kecil yang berusia 12-18 bulan. Mereka sangat rentan terkena step. Step biasanya sering terjadi berkelanjutan. Jadi bila si kecil mengalami step pertamanya si usia 6-12 bulan kemungkinan besar ia akan mengalami step lanjutan di lain hari. Maka dari itu usahakanlah agar Anda bisa menghindarkan si kecil agar jangan sampai terkena step apalagi di masa batita.

Berikut hal-hal yang bisa Anda lakukan:

  • Bila si kecil terlihat demam cobalah untuk memberikan obat penurun panas, seperti acetaminophen dan ibuprofen agar demam si kecil segera turun. Seperti yang kita ketahui step biasa terjadi bila panas tubuh buah hati Anda benar-benar tinggi.

  • Bila si kecil pernah mengalami step sebelumnya, ada baiknya Anda segera bergegas bertemu dokter jika si kecil mulai mengalami demam. Step tidak bisa diprediksi waktu datangnya, si kecil yang terlihat baik-baik saja bisa seketika jatuh kejang-kejang ketika ia mengalami step. Maka dari itu walau demam yang dialami si kecil masih tergolong normal, Anda harus lebih waspada dan bersiap-siap jika si kecil pernah mengalami step sebelumnya. Sekali si kecil mengalami step maka di waktu-waktu berikutnya si kecil akan mengalami step lagi.

  • Jika si kecil selalu mengalami step, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter anak Anda untuk mengatasi hal tersebut. Pengobatan apa yang tepat untuk si kecil dan apa saja yang harus dilakukan agar ia tidak mengalami kejang terus menerus.
(Wati)