Balita Dibaca 3,383 kali

Makanan Yang Tidak Aman Bagi Bayi dan Balita

Share info ini yuk ke teman-teman
Ismawati

Terakhir diperbaharui 11 Juli, 2019 15:07

Makanan Yang Tidak Aman Bagi Bayi dan Balita

Seiring pertumbuhan dan perkembangan sistem pencernaan pada bayi, ia semakin memiliki rasa penasaran untuk mencicipi makanan yang tersaji di piring makan Anda. Anda juga mungkin semakin terpancing untuk memperkenalkan berbagai variasi makanan. Tapi sesungguhnya ada makanan yang tidak aman untuk bayi Anda.

Beberapa jenis makanan bisa membuat anak Anda tersedak. Sedangkan sebagian makanan lain tidak baik karena si kecil masih mengembangkan sistem pencernaannya. Berikut ini adalah jenis-jenis makanan yang harus Bunda jauhi dari si kecil.

 

Untuk Bayi Usia Baru Lahir Hingga 6 Bulan

Pada usia ini semua jenis makanan dan minuman menjadi pantangan bagi bayi kecuali ASI atau susu formula. Persatuan Dokter Anak Amerika merekomendasikan Anda hanya memberi ASI atau susu formula untuk 6 bulan pertamanya.

 

Untuk Bayi Usia 4 Hingga 12 bulan

1. Susu Sapi dan Susu Kedelai

Tetaplah berikan ASI atau susu formula hingga bayi Bunda berusia satu tahun. Karena anak Anda tak dapat mencerna protein dari susu sapi segar dan susu kedelai segar di tahun pertamanya. Di samping itu, kedua jenis susu itu tidak memiliki nutrisi yang dibutuhkan tubuhnya. Kandungan mineral pada dua susu ini juga berada pada jumlah yang dapat merusak fungsi ginjalnya.

 

2. Madu

Meski madu merupakan makanan yang alami bagi bayi Anda, jangan dulu memberikannya hingga ia berusia 12 bulan. Madu dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri Clostridium botulinum, yang dapat menyebabkan keracunan.

Sistem usus pada orang dewasa sudah dapat mencegah pertumbuhan spora jenis ini. Tapi pada bayi, spora ini mampu tumbuh dan memproduksi racun yang mengancam kehidupannya. Memang kasus seperti ini cukup jarang terjadi tapi merupakan penyakit yang berpotensi fatal.

Madu tidak berbahaya bagi orang dewasa maupun anak di atas usia satu tahun. Hal ini dikarenakan mikroorganisme yang biasanya ditemukan pada usus menjagai agar bakteri tidak berkembang-biak. Untuk menjauhi resiko berbahaya dari madu, jangan memasak dengan campuran madu bila bayi Anda sudah mulai mencicipi makanan Anda.

Makanan yang dijual di pasaran dengan kandungan madu, seperti makanan bayi dan sereal sarapan termasuk aman untuk bayi Anda karena telah melalui proses pemanasan cukup lama untuk membunuh spora. Jika bayi Anda menunjukkan gejala keracunan seperti konstipasi, kelemahan otot, bermasalah saat menghisap, atau sering menangis dan terlihat lesu, segera Bunda hubungi dokter.

 

Untuk Anak Usia 12 Hingga 24 Bulan

1. Susu Rendah Lemak

Kebanyakan batita memerlukan lemak dan kalori dari susu murni untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Saat buah hati Bunda berusia dua tahun dan jika tidak ada masalah dalam tumbuh kembangnya, Anda dapat mulai memberikan susu yang lebih rendah lemak. Bila si kecil memiliki resiko obesitas atau penyakit jantung, kemungkinan dokter akan menyarankan pemberian susu rendah lemak sebelum usia dua tahun.

 

Untuk Anak Usia 24 Hingga 36 Bulan

Meski anak Anda sudah semakin pintar makan di usia ini, tetap saja ada resiko dia akan tersedak saat makan. Anda harus selalu mengawasi kegiatan makannya. Pastikan ia tidak makan sambil melakukan aktifitas lain karena hal itu dapat mengalihkan perhatiannya.

 

Untuk Anak Usia 3 hingga 5 tahun

Di usia ini, anak Bunda sangat pintar saat makan. Kendati begitu, Anda tetap harus waspada terhadap bagian kecil makanan yang dapat membuatnya tersedak. Anda harus memotong makanan dalam potongan kecil, terutama untuk buah anggur dan sosis. Keduanya bisa benar-benar menyumbat aliran udara jika tertelan. Anda juga masih harus menghindari popcorn, kacang, permen keras, dan permen karet. Yang tidak kalah penting, jangan biarkan si kecil makan bila perhatiannya terpecah.

 

Risiko Tersedak yang Perlu Diwaspadai

Selain beberapa jenis makanan yang perlu dihindari, Bunda juga perlu memberi perhatian khusus pada risiko tersedak saat si kecil makan. Untuk menghindari risiko ini, lakukan cara-cara berikut yuk!
  • Potongan Besar
    Makanan dengan potongan ukuran besar dapat tersangkut di  tenggorokan anak Anda. Karenanya jangan pernah lupa memotong anggur menjadi setidaknya empat bagian sebelum menyodorkannya pada si kecil. Begitu juga dengan buah lainnya. Sayuran dapat Anda rebus terlebih dulu untuk mendapatkan tekstur yang diinginkan lalu kemudian Anda dapat mengiris atau memarutnya.
  • Makanan Kecil yang Keras
    Permen, kacang, dan popcorn berpotensi mengakibatkan tersedak. Biji-bijian mungkin terlalu kecil untuk menyebabkan tersedak namun makanan ini tetap berbahaya karena dapat tertahan di jalan udara anak dan menyebabkan infeksi.
  • Makanan Lembut dan Lengket
    Makanan lembut seperti jelly atau permen karet dapat tersangkut di tenggorokan si kecil. Begitu juga tekstur mentega kacang yang dapat membuatnya sulit untuk ditelan dengan aman oleh anak.

 

Lakukan Ini Agar Bayi Tidak tersedak

  • Hindari membiarkan bayi makan di dalam mobil. Anda akan kesulitan mengawasinya makan saat sedang mengemudi.
  • Pastikan anak makan dalam posisi duduk. Jangan biarkan ia makan sambil berbaring, berjalan, memanjat, atau berlarian.
  • Jangan biarkan anak bermain dengan kancing, koin, balon, batu kecil, atau benda lain yang ukurannya lebih kecil dari 1,5 inci.
  • Jangan biarkan si kecil bermain dengan kemasan bedak bubuk. Bedak dapat keluar dari wadahnya dan menyumbat tenggorokan anak Anda.

 

Alergi pada Makanan

Dokter biasanya merekomendasikan untuk menunggu hingga usia satu tahun atau lebih untuk memperkenalkan makanan padat yang umumnya bisa menyebabkan alergi. Kondisi ini diutamakan pada anak yang memiliki resiko alergi. Tapi Akademi Dokter Anak Amerika telah merubah rekomendasi tersebut karena penelitian menunjukkan penundaan pemberian makanan yang dapat memicu alergi tidak dapat membantu agar alergi tidak berkembang.

Pada batita, tidak perlu memperkenalkan makanan baru secara bertahap, kecuali anak Anda mengalami alergi pada makanan lain. Jika anak telah diketahui memiliki alergi makanan, sangat bijaksana bila Anda menunggu beberapa hari setelah tiap makanan diberikan.

Hal ini untuk memastikan anak Anda tidak bereaksi negatif terhadap makanan yang diberikan. Periksakan ke dokter untuk menentukan strategi terbaik dalam memperkenalkan makanan yang paling beresiko mengandung alergi seperti telur atau susu.

Lebih dari 160 jenis makanan dicurigai bisa menyebabkan alergi. Kira-kira sebesar 5 persen anak dan 4 persen orang dewasa menunjukkan indikasi alergi pada makanan. Berikut ini adalah urutan teratas makanan pemicu alergi. Bisa jadi penyebab alergi makanan pada anak Anda berasal dari salah satu makanan berikut ini:

  • Susu
  • Telur
  • Kacang
  • Kedelai
  • Gandum
  • Ikan
  • Kerang

Kekhawatiran Bunda terhadap alergi makanan dapat Anda konsultasikan dengan dokter. Anda juga dapat mencari berbagai referensi yang berhubungan dengan makanan pemicu alergi.

(Isma)