Balita

Masalah Kesehatan Akibat Pemberian MPASI Dini Pada Bayi

Terakhir diperbaharui

Masalah Kesehatan Akibat Pemberian MPASI Dini Pada Bayi
Satu pertanyaan besar dari orang tua yang memiliki bayi adalah kapan mulai memberikan makanan pendamping ASI (MPASI). Sebagian orang berdebat panjang tentang waktu yang tepat untuk memberikan MPASI. Anda juga mungkin pernah mendengar berbagai pendapat, mulai dari menunggu hingga bayi berusia 4 bulan, 6 bulan, dan sebagainya. Tentu ini membuat sebagian orang tua baru menjadi bingung. Kita telusuri yuk, Bun rekomendasi dari berbagai penelitian tentang kapan waktu yang tepat memulai pemberian makanan pendamping ASI.

Risiko Obesitas Pada Bayi Yang Menerima MPASI Dini

Orang tua dianjurkan menunggu pemberian MPASI hingga usia bayi setidaknya 4 hingga 6 bulan. Banyak penelitian medis yang mendukung hal ini, termasuk penelitian tentang waktu pemberian MPASI dan risiko obesitas pada anak.
Penelitian terbaru mencermati bagaimana waktu pemberian MPASI bisa berdampak pada tingkat obesitas anak usia prasekolah. Penelitian ini menemukan, pada bayi yang tidak menerima ASI atau yang berhenti menyusu sebelum usia 4 bulan, pengenalan makanan pendamping sebelum usia 4 bulan terkait dengan peningkatan obesitas pada usia 3 tahun.
Di tahun-tahun sebelumnya, berkembang pendapat yang menyatakan bayi yang minum susu formula mengalami pertumbuhan dini yang cepat, berarti bayi yang minum susu formula menambah berat badan lebih cepat dibanding bayi yang minum ASI. Tapi penelitian ini menemukan kalau pertumbuhan dini yang cepat tidak menimbulkan peningkatan risiko obesitas pada anak usia prasekolah.
Yang menarik, peneliti tidak menyatakan kesimpulan yang sama pada bayi yang menerima ASI. Tapi ditemukan sedikit perbedaan pada tingkat obesitas pada bayi yang mulai menerima makanan pendamping di usia sebelum 4 bulan, antara usia 4 hingga 5 bulan, dan setelah 6 bulan. Tingkat obesitas pada bayi yang menerima ASI cukup sama.
Jadi apa ini berarti ibu bisa mulai memberikan makanan padat kapan saja? Tidak juga. Anda harus ingat kalau penelitian ini hanya mempertimbangkan satu risiko kesehatan, yakni obesitas. Tapi kemudian penelitian lain menyatakan kalau pemberian makanan pendamping sebelum bayi berusia 4 bulan bisa menimbulkan risiko kesehatan lain. Selain itu, bayi belum memiliki kontrol kepala yang baik dan masih menunjukkan refleks lidah (lidahnya selalu mendorong makanan keluar).
Bayi yang berusia kurang dari 3 bulan lebih berisiko tersedak, termasuk saat menerima makanan puree dan sereal bayi yang encer. Tanpa mengabaikan fakta bahwa tidak ada perbedaan penting dalam waktu pemberian MPASI pada bayi yang menyusu dan risiko obesitas di usia prasekolah, penelitian ini tetap mendorong orang tua untuk memperhatikan waktu yang disarankan untuk memulai MPASI di usia bayi 4 hingga 6 bulan.

MPASI Dini dan Risiko Alergi

Transisi dari menyusui di payudara atau botol susu ke makanan padat akan terjadi pada semua bayi. Dan ini jadi bagian tumbuh-kembang yang bisa menimbulkan frustrasi ketika bayi menolak tiap makanan yang ditawarkan. Meski tak ada orang yang mempertanyakan kebutuhan transisi ke makanan padat, tidak semua orang sepakat tentang waktu pemberiannya.
Bila bayi menolak makan wortel, apa ini berarti Anda memperkenalkan sayuran terlalu dini? Atau terlambat? Dan apakah ini akan menimbulkan masalah? Sejumlah penelitian melihat bagaimana waktu pengenalan makanan padat bisa mempengaruhi penyakit alergi.
Penelitian menemukan tidak ada penurunan risiko asma dan penyakit alergi lain di usia 6,5 tahun pada anak yang secara eksklusif menyusu selama 3 bulan. Peneliti lain menemukan kalau pengenalan makanan padat yang terlambat (setelah usia 7 bulan) sebenarnya bisa meningkatkan risiko alergi makanan.
Memang tidak ada bukti yang cukup untuk mendukung penundaan pengenalan makanan padat  setelah usia bayi 4 hingga 6 bulan. Tapi menyusui menjadi perlindungan terbaik terhadap penyakit alergi, meski menyusui tidak bisa mencegah alergi makanan pada anak yang memang berisiko tinggi, seperti ada keturunan.
Berdasarkan data yang menyebut hubungan antara waktu pengenalan makanan padat dan obesitas, survey dilakukan pada lebih dari 12,000 anak di usia 9 bulan, 3 tahun, dan 5 tahun. Ketika makanan padat diperkenalkan sebelum usia 3 bulan, anak (24 persen) lebih mungkin mengalami kelebihan berat badan pada usia 3 hingga 5 tahun dibanding bayi yang diberi makanan padat setelah usia 4 bulan (22 persen). Peneliti juga menyimpulkan kalau anak yang tidak menyusu lebih mungkin mengalami kelebihan berat (23 persen) dibanding bayi yang menyusu selama setidaknya hingga usia 4 bulan (18 persen).

Kenapa 6 Bulan Jadi Usia Ideal Untuk MPASI?

ASI menyediakan semua nutrisi (termasuk zat besi) yang bayi butuhkan selama sekitar 6 bulan kehidupannya. Tapi setelah zat besi yang tersimpan selama kehamilan digunakan, makanan yang kaya kandungan zat besi perlu ditambahkan sebagai makanan bayi. Selain itu, kebanyakan bayi memiliki perkembangan yang siap untuk menerima makanan padat di sekitar usia 6 bulan.
Tanda bayi siap menerima makanan padat antara lain:
  • Kemampuan untuk duduk dengan sedikit bantuan
  • Kemampuan untuk menegakkan kepala
  • Perkembangan skill motorik untuk mengambil makanan
  • Kemampuan untuk memasukkan makanan ke mulut.
Dan bila bayi tidak merasa tertarik dengan sendok yang menyentuh bibirnya, kemungkinan ini menandakan kalau ia belum siap. Coba tawarkan makanan lain. Bila ia masih menolaknya, tunggu beberapa hari dan coba lagi.

MPASI Harus Diperkenalkan Bertahap

Orang tua dianjurkan menyusui secara eksklusif selama 6 bulan lalu diikuti pengenalan makanan padat secara bertahap. Bunda, sebelum memberikan MPASI, bicaralah pada dokter anak yang akan memberikan penjelasan tentang beberapa hal berikut:
  • Tanda bayi siap menerima MPASI
  • Seberapa banyak takaran makanan pada tiap kali makan
  • Seberapa sering menawarkan MPASI
  • Urutan makanan yang ditawarkan
  • Langkah keamanan yang perlu diikuti.
Bayi dengan risiko alergi harus diberikan makanan tertentu lebih dulu. Ketika ada bukti peningkatan risiko alergi makanan, susu sapi dan produk turunannya harus dihindari pada tahun pertama, telur tidak diberikan hingga usia 2 tahun, dan kacang, ikan, serta makanan laut lain harus dihindari hingga usia 3 tahun. Meski makanan-makanan tadi paling mungkin memicu alergi, makanan lain juga memiliki risiko bila diperkenalkan terlalu dini.
Jika si kecil gelisah di pangkuan dan Anda mencoba membujuknya menerima suapan makanan yang belum ia kenal. Hindari kondisi semacam ini terjadi pada Anda dan bayi dengan panduan berikut:
  • Beberapa hari sebelum mulai MPASI, biarkan bayi duduk di kursi makannya. Ajak ia terbiasa duduk di sana, dan pastikan ia bisa duduk dengan sedikit ditopang.
  • Gunakan mangkok dan sendok plastik, yang  lebih lembut pada gusi dibanding yang berbahan logam.
  • Untuk menghindari rebutan sendok, berikan bayi sendok sendiri untuk  ia mainkan selama makan. Ia mungkin bisa memasukkan makanan ke mulut dengan sendoknya.
Selain menyusui eksklusif dan menghindari makanan padat selama 6 bulan, Bunda bisa ikuti anjuran lain seperti:
  • Daging sapi, sayur, dan buah harus diberikan di awal MPASI dalam bentuk makanan yang dimasak dan dicampur. Makanan ini kurang berisiko alergi  dibanding makanan lainnya.
  • Makanan seperti buah, sayur, daging, kedelai, dan sereal diperkenalkan secara terpisah dan bertahap untuk menurunkan risiko alergi.
  • Makanan yang mengandung variasi makanan yang berisiko menyebabkan alergi harus dihindari hingga toleransi bayi pada tiap bahan makanan diketahui.
(Ismawati)