Rekomendasi

Mempersiapkan Makanan Bayi Saat Liburan

Mempersiapkan Makanan Bayi Saat Liburan

Seharusnya pemberian MPASI (Makanan Pendamping ASI) saat melakukan perjalanan pendek tidak sulit dilakukan. Meski sesi makan akan sedikit lebih berantakan dibanding biasanya.


Liburan Bersama Bayi di Bawah 6 Bulan 

Menyusui akan membuat traveling Anda lebih ringan saat harus membawa bayi. Yang Anda butuhkan hanya selimut tipis untuk mendapat sedikit privasi saat menyusui si kecil. Sebagai alternatif, Anda bisa memompa ASI lebih dulu dan memberikannya ke bayi melalui botol susu ketika sedang berada di luar rumah. Jika Anda tidak bisa memompa cukup banyak ASI sebelum pergi sebagai persiapan selama perjalanan, solusinya, Anda bisa membawa serta pompa ASI. Dengan begitu, si kecil tidak harus terus menempel pada Bunda terus karena suami masih bisa membantu memberikan ASI.

Bila si kecil minum susu formula, saat traveling Anda bisa membawa  susu formula yang siap digunakan. Ini tidak akan merepotkan karena sufor bisa diberikan pada suhu ruang. Bila bayi lebih suka susu hangat, Anda bisa gunakan penghangat botol. Tapi susu formula yang siap digunakan akan memakan tempat, terutama bila Anda berlibur untuk waktu lama. Akan lebih baik bila Anda membawa semua peralatan yang dibutuhkan untuk mempersiapkan  makanan bayi saat liburan.


Liburan Bersama Bayi di Atas 6 Bulan

Jika bayi Anda sudah mulai makan MPASI, Anda bisa membawa makanan instan siap santap selama dalam perjalanan. Atau kemas MPASI homemade di dalam wadah bersih atau kantong plastik yang bersegel. Sebaiknya pilih makanan yang tidak terlalu menyebabkan berantakan. Finger food seperti potongan buah dan sayur, jadi pilihan yang ideal.

Tapi apapun makanan yang Anda pilih, selalu bawa dalam jumlah lebih banyak ya Bun, untuk berjaga bila terjadi keterlambatan perjalanan. Makanan siap santap bisa bertahan lebih lama dibanding MPASI homemade, jadi pilihan ini lebih baik untuk perjalanan panjang.

Jangan lupa membawa beberapa sendok dan sediakan tisu basah serta kain alas liur. Blender tangan atau garpu bisa digunakan bila bayi lebih suka makanan yang dihaluskan.


MPASI Untuk Traveling 

Memulai MPASI bukan perkara gampang. Awalnya, jumlah yang dimakan anak tidak begitu banyak sehingga Anda hanya perlu membawa beberapa wadah makanan. Jangan lupa, kemas juga beberapa mangkok dan sendok serta kain alas liur. Ingat Bun, ketika traveling, sebaiknya jangan memperkenalkan makanan baru pada anak.

Bila bayi sedang MPASI, barang bawaan Anda akan lebih berat. Sereal jadi pilihan makanan pokok yang bernutrisi, jadi tak ada salahnya membawa beberapa kotak dengan varian berbeda. Penyajiannya juga mudah, cukup dicampur dengan air mineral. Bila Anda yakin bisa membeli makanan bayi yang berkualitas baik di tempat tujuan, cukup bawa beberapa makanan yang Anda yakin akan ia makan.


Mempersiapkan Makanan Bayi Saat Liburan Dengan Pesawat Terbang

Akan lebih sulit mempersiapkan makanan bayi bila Bunda mengajak bayi naik pesawat terbang. Tapi ada banyak pilihan untuk menjaga bayi tetap kenyang dan ceria. Cara mudah membantu bayi tetap tenang selama lepas landas dan mendarat adalah dengan memberikan ASI atau susu formula. Ini berguna untuk meredakan rasa tidak nyaman pada telinga bayi yang disebabkan oleh perubahan tekanan udara.

Bila bayi sudah mulai makan makanan padat (MPASI), tak apa menyiapkan makanan siap saji atau makanan buatan rumah di wadah yang tertutup rapat. Simpan di cooler bag bila perjalanan memakan waktu cukup lama.

Aturan bandara yang biasa tentang membawa cairan di barang bawaan tidak berlaku untuk makanan atau ASI untuk bayi. Maskapai penerbangan kadang menyediakan makanan siap santap untuk bayi. Tapi bila bayi baru saja memulai MPASI, ini bukan waktu yang tepat untuk bereksperimen dengan makanan baru. Berikan makanan yang Anda tahu pasti bayi menyukainya.

Jangan lupa pikirkan makanan untuk Anda juga, ya Bunda. Tidak semua maskapai menyediakan makanan, tapi bila ada, Anda tidak bisa makan dengan leluasa bila bayi duduk di pangkuan. Akan lebih mudah bila Anda makan sebelum terbang, kecuali di penerbangan yang panjang.


Traveling Membawa MPASI Beku Untuk Bayi

Untuk Anda yang suka berpetualang bersama si kecil, bawa serta tas pendingin dan makanan beku. Ini berarti Anda perlu memperhitungkan berapa banyak makanan yang akan diberikan ke bayi selama rentang waktu Anda jauh dari rumah.

Bila Anda menggunakan metode penyimpanan dengan kantong freezer, cukup keluarkan makanan dalam kantong beku dan tata di tas pendingin disertai es beku. Karena sudah beku, makanan ini bisa bertahan selama 6 jam. Anda bisa juga membawa makanan beku ke hotel karena banyak hotel menyediakan lemari pendingin mini. Makanan beku bisa disimpan sekitar 5 hari bila disimpan di lemari pendingin.

Baby food cubes (wadah penyimpan MPASI beku) mudah dibawa bepergian dan bisa dicairkan atau dipanaskan seperti di rumah. Bila menggunakan kompor kemah atau perapian, panaskan air di panci di atas api dan letakkan makanan beku di wadah yang tidak akan meleleh. Pastikan makanan tidak terlalu panas.


Makan Di Restoran Bersama Bayi

Beberapa restoran di tempat berlibur akan bersedia menghaluskan sayur dan buah sesuai permintaan Anda, tapi pastikan mereka tidak menambahkan garam atau penambah rasa apapun. Bila bayi sudah mulai makan finger food, buffet akan jadi teman terbaik Anda karena selalu ada pilihan roti, pasta, dan makanan halus untuk bayi.

Bila tidak yakin restoran tempat Anda akan makan menyediakan highchair, stroller bisa menggantikannya. Anda bisa membeli highchair portable, tapi ini berarti menambah banyak barang bawaan. Bawa serta stroller, bila khawatir ada biaya untuk kelebihan beban bagasi, Anda bisa mengirimnya bersama kebutuhan lain ke hotel tujuan.

Kadang Anda tidak punya pilihan selain makan bersama si kecil di restoran. Tak perlu panik, ingat beberapa tips berikut:

  • Jangan berikan makanan mentah seperti salad ke bayi

  • Hindari juga makanan yang mengandung bahan mentah seperti mayonnaise atau sushi

  • Selalu pilih makanan yang direbus seperti nasi, dan sayuran yang dimasak

  • Gunakan alat makan sendiri

  • Pastikan tidak ada bahaya tersedak pada makanan bayi

  • Hindari memperkenalkan makanan baru karena bayi bisa mengalami alergi

  • Berikan air kemasan dan jangan berikan jus atau milkshake ke bayi

  • Hindari makanan yang mengandung pewarna atau penambah rasa buatan.


Finger Food Selama Perjalanan

Bila bayi menyukai finger food, ini akan sangat menguntungkan ketika bepergian untuk waktu lama. Tapi jangan berikan finger food di dalam mobil kecuali ada orang dewasa yang duduk di sebelahnya untuk menghindari resiko tersedak. Pastikan makanan yang Anda pilih tidak terlalu membuat berantakan, makanan kering jadi pilihan yang ideal.

Sebelum bepergian bersama bayi, siapkan dan bekukan makanan untuk persiapan selama perjalanan. Selalu kemas makanan dalam jumlah lebih dari yang dibutukan, karena rutinitas bayi kemungkinan berubah dan Anda perlu mengikutinya. Untuk perjalanan jauh, kemas makanan bayi di tas pendingin, bersama dengan es beku. Untuk perjalanan singkat, dan Anda perlu menjaga makanan bayi tetap dingin, gunakan lemari pendingin mini yang disertai adaptor untuk digunakan di dalam mobil.

Bila menggunakan makanan beku dalam cetakan es, keluarkan tiap kotak lebih dulu sebelum waktu makan agar bisa mencair. Sebelum bepergian dengan bayi, ada baiknya memperkenalkan ke anak berapa makanan yang disajikan pada suhu ruang.

Bila tidak ada masalah, berarti Anda tidak perlu menghangatkan makanannya selama perjalanan. Tapi ini tidak berlaku untuk semua makanan, jadi perhatikan ketika merencanakan menu selama perjalanan. Sebagai alternatif, bawa makanan yang bisa dengan mudah Anda siapkan di jalan, seperti alpukat atau pisang, yang bisa dengan cepat dihaluskan dan disajikan.

Bila Anda perlu menghangatkan makanan, baik dengan merendamnya di air hangat atau dipanaskan, alat pemanas elektrik bisa sangat bermanfaat dan ini berarti Anda tidak perlu mengandalkan orang lain untuk menghangatkan makanan si kecil. Selalu periksa suhu makanan yang dihangatkan karena kemungkinan staf pesawat atau staf restoran terlalu lama memanaskannya.


Peralatan Untuk Mempersiapkan Makanan Bayi Saat Liburan


  • Penghalus makanan manual

    Penghalus makanan manual memungkinkan Anda menghaluskan sayur atau buah untuk si kecil ketika bepergian. Ini pilihan tepat bila Anda makan di restoran. Anda bisa memesan buah dan sayur lalu menghaluskannya sendiri.


  • Wadah/kantong plastik

    Digunakan ketika Anda perlu membagi sajian dan menyimpannya untuk diberikan nanti.


  • Penghalus kentang/whisk

    Digunakan ketika Anda perlu menghaluskan atau mencampur makanan menjadi konsistensi yang tepat.


  • Steriliser

    Botol susu yang digunakan bayi perlu disteril. Anda bisa gunakan alat steril portable yang ada di pasaran. Alternatif lain, Anda bisa gunakan botol susu sekali pakai, tapi harganya cukup mahal karena dibuang setelah digunakan. Meski Anda menggunakan botol susu dengan liner, Anda masih perlu mensterilkan dot botolnya. Anda bisa menggunakan panci untuk mendidihkan air dan rendam botol dan dot di air mendidih selama 5 menit. Tapi Anda perlu menggunakan kompor untuk melakukan ini. Coba bawa lebih banyak botol susu untuk berjaga ketika Anda tidak bisa sering mensterilkannya. Mencuci botol susu di air hangat di bak cuci tidak cukup untuk membunuh bakteri dan bisa memicu infeksi perut.


  • Alat masak elektrik portable 

    Akan terasa manfaatnya ketika Anda membawa alat masak elektrik, meski bergantung ke mana Anda pergi dan berapa lama. Anda bisa gunakan alat yang berukuran kecil agar mudah dibawa dan digunakan di hotel. Cooker bisa digunakan untuk memasak makanan bayi serta mensterilkan botol di air mendidih.


  • Penghangat botol 

    Alat penghangat elektrik bekerja memanaskan air sehingga Anda bisa meletakkan botol atau wadah makanan bayi yang siap digunakan. Alat ini juga digunakan untuk menghangatkan susu atau makanan dalam botol.


Cara Menyimpan dan Mengemas Makanan Bayi Saat Liburan

Bepergian dengan membawa MPASI homemade akan lebih mudah, meski butuh perencanan dan perhitungan. Satu hal yang akan memudahkan Anda bepergian bersama bayi, baik dengan atau tanpa makanan bayi buatan rumah adalah menyajikan makanan pada suhu ruang. Menyajikan makanan di suhu ruang membuat bayi terbiasa pada makanan yang tidak panas. Berikut cara penyimpanan dan pengemasan makanan bayi saat liburan:

  1. Buah

    Sedikit sulit bila buah dibawa saat liburan, kecuali buah sudah dalam bentuk pureedan dibekukan. Pastikan Anda membeli buah yang hampir matang. Bila membawa yang sudah benar-benar matang, buah akan rusak atau busuk sebelum bisa digunakan.


  2. Sayuran

    Anda bisa mempersiapkan sayuran ketika tinggal di tempat tujuan. Sebaiknya kupas dan potong-potong sayuran sebelum meninggalkan rumah. Simpan di kantong kedap udara, isi kantong dengan sedikit air agar kesegarannya tetap terjaga. Metode ini bisa digunakan bila Anda akan berkemah. Pilihan lain adalah segera membeli sayuran di tempat tujuan dan mengolah seperlunya.


  3. Produk susu/telur

    Sebaiknya pilih bentuk bubuk, terutama bila tempat tujuan Anda tidak menyediakan kulkas. Bila ada lemari pendingin di tempat tujuan, beli produk susu dan telur sesuai kebutuhan di sana.


Cara Paling Mudah Membawa MPASI Homemade Saat Liburan Bersama Bayi

Banyak orangtua mengira bila mereka berkomitmen untuk memberikan MPASI homemade ke bayi, mereka akan sangat sulit membawa bayi liburan. Sebenarnya ada cara paling mudah membawa makanan buatan rumah untuk bayi, cukup dengan pisang, wadah, dan garpu.

Bila melakukan perjalanan selama satu hari atau menggunakan pesawat terbang, 3 benda ini yang Anda butuhkan untuk si kecil. Jadi ambil tas kecil Anda dan masukkan pisang, garpu, dan wadah beserta tutupnya. Ketika tiba waktunya memberi makan bayi, kupas pisang, haluskan di wadah dengan garpu, dan makanan siap disantap. Anda bisa juga membawa alpukat atau ubi ketela rebus untuk dihaluskan sebagai makanan bayi.


Keamanan Makanan Bayi Saat Liburan 

Makan di rumah telah menjadi rutinitas untuk bayi dan juga Anda, sehingga pertama kali membawa si kecil bepergian bisa jadi tidak mudah. Bayi tidak hanya akan berada di tempat yang baru tapi muncul juga masalah keamanan makanan. Ada juga kemungkinan bayi tidak suka makanan di tempat tujuan karena dimasak dengan cara yang berbeda dari yang biasa ia makan.

Pada beberapa kesempatan pertama pergi ke restoran, Anda bisa menyuapi anak sebelum meninggalkan rumah atau membawa beberapa makanan yang ia suka. Tapi ini tidak selalu memungkinkan terutama ketika bepergian. Bayi usia antara 6 bulan sampai 1 tahun masih terbiasa dengan MPASI, jadi Anda perlu lebih memperhatikan makanan yang akan ia makan di luar rumah. Berikut beberapa ide dan cara menjaga pola makan anak tetap sehat ketika makan di luar dan di perjalanan.

  1. Susu

    Bila usia bayi lebih dari 1 tahun, ia bisa diperkenalkan dengan susu pasteurisasi. Bila Anda telah memperkenalkan susu ke si kecil dan cocok, Anda bisa gunakan susu pasteurisasi segar yang dimasak dan bisa Anda simpan di dalam termos. Tapi yang paling mudah adalah terus menyusui atau memberikan susu formula hingga kembali ke rumah.


  2. Air putih 

    Ketika menyapih bayi, berarti Anda mulai memberinya air putih. Ketika jauh dari rumah, gunakan air yang dimasak dan didinginkan. Ini bertujuan untuk menghilangkan bakteri. Bila kehabisan air, beli air mineral dari merek dengan reputasi baik.


  3. Buah

    Pastikan buah yang Anda beli dan diberikan ke bayi dari hotel atau restoran dicuci dengan baik. Jangan berikan buah yang sebelumnya sudah dipotong-potong untuk mengurangi kemungkinan terkena infeksi. Sebaiknya cuci dan potong buah sendiri.


  4. Nasi 

    Bila bayi terbiasa makan nasi, Anda bisa meminta nasi dimasak terpisah untuk bayi agar lebih lunak


Makanan di Restoran Untuk Bayi

Bila bayi telah punya cukup gigi, Anda akan tergoda menawarkannya beberapa makanan restoran. Lakukan ini di restoran dengan reputasi baik agar Anda bisa pastikan kebersihannya. Juga mulai tawarkan makanan yang terbiasa ia makan di rumah. Pastikan makanan dimasak hingga matang dan si kecil tidak tersedak.

Bunda, berikut ini beberapa makanan yang sebaiknya tidak diberikan pada bayi ketika bepergian:

  • Daging dan telur diberikan hanya bila Anda yakin kesegarannya dan benar-benar matang. Hindari makanan yang mengandung telur mentah.

  • Makanan pedas dan berminyak atau makanan yang dibeli di pinggir jalan bisa menyebabkan gangguan perut.

  • Waspadai makanan atau minuman yang bisa mengandung air tercemar seperti jus atau minuman dengan es batu di dalamnya.

Bila semua tips di atas terlalu memberatkan, jangan ragu menggunakan makanan bayi instan yang dijual di pasaran. Bila memilih jenis makanan ini, mulai berikan ke bayi seminggu sebelum perjalanan. Ada bayi yang menolak makan makanan bayi instan, terutama bila ia hanya makan MPASI homemade. Tapi jangan hanya menggunakan MPASI instan saja ya selama liburan, tawarkan juga buah atau sayur.

Pemberian MPASI selama perjalanan tidak perlu menimbulkan stres. Dengan sedikit usaha, Anda bisa pastikan anak menikmati perjalanan tanpa perlu khawatir tentang makanannya. Selamat menikmati liburan ya!

(Ismawati)