Balita Dibaca 8,987 kali

5 Tips Menjaga Anak Tetap Tenang Selama di Pesawat

Share info ini yuk ke teman-teman
Yusrina
5 Tips Menjaga Anak Tetap Tenang Selama di Pesawat

Saat tiba waktunya menempati kursi pesawat sambil membawa si kecil dalam gendongan, coba deh cek raut muka orang-orang di sebelah Bunda. Ada yang dengan ramah hendak mencoba membuat buah hati Anda tertawa, namun ada pula yang terlihat kurang senang dengan keberadaan bayi.

Apalagi kalau orang di sebelah atau depan kursi Ibu sedang lelah dan ingin tidur selama penerbangan, hmm pastinya raut keberatan akan terpancar dari muka mereka. Ibu sendiri pun dulu ketika masih belum memiliki bayi mungkin juga sering kesal dengan suara tangisan atau ceracauan rewel anak-anak di dalam pesawat. Inginnya sih menikmati perjalanan dalam keadaan tenang dan tidak terganggu oleh kebisingan yang ditimbulkan anak kecil.

Nah, kini saat Anda sudah berada di posisi sebagai seorang Ibu, maka mau tidak mau Ibu harus menerima tanggung jawab lebih saat membawa anak naik transportasi umum, terutama pesawat terbang. Pastikan agar segala keperluan bayi yang penting seperti susu, popok, dan baju ganti selalu tersedia. Lakukanlah persiapan ekstra beberapa hari sebelum perjalanan agar tidak ada satu pun barang si kecil yang tertinggal. Terlebih kalau rute pesawat Bunda cukup jauh dan memakan waktu berjam-jam, aduh sudah pasti deh anak akan rewel selama di pesawart. Demi mengantisipasi hal-hal yang dapat mengganggu penumpang lain, yuk simak tips-tips dari Ibupedia berikut ini agar perjalanan Anda dan si kecil 'aman' dan tentunya nyaman bagi siapa saja:

  1. Packing

    Urusan mengemas barang sebaiknya dilakukan dengan hati-hati dan tidak terburu-buru. Apabila usia anak sudah cukup besar untuk membawa tasnya sendiri, maka berilah ia ransel kecil yang dapat ia isi dengan mainan serta jajanan kesukaannya untuk teman bermain selama berada di pesawat.

    • Pilih Tas untuk Si Kecil

      Hindari membawa koper yang motifnya terlalu lucu karena bisa jadi si kecil menjadi terlalu bersemangat saat mendorong koper tersebut. Alhasil, koper pun bisa rusak karena dipakai bermain-main atau kalau tidak, ia akan marah karena Ibu tak mengizinkannya mendorong koper. Pada akhirnya, koper lucu si kecil pun berakhir menjadi beban tambahan bagi Anda.

      Hihi, lebih baik pakai ransel saja ya, Bu! Anak-anak pun akan merasa senang dan dihargai ketika diperlakukan layaknya orang dewasa yang diserahi tanggung jawab membawa barang bawaanya sendiri. Pilihkan ransel yang ukurannya cukup untuk menampung sedikit mainan, buku, dan jajanan si kecil. Bahkan, Ibu pun bisa juga berbagi beban tugas dengan memasukkan sebagian persediaan popok dan botol susu ke dalam tas anak loh! Isilah ransel anak dengan barang-barang berguna, namun tidak terlalu memberatkannya.

    • Bawa Alat Tempur Menyusui

      Selain itu, jangan lupa membawa popok serta tisu dalam jumlah lebih banyak dari perkiraan Anda. Kalau membawa serta anak yang masih bayi, hendaknya Ibu juga menyiapkan botol dan susu formula tambahan sebagai cadangan kalau-kalau botol susu si kecil hilang. Hei, we don't know what’s gonna happen! Bagi Anda yang menyusui, maka pakailah baju yang nyaman dan agak longgar. Jangan lupa pula membawa selimut tipis atau pashmina untuk menutupi dada saat menyusui sekaligus menyelimuti anak ketika ia kedinginan.

    • Bawa Baju Cadangan

      Satu hal lagi yang perlu Bunda ingat: Selalu bawa baju cadangan saat berada di dalam pesawat! Baik itu baju untuk si kecil maupun baju ganti untuk Anda sendiri! Ya, tidak ada yang bisa menduga kapan si kecil akan muntah dan mengotori bajunya atau baju Anda. Oleh karena itu, jangan masukkan semua baju dalam koper bagasi. Melainkan bawa masing-masing satu baju ganti di dalam tas yang dimasukkan ke bagasi kabin. Oh ya, kantung plastik juga hal yang penting lho, Bu! Anda tentunya tak mau dong menenteng kaos anak yang kotor karena muntahan dengan tangan kosong? Bawalah selalu tas plastik yang selalu berguna dalam keadaan darurat!

  2. Persiapan sebelum boarding

    • Jangan Datang Mepet Waktu

      Kalau Anda membawa bayi dan stroller, maka jangan sampai datang ke bandara di waktu yang terlalu mepet. Cek semua kelengkapan dokumen dan tiket pesawat.

    • Pilihan Kursi di Pesawat

      Pilihlah kursi di dekat kamar mandi agar mudah mengganti popok anak. Serta jangan ambil kursi yang dekat jendela karena akan sangat merepotkan bagi penumpang di sebelah Ibu apabila sedikit-sedikit Anda minta izin lewat karena hendak ke kamar mandi. Pilihlah tempat duduk yang nyaman dan memudahkan akses untuk mengambil barang di bagasi kabin bila sewaktu-waktu Bunda perlu mengambil keperluan anak di dalam tas.

    • Biarkan Anak Bermain Sebelum Masuk Pesawat

      Sebelum masuk pesawat, ada baiknya Ibu membiarkan anak-anak untuk berjalan, merangkak, bermain-main, dan menggerakkan badannya karena sebentar lagi ia harus banyak duduk dalam waktu lama di dalam pesawat.

    • Menggunakan Bawa Baby Carrier dan Stroller

      Apabila membawa stroller, maka segeralah melipat stroller sebelum masuk ke pesawat dan mintalah tolong pada petugas untuk membawakan stroller tersebut. Sebaiknya Ibu juga membawa carrier untuk menggendong si kecil, jadi Bunda masih bisa memakai kedua tangan agar segala urusan menjadi lebih cepat dan mudah.

  3. Makanan

    Jangan membawa jajanan yang terlalu lengket, berbau tajam, kelewat renyah sehingga berisik saat dimakan, serta meninggalkan banyak remah-remah. Makanan seperti jeli, permen kenyal, dan roti dalam ukuran mini bisa jadi pilihan Ibu.

  4. Mainan

    Alih-alih membawa sekotak penuh krayon, bawalah sebatang krayon dengan warna kesukaannya saja. Bawalah pula beberapa lembar kertas untuk corat-coret. Atau beri anak buku bergambar kesayangnnya (pilih yang tipis dan ringan) untuk hiburan selama di pesawat.

  5. Take off dan landing

    • Membuat Anak Tenang Saat Take Off

      Saat pesawat hendak take off dan landing, susui anak dengan ASI, atau susu formula agar tekanan pada telinga tidak terlalu terasa. Beri dia raut muka yang hangat dan tenang agar ia tidak ketakutan saat pesawat mulai berguncang. Apabila si kecil mulai nampak cemas, ajaklah ia berkomunikasi atau nyanyikan lagu kesukaannya sambil menatap bola matanya dalam-dalam. Selagi Ibu tenang, maka anak pun akan merasa bahwa semuanya baik-baik saja!

    • Agar Anak Tidak Bosan di Pesawat

      Nah, saat pesawat sudah mulai mengangkasa, maka kini Anda hanya harus menjaga agar anak tidak rewel dan mengganggu penumpang lainnya. Jangan berikan ia obat penenang, karena dalam beberapa kasus, bukannya si kecil tertidur malah ia muntah-muntah. Apabila anak mulai menunjukkan gelagat bosan dan mulai rewel, maka ajaklah ia untuk bermain. Membawa tablet juga bisa jadi pilihan yang cerdas. Tunjukkan ia video-video kartun kesukaannya agar anak tidak bosan. Perhatikan pula apakah ia merasa tidak nyaman dengan temperatur pesawat yang terlalu dingin. Sediakan selalu kaos kaki cadangan serta selimut kecil untuk menjaga tubuhnya tetap hangat.

    • Turun dari Pesawat

      Apabila pesawat sudah mendarat, maka tunggulah sampai kondisi pesawat sepi (jangan buru-buru keluar) agar Bunda tak perlu ikut berdesakan mengambil barang dan mengurus stroller. Periksa juga semua kelengkapan bayi, jangan sampai botol susunya terjatuh dan Bunda kelupaan mengambilnya. Dengan mengikuti tips ini, liburan bersama anak pasti akan lebih menyenangkan!

Yang perlu diperhatikan ketika mengajak anak naik pesawat

Anak di semua usia bisa bepergian dengan pesawat terbang. Tapi sebelum mengajarkan anak naik pesawat, pertimbangkan:

  • Usia anak. Dokternya si kecil mungkin tidak menyarankan perjalanan udara yang tidak perlu untuk newborn. Bayi baru lahir punya sistem kekebalan tubuh yang sedang berkembang dan perjalanan udara bisa meningkatkan risiko bayi terkena penyakit infeksi. Bila Anda harus bepergian bersama bayi baru lahir, sering cuci tangan, gunakan cairan pembersih tangan dan hindari kontak dengan orang yang terlihat sakit.

  • Telinga anak. Perubahan tekanan udara di kabin pesawat terbang selama penerbangan menyebabkan perubahan sementara pada tekanan telinga tengah yang bisa memicu sakit telinga. Untuk membantu meringankan tekanan pada telinga bayi, tawarkan payudara, botol susu, atau dot untuk dihisap selama lepas landas dan menjelang mendarat. Mungkin Anda merasa terbantu dengan menjadwalkan menyusui agar ia lapar selama waktu ini. Bila bayi pernah mengalami pembedahan telinga atau infeksi telinga pada 2 minggu sebelumnya, tanyakan dokter apakah boleh mengajaknya terbang. Bunda, tingkat suara di kabin akan cukup keras, terutama saat lepas landas. Anda bisa gunakan bola kapas, headphone pereda suara, atau penutup telinga untuk mengurangi paparan bayi terhadap suara dan membuatnya lebih mudah tidur.

  • Napas bayi. Selama penerbangan, tekanan udara di kabin pesawat lebih rendah dari tekanan udara di darat. Perubahan sementara pada tingkat oksigen tidak menimbulkan masalah pada bayi yang sehat. Tapi bila bayi lahir prematur, punya jantung kronis atau masalah paru-paru, atau punya gejala sistem pernapasan atas atau bawah, bicara pada dokter sebelum membawa anak naik pesawat.

  • Tempat duduk bayi. Kebanyakan car seat bayi bisa digunakan ketika anak naik pesawat. Meski maskapai penerbangan biasanya membolehkan bayi duduk di pangkuan orangtua selama penerbangan, direkomendasikan bayi untuk duduk sendiri menggunakan pengaman.

Jangan berikan obat seperti diphenhydramine untuk membuat anak tidur selama penerbangan. Tindakan ini tidak dianjurkan, dan kadang obat ini justru bisa menimbulkan efek sebaliknya.

Tips terbang bersama anak sesuai umur

Jangan stres ketika harus mengajak anak naik pesawat. Memang ini tidak selalu mudah. Sebagian orang beranggapan terbang bersama bayi dan batita jadi lebih mudah ketika mereka bertambah besar. Tapi tiap tahapan punya masalah sendiri yang harus diatasi. Sebenarnya semakin kecil usia anak, semakin mudah untuk diajak bepergian. Anda bisa tetap menikmati  bepergian bersama anak, pastikan untuk bersiap, ya.

  1. Naik pesawat bersama bayi baru lahir

    Terbang bersama bayi baru lahir lebih mudah dibanding batita. Sangat mudah melindungi bayi sekecil ini dari paparan bakteri karena ia belum banyak bergerak. Anda bisa bergantian menggendongnya dengan suami. Sediakan tissu basah untuk membersihkan tangannya bila ia menyentuh apapun.

    Kadang yang jadi masalah saat terbang pada bayi yang masih mendapat ASI eksklusif adalah masalah banyak buang air besar. Akan lebih mudah bila Anda memilih popok yang tepat untuk mengatasinya. Siapkan juga baju ganti. Bila bayi minum susu formula, bawa botol susu tambahan, karena Anda tak bisa memprediksi apakah ada keterlambatan penerbangan atau tidak. Ibu bisa dengan mudah terpicu stress bila bayi lapar dan Ibu tidak memiliki persediaan susu formula dan air.

  2. Naik pesawat bersama bayi usia 3 sampai 6 bulan

    Ini jadi waktu yang seru untuk bepergian bersama bayi. Tidak seperti bayi baru lahir, bayi di usia ini sudah berada di tahap awal dalam menjalani rutinitas sehari-hari. Meski rutinitas ini membuat tugas orangtua jadi lebih mudah, ini bisa menjadi bumerang saat rutinitas bayi tidak berjalan sebagaimana mestinya selama penerbangan.

    Berikut ini beberapa tips bermanfaat untuk mengajak bayi usia 3-6 bulan bepergian naik pesawat:

    • Biasakan bayi untuk mengonsumsi susu dan makanan di suhu ruang agar Anda tidak perlu repot menghangatkannya saat sedang traveling.

    • Kain gendongan tidak akan makan banyak tempat di tas bawaan Anda dan membuat tangan Anda bebas bergerak. Ini sangat penting terutama bila Anda sendirian.

  3. Naik pesawat bersama bayi usia 6 sampai 12 bulan

    Anda akan lebih sibuk saat membawa anak di usia ini bepergian naik pesawat. Bukannya tidur siang, si kecil mungkin akan malah melompat-lompat selama penerbangan. Siapkan tissu basah, baju ganti dan kantong plastik untuk baju kotor untuk di kabin. Bila si kecil sudah makan makanan padat, Ibu bisa membawa makanan yang porsinya dibagi menjadi kecil-kecil. 

    Meski akan sangat repot dan lelah di setelah traveling, tapi pengalaman pergi bersama bayi yang lagi aktif-aktifnya akan menjadi memori indah tak terlupakan.

  4. Naik pesawat bersama anak usia 1-3 tahun

    Pada usia ini, Ibu harus siap dengan segala kemungkinan tantrum yang terjadi selama traveling. Ibu adalah orang yang paling tahu cara terbaik untuk mengatasi mood si kecil. Ibu juga yang paling tahu pasti kapan ia merasa lapar, bahkan lelah. Bersiaplah untuk membawa banyak cemilan dan benda yang bisa menenangkan anak selama di  pesawat.

    Tetap usahakan agar anak makan atau minum saat pesawat lepas landas dan mendarat. Ibu bisa memberikannya finger food, menyusuinya, memintanya minum dari botol susu, atau menggunakan empeng.

    Berikut beberapa tips bermanfaat untuk Ibu saat ingin membawa anak usia 1-3 tahun naik pesawat:

    • Ini kesempatan pertama untuk terbang bersama anak saat ia sudah bisa memahami instruksi. Beritahu tentang rencana perjalanan ini untuk membuat anak merasa senang. Akan sangat membantu bila Anda memberitahu anak apa yang akan terjadi selama di perjalanan.

    • Siapkan gadget dengan baterai terisi penuh. Anda bisa menggunakan benda lain untuk mengalihkan perhatian anak dan tawarkan benda tersebut lebih dulu sebelum memberikannya gadget. Biasanya bila sudah menggunakan gadget, kadang anak sulit berhenti.

    • Jika usia anak di bawah dua tahun, berarti ia belum boleh duduk sendiri di pesawat. Tapi bila penerbangannya cukup panjang dan bayi bertubuh besar, Ibu bisa memesankan tempat duduk untuknya.

  5. Naik pesawat bersama anak usia di atas 3 tahun

    Bila anak di usia ini belum pernah punya pengalaman naik pesawat, kemungkinan ia akan sangat senang, tapi juga merasa takut. Anak usia prasekolah cukup paham kalau naik pesawat bukanlah kondisi yang normal. Ini bisa membuat mereka takut. Bila anak merasa senang, ia bisa juga malah tidak bisa duduk diam yang membuat penerbangan terasa tidak menyenangkan untuk Anda berdua.

    Coba buat anak tenang dengan bercerita dan mengamati apa yang terjadi di sekitar anak. Anda bisa beli beberapa buku tentang naik pesawat. Ada banyak buku bagus yang menunjukkan ke anak bagaimana cara bersikap ketika berada di dalam pesawat terbang.

(Yusrina & Ismawati)