Kelahiran Dibaca 998 kali

Hindari 10 Hal Ini Setelah Operasi Caesar

Share info ini yuk ke teman-teman
Stephanie

Terakhir diperbaharui 19 Agustus, 2019 19:08

Hindari 10 Hal Ini Setelah Operasi Caesar

Pada proses c-section atau yang lebih dikenal dengan operasi caesar, dilakukan pembedahan pada bagian perut (abdomen), pembukaan rahim, pengeluaran janin dan penjahitan kembali lapisan-lapisan pada perut. Untuk itu, diperlukan waktu sekitar dua sampai tiga bulan agar luka-luka tersebut pulih, dan selama dalam masa pemulihan paska operasi caesar tersebut, Ibu mesti benar-benar menjaga kesehatan. Pastikan Ibu mematuhi dan mengikuti arahan dokter dengan baik, mengingat operasi caesar adalah operasi besar.

Apa Saja yang Tidak Boleh Dilakukan Setelah Operasi Caesar?

   

1. Segera Mandi

Memang, ketika melahirkan, kita akan kedatangan banyak tamu dan keluarga untuk mengucapkan selamat atau membawakan hadiah untuk kehadiran si bayi, mungkin, Ibu bakal merasa ‘tidak enak’, jika tidak mandi sebelum bertemu dengan mereka. Namun, Bu, mandi setelah operasi itu ada aturannya, loh.

Jangan segera mandi, sampai diizinkan oleh dokter, ya, Bu. Biasanya, Ibu baru boleh mandi dua puluh empat jam setelahnya, atau, tergantung dari kondisi luka jahitan Ibu. Silakan mandi dengan air hangat, dan perlu Ibu tanyakan, apakah air boleh mengenai luka Ibu atau tidak. Tidak disarankan untuk menggunakan sabun, apalagi di bagian luka. Ketika membersihkan luka, lakukan dengan lembut dan perlahan, jangan digosok. Pilihannya, Ibu bisa tanyakan jika diizinkan untuk menggunakan waslap basah.

  

2. Jangan Melakukan Hubungan Intim 

Ibu dilarang melakukan kegiatan seks selama beberapa waktu, lamanya tergantung dari proses penyembuhan, yaitu sekitar beberapa minggu, bahkan beberapa bulan. 

Kapan Boleh Melakukan Seks Kembali?

Seks setelah melahirkan adalah salah satu pertanyaan paling umum diutarakan. Rata-rata, pasangan boleh melakukan kegiatan seks kembali setelah enam minggu setelah persalinan. Biasanya, seks paska melahirkan bakal terasa lebih kurang nyaman dan mengkhawatirkan, terutama bagi ibu-ibu yang melahirkan secara normal, mengingat banyaknya jaringan yang robek ketika proses melahirkan. 

Amat disarankan untuk pasangan melakukan konsultasi terlebih dulu dengan dokter sebelum kembali berhubungan. Seks yang terlalu cepat, bisa mengganggu proses penyembuhan luka, berisiko terjadi infeksi, pembekuan darah atau luka kembali robek. Intinya, adalah untuk menghindari kemungkinan terjadinya komplikasi pada bekas luka.

Kendala Terkait Seks Setelah Melahirkan

Ada beberapa hal yang mungkin bakal Ibu rasakan terkait seks paska melahirkan, di antaranya, vagina terasa kering, yang disebabkan oleh hormon. Jika tetap memaksakan berhubungan, maka bisa menyebabkan nyeri, untuk mengatasinya, Ibu bisa menggunakan lubricant. Merasa tidak bergairah, mungkin karena Ibu merasa kelelahan dalam merawat bayi. Hal lainnya ada menyusui. Menyusui menurunkan hormon estrogen, yang bisa menyebabkan libido ikut menurun.

    

3. Bergerak ‘Semaunya’

Maksudnya, selama anestesi masih terpasang, Ibu mesti beristirahat dulu di tempat tidur. Satu atau dua hari kemudian, barulah alat pemantau kesehatan dan kateter Ibu akan dilepas, perawat akan membantu Ibu untuk bangun dari tempat tidur. Setelah peralatan ini dilepas, biasanya Ibu sudah diperbolehkan untuk membersihkan badan, dan dianjurkan untuk berjalan, fungsinya adalah untuk mencegah pembekuan darah (blood clotting) dan menurunkan risiko infeksi. 

Ibu juga akan diajari untuk berolahraga ringan, seperti olah pernapasan dan menggerakkan kaki di tempat tidur dan gerakan lain untuk membangun kembali otot-otot Ibu. Perlu diingat, di awal ini, Ibu perlu berhati-hati ketika bangun dari tempat tidur dan berjalan, karena biasanya akan merasakan pusing atau sesak napas.

    

4. Mengabaikan Pola Makan Sehat

Dalam beberapa hari pertama setelah menyelesaikan operasi caesar, Ibu mesti memerhatikan hal berikut. Ingatlah untuk menghindari mengonsumsi makanan yang mengandung gas, seperti. Selain itu, juga hindari makan makanan yang bisa memicu sembelit atau konstipasi. Sembelit, bisa menyebabkan usus menegang dan akan terasa nyeri ketika buang air besar. Sistem pencernaan Ibu membutuhkan waktu untuk berfungsi secara normal kembali.

Makanan Apa yang Menyebabkan Gas?

Gas, bisa disebabkan karena ada gangguan kesehatan, menelan udara atau karena makanan. Ada pun contoh makanan yang bisa bikin perut terasa tidak nyaman, misalnya kacang-kacangan, sayuran seperti brokoli, kol, asparagus, minuman manis (soft drink), olahan susu dan makanan yang berlemak (atau minyak).

Apa Contoh Makanan Pemicu Sembelit?

Pisang. Betul, kita biasanya makan pisang untuk mencegah sembelit, kan? Tapi pisang yang belum matang sempurna, ternyata justru membuat kita sembelit. Jadi, pilih pisang yang sudah matang betul, yaitu yang warnanya kuning dan ada sedikit bintik hitam. Biji-bijian dan produk olahannya, seperti nasi putih dan roti putih. Daging merah juga bisa bikin sembelit, karena jumlah seratnya sangat sedikit dan mengandung banyak lemak yang susah dicerna oleh tubuh. Selain itu, hindari juga makan makanan yang digoreng dan fast food.

    

5. Jangan Bekerja

Untuk sementara waktu, Ibu dilarang untuk melakukan pekerjaan rumah terlebih dahulu, termasuk tidak naik turun tangga. Hal lain yang nggak diperbolehkan adalah membungkuk dan mengangkat sesuatu yang berat, karena akan mengganggu otot-otot yang baru luka. Menggendong bayi diperbolehkan, tapi jika Ibu merasakan nyeri, sebaiknya gunakan cara lain untuk dekat dengan bayi dan bila perlu, minta bantuan untuk mengangkat bayi dan memberikannya ke dalam gendongan Ibu.

    

6. Jangan Sakit

Ya, siapa juga, sih, yang mau sakit? Apalagi dalam keadaan memiliki luka besar begini. Usahakan supaya Ibu tidak sakit dalam masa recovery ini. Misalnya, bersin dan batuk bakal membuat luka Ibu terasa sangat nyeri. Makanya, sebaiknya Ibu nggak berada di dekat orang yang sedang sakit, atau menjauhi alergen. Sesuatu sejenis yang mesti dihindari sementara waktu adalah tertawa terbahak-bahak, ya, Bu.

    

7. Mengutak-atik Luka

Duh, mendengarnya saja sudah bikin merinding, ya, Bu. Tapi jangan salah, banyak juga, nih, ibu yang tangannya ‘gatal’ dan suka mengutak-atik luka. Luka sayatan bahkan sebaiknya tidak disentuh dulu, apalagi dikorek-korek. Tanda-tanda infeksi pada luka, misalnya perut terasa nyeri, kemerahan atau bengkak di sekitar area luka, dan demam.

Untuk menghindari infeksi, jika Ibu diberikan antibiotik, maka mesti diminum rutin dan jangan ada yang terlewat, selalu bersihkan luka dan ganti perbannya dengan teratur. Jangan remehkan kebersihan, ya, Bu, karena jika terjadi infeksi, maka bisa menyebar hingga ke lapisan luka yang lebih dalam. Jangan menggunakan lotion dulu, jangan memakai pakaian ketat dan jangan memegang-megang luka tersebut. Supaya Ibu tetap nyaman dan mudah berganti pakaian, Ibu bisa menggunakan kimono tidur atau daster dengan kancing depan.

Jika mungkin, periksakan kembali luka operasi satu minggu setelah melahirkan, hingga dua minggu setelahnya.

    

8. Berolahraga Sebelum Diizinkan

Siapa, sih, yang nggak ingin berat badannya segera kembali normal atau bentuk tubuhnya kembali ke bentuk sebelum hamil? Nah, kalau mau segera langsing kembali, lebih baik dengan menerapkan pola makan yang sehat. Sehat, bukan berarti melakukan pembatasan tertentu, ya, Bu. Selagi belum pulih, Ibu tidak disarankan melakukan olahraga tertentu, terutama yang ada hubungannya dengan area perut. Setelah Ibu merasa nyaman, silakan berkonsultasi dengan dokter, apa olahraga yang sesuai untuk Ibu.

Kapan Bisa Memulai Olahraga Lagi?

Berikut beberapa pertimbangan untuk berolahraga kembali setelah operasi caesar. Di antaranya, melihat berat badan sebelum kehamilan, kegiatan selama mengandung, komplikasi yang mungkin terjadi pasca melahirkan dan apa yang dialami selagi proses melahirkan. Jika Ibu terbiasa berolahraga sebelum dan selagi mengandung, maka Ibu bisa memulai olahraga kembali secepatnya, pastinya, setelah luka Ibu sembuh dan dinyatakan aman oleh dokter. Sebaliknya, jika Ibu sebelumnya jarang berolahraga, maka Ibu perlu menunggu waktu lebih lama.

Pastinya, gerakan senam dimulai dengan yang paling ringan dulu, dan dengan durasi yang singkat. Misalnya, Ibu bisa melakukan senam kegel, low impact yoga atau sekadar jalan santai sambil membawa bayi di stroller-nya. Berenang adalah salah satu jenis olahraga yang baik untuk membantu mengurangi berat badan, namun Ibu mesti memastikan luka Ibu sudah benar-benar sembuh, terutama luka operasi caesar. 

Setelah melahirkan, otot, tulang dan tubuh Ibu dalam posisi yang lemah dan bisa jadi tidak terkoordinasi dengan baik, maka dari itu, jika melakukan gerakan olahraga yang salah, bisa-bisa Ibu terjatuh dan cedera. Sebaiknya, Ibu menghindari jenis olahraga dan gerakan yang high impact dan yang terkait dengan area perut. Pastinya, untuk menurunkan berat badan yang sehat adalah dengan mengombinasikan olahraga teratur dan pola makan yang baik.

   

9. Berpikiran Negatif

Orang bilang, ‘stres adalah awal dari segala penyakit’, mungkin kalimat tersebut ada benarnya, Bu. Ada banyak bentuk dari berpikiran negatif dalam masa ini, misalnya, Ibu merasa mengapa luka sayatan paska operasi, lambat sembuh atau Ibu merasa tubuh Ibu lambat pulih. Pikiran negatif lainnya adalah menyesali kenapa Ibu tidak bisa melahirkan secara normal atau tanpa melalui operasi dan merasa kesakitan saat mesti mengasuh bayi.  

  

10. Mengabaikan Rasa Sakit

Jika Ibu merasa kesakitan, boleh, kok, meminum obat-obatan, asalkan sesuai dengan anjuran dokter, apalagi jika Ibu memberikan ASI pada bayi. Selain itu, nyeri juga sesekali mesti dicek, karena dikhawatirkan terjadi infeksi atau hal lainnya pada bekas luka operasi.

Kapan, ya, bisa memulai bonding dengan bayi? Banyak ibu yang merasa sedih dan bersalah karena mesti melahirkan melalui operasi, padahal, operasi caesar bukanlah sesuatu yang buruk dan dilakukan untuk kepentingan Ibu maupun bayi. Jikalau Ibu tidak berkesempatan untuk skin to skin dengan bayi sejak awal ia lahir, mulailah melakukan kontak sesudah Ibu masuk kamar pemulihan. Misalnya, memberikan sentuhan atau mendekatkan tempat tidurnya di dekat Ibu. Untuk menyusui, perawat akan mengajari Ibu tekniknya, supaya Ibu tetap nyaman. 

   

Lalu, bagaimana caranya supaya hal-hal di atas bisa segera dilakukan lagi? Berikut adalah beberapa tips untuk membantu pemulihan pasca operasi caesar.

   

1. Perbanyak Istirahat

Ibu yang baru melahirkan sangat disarankan untuk beristirahat dan tidur sebanyaknya. Selain untuk mengembalikan stamina, istirahat yang baik juga membantu memulihkan luka. Usahakan juga untuk ikut tidur selagi bayi tidur, jika perlu, minta bantuan seseorang untuk menjaga bayi jika Ibu benar-benar butuh istirahat.

   

2. Mengutamakan Asupan Bernutrisi 

Nutrisi yang baik amat diperlukan dalam masa pemulihan setelah operasi caesar, dan nutrisi ini bakal memberi Ibu energi. Untuk membuat Ibu terbiasa, maka mulailah pola makan sehat semenjak Ibu mengandung. Contoh, memperbanyak asupan protein, vitamin c dan zat besi. Protein, berperan dalam proses penyembuhan dan pertumbuhan jaringan baru. Vitamin c untuk mencegah infeksi dan zat besi dibutuhkan untuk menjaga daya tahan tubuh dan baik untuk hemoglobin. Saat melahirkan, tubuh Ibu kehilangan zat besi bersamaan dengan keluarnya darah.

Contoh sumber protein yang bisa dikonsumsi, misalnya daging unggas dan ikan, telur, olahan kedelai (susu kedelai atau tahu dan tempe), contoh lainnya adalah telur. Untuk mencukupi kebutuhan vitamin C, bisa memperbanyak buah-buahan jenis sitrus seperti jeruk atau lemon. Pilihan lainnya adalah kiwi, melon oranye (cantaloupe) atau stroberi. Untuk pilihan yang lebih terjangkau, contohnya buah pepaya atau jambu biji merah.

Sedangkan contoh sumber makanan yang kaya akan zat besi adalah bayam dan sayuran hijau lainnya. Untuk sumber protein dari hewan, misalnya hati, telur, ikan dan unggas. Sumber protein dari hewan ini lebih mudah dicerna oleh tubuh. Untuk kebutuhan karbohidrat, Ibu bisa mengganti nasi biasa dengan beras merah.

   

3. Jalan Santai

Yuk, Bu, ajak si Kecil jalan-jalan di sekitar rumah, atau untuk sekadar menikmati ‘me time’. Ingat, kan, Ibu belum boleh melakukan olahraga? Nah, jalan-jalan santai ini baik, loh, untuk memulihkan kesehatan Ibu. Selain agar tidak terjadi pembekuan darah atau kaki bengkak, jalan-jalan santai juga bermanfaat untuk menyegarkan pikiran.

   

4. Permudah Kebutuhan Sehari-hari

Misalnya, kumpulkan kebutuhan pembalut, pakaian dan obat-obatan (perawatan luka) di satu tempat yang mudah Ibu jangkau. Minta bantuan untuk menyiapkan air minum atau makanan di dekat tempat istirahat Ibu.

Jika ada tanda-tanda berikut, maka Ibu mesti segera memeriksakan diri ke dokter. Kram perut yang tidak mau hilang, susah buang air kecil, nyeri atau bengkak di betis, sakit kepala, demam atau terjadi pendarahan.

   

(Stephanie / Dok. Freepik)