Balita Dibaca 19,658 kali

Menstimulasi Perkembangan Bayi dengan Melatih Berguling

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya

Terakhir diperbaharui 09 Januari, 2018 12:01

Menstimulasi Perkembangan Bayi dengan Melatih Berguling
Setelah si kecil mampu mengangkat kepala, tahapan yang kemudian akan ia pelajari adalah berguling. Ini artinya bayi Anda bisa bergerak dari posisi telentang menjadi tengkurap, begitu juga sebaliknya.

 

Berguling merupakan salah satu tahap yang akan dilakukan bayi untuk bergerak ke arah yang diinginkannya. Ia semakin bersemangat saat berguling untuk meraih mainan yang ia sukai atau mendekat ke arah Anda.

 

Si kecil biasanya mampu berguling di saat umurnya mencapai sekitar enam atau tujuh bulan. Di usia ini leher dan otot lengannya sudah cukup kuat. Bahkan ada beberapa bayi yang mampu berguling di saat berusia tiga bulan. Namun ada pula yang baru bisa melakukannya setelah berumur lebih dari tujuh bulan.

 

Buah hati Bunda akan membuat Anda terkejut dengan tiba-tiba berganti posisi dari telentang ke berguling. Karenanya jangan pernah Anda meninggalkan si kecil tanpa pengawasan saat mengganti popok di tempat yang tinggi. Lebih baik mengganti popoknya saat ia berbaring di lantai.

 

Cara bayi belajar berguling di usia 3-4 bulan

Saat Anda meletakkan si buah hati pada posisi tengkurap di usianya yang mencapai tiga bulan, ia mungkin mampu mengangkat kepala dan kedua bahunya menjauhi lantai dengan bantuan lengannya. Gerakan push-up kecil ini membantu memperkuat otot yang akan ia gunakan untuk berguling. Ia akan membuat Anda terkagum, Bunda. Tapi ia sendiripun merasa kagum dengan kemampuannya memutar tubuh dari posisi telentang ke posisi tengkurap atau sebaliknya.

 

Biasanya bayi Anda pada awalnya tidak terlalu suka saat berada pada posisi tengkurap. Berada pada posisi ini merupakan pengalaman aneh baginya. Jika kondisi ini yang juga terjadi pada bayi Anda, latihlah ia berada pada posisi tengkurap selam satu menit setiap kalinya. Jika ia memang benar-benar tidak menyukainya, coba lagi setelah beberapa waktu. Letakkan saja ia di lantai dan bantu ia menikmati posisi tengkurapnya.

 

Cara bayi belajar berguling di usia 5-7 bulan

Di usia ini bayi Anda mampu mengangkat kepala, mendorong lengan, dan punggungnya membentuk melengkung untuk kemudian mengangkat dadanya ke arah tanah. Ia juga dapat menggoyangkan perut, menendang-nendang kakinya, dan bergerak seperti berenang dengan lengannya. Semua kegiatan yang ia lakukan ini memperkuat otot-ototnya. Di saat berumur enam atau tujuh bulan, ia mungkin telah mampu berguling ke dua arah.

 

Tapi mungkin saja bayi Anda tidak benar-benar berguling. Ia bisa jadi melewati fase tumbuh kembang tersebut dan langsung ke periode duduk dan merangkak. Atau, ia berguling sebagai cara untuk bergerak mengelilingi ruangan. Selama si kecil terus mengusai keterampilan-keterampilan baru dan menunjukkan minat dalam bergerak dan bereksplorasi, itu artinya ia memperoleh kemajuan.

 

Otot yang digunakan bayi untuk berguling sebagian besar sama dengan otot yang ia gunakan untuk merangkak dan duduk tanpa penyangga. Saat ia sudah benar-benar mampu berguling, leher, punggung, kaki, dan lengan akan menjadi lebih kuat. Menjelang usia delapan bulan, dia akan mampu duduk tanpa penyangga. Di sekitar usia yang sama, atau sedikit lebih lambat, bayi mulai menyeret kakinya atau merangkak mengelilingi rumah.

 

Anda dapat membuat si kecil mencapai keterampilan baru melalui bermain. Jika Anda melihatnya berguling secara spontan, goyangkan sebuah mainan ke arah biasanya ia berguling. Saat ia berhasil berguling untuk menggapai mainannya, berikan apresiasi atas usahanya dengan bertepuk tangan dan tersenyum. Ia membutuhkan Anda untuk menenangkannya karena keterampilan memutar tubuh ini bisa jadi sesuatu yang menggelisahkan baginya.

 

Beri bayi Anda banyak kesempatan untuk bermain dengan posisi tengkurap. Posisi tengkurap akan memperkuat otot yang diperlukannya untuk berguling, duduk secara mandiri, dan merangkak. Berguling akan menjadi satu fase tumbuh kembang yang menghibur bagi Anda. Sungguh menyenangkan melihat bayi Anda menemukan kemampuan baru ini.

 

Tentu, meski kegiatan berguling adalah kegiatan menyenangkan baginya, bagi Anda hal itu bisa jadi mendebarkan. Setelah tiga bulan, Anda akan sedikit kerepotan karena perlu memegangi tubuhnya saat mengganti popok agar ia tidak menggeliat dan berguling .

 

Tips membantu bayi berguling

Kekuatan kepala, leher, dan tubuh bagian atas dibutuhkan untuk bayi bisa berguling. Aktivitas tengkurap bagus untuk kekuatan tubuh atas bayi, tapi beberapa bayi tidak menyukainya. Bunda, hal yang sangat perlu diperhatikan adalah keamanan, Anda tidak bisa memprediksi kapan bayi pertama kali berguling, jadi pastikan si kecil mengenakan pakaian dan berada di permukaan yang aman serta gunakan tali pengaman bila perlu. Kapanpun Anda meletakkan bayi, ada baiknya berasumsi bayi akan berguling dan periksa lingkungan di dekat bayi untuk memastikan keamanannya.

 

Bila ingin mendorong bayi agar tertarik berguling, mainan favorit bisa jadi cara tepat. Di tempat yang aman, gunakan karpet pada permukaan yang keras dan datar. Bila permukaan terlalu lembut atau memiliki bantalan, bayi akan lebih sulit untuk bergerak. Ketika posisi bayi  telentang, letakkan mainan dan coba tarik perhatiannya. Anda bisa perlahan membantunya berguling ke posisi miring.

 

Haruskah orangtua merangsang bayi untuk berguling?

Ibu yang baru pertama kali memiliki bayi biasanya tidak sabar menunggu bayinya mencapai salah-satu perkembangan bayi ini. Cukup seru memang melihat satu tumbuh kembang besar pertama bayi, tapi jadi keputusan Anda sepenuhnya bila Anda ingin mendorongnya berguling atau tidak, perlahan perkembangan bayi ini tetap terjadi.

 

Gunakan insting Anda ketika memutuskan apakah perlu dan kapan Anda akan merangsang bayi untuk berguling. Kontrol kepala dan leher yang baik serta kekuatan tubuh bagian atas jadi faktor penting yang perlu dipertimbangkan. Ketika bayi akhirnya bisa berguling, beri dorongan dan semangati dengan tepuk tangan. Si kecil mungkin juga sedikit terkejut dengan kemampuan ini jadi dorongan penuh cinta membuatnya tahu kalau ia melakukan hal yang positif.

 

Berguling saat tidur

Ketika bayi baru bisa berguling, Anda mungkin cemas ia akan berguling di tengah malam dan berisiko mengalami SIDS (sindrom kematian mendadak pada bayi). Jadi penting untuk mengikuti panduan keamanan tidur untuk bayi.

 

Mayoritas kasus SIDS terjadi pada bayi di bawah usia 6 bulan, jadi bayi Anda mungkin belum akan berguling atau baru mulai berguling. Meski tidur tengkurap jadi satu faktor risiko SIDS, ada juga faktor-faktor lain, seperti merokok dan praktek tidur yang tidak aman, misalnya tertidur bersama bayi di sofa atau di permukaan yang tidak aman.

 

Bayi yang tidur telentang cenderung berguling ke posisi tengkurap lebih lambat dibanding bayi yang tidur miring. Penundaan berguling normal terjadi dan tidak mempengaruhi perkembangan bayi nantinya.

 

Bunda, berikut ini tips tidur untuk bayi yang telah mulai berguling:

  • Perbanyak waktu tengkurap ketika bayi terjaga dan selalu awasi karena ini membantu bayi melatih otot leher dan tubuh bagian atas agar lebih kuat yang akhirnya memungkinkan bayi untuk berguling. Yang paling baik bayi mulai tengkurap sejak lahir dengan pengawasan.
  • Gunakan kantung tidur bayi karena bisa mencegah bayi berguling.
  • Pastikan bayi berada di atas kasur yang keras dan seprei tidak longgar, tidak menekuk, dan tidak bergelombang.
  • Pastikan wajah dan kepala bayi tidak tertutup bantal atau mainan.

 

Orangtua perlu membangunkan bayi dan membalik tubuhnya bila ia bergerak dari punggungnya. Penting untuk meletakkannya kembali ke posisi telentang tapi tak perlu terus selalu mengembalikannya ke posisi ini.

 

Yang Bunda harus tahu tentang perkembangan bayi berguling

Sebelum bayi mulai berjalan atau merangkak, ia perlu bisa berguling. Berguling untuk pertama kali biasanya menjadi kejutan untuk bayi dan juga Bunda serta Ayah. Berguling menjadi perkembangan bayi yang penting karena ini jadi gerakan besar pertama bayi. Berguling memberi rasa kemandirian karena sekarang ia bisa mengubah posisinya dan pandangannya tanpa bantuan Ayah dan Bunda. Berguling juga jadi satu langkah pertama menuju duduk, merangkak, dan perlahan berjalan.

 

Berikut ini hal yang perlu Anda tahu tentang perkembangan bayi ini:

 

  1. Bayi mulai berguling paling awal di usia 3 bulan

    Kapan bayi mulai berguling? Ini jadi pertanyaan pertama yang orangtua tanyakan ketika berbicara tentang perkembangan bayi penting ini. Meski tiap bayi unik dan akan mulai berguling ketika merasa siap, kebanyakan bayi menguasainya di usia 6 atau 7 bulan. Beberapa bayi mulai berguling di usia 3 sampai 4 bulan.

     

  2. Berguling pertama kali bisa terasa menakutkan

    Karena berguling pertama bayi biasanya terjadi sangat tiba-tiba, ini bisa terasa menakutkan. Jangan terkejut bila bayi menangis setelahnya. Jangan cemas, ia akan dengan cepat mengetahui kalau trik ini menyenangkan dan ia akan menyukainya.

     

    Setelah ia menguasai kemampuan berguling, si kecil bisa merasa terhibur dengan hanya bolak-balik berguling. Beberapa bayi memanfaatkan berguling sebagai cara seru untuk berpindah tempat.

     

  3. Berguling mengembangkan kekuatan fisik bayi

    Sebagai orang dewasa, berguling tidak butuh banyak usaha, Anda tidak perlu berpikir dua kali untuk melakukannya. Tapi untuk si bayi, berguling adalah sebuah langkah besar. Otot lengan dan leher perlu cukup kuat untuk bergerak dan ia membutuhkan kontrol kepala yang baik.

     

    Tengkurap jadi cara bagus untuk meningkatkan kekuatan tubuh bayi dan membuat ia siap berguling. Ketika bayi menghabiskan waktu untuk tengkurap, ia menggunakan lengan untuk mendorong tubuhnya, dan ia perlu menahan kepala untuk bisa melihat sekitarnya. Gerakan push-up mini ini membantu bayi mengembangkan kekuatan otot lengan, leher, serta bahu.

     

  4. Ketika bayi berguling, ia bisa menggapai berbagai benda

    Jangan terkejut bila bayi mulai menggapai macam-macam benda setelah ia belajar berguling. Mulai dari remahan makanan di lantai hingga mangkok makan kucing peliharaan serta kontak listrik di dinding, ia jadi penasaran dengan hal-hal kecil di sekitarnya. Setelah bayi bisa berguling, pastikan kondisi sekitarnya aman ya, Bun.

     

  5. Temui dokter anak bila bayi tidak berguling hingga usianya 7 bulan

    Bila bayi tidak menunjukkan minat untuk berguling hingga usia 7 bulan dan tidak berusaha untuk duduk, bicara pada dokter anak. Tapi sebelum merasa panik, penting untuk diingat kalau bayi mencapai tumbuh kembang ini di tahapannya sendiri. Kebanyakan bayi sekarang belajar berguling lebih lambat karena mereka menghabiskan banyak waktu telentang, yang jadi satu cara terbaik untuk mencegah SIDS.

     

  6. Jangan tinggalkan bayi tanpa pengawasan

    Ketika bayi telah menguasai berguling, waktu bermain akan jadi lebih menarik. Ia akan berguling dari satu sisi ke sisi lain, mendapat perspektif baru, dan menghibur dirinya. Tapi semua kemandirian dan kemampuan untuk bergerak sendiri berarti Anda akan perlu lebih mengawasinya sepanjang waktu. Ini menjadi sangat penting ketika ia berada di tempat tidur, meja ganti, atau di permukaan yang tinggi. Hanya butuh hitungan detik untuk bayi berguling dan mencapai pinggir kasur.

     

    Meski sebelum bayi mencapai perkembangan ini, ada baiknya Bunda mengawasi dengan seksama gerakannya ketika ia berada di permukaan yang tinggi. Anda tak pernah tahu kapan ia berguling untuk pertama kali dan Anda tentu tidak ingin ia terjatuh dari meja ganti.

     

  7. Gunakan mainan untuk memancing bayi berguling

    Beberapa bayi tidak tertarik dengan berguling, tapi Anda bisa memancingnya berguling dengan menempatkan mainan favorit sedikit jauh dari jangkauan, ke sisi kiri atau kanan bayi selama ia tengkurap. Bila mainan tidak berhasil, coba Anda berbaring di lantai di sebelahnya untuk mendorongnya berguling ke arah Anda.

     

  8. Rangsang bayi dengan demonstrasi langsung

    Berguling bisa menyenangkan untuk bayi, tapi ia mungkin canggung melakukannya saat pertama kali. Cara tepat untuk merangsang bayi dan meyakinkannya kalau ini aman adalah dengan menujukkan demonstrasi secara langsung. Turunlah ke lantai bersama bayi dan tunjukkan kemampuan berguling Anda. Ia mungkin akan tertawa karena gerakan lucu Anda dan mencoba menirunya.

     

  9. Tengkurap jadi kunci untuk mencapai perkembangan bayi berguling

    Bayi belajar bagaimana berguling secara alami, tapi mereka perlu mengembangkan kekuatan dan kontrol kepala sebelum bisa berhasil melengkapi gerakan ini. Tengkurap jadi kunci untuk mencapai tumbuh kembang ini. Pastikan bayi punya banyak waktu di lantai untuk tengkurap. Ia akan menggunakan otot lengan, kaki, bahu, dan otot leher untuk menopang tubuhnya dan perlahan berguling. Bila ia tidak senang tengkurap, coba persingkat sesinya menjadi 1 sampai 2 menit, dan gunakan mainan menarik untuk menghiburnya ketika ia tengkurap.

     

  10. Tak apa bila bayi berguling di tempat tidur

    Ketika bayi belajar berguling, orangtua cemas tentang keamanan si kecil ketika tidur. Sekarang bayi bisa bergerak, Anda akan dapati ia berada di posisi berbeda atau area berbeda di tempat tidur ketika memeriksanya.

     

    Bila bayi telah menguasai berguling, para ahli berpendapat berguling di tempat tidur bayi di malam hari tidak perlu dikhawatirkan. Tapi tetap dianjurkan Anda meletakkan bayi di posisi telentang. Di titik ini, bayi telah mengembangkan kekuatan untuk bergerak sendiri, yang berarti ia bisa merasakan dan menghindari masalah ketika tidur. Bayi kurang berisiko terjebak di posisi yang mengganggu nafasnya. Juga penting untuk diingat, setelah bayi berusia 6 bulan, berarti ia telah melewati tahap risiko tinggi SIDS (2 sampai 4 bulan).

 

Kapan harus merasa khawatir?

Jika bayi Anda belum mulai berguling saat ia berumur enam atau tujuh bulan, ceritakan kondisi ini pada dokter Anda. Bayi memang mengembangkan keterampilannya dengan cara berbeda, ada yang lebih cepat dari yang lain. Ada pula beberapa bayi yang tak pernah sepenuhnya berguling. Tanyakan ke dokter jika bayi Anda tidak berguling dan belum ada tanda ia bergerak ke posisi duduk atau merangkak.

 

Yang perlu diingat, Bun, bila bayi Anda terlahir prematur, dengan kelahiran pada usia kandungan sebelum 37 minggu, ia akan memperoleh pencapaian berguling dan tumbuh kembang lainnya sedikit lebih terlambat.

(Ismawati)