Kelahiran Dibaca 3,141 kali

Perbedaan Tugas Doula dan Bidan untuk Ibu Hamil

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya

Terakhir diperbaharui 29 November, 2018 09:11

Perbedaan Tugas Doula dan Bidan untuk Ibu Hamil

Beberapa ibu hamil ada yang menyewa seorang pelatih persalinan, atau yang biasa disebut doula, untuk membantu mereka selama proses persalinan. Ada juga doula yang menspesialisasikan diri dalam membantu keluarga setelah bayi lahir, meringankan beban kehidupan sehari-hari agar Anda bisa berkonsentrasi pada si bayi.


Di Indonesia, doula mungkin belum banyak ditemukan, tidak seperti di negara lain. Sebenarnya tugas seorang doula sangatlah membantu Anda dalam menghadapi persalinan atau melewati masa pasca persalinan.


Apa yang dimaksud dengan doula?

Doula adalah orang yang terlatih dan berpengalaman dalam proses kelahiran dan biasanya juga seorang ibu. Meski memiliki pengetahuan tentang proses kelahiran, doula tidak memberi dukungan kepada calon ibu dari segi medis. Ini merupakan tugas bidan atau dokter.


Seorang doula yang membantu Bunda pasca melahirkan memiliki gelar medis, tapi mereka lebih dilatih atau memiliki pengalaman dalam merawat Bunda selama beberapa hari atau minggu pertama setelah kelahiran bayi. Mereka dapat melakukan semua hal untuk memudahkan Anda melewati proses transisi sebagai orangtua baru, mulai dari merawat ibu dan bayi, memberikan saran tentang menyusui, hingga memasak, mengasuh anak, memenuhi permintaan Anda, dan bahkan melakukan pekerjaan rumah yang sifatnya ringan.


Ada pengalaman dari seorang ibu yang memutuskan untuk menggunakan jasa seorang doula selama dua minggu pertama setelah putranya lahir. Suami dan dirinya tidak mengerti apa yang harus dilakukan, si doula lah yang membuatkan mereka makan malam, merawat anak yang lebih besar, dan menjaga rumah tetap bersih. Dengan adanya doula, sang ibu bisa tidur siang dan tidak kekurangan tidur, serta merasa  merasa senang dengan keputusannya memakai jasa doula.


Mungkin Anda tidak memiliki kerabat atau seseorang yang siap membantu saat bayi Anda lahir. Atau Anda merasa lebih suka menggunakan jasa seorang doula, dibanding bantuan keluarga. Apapun alasan ketika Anda menyewa seorang doula, Anda akan mendapatkan bantuan darinya yang tak ternilai. Meski jika pasangan Anda bersedia mengambil alih tugas rumah saat Anda dalam proses pemulihan, membiarkan orang lain melakukan pekerjaan rumah akan jauh lebih baik karena itu bisa memberi Anda berdua waktu yang berharga bersama si bayi.


Doula membantu calon ibu memperoleh kelahiran yang ia harapkan, baik itu berupa kelahiran dengan atau tanpa bantuan obat atau melalui operasi caesar. Hal ini membuat doula jadi bagian penting dalam proses kelahiran dan persalinan seorang ibu. Bila terjadi komplikasi saat proses kelahiran dan bantuan medis dibutuhkan, doula akan tetap berada di sisi Anda dan memberi bantuan sebisa mungkin. Ia tidak akan membuat keputusan apapun, tapi ia akan membantu Anda dalam proses membuat keputusan. Doula memberi informasi yang seimbang sehingga pasangan suami-istri bisa menentukan pilihannya sendiri.


Banyak wanita menganggap doula sebagai sebuah keharusan, terutama  untuk mereka yang melahirkan di rumah sakit. Efek jangka panjang dari kelahiran secara emosi dan fisik bisa terjadi pada ibu, pasangan, dan bayi, ini menjadikan doula sebagai aset penting untuk Anda. Dengan didampingi orang yang berpengalaman dan menerima perawatan dari doula, Anda punya kesempatan lebih baik untuk memperoleh pengalaman melahirkan yang juga lebih baik.


Doula sebagai bagian dari team yang memberi dukungan pada Anda akan membantu melewati masa paling sulit serta paling menegangkan. Seberapa baik doula memberi dukungan bisa berdampak pada hasil kelahiran. Dengan didampingi doula, Anda tahu pasti ada orang yang tepat dalam team Anda karena ia bekerja untuk Anda dan pasangan.


Perbedaan doula dengan bidan

Kebanyakan orang menganggap bidan dan doula memiliki peran yang sama. Peran mereka mirip, karena keduanya adalah orang yang sama-sama membantu wanita melewati persalinan. Banyak ibu hamil juga meyakini mereka harus memilih salah satu antara doula dan bidan.


Tapi bidan dan doula memiliki peran yang sangat berbeda. Memahami perbedaan keduanya dan memahami peran orang yang akan memberi dukungan kepada Anda bisa membantu Anda membuat keputusan penting tentang kelahiran.


  1. Apa tugas bidan?

    Bergantung dimana Anda tinggal, kemungkinan bidan memiliki batasan serta praktik yang berbeda. Bidan didefinisikan sebagai orang yang terlatih untuk merawat wanita selama kehamilan, kelahiran, dan periode pasca melahirkan.


    Bidan memberi dukungan pada wanita yang melahirkan di rumah sakit, klinik bersalin, atau di rumah. Bidan adalah profesional kesehatan dan bisa mengidentifikasi serta mengobati komplikasi atau mencari ahli medis, bila dibutuhkan.


    Bidan dapat:

    • Memberi rekomendasi atau melakukan tes selama kehamilan.
    • Memberi saran kesehatan selama kehamilan, kelahiran, dan pasca kelahiran.
    • Meresepkan obat atau vitamin ibu hamil untuk perawatan kehamilan.
    • Memonitor ibu dan bayi selama persalinan dan kelahiran.
    • Melakukan pemeriksaan fisik selama kehamilan dan persalinan serta setelah kelahiran bila dibutuhkan.
    • Berkonsultasi dengan dokter kandungan bila terjadi komplikasi kehamilan di luar lingkup praktik bidan.

     

  2. Apa tugas doula?

    Doula didefinisikan sebagai orang yang memberi dukungan fisik dan emosional selama kehamilan, persalinan, dan periode pasca kelahiran. Doula memberi dukungan pada wanita yang melahirkan pada semua kondisi. Bila doula dipekerjakan oleh ibu yang melahirkan di rumah sakit, tanggung jawabnya adalah pada ibu yang melahirkan, tidak ada hubungnnya dengan rumah sakit. Doula bukan profesional kesehatan dan tidak memberi saran medis atau melakukan prosedur medis.


    Doula bisa:

    • Membangun hubungan dengan Anda selama kehamilan.
    • Memberi dukungan ketika Anda melewati pengalaman melahirkan.
    • Membantu mewujudkan rencana persalinan.
    • Memberi bantuan agar Anda membuat keputusan berdasarkan informasi.
    • Membahas pilihan persalinan.
    • Menggunakan berbagai teknik selama persalinan untuk memberi kenyamanan.
    • Memberi saran tentang posisi dan teknik selama persalinan.
    • Memberi dukungan untuk membuat Anda merasa percaya diri dalam berbicara pada dokter tentang pilihan atau kecemasan medis.
    • Memberi dukungan setelah kelahiran sesuai kebutuhan.

     

    Doula tidak akan memonitor Anda dan bayi, memeriksa suhu tubuh atau tekanan darah, melakukan pemeriksaan vaginal, atau prosedur medis lainnya. Doula tidak akan membuat keputusan tentang perawatan untuk Anda dan bayi, tapi akan memberi dukungan untuk Anda.


Jam kerja doula

Beberapa doula ada yang bekerja sehari penuh. Ada juga yang bekerja dalam shift 3 hingga 5 jam di siang hari atau hingga sang ayah pulang ke rumah dari bekerja. Beberapa doula bekerja di malam hari mulai dari pukul 6 sore hingga waktu tidur, sekitar jam 9 atau 10 malam, dan ada juga doula yang bekerja larut di malam hari. Beberapa doula bekerja setiap hari, beberapa lainnya hanya bekerja pada satu atau beberapa shift per minggu.


Tidak seperti ahli terapi atau psikiater, doula tidak menangani depresi pasca melahirkan. Tapi, mereka akan membantu menciptakan tempat yang aman untuk ibu secara emosional. Doula akan memberi dukungan pada ibu dalam melewati tiap fase yang harus ia lalui. Mereka meredakan beberapa tekanan ibu baru dengan membantunya berpindah ke tanggung jawab baru untuk mengurus anak secara perlahan.


Dengan menjadi “ibu” dari seorang ibu, doula akan memastikan sang ibu merasa terasuh dan terawat, begitu juga memastikan ibu makan dengan baik dan mendapat tidur yang cukup. Selain itu, doula dilatih untuk membantu klien mempersiapkan diri untuk memasuki masa menjadi orangtua dengan memaksimalkan dukungan yang ia berikan. Doula akan membantu klien untuk mendapat referensi dokter klinis yang sesuai atau dukungan kelompok yang dibutuhkan.


Seorang doula akan mengharapkan peran dan masukan dari pasangan Anda. Ia akan mengajarkan pasangan Anda keterampilan konkret untuk menjaga bayi dan juga ibu. Doula juga akan berbagi informasi berdasarkan bukti yang menunjukkan perannya di beberapa minggu pertama akan memiliki efek dramatis yang positif dalam keluarga.


Setelah Anda melahirkan, doula akan datang ke rumah dan memberikan bantuan agar Anda bisa lebih rileks dan semua jadi lebih mudah. Tugas doula pasca persalinan bisa bervariasi, jadi Anda perlu pastikan apa saja yang akan Anda butuhkan. Berikut ini beberapa hal yang Anda butuhkan dari seorang doula pasca persalinan:

  • Dukungan menyusui
  • Memijat
  • Teknik memijat bayi
  • Membersihkan rumah
  • Memasak

Doula yang menginap bisa membantu Anda sepanjang waktu. Pastikan Anda mengomunikasikan apa saja yang doula perlu lakukan untuk membantu Anda, untuk memastikan tidak ada salah komunikasi dan ekspektasi yang realistis. Misalnya, ada doula yang bersedia membantu bersih-bersih rumah atau mengasuh anak yang lebih besar, tapi ada juga doula yang tidak melakukan tugas ini.


Mencari doula yang tepat

Bila Bunda berminat, coba tanyakan pada instruktur kelahiran, dokter, bidan, rumah sakit, atau teman untuk memberikan referensi doula yang bisa membantu Anda jika ada. Ketika Bunda sudah memperoleh nama-nama doula yang prospektif, Anda bisa mengajukan beberapa pertanyaan kepada mereka untuk memastikan Anda mendapat doula yang sesuai. Ingat Bunda, seorang doula akan memberikan pelayanan personal di dalam rumah, jadi Anda perlu merasa nyaman dengan kehadirannya. Anda mungkin perlu mewawancarai lebih dari satu orang kandidat.


Berhubung Anda akan menghabiskan waktu intim bersama doula Anda di rumah, jadi Anda perlu memiliki rasa “suka” terhadapnya. Bunda harus bertanya pada diri Anda, apakah Anda akan merasa nyaman membiarkannya melihat Anda telanjang, muntah, menangis, berteriak, atau buang air besar?


Tanyakan calon doula Anda tentang filosofinya mengenai kelahiran, pendapatnya tentang kelahiran alami dan medis, serta seberapa aktif dirinya di ruang melahirkan. Pasangan Anda juga perlu datang saat wawancara, karena ia juga akan bekerja sama dengan doula. Berikut beberapa pertanyaan yang bisa diajukan pada calon doula Anda saat sesi wawancara:


  • Pelatihan atau pengalaman apa yang Anda miliki?
  •  
  • Berapa bayaran Anda dan pelayanan apa yang Anda berikan? (Pastikan Bunda mendapatkan jawaban tentang apa yang akan dan tidak akan ia lakukan. Misalnya, apakah ia bersedia untuk memasak atau membantu anak yang lebih besar).
  •  
  • Apa yang akan terjadi jika saya melahirkan lebih awal atau lebih lambat dari perkiraan? Apakah jadwal Anda cukup fleksibel, dan jika tidak, bisakah memberi saya referensi doula lain jika diperlukan?
  •  
  • Bisakan Anda memberi referensi dari keluarga lain yang pernah menggunakan jasa Anda sebelumnya? Dan pastikan Anda mengecek referensi tersebut.

Ingat respon personal Anda terhadap doula yang prospektif selama wawancara:

  • Apakah ia terlihat baik, hangat dan bersemangat?
  • Apakah ia terlihat pintar?
  • Apakah ia dapat berkomunikasi dengan baik?
  • Apakah ia pendengar yang baik?
  • Apakah Anda merasa nyaman bila ia berada di rumah?

Para calon ibu bisa belajar dari doula tentang dukungan emosional dan informasi berharga serta berbagai saran di beberapa minggu menjelang melahirkan. Ini sangat membantu bagi para ibu baru, yang belum yakin cara membedakan antara kontraksi palsu dan kontraksi sebenarnya.


Seorang ibu berkata, saat air ketubannya pecah, ia pertama kali menelepon doulanya, baru kemudian menghubungi dokter. Doula menyarankannya untuk makan terlebih dulu sebelum menuju rumah sakit. Saran yang sangat bagus karena ia harus menjalani persalinan selama 24 jam dan operasi caesar yang tidak terencana.


Apakah Anda membutuhkan doula dan bidan?

Sering kali wanita yang melahirkan di rumah sakit disarankan untuk juga menggunakan jasa doula. Peneliti menunjukkan meski doula tidak memberikan perawatan medis, dukungan mereka bisa mengurangi kemungkinan intervensi medis, termasuk kelahiran dengan bedah sesar. Penelitian juga menunjukkan perawatan bidan memberi hasil terbaik untuk ibu dan bayi. Tapi, perawatan dari bidan jadi pengecualian di rumah sakit. Meski bidan bekerja di rumah sakit bersalin, kemungkinan ia tidak bisa memberi dukungan yang diharapkan. Di rumah sakit bidan cenderung merawat lebih dari satu pasien dalam satu waktu.


Meski bila Anda bisa menerima perawatan dari bidan di rumah, menggunakan jasa doula tetap akan menguntungkan. Doula menawarkan dukungan yang melengkapi perawatan yang wanita terima dari bidan di rumah sakit. Doula bisa datang ke rumah ketika Anda minta dan memberi dukungan yang Anda butuhkan.


Memilih doula atau bidan adalah keputusan yang sangat personal. Membuat keputusan yang tepat sering kali diawali dengan mencari tahu seperti apa kelahiran yang ingin Anda peroleh lalu memilih model perawatan yang paling baik untuk Anda. Bidan dan daoula adalah dua profesi yang berbeda, tapi keduanya bekerja sama dalam memberi dukungan di proses kehamilan dan kelahiran sebagai pengalaman yang normal dan alami.


Doula dan dokter

Dokter dan doula, keduanya penting, dokter Anda akan masuk dan keluar ruangan saat Anda menjalani persalinan, tapi doula akan tetap bersama Anda dari awal dan tidak akan meninggalkan Anda hingga bayi lahir, ari-ari keluar, dan saat Anda akan menyusui, pelekatan pertama bisa dilakukan. Doula juga akan datang ke rumah Anda jika Anda ingin melahirkan di rumah sebelum menuju rumah sakit.


Untuk membuat Anda merasa nyaman selama persalinan dan melahirkan, doula Anda akan memijat titik tekan di tubuh Anda, menggunakan kompres hangat pada punggung bagian bawah, atau menyediakan air panas untuk mandi untuk mengurangi rasa sakit akibat kontraksi. Dan ketika Anda dan pasangan benar-benar letih, ia akan menjadi satu-satunya orang yang bisa Anda andalkan.


Peran doula adalah membantu wanita di masa setelah melahirkan dan merawat keluarga. Tidak seperti pengasuh bayi atau babysitter, doula fokus tidak hanya pada bayi, tapi ia fokus untuk menciptakan kemandirian untuk seluruh keluarga. Doula bisa membantu ayah dan anak yang lebih besar seperti halnya ibu dan bayinya. Doula akan melakukan tugasnya memperlakukan keluarga sebagai suatu kesatuan yang terhubung satu sama lain.

(Ismawati)