Kehamilan

Vitamin Untuk Ibu Hamil Demi Kesehatan Janin

Terakhir diperbaharui

Vitamin Untuk Ibu Hamil Demi Kesehatan Janin
Konsumsi makanan sehat jadi hal penting yang harus dilakukan, terutama selama kehamilan. Selama kehamilan, minum vitamin untuk ibu hamil membantu mencukupi kekurangan nutrisi dari makanan yang ibu makan. Vitamin untuk ibu hamil mengandung vitamin dan mineral seperti asam folat, zat besi, iodine, dan kalsium.
  1. Vitamin A

    Vitamin A menjadi salah satu vitamin yang larut di lemak dan tersimpan di hati. Vitamin A penting untuk pertumbuhan embrio janin, termasuk perkembangan jantung, paru-paru, ginjal, mata, tulang, serta pernafasan, dan sistem saraf pusat.
    Vitamin A khususnya penting untuk wanita yang akan melahirkan karena membantu perbaikan jaringan setelah melahirkan. Vitamin A juga membantu melawan infeksi, mendukung sistem kekebalan, dan membantu metabolisme lemak.
    Ada dua jenis vitamin A, retinol dan provitamin A karotenoid. Retinol digunakan langsung oleh tubuh dan ditemukan pada produk hewani seperti telur, susu, dan hati. Provitamin A karotenoid ditemukan pada buah dan sayur, tapi tubuh harus mengubahnya menjadi retinol. Lebih dari 600 karotenoid ditemukan di alam, tapi hanya beberapa yang bisa diubah menjadi retinol.
    • Berapa banyak vitamin A yang Anda butuhkan?

      • Wanita hamil usia kurang dari 18 tahun membutuhkan 750 mikrogram RAE (retinol activity equivalents) per hari.
      • Wanita hamil usia 19 tahun lebih membutuhkan 770 mikrogram RAE per hari.
      • Ibu menyusui usia kurang dari 18 tahun membutuhkan 1200 mikrogram RAE per hari.
      • Ibu menyusui usia 19 tahun lebih membutuhkan 1300 mikrogram RAE per hari.
      • Bukan wanita hamil membutuhkan 700 mikrogram RAE per hari.
      Anda tidak harus mendapat jumlah vitamin A yang direkomendasikan setiap hari, tapi jadikan jumlah kebutuhan harian ini sebagai rata-rata untuk beberapa hari atau seminggu.
    • Konsumsi vitamin A yang berlebihan

      Vitamin A bisa ditemukan pada daging, produk susu, ikan, telur, dan sereal fortifikasi dalam bentuk retinol. Vitamin A juga ada pada banyak buah dan sayur, kebanyakan dalam bentuk karotenoid. Selama hamil, terlalu banyak retinol bisa menyebabkan cacat lahir dan keracunan hati. Tapi tak masalah bila Anda mendapat sebanyak mungkin karotenoid dari buah dan sayur.
      Wanita usia lebih dari 19 tahun baik hamil atau menyusui atau tidak, perlu mendapat tidak lebih dari 3000 mikrogram RAE (10000 IU) retinol dari suplemen, sumber hewani, dan makanan fortifikasi setiap hari. Untuk wanita usia kurang dari 18 tahun, batas asupannya 2800 mikrogram RAE (9333 IU).
      Ini sebabnya wanita hamil tidak diperbolehkan menggandakan asupan vitamin atau suplemen kehamilan yang tidak direkomendasikan dokter. Kebanyakan vitamin untuk ibu hamil mengandung setidaknya vitamin A dalam bentuk betakaroten, tapi beberapa merek, multivitamin jenis lain, dan makanan fortifikasi tertentu mengandung cukup retinol. Selalu periksa label produk atau tunjukkan suplemen Anda ke dokter sebelum meminumnya.
      Risiko cacat lahir akibat terlalu banyak vitamin A menjadi alasan wanita hamil dan yang berusaha hamil perlu menghindari resep obat jerawat isotretinoin dan obat lain yang berhubungan dengan retinol, termasuk tretinoin topikal yang digunakan untuk kondisi kulit.
    • Sumber vitamin A dari makanan

      Buah dan sayur khususnya yang berwarna oranye, kuning, dan hijau gelap, kaya betakaroten, dan jadi sumber vitamin A terbaik. Anda mungkin mendapat jumlah vitamin A dalam bentuk retinol yang cukup dari susu dan sereal fortifikasi.
      Hati sapi dan hati ayam, misalnya, mengandung jumlah vitamin A dalam bentuk retinol yang paling tinggi, jadi Anda perlu membatasi konsumsinya menjadi satu atau dua kali dalam satu bulan selama hamil untuk memastikan Anda tidak mendapat terlalu banyak retinol. Sajian 85 gram hati sapi mengandung lebih dari 8 kali jumlah vitamin A yang dianjurkan setiap hari selama hamil, dan lebih dari dua kali jumlah yang aman dikonsumsi dalam satu hari.
      Beberapa sumber vitamin A terbaik:
      • ½ gelas wortel mentah, mengandung 534 mikrogram RAE (10,692 IU)
      • ½ gelas bayam yang dimasak, mengandung 472 mikrogram RAE (9,433 IU)
      • 1 mangga, mengandung 181 mikrogram RAE (3,636 IU)
      • 236 ml susu tanpa lemak, mengandung 149 mikrogram RAE (500 IU)
      • 236 ml susu murni, mengandung 110 mikrogram RAE (395 IU)
      • 1 sendok makan mentega, mengandung 95 mikrogram RAE (355 IU)
      • 2 telur besar, mengandung 80 mikrogram RAE (270 IU)
      • ½ gelas brokoli masak, mengandung 60 mikrogram RAE (1,207 IU)
      Proses memotong, memarut, dan memasak makanan membuat provitamin A karotenoid lebih mudah diserap tubuh. Tubuh juga menyerap lebih banyak karotenoid tiap kali Anda mengonsumsi sedikit lemak, sekitar satu sendok teh.
    • Suplemen vitamin A dan tanda kekurangan vitamin A

      Kemungkinan Anda tidak perlu minum suplemen vitamin A. Kebanyakan orang mendapat banyak vitamin A dari makanan, dan vitamin untuk ibu hamil biasanya mengandung vitamin A. Baca label untuk memastikan Anda tidak mendapat lebih dari jumlah yang direkomendasikan dan tidak semuanya dalam bentuk retinol. Tanyakan dokter atau bidan bila mengira Anda membutuhkan suplemen vitamin A atau bila Anda punya pertanyaan berkaitan dengan vitamin A di supleman kehamilan.
      Kekurangan vitamin A jarang terjadi, karena mudah memperoleh vitamin A yang cukup dari makanan, kecuali akibat kondisi medis tertentu. Tanda kekurangan vitamin A antara lain penglihatan terganggu dan sistem kekebalan melemah. Orang yang kekurangan vitamin A bisa juga mengalami kondisi yang disebut xerophthalmia yang menyebabkan kornea mata menjadi kering dan tebal.
  2. Asam folat

    Asam folat membantu mencegah cacat tabung saraf, yang mempengaruhi otak dan sumsum tulang belakang. Cacat tabung saraf berkembang di 28 hari pertama setelah terjadi kehamilan, sebelum banyak wanita tahu kalau mereka hamil. Karena sekitar setengah dari jumlah kehamilan tidak direncanakan, tiap wanita yang bisa hamil direkomendasikan minum 400 mikrogram asam folat setiap hari, mulai sebelum konsepsi dan selama 12 minggu pertama kehamilan.
    Wanita yang sudah pernah memiliki bayi dengan cacat tabung saraf perlu berkonsultasi dengan dokter tentang apakah ia membutuhkan suplemen asam folat dan berapa banyak dosisnya. Penelitian menunjukkan meminum dosis yang lebih besar (hingga 4000 mikrogram) pada satu bulan sebelum dan selama trimester pertama bisa memberi manfaat bagi calon ibu, tapi periksakan diri ke dokter lebih dulu.
    Makanan yang mengandung asam folat antara lain sayuran berwarna hijau gelap, kacang, buah jeruk, dan makanan yang difortifikasi dengan asam folat. Meski begitu, ada baiknya minum suplemen asam folat dengan jumlah tepat sebagai tambahan.
  3. Kalsium

    Kalsium juga penting untuk wanita hamil. Kalsium dapat membantu mencegah penurunan kepadatan tulang ketika bayi menggunakan kalsium untuk pertumbuhan tulangnya sendiri.
  4. Vitamin C

    Konsumsi vitamin C selama hamil dianggap aman meski dosis yang berlebihan tidak dianjurkan. Minum terlalu banyak vitamin C dalam bentuk suplemen selama hamil bisa meningkatkan risiko kelahiran sebelum waktu. Vitamin C berlebihan juga menyebabkan gangguan pada perut.
    Jumlah harian vitamin C yang direkomendasikan selama hamil adalah 85 mg per hari untuk wanita usia lebih dari 19 tahun, dan 80 mg untuk wanita usia 14 hingga 18 tahun. Jumlah harian maksimal yang dianggap aman untuk wanita di kelompok usia ini adalah 2000 mg dan 1800 mg. Yang paling baik adalah makan variasi buah dan sayur setiap hari, termasuk setidaknya satu makanan yang kaya vitamin C. Sumber vitamin C yang baik antara lain jus jeruk, kiwi, dan stroberi. Dan bila Anda minum vitamin untuk ibu hamil, Anda sudah mendapat banyak vitamin C, jadi tidak perlu lagi minum suplemen.
  5. Iodine

    Iodine penting untuk fungsi tiroid wanita selama hamil. Kekurangan iodine bisa menyebabkan pertumbuhan fisik terhalang, disabilitas mental yang parah, dan ketulian. Tidak cukup iodine bisa memicu keguguran dan kelahiran mati.
  6. Zat besi

    Zat besi membantu darah membawa oksigen baik pada ibu maupun bayi.
    Bunda, cari vitamin untuk ibu hamil yang menyertakan:
    • 400 mikrogram (mcg) asam folat
    • 770 mikrogram vitamin A
    • 400 IU vitamin D
    • 200 sampai 300 mg kalsium
    • 70 mg vitamin C
    • 3 mg thiamine
    • 2 mg rivoflavin
    • 20 mg niacin
    • 6 mcg vitamin B12
    • 10 mg vitamin E
    • 15 mg zinc
    • 17 mg zat besi
    • 150 mikrogram iodine.
    Pada beberapa kasus, dokter akan memberi resep jenis vitamin tertentu untuk ibu hamil. Beberapa vitamin untuk ibu hamil bisa menyebabkan mual. Bicara pada dokter bila ini terjadi pada Anda. Dokter bisa meresepkan jenis vitamin yang berbeda, misalnya, beberapa ibu merasa lebih baik mengonsumsi vitamin dalam bentuk cair atau yang dikunyah daripada bentuk pil.

Suplemen Vitamin Selama Kehamilan

Anda membutuhkan asam folat dan vitamin D selama hamil karena keduanya penting untuk perkembangan bayi. Terserah Anda apakah ingin minum suplemen secara terpisah atau satu dalam bentuk vitamin kehamilan.
Seperti halnya minum suplemen asam folat dan vitamin D, Anda juga perlu makan dengan pola makan seimbang. Ini untuk memberi Anda vitamin dan mineral tambahan yang Anda dan bayi butuhkan. Bila Anda mengalami morning sickness dan mual, akan terasa sulit untuk makan apa saja. Pada kondisi ini, multivitamin kehamilan, yang mengandung nutrisi yang biasanya Anda dapat dari makanan, bisa jadi solusi hingga morning sickness mereda.
Bila Anda berusia remaja, Anda membutuhkan nutrisi ekstra bila tubuh masih mengalami pertumbuhan. Bicara pada bidan tentang suplemen yang perlu diminum. Bila Anda membutuhkan vitamin dan mineral sebagai suplemen karena alasan medis, bidan atau dokter akan meresepkannya.

Kapan Waktu Terbaik Dalam Satu Hari Untuk Minum Vitamin Untuk Ibu Hamil?

Ketika berbadan dua, tubuh membutuhkan nutrisi ekstra, dan minum vitamin untuk ibu hamil setiap hari jadi cara penting untuk mendapat nutrisi penting. Tapi adakah waktu terbaik untuk meminumnya?
Jawabannya, kapanpun Anda ingat untuk meminumnya. Pada sebagian wanita, mungkin di pagi hari. Lainnya mungkin menjelang tidur, tepat setelah menggosok gigi. Tak ada satu waktu dalam sehari yang lebih baik dalam penyerapan vitamin, jadi bukan sesuatu yang perlu dipersoalkan, Bun.
Tapi bila vitamin kehamilan selalu membuat Anda merasa mual, Anda perlu meminumnya saat makan. Bila ini tidak membantu, bicara pada dokter tentang pilihan lain. Beberapa wanita bisa mengganti satu pil vitamin kehamilannya dengan dua vitamin kunyah untuk anak, tapi pastikan Anda mendapat dosis asam folat yang dibutuhkan. Konsultasikan ke dokter sebelum melakukannya.

Mitos Seputar Vitamin Untuk Ibu Hamil

Bunda, berikut ini beberapa mitos yang berhubungan dengan vitamin untuk ibu hamil dan penjelasannya:
  • “Semua vitamin untuk ibu hamil sama saja.”

    Meski variasinya sedikit berbeda, merek vitamin untuk ibu hamil yang berbeda bisa menyertakan vitamin serta dosis berbeda juga.
  • “Saya hanya minum vitamin kehamilan saat hamil.”

    Mulailah minum vitamin kehamilan setiap hari sebelum Anda hamil, sepanjang kehamilan, dan ketika menyusui. Tumbuh kembang janin seperti penutupan tabung saraf, terjadi di minggu pertama kehamilan, sebelum banyak wanita menyadari mereka hamil. Dan vitamin masuk ke ASI untuk mendukung pertumbuhan bayi. Menghindari vitamin kehamilan selama tahap ini berarti Anda dan bayi kehilangan manfaat vitamin yang penting.
  • “Kandungan multivitamin mengandung semua vitamin yang saya butuhkan.”

    Anda membutuhkan suplemen sebelum, selama, dan setelah kehamilan. Bicara pada dokter bila Anda hamil bayi kembar, ada riwayat keluarga yang cacat lahir, atau Anda punya keterbatasan pada makanan tertentu. Misalnya seorang vegetarian akan membutuhkan lebih banyak vitamin B12.
    Suplemen yang paling umum adalah asam lemak omega 3 seperti DHA atau EPA, yang berfungsi meningkatkan perkembangan kesehatan otak janin, tapi biasanya tidak disertakan di multivitamin. Bicara pada dokter tentang suplemen terpisah dan berapa banyak makanan laut yang harus Anda makan dan dari jenis apa.
    Mengonsumsi 1 hingga 2 sajian salmon atau sarden menjadi cara bagus untuk mendapat tingkat optimal asam lemak omega 3 dan merkuri tingkat rendah. Merkuri bisa membahayakan perkembangan otak dan sistem saraf anak, jadi hindari spesies yang mengandung tinggi merkuri seperti tuna dan hiu.
    Wanita dengan anemia membutuhkan suplemen zat besi. Ketika menyusui bayi bisa kekurangan vitamin D, jadi bicara pada dokter tentang suplemen untuknya. Bayi tidak membutuhkan vitamin, kecuali direkomendasikan oleh dokter.
  • “Vitamin membuat saya sehat dan kuat.”

    Minum vitamin kehamilan bisa membuat Anda sakit. Mual dan konstipasi sering menjadi efek sampingnya, sebaiknya minum vitamin bersama makanan atau sebelum tidur, perbanyak air putih, dan tetap aktif.
    Bila cara ini tidak berhasil, bicara pada dokter tentang keluhan Anda, lalu coba minum merek lain. Bila Anda benar-benar tidak bisa menerima multivitamin, pertimbangkan minum asam folat secara terpisah, terutama ketika belum hamil.
  • “Minum vitamin untuk ibu hamil berarti saya tidak perlu khawatir tentang makanan harian saya.”

    Vitamin kehamilan tidak memenuhi 100 persen kebutuhan vitamin Anda dan beberapa vitamin paling baik diserap ke tubuh melalui makanan. Makanan bernutrisi juga membantu wanita menjaga berat badan yang sehat untuk mendukung perkembangan bayi. Lagi pula, menerapkan kebiasaan makan sehat akan membantu anak terbiasa makan sehat sepanjang hidupnya.
  • “Vitamin kehamilan hanya untuk wanita yang mengalami kekurangan vitamin dan mineral.”

    Faktanya, multivitamin yang khusus dibuat untuk wanita hamil memberi mineral dan suplemen yang membantu menjaga kesehatan calon ibu dan meningkatkan kesehatan perkembangan janin. Kebanyakan dokter merekomendasikan wanita mulai minum vitamin sebelum dan sepanjang kehamilan.
Ada banyak merek dan jenis vitamin dengan beragam bahan. Yang terpenting adalah minum vitamin yang memberi jumlah mineral dasar yang cukup untuk menjaga kesehatan ibu, meningkatkan kesehatan otak dan perkembangan fisik bayi, serta menurunkan risiko kondisi abnormal pada janin.
(Ismawati)