Keluarga Dibaca 553 kali

6 Rekomendasi Buku Parenting Pilihan Orangtua Milenial

Share info ini yuk ke teman-teman
Dwi
6 Rekomendasi Buku Parenting Pilihan Orangtua Milenial

Saat menjadi orangtua, itu berarti Ibu dan Ayah harus siap menjadi pembelajar sepanjang hidup. Tidak ada sekolah khusus untuk menjadi orangtua yang baik, namun bukan berarti Ibu dan Ayah tidak memerlukan pengetahuan soal pola asuh dan nutrisi anak.

Kabar baiknya, akses terhadap ilmu parenting di era milenial semakin mudah didapat melalui media sosial, seminar dan sharing terbuka, dan referensi buku parenting berkualitas.

Salah satu usaha yang bisa dilakukan orangtua agar bisa terus belajar dan memperbaiki diri adalah dengan membaca buku seputar parenting. Ratusan bahkan ribuan judul rekomendasi buku parenting semakin mudah didapatkan, mulai dari pilihan metode pola asuh, nutrisi yang tepat untuk anak, panduan detail merawat bayi, hingga buku yang membahas bagaimana menghadapi anak yang tantrum.

Untuk memudahkan orangtua dalam memilih buku, berikut 5 rekomendasi buku parenting terbaik yang telah Ibupedia rangkum untuk menunjang upaya orangtua milennials dalam berproses untuk menjadi lebih baik bagi diri sendiri dan keluarga:

  1. Seri Lengkap Mommyclopedia

    Buku Parenting Seri Lengkap Mommyclopedia

    Sebagai orangtua baru, tentu banyak sekali kekhawatiran dan tantangan dalam mengasuh anak. Hal ini tak jarang membuat orangtua jadi mudah panik dan bingung saat menghadapi beberapa kondisi anak yang dirasa “tidak wajar”, saat anak terluka, atau pertanyaan apakah orangtua sudah memberikan penanganan dan nutrisi yang tepat untuk anak.

    Nah, seri “Mommyclopedia” ini bisa jadi bacaan wajib orangtua dalam mempelajari pengasuhan anak di tahun-tahun pertama kehadirannya. 

    Rekomendasi buku parenting yang cukup lengkap ini ditulis oleh dr. Meta Hanindita, salah satu dokter spesialis anak andalan orangtua milenial Indonesia. Seri “Mommyclopedia” tidak hanya membahas tentang pentingnya nutrisi dan secara spesifik membahas MPASI seperti di akun Instagramnya, @metahanindita, tapi juga termasuk tips merawat bayi hingga batita.

    Secara keseluruhan, buku ini ditulis dengan point per point dan disertai ilustrasi yang menarik sehingga sangat mudah dipahami. Berikut judul-judul seri “Mommyclopedia”:

    • Panduan Lengkap Merawat Bayi 0-1 Tahun: rekomendasi buku parenting seri pertama ini berisi tips merawat bayi baru lahir hingga usia 1 tahun. Termasuk table tumbuh-kembang anak, pertolongan pertama dan obat-obatan yang aman atau butuh pengawasan dokter, momen menyusui, ASI, fakta dan mitos perawatan bayi. Semua dijelaskan secara medis dan tidak membuat orangtua panik.

    • Panduan Lengkap Merawat Batita: Seri kedua ini membahas dari sisi medis bagaimana merawat anak usia 1-3 tahun. Seperti nutrisi, tumbuh-kembang, kesehatan dan kebersihan batita, panduan milestone dan stimulasi.

    • Tanya Jawab tentang Nutrisi 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak: Buku ini mencakup pembahasan nutrisi anak selama dalam kandungan, fase menyusui, fase MPASI, dan pemantauan tumbuh-kembang anak melalui evaluasi nutrisinya.

    • 567 Fakta Seputar MPASI: Dengan kampanye cegah stunting yang diperjuangkan oleh dr. Meta, seri ketiga ini memberikan wawasan bagi para orangtua tentang fakta seputar MPASI yang seringkali disalahartikan atau salah kaprah. Buku ini mencakup praktik pemberian MPASI yang benar, pertumbuhan anak, masalah makan pada anak, dan mitos tentang MPASI. 

    • 78 Resep MPASI: Rekomendasi buku parenting seri kelima “Mommyclopedia” ini berisi resep-resep makanan utama dan cemilan lezat, bergizi, dan mudah dibuat untuk kategori anak usia 6-8 bulan, 9-11 bulan, dan 12-23 bulan.

  2. Buku Montessori di Rumah

    Buku Parenting Buku Montessori di Rumah

    Rekomendasi buku parenting satu ini berkaitan dengan stimulasi yang bisa diberikan orangtua kepada anak di rumah. Buku ini disusun oleh Elvina Lim Kusumo, founder @indonesiamontessori. Meskipun buku-buku ini dengan spesifik menggunakan metode Montessori, bukan berarti hanya orangtua yang mengasuh si kecil dengan metode Montessori saja yang bisa menggunakannya.

    Buku-buku ini berisikan inspirasi kegiatan-kegiatan untuk memperkenalkan anak pada kemampuan keterampilan hidup, stimulasi bayi, hingga area matematika secara sistematis dan konkret. Berikut judul-judul buku dalam seri Montessori di Rumah:

    • Montessori di Rumah (55 Kegiatan Stimulasi Bayi)

    • Montessori di Rumah (55 Kegiatan Keterampilan Hidup)

    • Montessori di Rumah (55 Kegiatan Matematika)

    Ada pula “Buku Aktivitas: Kegiatan Matematika” yang sebaiknya juga dimiliki bersama buku “Montessori di Rumah: 55 Kegiatan Matematika”, karena berisi panduan bagi orangtua dalam mendampingi anak berkegiatan matematika seperti materi DIY dan aparatus montessori-inspired.

  3. Apa Namanya? - Kamus Perasaan Anak

    Buku Parenting Apa Namanya? - Kamus Perasaan Anak

    Rekomendasi buku parenting kali ini merupakan buku terjemahan dari bahasa Korea yang ditulis oleh Park Sung-Woo. Secara garis besar, buku ini akan membantu para orangtua untuk lebih memahami perasaan anak.

    Tidak jarang orangtua merasa sering tidak bisa memahami ekspresi perasaan anak dan menyebabkan kesalahpahaman. Sehingga tidak hanya anak yang merasa frustrasi karena merasa orangtua tidak memahaminya, tapi juga orangtua ikut merasa stres dalam mengartikan perasaan si kecil.

    Buku ini memuat sekitar 70 kosakata tentang jenis perasaan. Selain berisi definisi perasaan yang mungkin dirasakan anak, buku ini juga dilengkapi dengan ilustrasi menarik dan contoh situasi yang mencerminkan perasaan anak. Bahkan jenis perasaan seperti “jemu”, “terpana”,  “terbebani”, “iba”, “bersemangat”, dan lain-lain yang selama ini jarang digunakan oleh anak-anak juga perlu dipahami agar orangtua bisa mengerti situasi yang dialami anak.

    Jika orang dewasa memiliki kompleksitas perasaan yang beraneka ragam, maka sama halnya dengan anak-anak. Bedanya, mereka belum bisa mengungkap perasaannya dengan bahasa, sehingga memerlukan bantuan orangtua dalam mengidentifikasi jenis perasaan itu dan memahami diri mereka sendiri.

    Dan buku ini, dengan penyampaian yang mudah dicerna dan sangat relevan dengan kejadian sehari-hari, bisa menjadi jembatan bagi orangtua agar lebih menghargai perasaan anak.

  4. Seni Berbicara Pada Anak – Panduan Mendidik Anak Tanpa Ngegas

    Buku Parenting Seni Berbicara Pada Anak – Panduan Mendidik Anak Tanpa Ngegas

    Rekomendasi buku parenting satu ini juga merupakan buku terjemahan dari bahasa Inggris “How To Talk So Little Kids Will Listen”. Buku ini ditulis oleh Joanna Faber dan Julie King, yang merupakan pakar pendidikan dan ahli dalam bidang ilmu parenting. Meski cukup tebal, sekitar 400 halaman, setiap halaman pada buku ini akan sayang bila dilewatkan.

    Buku ini terbilang unik karena berisi “peralatan” untuk “pertolongan pertama” pada tantangan atau kesulitan orangtua dalam berkomunikasi dengan anak. Seperti yang tertulis di judul, komunikasi disebut sebagai seni berbicara yang memerlukan  strategi agar maksud yang diinginkan anak maupun orangtua sama-sama bisa dipahami dengan baik.

    “Seni Berbicara Pada Anak” memberikan pandangan dan panduan bagi orangtua maupun pendamping untuk menjalin hubungan yang menyenangkan dengan perbedaan ciri khas pada tiap kategori usia, seperti bagaimana berkomunikasi dengan anak 2 tahun yang sering tantrum, anak 3 tahun yang ingin melakukan semua hal sendiri, anak 5 tahun yang mulai sulit di atur, hingga tantangan di usia anak hingga 7 tahun.

    Tips-tips yang dimuat dalam buku ini juga sangat konkret, misal langkah-langkah apa saja yang harus diambil saat orangtua merasa marah, bagaimana mendisiplinkan anak dengan efektif tanpa menggunakan hukuman dan bentakan, bahkan tips untuk orangtua dengan anak berkebutuhan khusus.

    Buku ini ditulis dengan cara merefleksikan pengalaman penulisnya dalam menghadapi anak-anaknya dan saat mendampingi orangtua lain yang bermasalah dengan anak-anak mereka. Cara pengungkapannya pun sangat manusiawi, dengan terlebih dahulu menggugah kesadaran bahwa orangtua juga punya perasaan, tidak ada orangtua yang sempurna, dan melakukan kesalahan adalah hal yang sangat wajar dan bisa diperbaiki atau dicegah agar tidak terjadi lagi.

    Buku ini mengajak orangtua untuk terlebih dahulu memahami diri, sehingga akan mempermudah untuk selanjutnya “menghadapi” anak dengan segala tantangannya.

  5. Happy Little Soul

    Buku Parenting Happy Little Soul

    Rekomendasi buku parenting selanjutnya adalah buku yang ditulis oleh Retno Hening Palupi, Ibu dari Kirana dan Rumaysa yang mulai dikenal melalui akun Instagram @retnohening dengan pengalaman pengasuhan anak yang menginspirasi banyak ibu di Indonesia.

    Buku “Happy Little Soul” berisi cerita pengalaman Retno Hening dalam membersamai Kirana, anak pertamanya, sejak dalam kehamilan, saat lahir, hingga usia 3 tahun saat buku tersebut diterbitkan. Refleksi pengalaman berkomunikasi dan berinteraksi dengan Kirana, bagaimana merespons si anak akan membentuk kedekatan di antara keduanya, tentang apresiasi, belajar dan bermain, hingga bagaimana Retno Hening menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada buah hatinya sebagai upaya menumbuhkan kebahagiaan pada jiwa anak.

    “Happy Little Soul” ditulis alam bahasa yang sangat mudah dipahami dan relevan dengan kejadian sehari-hari yang tidak hanya indah tetapi juga penuh tantangan dan tidak mudah. Tidak heran jika para ibu yang membaca buku ini merasa sangat relate dengan pengalaman Retno Hening.

  6. The Danish Way of Parenting

    Buku Parenting The Danish Way of Parenting

    Kunci penting kebahagiaan anak adalah pola pengasuhan orangtuanya. “The Danish Way of Parenting” merupakan rekomendasi buku parenting yang patut orangtua pertimbangkan untuk masuk ke daftar bacaan wajib. Pasalnya, buku ini memuat rahasia penting bagaimana para orangtua di Denmark membesarkan anak-anak yang bahagia.

    Menurut OECD (Organization of Cooperation and Development), selama 40 tahun Denmark memiliki peringkat di atas rata-rata untuk hampir semua aspek kehidupan masyarakatnya, seperti aspek sosial, ekonomi, rumah tangga, work-life balance, hingga aspek kesehatan dan pendidikan. Data inilah yang menjadi acuan tingkat kebahagiaan masyarakat Denmark, termasuk anak-anak.

    Secara singkat, pola asuh masyarakat Denmark disingkat menjadi “PARENT”, yang berarti “P” untuk play, “A” untuk authenticity, “R” untuk reframing, “E” untuk emphaty, “N” untuk no ultimatum, dan “T” untuk togetherness dan hygge. Prinsip “PARENT” inilah yang menjadi rahasia orang Denmark membesarkan anak-anak yang tangguh dan memiliki kualitas hidup yang baik.

Nah, setelah menyimak rekomendasi buku parenting di atas, mana yang sudah Ibu baca atau ingin segera dimiliki?

(Dwi Ratih)