Kesehatan Dibaca 337 kali

12 Contoh Obat Batuk Tradisional untuk Keluarga

Share info ini yuk ke teman-teman
Stephanie

Terakhir diperbaharui 07 November, 2019 05:11

12 Contoh Obat Batuk Tradisional untuk Keluarga

Sama seperti demam, batuk atau cough sebetulnya bukan merupakan penyakit, ya, Bu, tapi batuk adalah bentuk refleks atau reaksi tubuh dalam mengeluarkan iritan dan infeksi dari saluran pernapasan, serta sebagai tanda jika tubuh mengalami gangguan kesehatan. 

Untuk menghilangkan batuk, maka kita mesti mengetahui dulu apa, nih, yang menjadi penyebabnya. Misalnya, asap, lendir (mukus) atau alergen seperti debu, jamur atau ada penyakit lainnya. Batuk dibagi menjadi tiga macam, yaitu akut, sub akut dan kronis, hal ini dilihat dari durasi batuk.

Batuk akut biasanya terjadi selama tiga minggu dan disebabkan oleh gangguan kesehatan sederhana. Batuk sub akut rata-rata terjadi tiga sampai delapan minggu sedangkan batuk kronis berlangsung lebih dari delapan minggu, contohnya akibat penyakit asma.

Nah, seandainya anak terkena batuk, jika kondisinya tidak parah nggak mesti langsung diatasi dengan penggunaan obat-obatan, loh, Bu. Selain itu, obat-obatan juga mesti dihindari oleh ibu yang sedang mengandung. Untuk mengatasi batuk tanpa obat, silakan mencoba beberapa saran berikut. 

Contoh obat batuk tradisional 

  1. Setengah sendok madu

    Madu memiliki zat anti bakteri, bisa mengencerkan dahak dan bisa ‘melapisi’ tenggorokan, sehingga mengurangi batuk, terutama untuk tidur lebih nyaman di malam hari. Untuk meredakan batuk, madu bisa dikonsumsi langsung atau dicampurkan ke dalam air hangat, di minum dua kali sehari. Sebagai informasi, sebagian dokter nggak menyarankan ibu hamil mengonsumsi madu. 

    Madu juga nggak boleh diberikan pada bayi (anak di bawah usia setahun), karena berisiko keracunan akibat bakteri atau botulisme. Madu bisa diberikan untuk anak yang lebih besar. Untuk anak usia dua sampai lima tahun, bisa diberikan madu sebanyak setengah sampai satu sendok teh. Pastinya, pilih madu dengan kualitas yang baik, ya, Bu.

  2. Air jahe

    Sari jahe disebut mampu mengurangi batuk kering atau jenis batuk yang terkait dengan penyakit asma. Jahe memiliki zat anti peradangan (anti-inflammatory) yang menjadikan membran pada saluran pernapasan menjadi lebih rileks. Jahe juga bisa membantu mengurangi sakit kepala yang biasanya menyertai batuk. Pun, jahe seringkali dikonsumsi oleh ibu hamil untuk mengurangi rasa mual dan muntah. Agar lebih maksimal, sebaiknya jahe direbus dan saring sebelum diminum. Agar rasanya lebih enak, air jahe bisa ditambah dengan madu. Tentunya, konsumsilah dalam batas sewajarnya. 

    Meskipun berasal dari bahan alami, tapi jangan sembarang dikonsumsi, karena bisa saja bertentangan dengan obat-obatan yang dikonsumsi dan justru akan menimbulkan efek negatif.

  3. Nanas

    Bromelain di dalam nanas mengandung anti peradangan dan agen mukolitik, yang artinya bisa mengurangi lendir dan mengeluarkannya dari dalam tubuh. Tapi perlu diingat, ya, bromelain bisa memicu alergi. Nah, apakah nanas boleh dikonsumsi oleh Ibu hamil? Jawabannya adalah boleh, selagi jumlahnya nggak berlebihan. Tips untuk mengurangi risiko gatal-gatal ketika mengonsumsi nanas adalah dengan merendam dengan air garam.

  4. Kunyit

    Curcumin yang terkandung di dalam kunyit juga mengandung antibakterial yang bisa membantu meredakan batuk kering. Kunyit juga bisa digunakan untuk mengatasi asma dan bronkitis. Untuk lebih mudah memberikannya pada anak, Ibu bisa memberikan ekstraknya atau diolah ke dalam makanan. Kunyit juga nggak disarankan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil dalam porsi pengobatan, karena kunyit dalam jumlah besar bisa menimbulkan efek negatif bagi kehamilan dengan menstimulasi uterus dan memicu menstruasi. 

  5. Herba thyme

    Bagi para ibu yang suka masak masakan barat, pasti tahu, deh, herba yang satu ini. Betul, thyme biasanya dipakai untuk memasak daging sapi, ayam atau pun saus. Herba berdaun kecil ini ternyata seringkali digunakan sebagai obat batuk tradisional, sakit tenggorokan, bronkitis bahkan untuk gangguan pencernaan. Thyme bisa dikonsumsi dalam bentuk teh, caranya adalah dengan menyeduh 1 sendok makan thyme, saring.

  6. Peppermint

    Atau yang lebih kita kenal dengan sebutan daun mint. Mentol yang terkandung di dalam daun mint bisa membantu mengurangi gatal di tenggorokan. Daun mint bisa digunakan untuk menghilangkan hidung mampet dengan menghirup aroma daun yang sudah diremas. Untuk mengurangi batuk, daun mint bisa dijadikan bahan infused water. Pilihan lainnya adalah dibuat moroccan mint tea, yaitu teh hijau, gula dan daun mint. Agar bisa digunakan sehari-hari, daun mint bisa ditanam di rumah, selain menjadi kegiatan yang menyenangkan, banyak pula manfaatnya. 

  7. Sup ayam 

    Nah, obat batuk tradisional ini pasti disukai si Kecil, deh. Berdasarkan beberapa penelitian, sup ayam bisa mengencerkan dahak, sehingga lebih mudah dikeluarkan. Sup yang hangat juga membantu melancarkan napas dan campuran sayuran di dalam sup turut memberikan nutrisi bagi tubuh yang sedang sakit. Untuk memperbanyak manfaat, jangan lupa tambahkan bawang putih di dalamnya.

  8. Bawang putih

    Bawang putih memiliki zat yang bisa membunuh bakteri penyebab batuk berdahak, selain itu bawang putih juga membantu memulihkan sistem kekebalan tubuh. Mengonsumsi bawang putih juga membantu meredakan sakit tenggorokan. Pastikan bawang putih dilumat lebih dulu sebelum diolah.

  9. Garam

    Pastinya bukan untuk dikonsumsi begitu saja, ya, tapi untuk berkumur. Batuk yang tidak berhenti biasanya menimbulkan radang pada tenggorokan. Pastinya hal ini sangat mengganggu, terutama bagi anak-anak, biasanya mereka akan malas makan, susah tidur bahkan demam. Untuk mencegah batuk semakin parah, cobalah berkumur dengan air hangat yang diberi garam. Garam bisa membantu mengurangi lendir yang ada di belakang tenggorokan, serta membunuh bakteri. 

    Tapi, Bu, berkumur dengan air garam sebaiknya tidak dilakukan oleh anak usia dini, ya, karena ada kemungkinan anak justru menelan air garam tersebut.

  10. Memperbanyak air 

    Menjaga cairan tubuh amat penting bagi mereka yang sedang terkena batuk. Bahkan ketika sedang batuk, kita disarankan untuk memperbanyak minum. Cairan yang dimaksud nggak hanya air putih, namun juga bisa yang lainnya seperti teh herbal, jus atau kuah kaldu. Sebaiknya konsumsi air dengan suhu ruangan atau hangat.

  11. Eucalyptus

    Eucalyptus ini berbeda, ya, dengan minyak kayu putih atau cajuput oil. Pohon yang asalnya dari Australia ini bisa dimanfaatkan sebagai dekongestan atau untuk melegakan sistem pernapasan. Minyak eukaliptus bisa digunakan pada diffuser atau, teteskan pada air hangat dan hirup uapnya.

  12. Probiotik

    Sebetulnya, probiotik ini nggak secara langsung meredakan batuk, tapi probiotik bisa membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan menyeimbangkan kadar bakteri baik. Sehingga tubuh mampu ‘memerangi’ penyebab batuk dengan lebih baik. Probiotik bisa ditemukan misalnya pada yogurt atau miso. Membuat miso sup itu nggak sulit, kok, Bu. Sekarang ini miso paste sudah banyak dijual di supermarket. Gabungkan miso paste, dengan jamur, ayam atau ikan salmon serta kelp (rumput laut). Meski isiannya sederhana, tapi rasanya dijamin nikmat.

Selain mengonsumsi obat batuk tradisional seperti di atas, berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda terapkan untuk mempercepat penyembuhan.

Cara menghilangkan batuk tanpa obat

  1. Menghirup uap 

    Salah satu cara alami meredakan batuk berdahak, adalah dengan menghirup uap. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Misalnya mandi air hangat. Jika Anda memiliki water heater di rumah, Anda bisa menciptakan sauna sederhana, yaitu membiarkan uap memenuhi kamar mandi Anda dengan menghidupkan shower, uap yang terkumpul inilah yang Anda hirup. Cara lainnya adalah adalah dengan menaruh air hangat dalam baskom, dekatkan wajah ke arah baskom, kemudian tudungkan kepala Anda dengan handuk untuk menciptakan ‘ruangan beruap’.

  2. Merubah pola makan

    Untuk sementara, sangat disarankan untuk Ibu atau anak menghindari makan makanan pedas, berminyak dan mengandung kafein.

  3. Essential oil

    Penggunaan EO atau minyak atsiri ini sedang menjadi tren, nih, Bu. EO biasanya digunakan untuk memberikan aroma dan manfaat pada sabun alami. EO juga bisa digunakan untuk kecantikan serta membantu memperbaiki kesehatan, salah satunya untuk meredakan batuk flu. Caranya adalah dengan mencampur EO di baskom uap atau diusap ke badan. Penggunaan EO langsung pada kulit ini ada aturannya, ya, Bu, yaitu mesti dicampur dengan carrier oil. Perbandingan carrier oil (minyak biang) dengan EO adalah 5ml untuk 1 tetes EO.

  4. Posisi tidur

    Agar tidur lebih nyenyak ketika batuk adalah dengan meninggikan posisi kepala dan punggung bagian atas saat tidur. Tapi trik ini bakal sulit dilakukan jika anak banyak bergerak ketika tidur. Caranya meninggikan posisi kepala ini misalnya dengan menambah tumpukan bantal. Untuk anak usia satu setengah tahun ke bawah, tentu belum disarankan mencoba trik ini, namun jika mungkin, Ibu bisa mencoba melipat bagian ujung kasurnya agar lebih tinggi.

  5. Perbanyak istirahat

    Maksimalkan waktu tidur di malam hari, melakukan tidur siang di siang hari dan mengurangi kegiatan selama beberapa waktu. Untuk ibu hamil, intinya adalah memulihkan diri dan meningkatkan stamina. Untuk anak-anak, sebaiknya selama masih batuk nggak dibawa jalan-jalan ke tempat ramai dulu, ya, Bu.

  6. Menggunakan humidifier

    Alat ini menjadikan udara di dalam ruangan menjadi lembap, dan ini bermanfaat untuk melancarkan saluran pernapasan.

Nah, jika Ibu atau ada anggota keluarga lainnya di rumah yang sedang batuk, maka lakukan tindakan untuk mencegah penyakit menyebar. Misalnya dengan menutup mulut ketika batuk dengan tisu dan segera buang tisu tersebut. Karena jika hanya menutup dengan tangan, kuman bisa berpindah ke benda-benda lain yang disentuh.

Jangan anggap remeh batuk. Batuk yang tidak kunjung sembuh lebih dari tiga minggu, maka kondisi penderitanya wajib segera diperiksa. Batuk juga mesti segera ditangani oleh dokter jika penderitanya menunjukkan gejala gangguan kesehatan lainnya seperti sesak napas (berat), batuk bercampur darah, merasakan nyeri di bagian dada atau demam. 

(Stephanie /Dok. Freepik)