Konsepsi

Jangan Salah Pilih! Ini dia Rekomendasi Pil KB yang Tepat

Luciana
Jangan Salah Pilih! Ini dia Rekomendasi Pil KB yang Tepat

Pil KB menjadi salah satu alternatif pilihan alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan oleh para wanita untuk menunda kehamilan. Banyak pasangan suami istri ingin menunda kehamilan dengan berbagai alasan tertentu, beberapa di antaranya karena ingin memberi jarak yang tepat antara anak pertama dan anak selanjutnya. Melansir dari laman Alodokter, Pil KB ada dua jenis, yaitu yang memiliki 2 kandungan hormon (progesteron dan estrogen) serta pil KB yang hanya mengandung hormon progesteron saja. Pil KB dengan kandungan hormon progesteron saja dapat mengakibatkan haid Ibu tidak lancar.

Umumnya, pil KB berjumlah 21-35 tablet yang harus dikonsumsi dalam satu siklus atau secara terus-menerus. Cara kerja pil KB dengan hormon kombinasi adalah dengan menghambat indung telur melepas sel telur dan mempertebal lapisan lendir di dalam leher rahim yang berfungsi mencegah sperma untuk membuahi sel telur sehingga kehamilan tidak dapat terjadi.

Sementara pil KB dengan kandungan hormon progesteron saja bekerja dengan cara menebalkan lendir leher rahim dan menipiskan dinding dalam rahim sehingga sel telur yang dibuahi sperma akan sulit menempel dan tertanam pada lapisan tersebut. Bila ini terjadi, maka kehamilan dapat dicegah.

Kelebihan Menggunakan Pil KB

Setiap pilihan alat kontrasepsi memiliki kelebihan masing-masing dan punya efek yang berbeda pada setiap tubuh Ibu. Berikut ini kelebihan yang bisa Ibu rasakan bila memilih pil KB sebagai alat kontrasepsi:

  • Tingkat efektivitas yang tinggi (persentase kegagalan hanya 8%);

  • Haid Ibu menjadi lebih lancar bila memiliki riwayat haid tidak lancar;

  • Kram atau rasa sakit saat haid lebih berkurang; dan

  • Kekurangan menggunakan pil KB.

Kekurangan Menggunakan Pil KB

Meskipun pil KB cukup ampuh mencegah kehamilan dengan persentase keberhasilan mencapai 99%, namun alat kontrasepsi yang satu ini juga memiliki efek samping. Mengutip dari laman alodokter, berikut rinciannya:

  • Terkadang Ibu bisa merasa mual;

  • Payudara terasa lebih keras dari biasanya bahkan bisa terasa nyeri;

  • Menurunnya keinginan untuk berhubungan seksual;

  • Emosi dan mood yang tidak stabil, serta waspada terhadap depresi yang mungkin muncul;

  • Pada beberapa Ibu memiliki efek kenaikan berat badan;

  • Kenaikan asam lambung hingga migrain atau sakit kepala;

  • Pemilihan pil KB dengan kandungan hormon progesteron saja dapat membuat haid tidak lancar;

  • Beberapa pil KB tidak dapat digunakan pada Ibu yang memiliki masalah fungsi hati dan juga ginjal;

  • Ada juga yang dapat menyebabkan diare;

  • Pada beberapa Ibu akan mengalami ruam pada kulit; dan

  • Reaksi alergi juga dapat terjadi.

Rekomendasi Pil KB yang Sering Digunakan

Bila Ibu sudah mantap memutuskan untuk menggunakan pil KB, maka beberapa jenis pil KB ini dapat menjadi pilihan Ibu, dilansir dari berbagai sumber:

  1. Pil KB Andalan

    Pil KB Andalan

    Pil KB Andalan ini sudah sangat terkenal di Indonesia dan sudah banyak digunakan. Dikutip dari laman hellosehat, Pil KB Andalan mengandung hormon progestin levonorgestrel untuk mencegah terjadinya kehamilan. Pil KB jenis ini tidak disarankan digunakan secara rutin dan lebih tepat digunakan sebagai kontrasepsi darurat. Hormon progestin levonorgestrel yang terkandung pada pil KB dapat mencegah pelepasan sel telur pada siklus haid Ibu. Pil KB juga dapat mengentalkan cairan yang ada di dalam vagina supaya sperma sulit berenang di dalam rahim dan tidak bertemu dengan sel telur sehingga pembuahan pun dapat dicegah.

    Namun perlu diingat bahwa pil KB Andalan tidak dapat digunakan untuk menggugurkan kandungan. Disarankan untuk mengkonsumsi pil KB ini kurang dari 12 jam atau tidak melebihi 3 hari setelah hubungan seksual dilakukan. Pil KB Andalan juga tidak dapat melindungi Ibu dari penyakit kelamin yang menular. Tetap waspada dan jaga kebersihan ya.

  2. Pil KB Andalan Laktasi

    Pil KB Andalan Laktasi

    Pil KB Andalan Laktasi memang sama dengan pil KB Andalan pada umumnya, namun yang membedakan adalah pil KB ini khusus digunakan pada ibu menyusui. Pil KB Andalan laktasi juga mengandung hormon progestin namun kandungannya cenderung rendah dan hormon ini dapat menyebabkan lendir rahim menjadi kental sehingga membuat sperma bergerak lamban serta sulit untuk membuahi sel telur. Bagi Ibu yang sedang memberikan ASI eksklusif, pil KB ini dapat dikonsumsi enam minggu setelah melahirkan. Saat Ibu sudah kembali haid, pil KB dapat diminum pada hari pertama haid dan berulang setiap harinya pada jam yang sama.

  3. Pil KB Andalan FE

    Pil KB Andalan FE

    Jenis pil KB Andalan FE ini memiliki kandungan zat besi yang cukup membantu bagi Ibu yang mengalami anemia saat haid. Selain itu, tugas utama pil KB ini juga sama dengan pil KB lainnya yaitu mencegah kehamilan dengan cara yang sama, mengentalkan lendir pada vagina sehingga sperma dan sel telur sulit bertemu.

  4. Pil KB Andalan Postpil

    Pil KB Andalan Postpil

    Pil KB Andalan Postpil tak bisa dibeli sembarangan dan harus dengan resep dokter. Pil kb ini merupakan kontrasepsi darurat yang harus segera diminum setelah berhubungan seksual dan tidak dapat menunggu lama. Pil KB ini harus diminum 2 tablet sekaligus dengan rentang waktu paling lama 5 hari atau tidak lebih dari 120 jam setelah berhubungan seksual tanpa menggunakan alat perlindungan apapun. Kinerjanya adalah semakin cepat dikonsumsi maka semakin efektif untuk mencegah terjadinya kehamilan.

  5. Pil KB Yasmin

    Pil KB Yasmin

    Jenis pil KB Yasmin adalah pil KB kedua yang banyak diminati dan digunakan. Pil KB Yasmin memiliki kandungan drospirenone dan ethinyl estradiol di dalamnya. Cara kerja pil ini adalah dengan menghentikan pembentukan pada sel telur setiap bulan sehingga tidak terjadi pertemuan antara sel telur dan sperma yang dapat menyebabkan kehamilan. Pil KB dengan kandungan drospirenone dan ethinyl estradiol dapat juga mengatasi jerawat pada wanita di atas 14 tahun dan dapat juga mengurangi gejala PMS ringan pada Ibu.

  6. Pil KB Diane 

    Pil KB Diane

    Pil KB berikutnya adalah jenis Pil KB Diane yang kandungannya berbeda dengan jenis Yasmin atau Andalan, yaitu mengandung progestin cyproteron acetate (CPA). Mengutip dari laman hellosehat, CPA pada pil KB Diane adalah hormon sintetis yang dapat bekerja menghambat reseptor androgen dan berfungsi menurunkan produksi hormon androgen. Penurunan hormon androgen dalam tubuh Ibu mampu menekan produksi minyak berlebih pada kulit sehingga dapat menekan munculnya jerawat yang meradang, dan dapat menekan pertumbuhan rambut berlebih. 

    Dilansir melalui honestdocs, cara kerja pil KB Diane adalah dengan menghambat terjadinya ovulasi dan menurunkan risiko implantasi pada rahim. Zat yang terkandung pada pil KB Diane juga berfungsi mengentalkan cairan mukosa pada leher rahim yang mengakibatkan sperma sulit untuk masuk dan melakukan pembuahan pada sel telur. Pil KB Diane tak bisa sembarangan digunakan, terutama bila Ibu memiliki alergi terhadap cyproterone atau zat lain yang terkandung pada pil KB Diane. 

  7. Pil KB Marvelon Gold Limas

    Pil KB Marvelon Gold Limas

    Dikutip melalui laman honestdocs, pil KB satu ini mengandung dua hormon penting seperti desogestrel dan etinil estradiol yang dapat membantu mencegah proses pembuahan dan meminimalkan kemungkinan terjadinya kehamilan.

  8. Pil KB Microlut

    Pil KB Microlut

    Pil KB Microlut hanya mengandung hormon levonorgestrel dan tidak akan mengganggu siklus menstruasi Ibu. Kabar baiknya lagi, pil KB jenis ini tidak akan mempengaruhi rasa ASI sehingga aman digunakan untuk Ibu menyusui. Namun perlu hati-hati karena beberapa efek samping pada pil KB jenis ini akan mengganggu penglihatan.

  9. Pil KB Neynna

    Pil KB Neynna

    Untuk Ibu yang tetap ingin memiliki kulit halus saat mengkonsumsi pil KB, maka jenis ini dapat memberikan keuntungan tersebut. Pil KB ini mengandung hormon sipoteron astetat dan etinil estradiol yang akan membuat pelepasan folikel terhambat sehingga persentase terjadinya pembuahan yang menyebabkan kehamilan akan kecil. Selain itu, pada kulit tak hanya akan semakin halus, namun produksi minyak akan berkurang, dan dapat mencegah timbulnya jerawat serta flek hitam.

  10. Pil KB Postinor

    Pil KB Postinor

    Pil KB yang membutuhkan resep dokter ini salah satu jenis kontrasepsi darurat dan wajib diminum 3 hari setelah melakukan hubungan seksual atau sekitar 12-72 jam tanpa menggunakan perlindungan apapun. Bila beberapa pil KB dapat menyebabkan payudara terasa nyeri, maka pil KB Postinor justru akan membuat payudara terasa lebih lunak. Hati-hati juga terhadap pendarahan yang mungkin terjadi dan jangan lupa untuk selalu berkonsultasi pada dokter ya, Bu.

Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Memilih Pil KB

Memilih pil KB tak bisa sembarangan karena dampaknya akan terasa pada tubuh kita meskipun dampak yang dirasakan tentu akan berbeda antara satu orang dengan lainnya. Ada baiknya sebelum memilih pil KB, ibu mempertimbangkan hal-hal berikut ini:

  • Sepakat dengan Pasangan

    Tak semua pasangan setuju untuk menggunakan pil KB sebagai alat kontrasepsi, oleh karenanya, Ayah dan Ibu wajib sepakat terlebih dahulu dan membicarakan hal ini lebih lanjut supaya keduanya merasa nyaman. Selain itu, Ayah dan Ibu juga perlu memastikan penggunaan pil KB ini untuk jangka waktu yang singkat atau panjang.

  • Pelajari Lebih Lanjut tentang Pil KB

    Mencari informasi tentang beragam pil KB yang ada di pasaran tak ada salahnya kok, Bu. Selain itu, informasi detail akan membantu Ibu untuk tahu kelebihan serta efek samping penggunaan pil KB tertentu.

  • Ketahui Kondisi Tubuh Ibu

    Perhatikan riwayat penyakit apa saja yang pernah Ibu alami dan pastikan kondisi tubuh Ibu aman untuk mengkonsumsi pil KB. Beberapa pil KB memiliki zat yang memicu reaksi alergi pada tubuh Ibu dan harus hati-hati dalam memilihnya.

  • Konsultasikan Pemilihan Pil KB

    Berbicara pada dokter kandungan Ibu sangat penting saat akan memutuskan memilih pil KB sebagai alat kontrasepsi nantinya. Dokter akan memberikan saran yang lebih tepat tentang pil KB apa yang cocok untuk Ibu. Ada beberapa jenis pil KB yang harus melalui resep dokter dan tidak bisa dijual secara bebas. Jadi pilihan berkunjung ke dokter sangatlah tepat, Bu.

  • Perhatikan Cara Mengkonsumsi Pil KB

    Ibu, sebaiknya kita memperhatikan betul bagaimana mengkonsumsi penggunaan pil KB yang baik dan benar supaya efektif saat digunakan. Beberapa pil KB memiliki aturan harus diminum setiap hari tanpa jeda, ada juga yang wajib diminum sesaat setelah berhubungan, atau mungkin paling lambat lima hari setelah berhubungan seksual. Karena tujuannya untuk menunda kehamilan, maka Ibu juga harus disiplin dan taat aturan ya, Bu.

Penulis: Luciana
Editor: Dwi Ratih