Balita Dibaca 2,079 kali

12 Permainan Anak Seru untuk Usia 0-1 Tahun

Share info ini yuk ke teman-teman
Dwi

Terakhir diperbaharui 01 Juli, 2019 13:07

12 Permainan Anak Seru untuk Usia 0-1 Tahun

Selain menyenangkan, ternyata banyak manfaat yang bisa didapatkan melalui permainan anak yang tepat sesuai usia. Bahkan, bayi yang baru lahir pun sudah bisa diajak bermain untuk membantunya belajar banyak hal dari yang dia lihat dan dengar.

Sebuah penelitian tentang The Power of Play yang dimuat di laman www.childrensmuseums.org menyimpulkan bahwa permainan anak sangat bermanfaat untuk perkembangan kognitif, sosial, emosional, hingga fisik anak. Melalui permainan anak yang tepat di usia 0-1 tahun, kemampuan motorik dan berbahasa pun meningkat. Namun, Ibu perlu selalu memperhatikan media atau mainan apa saja yang akan diberikan pada si kecil. Pastikan Ibu selalu menjaga kebersihan mainan dan tidak meninggalkan si kecil sendirian saat bermain untuk memastikan tidak ada mainan yang tertelan.

Oleh karena itu, penting untuk mencari tahu apa saja permainan anak yang seru demi menstimulasi tumbuh kembangnya. Yuk, simak beberapa pilihan permainan anak untuk usia 0-1 tahun!

Permainan Anak Usia 0-1 Bulan

Bayi baru lahir juga bisa diajak bermain? Eits, tentu saja. Sejak buah hati Ibu datang ke dunia, mereka telah dibekali kemampuan belajar yang menakjubkan. Terbukti dengan bagaimana si kecil belajar menyusu dan mengenali suara Ibu di fase awal kehidupannya. Nah, jenis permainan anak di bawah ini sangat cocok untuk newborn:

1. Buku Kontras

Selain berkutat dengan kebutuhan nutrisi si kecil, tidak ada salahnya jika Ibu mulai menstimulasi kemampuan melihatnya dan responsnya terhadap benda-benda di sekitarnya dengan permainan anak yang tepat. Ketika usia si kecil 0-3 bulan, penglihatannya masih terbatas pada warna hitam dan putih karena perkembangan organ matanya yang belum sempurna. Salah satu media permainan anak yang sesuai adalah buku kontras.

Buku kontras yang terbuat dari bahan kain yang lembut dan tidak luntur ini berisi gambar-gambar sederhana dengan warna hitam dan putih. Ibu bisa memperlihatkan gambar-gambar tersebut saat si kecil terjaga sambil berinteraksi menggenggam jemari si kecil untuk menjalin kedekatan.

Tidak sedikit bayi akan merespons dengan gerakan mulut atau tangan yang hendak meraih-raih. Namun, tak perlu kecewa jika Ibu merasa respons anak yang hanya melihat dan tidak memberikan respons apa-apa. Hal itu wajar terjadi. Tapi sebenarnya, mereka mendengarkan dan memperhatikan dengan baik lho! Usahakan selalu melakukannya rutin setiap hari ya, Bu!

2. Happy Talk

Happy talk adalah permainan anak yang membiasakan komunikasi aktif dengan bayi Ibu yang baru lahir. Bayi selalu mencoba memahami berbagai suara, termasuk pola bicara orang-orang di sekitarnya, termasuk Ibu, orang yang paling dekat dengannya. Dia juga akan mencoba untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang menggemaskan.

Permainan anak ini tidak memerlukan alat bantu. Ibu hanya perlu meluangkan waktu dan mencurahkan perhatian penuh untuk mengobrol dengan si kecil. Saat melakukannya, Ibu bisa membuat wajah dan suara yang lucu.

Permainan anak ini bisa meningkatkan indera pendengaran dan rasa ingin tahu bayi.

Permainan Anak Usia 2 Bulan

Pada usia ini, si kecil sudah mulai bisa beradaptasi dengan lingkungannya. Ibu pun sudah terbiasa dengan pola menyusu dan tidur si kecil. Inilah saat yang tepat untuk mulai bereksplorasi dengan permainan anak yang lebih beragam. Beberapa di antaranya:

1. Shaking Rattle

Shaking Rattle atau mainan kerincing selalu disukai bayi dan membuatnya antusias mencari sumber suara. Suara yang dihasilkan dari permainan anak sederhana ini juga meningkatkan indera pendengaran bayi. Ibu hanya perlu mengisi beberapa keping kancing baju atau beras ke dalam botol kecil yang bukan terbuat dari bahan kaca. Jangan lupa tutup rapat botol supaya isinya tidak tumpah dan tertelan bayi. Shaking Rattle ini juga mudah ditemukan di toko perlengkapan bayi dengan bentuk yang lucu dan bahan yang aman untuk bayi.

Berikut ini cara melakukan permainan anak berupa shaking rattle atau kerincing:

  • Pertama, Ibu harus memberi contoh menggenggam shaking rattle tersebut dan mengguncangnya. Ibu juga bisa menggoyang-goyangkan mainan, perlahan-lahan bergerak dari tangan kanan ke tangan kiri, membiarkan si kecil mengalihkan pandangannya pada mainan saat suara bergerak.
  • Selanjutnya, dengan bantuan Ibu, cobalah meletakkan mainan itu dalam genggaman bayi Ibu.
  • Meskipun ia masih terlalu kecil untuk menggenggamnya, ia akan mulai merasakan dan merasakan objek tersebut. Lalu goyangkan perlahan-lahan hingga menimbulkan suara kerincing.

2. Tummy Time

Kegiatan tummy time termasuk salah satu permainan anak yang sederhana dan menyenangkan. Sejak tali pusat di perutnya telah lepas sempurna, Ibu bisa mulai melakukan tummy time dalam durasi yang sangat sebentar. Namun semakin bertambahnya usia bayi, durasi tummy time bisa ditambah menjadi 5 hingga 10 menit, bergantung respons kenyamanan si kecil.

Ketika Ibu dan buah hati melakukan permainan anak ini, manfaat yang didapat adalah perkembangan motorik si kecil. Ini bisa melatih otot-otot lehernya yang berusaha untuk mendongak dan menoleh ke kiri-kanan. Selama melakukannya, Ibu bisa sambil mengajaknya ngobrol dan tertawa. Di usia ini, si kecil sudah semakin pintar merespons Ibu, lho! Dia sudah bisa tersenyum dan tertawa kecil, bahkan mengerti nama panggilan yang diberikan Ibu padanya.

Permainan Anak Usia 3 Bulan

1. Ciluk-Ba

Permainan anak Ciluk-Ba ini tentunya sudah tidak asing bagi Ibu, kan? Permainan ini bisa dilakukan dengan mudah tanpa memerlukan alat khusus. Ibu bisa menggunakan kedua tangan atau pun barang-barang yang mudah ditemukan di sekitar. Seperti selimut, buku, majalah, hingga bantal si kecil.

Saat melakukannya, Ibu bisa duduk menghadap si kecil. Kemudian, panggil namanya sementara kedua tangan Ibu menutup wajah sambil sedikit mengintip di antara celah jari. Ucapkan, “Ciluuuk…”,dan beberapa saat kemudian katakana, “Ba!” sambil membuka kedua tangan. Biasanya, anak akan tertawa atau tersenyum riang.

2. Aktivitas di Atas Playmat

Di usia 3 bulan, ketertarikan anak Ibu pada benda semakin meningkat. Si kecil mulai antusias ingin meraih benda apa pun yang Ibu sodorkan padanya. Nah, pada masa ini Ibu bisa menstimulasi perkembangan motoriknya dengan aktivitas permainan anak yang dilakukan di atas matras.

Berikut beberapa aktivitas di atas playmat untuk si kecil:

  • Gantung beberapa mainan kecil berwarna dan beragam bentuk di atas dua tangan dan dua kaki.
  • Pastikan jaraknya cukup dekat untuk diraih si kecil, kira-kira sepanjang lengan dan kakinya.
  • Ibu bisa menyemangatinya dengan suara riang supaya si kecil semakin bersemangat meraihnya.
  • Hentikan permainan apabila si kecil terlihat lelah dan kesal.
  • Sebagai alternatif, Ibu bisa mengikat balon pada seutas benang dan memasangnya di kedua tangan serta kaki.
  • Balon-balon tersebut akan ikut bergerak ke berbagai arah ketika anak menggerak-gerakkan kaki dan tangannya.

Selain melatih otot-otot tangan dan kakinya untuk meraih-raih benda, permainan anak yang satu ini juga melatih indera penglihatan saat berusaha meraihnya.

Permainan Anak Usia 4-6 Bulan

1. Buku Bantal Berwarna

Ketika bayi Ibu masih dalam fase oral, buku yang paling aman untuknya adalah yang terbuat dari bahan kain. Biasanya, pada usia ini anak sering memasukkan benda apa pun ke dalam mulutnya, menggigit-gigit, bahkan mengunyah dan menelannya. Hal ini wajar dalam proses pertumbuhannya, namun Ibu perlu selalu waspada supaya si kecil tidak sampai menelan benda tersebut.

Oleh karena itu, buku bantal berbahan kain ini menjadi pilihan para Ibu yang ingin memperkenalkan buku berwarna pada anaknya. Ibu bisa mendongeng beberapa menit sebelum tidur siang dan di malam hari. Permainan anak ini banyak digemari oleh para Ibu karena dapat menstimulasi imajinasi dan kemauan membaca buku sejak dini. Ibu juga bisa semakin dekat dengan si kecil. Jangan lupa ajak Ayah bergantian membacakan buku untuk anak tersayang ya!

2. Bernyanyi Bersama

Salah satu yang dibutuhkan anak menjelang tahap MPASI adalah stimulasi duduk. Tujuannya agar ketika MPASI dimulai, paling tidak si kecil bisa duduk sendiri saat disuapi.

Permainan anak yang dapat menstimulasi si kecil untuk belajar duduk adalah aktivitas bernyanyi bersama. Di usia 5-6 bulan, biasanya anak sudah mulai mengeluarkan suara-suara lucu seolah ingin mengajak kita berinteraksi. Fase ini bisa Ibu optimalkan dengan sesering mungkin mengajaknya bernyanyi bersama.

  • Secara bertahap, Ibu bisa mengajari si kecil duduk dengan cara memangkunya. Sambil menyanyikan lagu pok ame-ame, Ibu bisa menggerakkan tangan si kecil untuk bertepuk tangan perlahan mengikuti lagu.
  • Setelah anak terlihat bisa menopang badannya lebih lama, Ibu bisa mencoba mendudukannya di baby chair dengan durasi waktu sekitar 10-15 menit atau hingga anak terlihat tidak nyaman. Kemudian, ajaklah dia bernyanyi bersama saat duduk berhadapan dengan Ibu. Jangan lupa juga untuk selalu berkonsultasi dengan dokter perihal tumbuh-kembang si kecil dalam fase ini ya.

Permainan Anak Usia 7-8 Bulan

Di saat buah hati Ibu masuk fase merangkak, gerakannya akan semakin aktif mengeksplorasi seluruh penjuru rumah. Pada fase inilah Ibu juga akan ikut aktif bergerak menemani aktivitas si kecil.

1. Bermain Kuda

Salah satu aktivitas menyenangkan yang juga akan menguras keringat Ibu adalah menirukan kuda dengan cara merangkak. Si kecil akan menirukan gerakan Ibu. Dan ketika dia mulai lancar merangkak, beri rintangan seperti beberapa bantal kecil saat mengejar Ibu supaya anak bisa berlatih merangkak melewatinya. Hal ini bisa menstimulasi perkembangan motorik serta pola berpikirnya.

2. Hide and Seek

Permainan mencari dan menyembunyikan mainan adalah salah satu aktivitas yang mudah dilakukan oleh Ibu dan anak. Tidak banyak alat bantu yang dibutuhkan, hanya beberapa mainan kesukaan anak dan energi penuh untuk Ibu yang menemani.

Aktivitas ini sungguh sangat mudah. Ibu bisa memasukkan mainan ke dalam kardus kecil, kemudian meletakkannya ke dalam kardus yang lebih besar, dan satu kardus lebih besar lagi. Anak akan berusaha membuka kardus tersebut satu per satu, hingga menemukan mainan yang dicarinya.

Cara lain untuk melakukan permainan anak ini adalah menjadikan Ibu sebagai obyek dan akan dicari anak. Ibu dapat bersembunyi di tempat yang tak jauh dan mudah ditemukan. Si kecil akan merangkak mencari-cari Ibu dan perhatikan responsnya ketika menemukan Ibu.

3. Menciptakan Bunyi

Menciptakan bunyi-bunyian ini bisa dilakukan dengan menggunakan mangkok plastik sebagai drumnya, dan dengan sendok plastik atau sumpit sebagai stik drumnya. Tujuannya, untuk meningkatkan keterampilan pendengaran, rasa, sebab dan akibat dengan memukul benda tertentu supaya mengeluarkan berbagai jenis bunyi. Juga bermanfaat melatih otot tangan dan merangsang kreativitas.

Berikut ini cara melakukannya:

  • Ambil tiga mangkuk plastik dan balikkan.
  • Gunakan sepasang sendok kayu atau sumpit dan mulai bermain drum secara ritmis dengan bayi Ibu.
  • Pastikan ini dilakukan hanya di bawah pengawasan Ibu karena anak masih terlalu muda dan mungkin melukai dirinya sendiri dengan sumpit.

Permainan Anak Usia 9-10 Bulan

1. Boneka Jari

Boneka jari adalah permainan anak yang mengharuskan Ibu memakai boneka pada jari dan menunjukkan komunikasi antar boneka atau pun boneka dan bayi. Permainan anak yang satu ini membantu bayi berinteraksi dan mengenal karakter. Selain menyenangkan dan mudah dilakukan, permainan ini sangat praktis. Ibu bisa membuat boneka jari sendiri di rumah menggunakan kain sisa yang masih layak pakai maupun membelinya dari pasar.

Berikut ini cara melakukannya:

  • Gunakan boneka jari pada masing-masing jari Ibu untuk membawanya perlahan ke garis pandang si kecil.
  • Tunggu sampai dia fokus pada wajah boneka.
  • Perkenalkan setiap boneka dengan nama dan sapaan sederhana atau tiruan suara karakter boneka seperti, “Halo, aku meowy, gukguk, moo moo.”
  • Buat boneka-boneka itu berbicara satu sama lain dengan cara yang lucu, sehingga si buah hati menikmati dan larut dalam percakapan tersebut.
  • Amati responsnya.

2. Bermain Air

Hampir semua bayi berusia menjelang satu tahun menyukai aktivitas bermain air. Menendang-nendang air di dalam bak mandi tidak pernah membosankan bagi mereka. Ternyata, aktivitas ini bisa merangsang otot-otot kaki mereka menuju persiapan tahap berjalan. Caranya mudah, Ibu hanya perlu menyiapkan bak dan air.

  • Jika si kecil sudah bisa berdiri tegak sambil berpegangan, Ibu bisa memasukkannya ke dalam bak hingga air mencapai paha atau perut.
  • Nyalakan timer dan biarkan si kecil menendang-nendang air sepuasnya. Jangan lupa untuk selalu memegang kuat bayi agar tidak terpeleset atau jatuh ya.
  • Semakin banyak dia menendang, semakin banyak cipratan air di sekitar, membuat si kecil menikmati permainan dengan gembira.

Permainan Anak Usia 11-12 Bulan

1. Beralih pada Boardbook

Selain buku bantal, boardbook juga menjadi pilihan para Ibu masa kini. Beralih pada boardbook sebagai media selama masa transisi dari buku bantal ke buku kertas biasa saat si kecil besar nanti. Selain karena bahannya yang tidak mudah robek dan tahan lama, boardbook ini juga bisa digunakan sebagai alternatif permainan anak lainnya. Ibu dapat menggunakannya ketika bermain bersama si kecil dengan menjejerkannya di lantai dan menjadi rintangan untuk si kecil saat mengasah kemampuannya berjalan.

2. Aktivitas Outdoor

Umumnya, bayi mulai berjalan ketika usianya sekitar 1 tahun. Meski demikian, tumbuh-kembang setiap bayi berbeda-beda. Ibu tidak perlu cemas jika si kecil bisa berjalan sebelum usianya 1 tahun atau masih belum bisa berjalan sendiri meski usianya sudah lebih dari 1 tahun. Pastikan Ibu selalu berkonsultasi dengan dokter dan memastikan semua tahapan perkembangan si kecil normal.

Salah satu aktivitas yang mendorong stimulasi anak untuk berjalan adalah kegiatan outdoor. Ibu bisa memilih area dengan rumput-rumput pendek dan bersih dan membiarkan anak bertelanjang kaki merasakan tekstur tanah di telapak kakinya. Biarkan sang buah hati bereksplorasi dengan merangkak maupun berjalan pelan selama dalam pengawasan Ibu.

Selain bermanfaat untuk menstimulasi tahap berjalan si kecil, permainan anak satu ini juga bisa merangsang perkembangan sosial anak. Di taman, anak bertemu dengan banyak orang dan biarkan mereka berinteraksi dengan hewan-hewan jinak seperti kucing atau kelinci.


(Dwi Ratih / Dok. Freepik)