Balita Dibaca 129 kali

15 Trik Jitu untuk Orangtua Agar Anak Mau Makan Sayur

Share info ini yuk ke teman-teman
Darin
15 Trik Jitu untuk Orangtua Agar Anak Mau Makan Sayur

Tantangan orangtua zaman dulu dan sekarang sebenarnya tidak banyak berubah, salah satunya adalah perjuangan mereka agar anak mau makan sayur. Kebanyakan anak di dunia ini, mau berasal dari negara mana pun atau berasal dari generasi apa pun, sama-sama tidak tertarik dengan yang namanya sayuran. Setiap dihidangkan bersama lauk dan sumber karbohidrat serta sumber nutrisi lainnya, sayuran menjadi sesuatu yang sangat mungkin tidak disentuh. Mau disembunyikan di balik menu lain pun, pasti anak akan tahu.

Fenomena anak yang menolak sayuran sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. Hal ini karena ada alasan biologis di baliknya. Menurut seorang psikolog klinis sekaligus profesor di California State University, Edward Abramson, Ph.D, ketidaksukaan anak terhadap sayuran berasal dari rasa sayuran itu sendiri yang kebanyakan cenderung pahit. Rasa pahit dalam sayuran ini berasal dari zat kalsium serta sejumlah senyawa penting lain yang terkandung di dalamnya.

Rasa pahit tentu bukan rasa favorit anak-anak, yang terlahir dengan preferensi rasa manis atau asin yang terkandung dalam Air Susu Ibu (ASI) atau asupan awal lainnya. Ini juga berkaitan dengan trial and error yang dialami manusia purba zaman dulu. Mereka menyadari bahwa dari sekian banyak daun, tanaman, atau bahan makanan apa pun dari alam yang rasanya pahit seringkali beracun dan mematikan. Dari situ akhirnya manusia berkembang menjadi makhluk yang mengasosiasikan rasa pahit sebagai sesuatu yang tidak enak.

Nah, walau mungkin penjelasan soal kenapa anak tidak menyukai sayur cukup rasional, namun bukan berarti orangtua bisa mendukung anak-anaknya supaya tidak makan sayur. Meski begitu, anak tetap butuh sayuran karena berbagai nutrisi di dalamnya sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang anak. Lalu, bagaimana tips agar anak mau makan sayur?

Tips dan Trik Agar Anak Mau Makan Sayur

  1. Oles sayuran dengan butter atau saus yang rasanya gurih atau manis

    Seperti yang sudah dibahas di atas, kebanyakan anak membenci sayuran karena rasanya yang pahit. Namun, bagaimana jika Ibu mencoba mengolesinya dengan butter atau saus yang rasanya gurih atau manis, seperti saus keju, mayonais, atau bahkan maple syrup? Ibu bisa merebus atau mengukus terlebih dulu sayuran yang ingin disajikan ke anak, misalnya brokoli atau labu siam. Lalu sebelum diberikan ke anak, olesi dengan butter atau saus tadi.

  2. Sajikan sayuran bersama saus celup

    Studi yang dikemukakan seorang ahli nutrisi, Toby Amidor, menyebutkan bahwa anak-anak lebih suka sayuran yang disajikan bersama saus celup atau dipping sauce. Saat ini di internet sudah banyak resep untuk membuat saus celup. Agar anak mau makan sayur, Ibu bisa mencoba membuat salah satunya!

  3. Sajikan sayuran sebagai snack

    Kebanyakan anak akan menolak menyentuh sayur yang disajikan bersama menu makanan lain di satu piring. Ibu tak perlu khawatir, karena sayuran bisa disajikan sebagai snack! Berikan anak wortel, timun, atau brokoli sebagai finger food di sela-sela jam makannya. Jika Ibu ingin memberikan snack lain yang lebih berlemak, itu tidak masalah, yang penting sajikan sayurannya terlebih dahulu sebelum memberikan snack yang lainnya ya.

  4. Sajikan sayuran sebagai menu makanan pembuka

    Selain bisa disajikan sebagai snack, Ibu juga bisa memberikan sayuran tepat sebelum anak makan makanan utamanya. Saat menu utama sedang disiapkan, sembari menunggu Ibu bisa menyajikan sayuran sebagai menu pembuka atau appetizer. Pilih sayuran yang warnanya menarik seperti wortel atau tomat. Beberapa sayuran akan mengeluarkan rasa manis alaminya ketika dipanggang, yang tentu akan disukai si kecil.

  5. Beri anak pilihan dua sayuran yang berbeda bentuk dan warna supaya ia bisa memilih

    Anak akan senang jika diberikan keleluasaan memilih. Untuk itu sebaiknya hindari menyajikan satu jenis sayuran saja. Sebagai gantinya, beri anak pilihan dua sayuran yang berbeda bentuk dan warna agar ia tahu mana yang lebih ingin dicobanya. 

  6. Ajak anak ke pasar atau supermarket agar ia bisa memilih sayurannya sendiri

    Jika Ibu ingin pilihan sayuran yang lebih variatif, Ibu bisa mengajak anak belanja sayurnya sendiri ke pasar atau supermarket. Bebaskan anak memilih sayur yang ia inginkan. Beri pemahaman dan jelaskan bahwa sayuran itu nantinya akan Ibu masak untuk makan si anak.

  7. Sesekali ajak anak memetik sendiri sayurannya

    Tips lainnya agar anak mau makan sayur adalah libatkan anak dalam proses penyajian makanannya. Misalnya jika Ibu memiliki tanaman atau kebun sayuran di belakang rumah, Ibu bisa mengajak anak memetik sayurannya sendiri. Namun misalnya di rumah tidak ada tanaman sayuran, Ibu juga bisa sesekali mengajak anak belajar berkebun atau wisata ke perkebunan yang dibuka untuk umum dan memetik sayuran di sana.

  8. Ajak anak mempersiapkan dan memasak sayurannya sendiri sebelum menyantapnya

    Setelah mengajak anak memanen sendiri sayurannya, libatkan juga ia dalam proses pembuatannya. Ibu bisa meminta anak mencuci sayur, memetik daunnya, atau mengaduknya di panci. Untuk yang terakhir, tentu Ibu perlu berhati-hati supaya anak tidak terkena benda panas ya.

  9. Ajak anak makan bersama teman atau keluarga seumuran yang suka makan sayur

    Anak biasanya cenderung meniru lingkungan sekitarnya. Sesekali, Ibu bisa mengajak anak makan bersama teman atau keluarga seumuran yang memang suka makan sayur. Hal ini untuk menggugah seleranya agar anak mau makan sayur. Setidaknya ia jadi mau untuk mencoba. Jangan kaget jika kemudian anak malah ketagihan dengan rasa sayuran!

  10. Ajak anak menonton video atau film yang menampilkan anak-anak makan sayur

    Selain mengajaknya makan bersama pecinta sayur, Ibu juga bisa mengedukasi anak soal pentingnya makan sayur lewat video-video edukatif atau film anak. Perlihatkan ke anak bahwa sayur bukanlah racun dan bisa dimakan dengan nikmatnya. Dengan melihat video yang menampilkan anak makan sayur, diharapkan ia jadi termotivasi untuk mencoba juga.

  11. Jadilah role model bagi anak dengan makan sayur setiap hari

    Sejak anak masih bayi, Ibu dan Ayah adalah dua orang yang hampir setiap hari dilihat olehnya. Untuk itu penting memberi contoh yang baik bagi anak jika Ibu ingin ia melakukannya, termasuk makan sayur setiap hari. Jadilah role model agar anak mau makan sayur. Tanamkan persepsi bahwa sayuran itu adalah makanan yang sehat dan enak.

  12. Jangan pernah paksa anak untuk memakan sayurannya

    Salah satu kesalahan yang kerap dilakukan orangtua agar anak mau makan sayur adalah memaksanya. Padahal cara ini salah dan justru akan membuat anak trauma sehingga semakin membenci sayuran. Alih-alih memaksa, coba cara yang lebih halus dengan menawarkan sayur lebih sering, di jam dan cara yang berbeda, tentunya tanpa paksaan ya, Bu!

  13. Sesekali buat selebrasi kecil-kecilan dengan menyajikan aneka sayuran sebagai hidangannya

    Cara lain agar anak mau makan sayur adalah dengan menciptakan suasana makan semenyenangkan mungkin. Misalnya dengan membuat perayaan kecil-kecilan, memperingati ulang tahun, anniversary Ibu dan Ayah, atau halloween party. Siapkan aneka sayuran di meja makan dan ajak anak makan bersama keluarga.

  14. Buatlah jus dengan menambahkan beberapa sayuran ke dalamnya

    Sebuah studi yang diterbitkan The American Journal of Clinical Nutrition, menyebutkan bahwa konsumsi sayur 3 dari 5 anak akan meningkat bila mereka diberikan sayuran yang berbentuk puree dibanding sayuran utuh. Itu artinya Ibu bisa mencoba membuat jus campuran buah dan sayur ditambah susu favorit agar anak mau makan sayur!

  15. “Sembunyikan” sayuran di dalam sup dengan membuat kuah dari kaldu sayuran

    Tips terakhir agar anak mau makan sayur adalah dengan mengubah sayuran menjadi kaldu dan memasaknya bersama protein kesukaan mereka. Dengan begitu, sayur tidak akan tampak secara visual, namun Ibu tahu bahwa sup hangat favoritnya mengandung sayur yang bernutrisi baik untuk mereka.

Jadi, manakah di antara tips di atas yang ingin segera Ibu praktikkan?

Penulis: Darin Rania
Editor: Dwi Ratih