Balita Dibaca 5,815 kali

Batita Sulit Tidur Siang, Mengapa?

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya

Terakhir diperbaharui 13 April, 2018 14:04

Batita Sulit Tidur Siang, Mengapa?

Bunda, pasti pernah menghadapi anak tidak mau tidur siang padahal Anda melihat ia sudah benar-benar lelah dan mengantuk.

 

Semua tanda-tanda sudah terlihat, mulai menguap berulang kali, menggosok-gosokkan mata, sering terjatuh, hingga marah-marah saat bermain, namun tetap saja dia tidak tertidur.

 

Mengapa demikian ya, Bunda? Penjelasannya sederhana saja, kok. Anak di bawah usia tiga tahun (batita), cenderung sulit tidur siang karena pada usia tersebut ia sedang tertarik dan semangat-semangatnya mempelajari apa yang ada di sekelilingnya. Keingintahuan batita yang terlampau tinggi itulah yang menyebabkan ia enggan tidur siang karena khawatir akan kehilangan momen-momen baru manakala ia tertidur.

 

Selain itu, batita –khususnya pada usia 2 tahun-- mulai memahami jika ia adalah pemilik dirinya sendiri, individu yang berbeda dari Anda. Karena itu ia mulai mencoba mandiri sebisa mungkin. Menolak tidur siang adalah salah satu cara si kecil mengambil alih kontrol dari Anda.

 

Pentingnya tidur siang untuk bayi, ba tita, dan anak usia prasekolah

Berikut beberapa alasan yang perlu Anda ingat tentang pentingnya tidur siang untuk anak:

 

  1. Tidur siang dan proses belajar

    Jumlah perkembangan kognitif yang terjadi ketika bayi dan baitita tidur cukup luar biasa. Penelitian yang diterbitkan di Proceedings of the National Academy of Sciences  menemukan bayi menunjukkan tingkat belajar dan memori lebih tinggi di hari setelah diajarkan bila ia tidur siang cukup lama tepat setelah informasi diberikan. Semua bayi tidur di malam hari, tapi hanya yang juga tidur siang yang ingat apa yang telah dipelajari 24 jam sebelumnya.

     

    Bayi kemungkinan kehilangan beberapa informasi bila tidak tidur siang setelah belajar. Memastikan anak tidur siang jadi cara sederhana untuk mendorong perkembangan otaknya.

     

  2. Tidur siang dan pertumbuhan anak

    Bukan hanya otak anak yang berkembang, tubuhnya juga. Ketika anak melewati periode pertumbuhan yang cepat yang mereka butuhkan bukan sekedar makanan tambahan, mereka juga butuh tidur. Banyak proses pertumbuhan terjadi ketika anak tidur, jadi kurang tidur siang bisa berdampak pada fisik serta mental anak.

     

  3. Tidur siang dan perilaku anak

    Tidak tidur siang mungkin tidak jadi masalah besar bagi kerabat atau pengasuh yang menemani anak beberapa jam lalu pulang. Tapi bicaralah pada orangtua si anak keesokan harinya, kemungkinan mereka harus menghadapi anak yang rewel dan tantrum karena tidak tidur siang.

     

    Peneliti menunjukkan kelelahan memicu rewel. Sebuah penelitian dilakukan di University of Colorado. Ketika batita melewatkan tidur siang teratur selama 90 menit, anak menunjukkan 31 persen peningkatan respon emosional negatif. Mereka juga menunjukkan 34 persen penurunan dalam respon emosi positif. Dengan kata lain, tanpa tidur siang, emosi negatif meningkat sedang emosi positif menurun. Anak yang kurang tidur tidak bisa melewati tantangan hariannya.

     

    Anak yang cukup istirahat berperilaku baik dan bahagia. Dan anak yang berperilaku baik dan bahagia membuat ibu bahagia juga.

     

  4. Anak yang tidur siang tidur lebih baik di  malam hari

    Anda mungkin pernah mendengar orangtua yang tidak memprioritaskan tidur siang anak karena merasa anak akan tidur lebih baik di malam hari jika tidak tidur siang. Ini salah.

     

    Melewatkan tidur siang sebenarnya memicu anak menjadi kelelahan ketika waktunya untuk tidur. Dan ketika Anda mengira anak yang terlalu lelah akan tertidur dengan cepat dan mudah, yang terjadi adalah sebaliknya. Anak mulai rewel, sehingga ia lebih sulit untuk bisa tidur.

     

    Satu-satunya waktu tidur siang yang bisa mengganggu tidur malam adalah ketika terjadi di akhir sore. Ketika anak tidur siang di jam 5 sore  tentu ia akan sulit tertidur di jam 8 malam. Tapi selain ini, waktu tidur siang memfasilitasi tidur malam yang lebih baik.

     

Berapa lama anak harus tidur siang?

Tidur siang bisa jadi waktu istirahat bagi orangtua, tapi ini juga bisa menimbulkan frustrasi, terutama ketika tidak terjadi seperti yang diharapkan. Berikut ini panduan umum tentang berapa lama anak perlu tidur siang berdasarkan usia mereka:

 

  • Usia 6 minggu – 3 bulan

    Di usia ini, banyak bayi tidak tidur lama di malam hari dan tidur siang singkat di siang hari. Anak tidur ketika merasa perlu. Penting untuk mengikuti kecenderungan alami bayi untuk tidur dan terjaga. Perlahan setelah periode ini, bayi mulai tidur lebih lama di malam hari.

     

  • Usia 3 – 6 bulan

    Memasuki usia 4 bulan, banyak bayi mulai memiliki pola dua kali tidur siang, satu di pagi hari dan satu di siang hari, serta tidur malam yang lebih panjang. Banyak juga yang tidak punya waktu tidur teratur di usia 6 bulan, dan meski menimbulkan frustrasi, ini masih normal.

     

  • Usia 6 – 12 bulan

    Di usia ini, Anda bisa mulai menentukan jadwal tidur siang. Kebanyakan bayi tidur siang sebanyak dua kali, dengan total selama 2 atau 3 jam.

     

    Untuk beberapa keluarga akan terasa manfaatnya dengan membangun rutinitas tidur selama periode ini, bisa berupa membaca buku cerita, bernyanyi, atau duduk di kursi goyang. Anda bisa mulai ajarkan bayi tidur tanpa menyusu, dengan meletakkannya ketika ia mengantuk tapi belum tertidur. Tapi cara ini tidak berhasil untuk semua bayi.

     

  • Usia 1 – 2 tahun

    Di sekitar usia 18 bulan, banyak batita tidur siang satu kali setiap hari. Idealnya, total waktu tidur siang kurang dari 3 jam, jika tidak bisa mengganggu waktu tidur anak di malam hari.

     

  • Usia 3 – 4 tahun

    Beberapa anak usia dua tahun sudah tidak lagi tidur siang, tapi beberapa anak usia 4 tahun masih butuh tidur siang setiap hari. Anda perlu cari tahu kebutuhan anak.

     

    Di fase transisi, anak mungkin tidur siang hari ini, lalu tidak tidur siang esok harinya tapi merasa lelah dan rewel di malam hari. Lingkungan juga memberi pengaruh, anak prasekolah di daycare kemungkinan mengikuti jadwal tidur siang yang teratur, sedang anak yang di rumah bersama kakak dan punya banyak aktivitas mungkin tidak ingin tidur siang.

     

  • Lebih dari 5 tahun

    Anak usia lebih dari 5 tahun jarang tidur siang. Bila anak di usia ini sudah berhenti tidur siang lalu mulai tidur siang lagi, Anda perlu cari tahu sebabnya. Ini bisa jadi tanda depresi, sakit, atau gangguan tidur seperti sleep apnea.

     

    Beberapa remaja menjalankan pola tidur larut malam, bangun pagi karena sekolah, lalu tidur siang setelah sekolah agar tidak terlalu lelah untuk begadang  di malam harinya. Ini tidak ideal tapi bisa berhasil untuk sebagian anak.

     

 

Penyebab anak tidak mau tidur siang

Bunda, anak tidak mau tidur siang tidak sepenuhnya jadi kesalahan Anda. Ada beberapa alasan yang menyebabkan anak menolak untuk tidur siang. Berikut ini beberapa diantaranya:

 

  1. Anak ingin mandiri

    Anak kecil, terutama usia batita, dikenal berusaha untuk mandiri, dan ini bisa mempengaruhi jadwal tidur siang mereka. Kini anak tahu mereka punya kontrol terhadap situasi tertentu, sebisa mungkin mereka berusaha menggunakannya untuk menolak tidur siang. Ini cara mereka memperoleh kemandirian dan melihat apa yang bisa mereka lakukan.

     

  2. Anak kelelahan

    Apakah anak menjalani hari yang sibuk? Bila anak kelelahan, ia mungkin akan menolak tidur siang. Mungkin terdengar tidak masuk akal, bila ia merasa lelah seharusnya ia bisa segera tidur. Tapi ketika bayi mencapai tahap lelah, hormon stres mengalir ke darah, termasuk kortisol dan adrenalin, membuat lebih sulit bagi anak untuk tenang dan tidur.

     

  3. Anak belum merasa mengantuk

    Lihat lagi jam berapa anak bangun. Bila biasanya ia tidur siang jam 1, tapi ia bangun pagi setelah jam 9, apakah anak siap untuk tidur siang? Bila anak tidur 13 jam di malam hari, apakah ia masih siap untuk tidur siang yang cukup? Kondisikan anak di suasana yang tenang ketika ia belum mengantuk.

     

  4. Anak mengalami fase tumbuh kembang utama

    Tumbuh kembang besar yang terjadi bisa mengganggu pola tidur anak, seperti ketika anak belajar merangkak atau berjalan. Jadi ketika anak menolak tidur siang, perhatikan apakah ada perkembangan yang sedang terjadi. Apakah waktu tidur siang dihabiskan untuk merangkak atau belajar berjalan? Apakah anak terus mengoceh melatih berbicara? Setelah anak menguasai tumbuh kembang ini, tidur siangnya tidak akan terganggu lagi.

 

Tips agar anak mau tidur siang

Meski wajar bila anak menolak tidur siang, Bunda boleh kok membantu sang buah hati agar rutin tidur siang. Memang tidak mudah dan butuh perjuangan, tapi jangan menyerah, ya Bunda. Berikut kiat-kiat yang bisa Anda coba untuk membuat anak tidur siang lebih gampang.

 

  1. Tetapkan waktu.

    Ketika masih bayi, anak Anda mungkin bisa tidur siang 2-3 kali dalam sehari. Tapi sekarang kondisinya sudah berbeda. Bayi Anda sudah menjelma menjadi anak berusia 2 tahun dan itu berarti dia mungkin hanya tidur siang 1 kali dalam sehari.

     

    Kapan waktu yang paling tepat untuk tidur siang? Setelah makan siang. Jangan terlalu awal menidurkan, ya Bunda (jauh sebelum makan siang) karena dia bisa tidur lagi pada sore hari. Jangan pula terlalu lama menidurkan (jauh setelah makan siang) karena dia akan kesulitan tidur malam harinya.

     

  2. Harus konsisten

    Anak 2 tahun perlu rutinitas agar merasa aman. Jika anak Anda terbiasa melakukan rutinitas sebelum tidur siang, misalnya mendengarkan dongeng pengantar tidur dari Anda, dia akan lebih mudah terlelap setiap harinya. Anda harus konsisten, ya Bunda? Pastikan Anda tidak melewati aktivitas pengantar tidur si kecil.

     

    Usahakan pula anak Anda tidur siang di tempat yang sama seperti ketika tidur di malam hari agar dia tahu bahwa di situlah dia harus tidur. Jangan tidurkan anak di sofa atau di tempat tidur kakak atau adiknya. Keteraturan seperti ini membuat anak memahami bahwa berada di tempat tidurnya sendiri berarti waktunya tidur. Anda pun akan lebih mudah meninabobokan si kecil.

     

    Bagaimana jika anak berada di daycare atau preschool? Cobalah ikuti pola yang sama. Pastikan anak selalu ditemani boneka kesayangan atau selimut favoritnya saat akan tidur.

     

  3. Latihlah anak tidur sendiri.

    Bunda, terus latih anak agar bisa tidur sendiri tanpa harus dininabobokan, dielus-elus punggungnya, dipuk-puk pantatnya, atau dinyanyikan lagu pengantar tidur. Jika anak sudah terbiasa tidur dengan sendirinya di malam hari, biasanya dia pun akan mudah tidur sendiri di siang hari.

     

  4. Tegas tapi lembut.

    Membuat anak mau tidur sementara dia bersikukuh ingin tetap bermain memang bikin pusing tujuh keliling. Meski begitu, Anda sebaiknya tidak menunjukkan perasaan kesal Anda pada si kecil yang baru berusia 2 tahun. Hindari membuat waktu tidur siang sebagai arena pertarungan antara Anda dan si  kecil.

     

    Lalu harus bagaimana? Cukup katakan padanya bahwa Anda dan juga dia sudah sangat lelah bermain dan butuh istirahat. Kemudian berikan ciuman dan pelukan, tidurkan anak di tempat tidurnya, selanjutnya keluarlah dari ruangan. Tunggu bagaimana respon si kecil. Jika dia menangis, masuklah kembali dan coba tenangkan dia tapi cobalah untuk tidak tidur di sebelahnya. Sebab jika Anda tidur bersama-sama si kecil, dia akan terbiasa tidur hanya jika Anda ada di sampingnya. Hal ini akan berakibat pada kebiasaan tidur anak di kemudian hari. Anda akan kesulitan melatihnya tidur sendiri karena ia begitu tergantung pada kehadiran Anda.

 

Jika segala cara sudah dilakukan namun si kecil tetap menolak tidur siang, tak ada cara lain selain membiarkannya bermain bersama mainan atau buku-bukunya namun Anda harus katakan bahwa ini waktunya tenang, tidak boleh ribut. Dengan peraturan ini, meski anak tidak tidur siang, tapi setidaknya energinya yang meluap-luap bisa sedikit teredam karena dia tahu bahwa dia boleh bermain namun tidak boleh berisik.

 

Tanda anak siap untuk berhenti tidur siang

Meski tiap anak berbeda, menurut Elizabeth Pantley, penulit The No-Cry Nap Solution, kebanyakan anak berhenti tidur siang antara usia 3 hingga 5 tahun. Sebelum anak sepenuhnya berhenti tidur siang, pastikan ia siap untuk ini. Perhatikan tanda kesiapan anak untuk tidak lagi tidur siang, yang antara lain:

 
  • Ketika anak tidak lagi butuh tidur di siang hari, ia sulit tertidur di waktu biasanya. Tidur siang mengacaukan hari-harinya karena ia tidak lagi butuh tidur siang, sehingga ia butuh waktu lebih lama untuk bisa tertidur di malam hari, tidur lebih larut, atau bangun lebih awal di pagi hari.
  •  
  • Anak berlebihan menolak tidur siang. Ia kembali turun dari tempat tidur atau tidak tidur sama sekali.
  •  
  • Anak yang siap untuk berhenti tidur siang bisa menjaga mood yang stabil sepajang hari. Ia punya energi yang cukup dari pagi hingga malam hari.
  •  
  • Meski tanpa tidur siang, anak tidur dengan baik di malam hari, dan biasanya bangun sendiri dengan mood yang baik. Ini bisa jadi indikasi ia siap untuk berhenti tidur siang.

 

Bunda, bila anak rewel atau sulit tenang di malam hari setelah melewatkan tidur siang, ini tandanya ia masih butuh tambahan istirahat. Ingat bagaimana berkendara dengan mobil membantu anak tidur ketika ia masih bayi. Bila melewatkan tidur siang berarti ia tertidur selama perjalanan dengan mobil meski dalam waktu singkat, ia kemungkinan belum siap untuk berhenti tidur siang.

 

Masih belum yakin apakah anak siap untuk berhenti tidur siang? Anda bisa buat catatan tentang waktu tidur, durasi tidur, waktu bangun tidur, serta perilaku anak seharian. Setelah satu atau dua minggu, Anda bisa lihat polanya dan bisa memutuskan apakah anak sudah waktunya berhenti tidur siang atau ia memang belum siap.

(Dini & Ismawati)