Keluarga

11 Cara Hadapi Anak yang Lebih Dekat Dengan Pengasuh Anak

Terakhir diperbaharui

11 Cara Hadapi Anak yang Lebih Dekat Dengan Pengasuh Anak

Zaman sekarang, pengasuh anak jadi semakin dibutuhkan. Ketika orang tua semakin sibuk mencari uang untuk keluarga, pengasuh anak biasanya menjadi orang yang bertanggung jawab mengurus dan merawat anak. Pada beberapa kasus, orang tua mungkin merasa kalau anak-anak mereka lebih dekat dengan pengasuh anak dibanding dengan orang tuanya. Apa yang perlu Ibu lakukan bila melihat anak lebih dekat dengan pengasuh anak?

Sangat wajar bila orang tua merasa sedikit cemburu terhadap pengasuh anak, terutama bila pengasuh punya hubungan yang baik dengan anak, atau telah merawat anak dalam waktu lama. Tapi tak ada yang bisa menggantikan cinta yang orang tua berikan untuk anak. Jadi selama Ibu menjaga hubungan penuh cinta dengan anak, Ibu akan selalu menjadi yang utama ketika anak ingin berbagi cerita saat sedang merasa down.

Mungkin ketika Ibu pulang ke rumah dari kantor, anak tidak segera menyambut Ibu, tapi ini tidak masalah. Ibu perlu pahami kalau ini tidak berarti anak tidak mencintai Ibu, ini hanya berarti anak merasa nyaman bersama pengasuh anak.

 

Sisi positif dan negatif saat anak dirawat pengasuh

Pengasuh anak merawat anak di rumah Ibu sendiri. Ia bertanggung jawab menyediakan aktivitas dan makanan untuk anak. Ibu juga bisa memintanya melakukan tugas ringan yang berhubungan dengan merawat anak.

Berikut ini sisi positif-negatif menggunakan jasa pengasuh anak untuk membantu Ibu memutuskan apakah ini pilihan tepat untuk Ibu.

 

Sisi positif dari pengasuh anak

Pengasuh anak memberi perawatan anak di rumah, jadi ini mirip dengan jenis perawatan yang ia terima dari Ibu. Ini berarti ia akan mendapat banyak perhatian dan stimulasi, dan akan membantu ikatan kedekatan dengan pengasuhnya.

Anak yang diasuh di rumah membuat anak lebih mudah menyesuaikan diri saat Ibu harus kembali bekerja. Ia bisa menikmati rasa aman di rumah dengan semua mainan dan rutinitasnya. Pengasuh anak kadang menjadi bagian dari keluarga dan bahkan tetap bisa menjalin komunikasi dengan si kecil saat Ibu sudah pulang kerja.

Bila Ibu bekerja di jam yang tidak tentu, pengasuh anak yang menginap di rumah akan lebih fleksibel. Akan lebih mudah mengantisipasi perubahan di detik-detik terakhir bersama orang yang tinggal di rumah yang sama. Ibu bisa merasa tenang mengetahui pengasuh bisa menyediakan makan malam untuk anak dan menidurkannya bila Ibu pulang kerja terlambat.

 

Sisi negatif pengasuh

Satu kendala ketika menggunakan jasa pengasuh adalah masalah biayanya. Ibu harus menggaji dengan nominal yang bervariasi.

Ibu juga akan menjadi majikan bagi pengasuh. Bila Ibu belum pernah jadi majikan sebelumnya, Ibu perlu pastikan bisa memenuhi semua tanggung jawab finansialnya. Ibu juga perlu siapkan pengasuh anak pengganti bila pengasuh lama sakit, libur, atau tiba-tiba tidak bisa bekerja.

 

Perlukah merasa cemas ketika anak lebih dekat dengan pengasuh anak dibanding dengan Ibu sebagai ibunya?

Ingat Ibu, siapapun tak ada yang bisa menggantikan Ibu. Ayah dan ibu merupakan sosok spesial bagi anak sehingga tak ada siapapun yang bisa menggantikannya. Secara alami, hubungan emosional antara orang tua dan anak sangat kuat. Selama Ibu membangun ikatan cinta dengan anak, dengan membaca dan merespon petunjuk dan kebutuhannya, Ibu akan selalu jadi orang pertama yang menerima pelukan dan ciumannya.

Meski begitu, banyak orang tua mengungkapkan rasa takut kehilangan tempat utama di kehidupan anak, serta mengalami perasaan yang sulit diatasi seperti cemburu, bersaing, dan merasa bersalah saat mereka memperkerjakan pengasuh untuk merawat anaknya. Sebaiknya waspadai emosi ini ya Ibu, karena sikap seperti ini tanpa sadar bisa menimbulkan efek negatif.

Misalnya, reaksi ini bisa menciptakan jarak antara pengasuh dan Ibu atau menempatkan anak pada posisi di mana  ia merasa mengkhianati Ibu ketika ia menunjukkan rasa sayang kepada orang dewasa lain.

 

Efek positif anak lebih dekat dengan pengasuh anak

Sangat wajar bila Ibu sesekali mempertanyakan posisi istimewa Ibu di kehidupan anak. Ibu mungkin tiba di rumah selepas bekerja, dan si kecil menolak menemui Ibu karena lebih asyik bermain bersama pengasuhnya. Meski ini terasa tidak menyenangkan, ini tidak berarti si kecil lebih mencintai pengasuhnya daripada Ibu.

Jangan lupa, ada aspek positif dari berbagi pengasuhan anak. Anak jadi belajar hal baru ketika mengembangkan hubungan yang dekat dengan orang lain, dan pengalaman kedekatan ini juga membantu mempersiapkannya percaya diri dan mampu bekerja sama dengan orang dewasa lain, seperti guru. Ditambah lagi, pengasuh anak bisa jadi partner yang baik untuk Ibu. Daripada merasa terancam oleh keberadaan mereka, coba lihat ini sebagai karunia berharga. Ibu bisa berbagi tentang cara untuk menenangkan anak, apa yang anak suka atau tidak suka, dan seterusnya.

Jangan merasa terancam melihat anak lebih dekat dengan pengasuh. Gunakan ini sebagai kesempatan untuk mengumpulkan saran tentang pengasuhan anak yang bermanfaat. Coba bangun hubungan baik dengan pengasuh.

 

Cara berhenti menganggap anak lebih mencintai pengasuh anak dibanding mencintai Ibu

Menyerahkan anak di bawah pengasuhan orang lain memang bukan hal yang mudah. Di satu sisi, Ibu ingin anak aman dan dirawat dengan baik, serta menghabiskan waktu dengan pengalaman menyenangkan. Di sisi lain, ketika anak mulai terlihat cukup dekat dengan pengasuhnya, Ibu merasa cemas kalau posisi Ibu akan tergantikan oleh pengasuh.

Pernahkah Ibu mengalami perasaan ini? Ketika si kecil mengantuk, kesakitan, atau lapar, ia tidak datang ke Ibu sebagai ibunya. Tapi ia mencari pengasuhnya. Jadi bagaimana untuk kembali memperoleh ikatan emosional dengan anak? Bagaimana Ibu bisa menghentikan perasaan kalau anak lebih dekat dengan pengasuh dibanding dengan Ibu?

Sebenarnya saat anak dekat dengan orang tua bisa menjalin kedekatan dengan orang dewasa lain itu jadi tanda kalau perkembangannya sangat baik lho. Semakin banyak orang yang anak cintai dan semakin ia merasa dicintai, ia akan tumbuh menjadi anak yang  penyayang nantinya.

Berikut ini beberapa hal yang bisa membantu Ibu ketika merasa anak lebih dekat dengan pengasuh:

 

1. Bersabar selama masa transisi

Bila kekhawatiran Ibu timbul karena anak terlihat enggan meninggalkan pengasuhnya, ingat kalau masa transisi ini tidak pernah mudah bagi anak batita. Perilaku ini memberitahu Ibu kalau ia bersenang-senang atau ia sangat menikmati kebersamaannya dengan pengasuh sehingga tidak ingin melepasnya. 

Kenali perasaan anak dengan mengatakan, “Ibu tahu Ade sedih karena harus pisah sama Mbak sekarang. Tapi sekarang waktunya Mbak pulang, besok Ade bisa main lagi sama Mbak.”

 

2. Bangun hubungan yang sehat

Anak akan merasa aman ketika mengetahui siapa orang yang bisa ia datangi untuk mendapat rasa nyaman dan tenang. Ketika orang tua memberi dukungan kepada anak untuk dekat dengan orang lain di kehidupannya, dunia anak jadi tempat yang lebih ramah.

 

3. Bersyukur Ibu menemukan orang yang mencintai anak Ibu

Ibu beruntung si kecil punya orang dewasa yang ia cintai dan percaya selain Ibu. Hubungan mereka bisa jadi sumber cinta dan dukungan yang bisa berlangsung seumur hidup. Pikirkan semua hal yang membuat Ibu bersyukur memiliki pengasuh ketika Ibu merasa cemburu. Anak jelas mencintai Ibu, dan untungnya Ibu memilih pengasuh yang disukai anak.

Berlatih bersyukur karena ada pengasuh yang membantu menjaga buah hati Ibu.  Tulis 5 alasan kenapa pengasuh melakukan pekerjaannya dengan baik. Lalu jangan lupa memberitahukannya pada si pengasuh. Ini akan membuatnya  merasa lebih senang menjalankan tugasnya.

 

4. Sebisa mungkin menghabiskan quality time bersama anak

Penting bagi anak untuk membangun kedekatan dengan ibunya. Ini membantu membangun dasar emosi yang stabil dalam hidupnya. Semakin dini ini terjadi, akan semakin baik.

Apakah anak mencari Ibu untuk mencari kenyamanan dan minta dipenuhi kebutuhannya saat tidak ada pengasuh? Apakah Ibu punya quality time bersama? Bila ya, Ibu tak perlu cemas kalau anak lebih dekat dengan pengasuh dibanding Ibu karena Ibu jelas bisa memenuhi kebutuhannya. Ini mungkin hanya fase yang harus dilewati.

Beri libur ke pengasuh. Ambil alih tanggung jawab untuk memenuhi semua kebutuhan anak seperti makan, mengganti popok, dan bermain. Ini mungkin awalnya terasa berat, tapi jangan cemas, semua ibu baru pasti bisa melakukan hal ini. Cari cara untuk membangun kedekatan dengan anak, seperti memeluknya atau membaca buku bersama. Lalu ulangi hal ini bila dibutuhkan.

Pastikan saja, Ibu berusaha untuk dekat dengan si kecil. Pelukan dan cinta jadi sangat penting untuk hubungan ibu dan anak. Selain itu, ini juga jadi hal manis setelah seharian Ibu bekerja.  Ini membuat kerja keras Ibu terbayar.

 

5. Mempertegas Ibu sebagai pengasuh utama anak

Bila anak menolak ditemani Ibu setelah pengasuh pergi. Ibu perlu mempertegas posisi Ibu sebagai pengasuh utama anak. Sebelum memulai proses ini, Ibu perlu waktu untuk menganalisa hubungan pengasuh dan anak. Pengasuh tahu rutinitas anak dan cara menenangkannya. Habiskan waktu bersama keduanya agar Ibu bisa mengenali tanda lelah, lapar, atau bosan. Sisihkan rasa bersalah atau cemburu yang Ibu rasakan.

Pelajari apapun yang Ibu bisa dari pengasuh untuk memenuhi kebutuhan anak. Jangan coba mengambil kontrol darinya. Ciptakan lingkungan rendah stres dan menyenangkan agar anak menikmati waktu bersama Ibu dan pengasuh.

 

6. Semua tidak terjadi dalam waktu semalam

Transisi ini butuh waktu, jadi bersabarlah. Ingat, Ibu akan punya waktu 17 tahun lebih bersama anak di rumah untuk merekatkan kedekatan antara ibu dan anak. Lagi pula, hanya Ibu yang jadi ibunya dan ini tugas Ibu untuk membimbing anak ke masa dewasa dengan percaya diri dan cinta.

 

7. Ungkapkan perasaan Ibu pada teman, bukan pada anak

Anak bisa bingung ketika melihat Ibu kesal, terutama bila ini terjadi karena sesuatu yang ia lakukan atau yang tidak ia lakukan.

Bila Ibu merasa kecewa ketika anak menangis meminta bersama pengasuhnya dan menolak digendong Ibu, tetap tersenyum dan simpan air mata untuk Ibu sendiri. Hubungi teman dan ceritakan apa yang Ibu rasakan lalu kembali ke anak dan lakukan usaha untuk merawatnya.

 

8. Lihat sisi terangnya

Jujur saja, pasti senang ya kalau anak selalu merasa butuh Ibu? Tapi bila dipikir lagi, bukankah bagus kalau anak juga dekat dengan orang selain Ibu? Apakah Ibu ingin anak selalu membuntuti Ibu seharian hingga Ibu menjadi jengkel? Tentu tidak, bukan? Ingat Ibu, semakin mudah anak membangun kedekatan dengan orang yang bukan anggota keluarga saat ini, semakin mudah baginya untuk beradaptasi dengan sekolah, bertemu orang baru, dan nyaman di situasi sosial.

 

9. Bangun rutinitas baru bersama anak

Satu cara terbaik untuk mengatasi masalah ini adalah memulai hal yang baru. Bila anak telah membangun rutinitas bersama pengasuhnya dan tidak ingin menyertakan Ibu, coba bangun rutinitas baru hanya untuk Ibu dan anak. Ibu bisa beli buku untuk dibaca bersama, mencoba mainan baru, atau bila anak sudah lebih besar, Ibu bisa mengajaknya pergi ke taman di sekitar rumah. Dengan begitu, meski bila Ibu bukan orang yang ia pilih ketika ingin tidur atau mandi, Ibu masih punya kesempatan untuk dekat dengan buah hati.

 

10. Ingat, Ibulah yang jadi ibunya

Situasi ini bisa sangat menyakitkan, sehingga beberapa ibu merasa terancam dan khawatir tentang kemampuan mereka untuk menjadi ibu. Penting untuk diingat, Ibu yang jadi ibunya selamanya. Jangan biarkan pengasuh membuat keputusan. Percaya diri pada peran Ibu dan kemampuan Ibu untuk menjadi ibu agar anak juga merasa yakin dan percaya pada Ibu.

Jadi sebelum Ibu masuk ke rumah selepas bekerja, berhentilah sebentar untuk mengumpulkan keberanian. Ambil napas dalam dan ingatkan diri kalau Ibu adalah ibu yang baik, dan bisa memberi perawatan terbaik untuk anak. Ketika memasuki pintu rumah, tinggalkan semua kecemasan Ibu dan berikan senyum terbaik untuk buah hati Ibu.

 

11. Berhenti merasa cemas

Ketika menyerahkan anak ke pengasuh, Ibu mungkin khawatir apakah pengasuh akan menyayangi anak seperti Ibu menyayanginya. Tapi ketika kedekatan antara anak dan pengasuh terbentuk, Ibu mulai cemas dan takut anak jadi lebih sayang dengan pengasuh dibanding Ibu.

Akan selalu ada hal yang dicemaskan ketika membesarkan anak. Percayalah, hanya Ibu yang tahu apa yang terbaik untuknya. Lalu lepaskan rasa cemas dan katakan pada diri sendiri, “Sayalah ibunya dan saya yang paling baik dalam mencintainya.”

 

Agar Ibu lebih dekat dengan anak

Ibu, Ibu bisa membangun kedekatan dengan anak untuk mengembangkan hubungan yang lebih kuat dengannya. Berikut ini beberapa cara untuk membangun kedekatan dengan buah hati, mulai sejak ia masih bayi:

 

  • Pahami arti tangisan bayi. Bayi menangis karena alasan tertentu, baik karena popoknya basah, waktunya menyusu, atau karena ia hanya ingin digendong. Cari tahu kenapa bayi menangis dan apakah tangisannya untuk mendapat perhatian dan kenyamanan. Ingat, Ibu tidak akan membuat bayi manja dengan memenuhi kebutuhannya.

 

  • Tidak hanya bayi yang membutuhkan Ibu bersikap responsif, batita dan anak yang lebih besar juga membutuhkan perhatian ini. Bila anak tersenyum, balas senyumannya. Lakukan kontak mata ketika Ibu bicara. Ikuti panduannya ketika ia meminta Ibu bermain bersamanya.

 

  • Senyum dan sentuhan untuk menunjukkan rasa sayang. Meski bila Ibu stres di kantor, pulanglah ke rumah dengan senyuman untuk menunjukkan ke anak Ibu senang bertemu dengannya. Pelukan dan ciuman serta perhatian fisik bisa memicu pelepasan hormon oksitosin dan menurunkan efek hormon stres.

 

  • Ada ketika dibutuhkan. Baik untuk membantu menyusun balok atau mengambilkan potongan apel di dapur, usahakan Ibu selalu ada untuk anak. Ini bisa berarti melakukan perubahan pada gaya hidup Ibu, seperti menghindari gadget saat bersama anak.

 

(Ismawati, Yusrina / Dok. Pixabay)