Balita

Bolehkah Bayi Minum Obat Dicampur ASI? Ketahui Dulu Faktanya!

Bolehkah Bayi Minum Obat Dicampur ASI? Ketahui Dulu Faktanya!

Ketika si kecil sakit, Ibu tentu mencari berbagai cara untuk membuatnya mau minum obat. Akan tetapi, bolehkah bayi minum obat dicampur ASI? Bolehkah bayi dengan ASI eksklusif minum obat dicampur air? Adakah efek samping yang muncul setelah memberikan obat dicampur ASI?

Sebelum keliru dalam mengambil keputusan, sebaiknya Ibu cari tahu dulu fakta tentang pemberian obat dicampur ASI maupun jenis cairan lainnya, seperti air ataupun air teh. Sebab ternyata, nggak semua cairan boleh diminum berbarengan dengan obat.

Sebab, hal ini dikhawatirkan menimbulkan kontraindikasi dengan fungsi obat-obatan tersebut. Sehingga dikhawatirkan justru dapat mengganggu proses penyerapan nutrisi di dalam tubuh.

Yuk, lebih jeli untuk memperhatikan lagi mengenai dampak pemberian obat dicampur ASI dalam ulasan berikut. 

Pastikan sudah mendapat izin dokter untuk memberikan obat

Sistem kekebalan tubuh bayi belum terbentuk dengan sempurna. Kondisi ini membuat si kecil rentan sakit karena paparan virus, kuman, maupun bakteri. 

Untuk menyembuhkannya Ibu tentu akan memberikan obat. Namun demikian, tidak semua obat aman dikonsumsi untuk bayi. Beberapa obat bisa menimbulkan efek samping, atau bahkan membahayakan kondisi kesehatan si kecil jika sembarangan diberikan.

Perlu diketahui, mengutip laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), setidaknya ada ribuan anak dan balita yang dilarikan ke UGD setiap tahunnya, akibat pemberian obat dengan dosis yang tidak tepat. Untuk itu, sebelum memberikan obat pada bayi sebaiknya terlebih dulu lakukan konsultasi dengan dokter. 

Pelajari instruksi pemberian obat dengan tepat

Setelah mengantongi izin dokter untuk memberikan obat pada si kecil, jangan lupa untuk membaca instruksi pemberian obat dengan tepat. Keterangan ini biasanya tercetak pada kemasan obat. 

Ibu juga bisa menanyakan hal tersebut pada petugas farmasi yang melayani Ibu saat membeli obat. Dengan mempelajari instruksi ini, Ibu bisa tahu bagaimana obat tersebut dapat diberikan. 

Misalnya, obat harus diminum setelah makan atau obat bisa diminum tanpa perlu makan terlebih dulu. Pada instruksi pemberian obat juga biasanya tertulis tentang aturan penyimpanan obat, seperti apakah obat tersebut harus disimpan dalam kulkas atau cukup diletakkan di suhu ruang saja.

Tidak semua obat bisa dicampur ASI!

Pada dasarnya, tidak ada larangan tentang pemberian obat dicampur ASI. Namun, Ibu tetap perlu memastikan, bahwa jenis obat tersebut tidak bereaksi dengan ASI.  

Dikutip dari WebMD, jenis obat antibiotik umumnya tidak bisa dicampur ASI maupun susu formula. Hal ini dikarenakan kandungan mineral dalam susu, seperti kalsium, magnesium, serta zat besi, bisa mengurangi efektivitas kerja obat di dalam tubuh.

Selain antibiotik, jenis obat-obatan penambah darah juga tidak dianjurkan dicampur ASI. Pasalnya, obat penambah darah memiliki kandungan zat besi yang cukup tinggi. Apabila pemberian obat dicampur ASI, maka akan menghambat proses penyerapannya dalam tubuh si kecil.

Obat dicampur air tidak mengganggu ASI eksklusif

Ibu mungkin bertanya-tanya, apakah pemberian obat dicampur air putih mengganggu si kecil yang masih ASI eksklusif? Menurut dr. Meta Herdiana Hanindita, Sp.A(K). dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya, tidak ada masalah dengan pemberian obat dicampur air pada bayi yang masih menerima ASI eksklusif. Hal tersebut tidak menjadikan si kecil gagal menerima ASI eksklusif, karena air putih yang digunakan sedikit dan berfungsi sebagai pengencer saja.

Pun dengan memberikan obat dicampur ASI. Kandungan ASI tidak akan menetralkan obat, misalnya pada paracetamol maupun suplemen laktobasilus. Akan tetapi, Ibu tetap harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu untuk mendapat anjuran pemberian obat yang tepat.

Hindari pemberian obat dicampur air teh

Teh merupakan jenis minuman yang memiliki kandungan kafein. Meskipun kafein pada teh tidak sebanyak yang terdapat dalam kopi, pemberiannya untuk bayi tidak direkomendasikan. Melansir laman American Academy of Pediatrics (AAP), kafein pada bayi meningkatkan risiko gangguan tidur, sakit kepala, dan sulit berkonsentrasi. 

Untuk itu, semua minuman yang mengandung kafein sebaiknya dihindari. Artinya, pemberian obat dicampur air teh pun tidak dianjurkan. 

Lebih baik Ibu berikan obat dicampur ASI atau air untuk si kecil. Dengan begitu, si kecil tidak perlu mengalami masalah kesehatan lainnya saat sakit dan harus minum obat.

Cara aman memberi obat untuk bayi

Memberikan obat untuk bayi terbilang cukup tricky. Meskipun obat dicampur ASI, beberapa bayi masih menolak untuk meminumnya. 

Entah karena rasanya yang pahit, atau karena sekadar takut diberikan sesuatu yang tidak biasanya diminum. Lantas, bagaimana ya cara aman memberi obat untuk bayi? Berikut ini adalah panduan lengkapnya.

  1. Kocok terlebih dulu obat yang akan diberikan (jika berbentuk sirup dalam botol)
  2. Masukkan pipet atau syringe (alat suntik yang sudah dilepas jarumnya) pada obat yang akan diberikan untuk si kecil
  3. Cermati dosis obat dan pastikan sudah sesuai dengan petunjuk dokter
  4. Posisikan bayi dalam keadaan tegak, Ibu bisa memangkunya lalu sandarkan kepala bayi pada lengan untuk memastikan posisi wajah menghadap ke atas
  5. Sentuh perlahan pipi bayi agar ia membuka mulutnya
  6. Teteskan obat ke bagian samping dalam rongga mulutnya, supaya obat langsung mengalir ke arah kerongkongan
  7. Segera beri ASI atau sedikit air putih pada bayi untuk menghilangkan rasa pahit obat.

Selain itu, ada baiknya hindari juga memberikan obat yang dicampur ke dalam air putih. Sebab, ini bisa jadi memberikan efek berupa obat bius dicampur air putih yang memiiki dampak bagi bayi.

Apalagi bila takaran airnya tidak sesuai dengan dosis obat. Nah, mulai sekarang Ibu jadi tahu bahwa memberi obat dicampur ASI tidak boleh dilakukan dengan sembarangan. Hal ini dikarenakan ada jenis obat-obatan yang akan berkurang efektivitasnya jika dicampur ASI. 

Untuk itu, pastikan terlebih dulu berkonsultasi dengan dokter, sehingga pemberian obat dicampur ASI tidak membahayakan kesehatan tubuh si kecil.

Editor: Aprilia