Last update on .

9 Tips Agar Bisa Melahirkan Normal

Kebanyakan ibu hamil pasti ingin melahirkan secara normal. Tapi tak jarang mereka kurang mendapat dukungan, edukasi, dan dorongan untuk membantu menjalani proses persalinan normal yang diinginkan. Tidak hanya itu, rasa sakit saat melahirkan dianggap sebagai sesuatu yang tidak perlu dirasakan, padahal rasa sakit ini memberi manfaat lho Bunda.

 

Di waktu yang tepat, tubuh kita akan merespon rasa sakit saat persalinan dengan mengirim pereda sakit alami, tapi seringkali intervensi medis, seperti penggunaan epidural, induksi, dan lainnya mengganggu proses ini. Sebaiknya calon ibu berusaha mengatasi rasa sakit yang biasanya dialami selama persalinan, dan melihatnya sebagai kekuatan, bukan hal yang harus dihindari.

 

Tips Untuk Bisa Lahiran Normal

Banyak kekhawatiran tentang rasa sakit waktu persalinan yang membuat ibu hamil gagal menjalani lahiran normal. Padahal kelahiran yang normal mengurangi kemungkinan risiko dan komplikasi baik untuk ibu dan bayi. Jadi apa yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kemungkinan melahirkan secara normal? Berikut ini beberapa tips melahirkan normal yang bisa Anda ikuti:

 

  1. Apa motivasi Anda untuk lahiran normal?

    Poin pertama ini membantu memastikan bahwa Anda menginginkan kelahiran normal untuk alasan yang tepat, agar Anda terus termotivasi selama persalinan dan kelahiran. Tanyakan ke diri sendiri kenapa Anda ingin melahirkan secara normal dan apa motivasinya.

    Bila motivasi Anda tidak terlalu kuat, bisa jadi ini tidak akan membantu Anda melewati persalinan normal. Misalnya, ketika Anda mengalami kontraksi yang sungguh menyakitkan saat persalinan, Anda akan tetap fokus pada tujuan Anda melahirkan normal karena Anda telah memilih lahiran normal untuk mencegah bayi terpapar obat dan efek sampingnya.


  2. Tulis rencana persalinan Anda

    Beberapa orang merasa rencana persalinan tidak perlu ditulis karena semua bisa saja tidak sesuai rencana. Tapi menuliskan rencana persalinan bisa mengarahkan diskusi antara diri Anda dan pasangan serta meningkatkan munculnya pertanyaan penting yang perlu dipikirkan. Tidak perlu menulis banyak hal bila Anda tidak ingin terlalu detail, tapi pastikan ada cukup informasi kunci agar dokter atau bidan tahu apa pilihan Anda. Rencana persalinan yang Anda buat bisa mendorong pemikiran tentang berbagai hal yang mungkin berguna untuk persalinan Anda nanti. Misalnya, mencatat berbagai posisi yang mungkin ingin Anda coba saat persalinan dan kelahiran untuk didiskusikan dan dipraktekkan.

    Bila muncul alasan medis untuk menjalani operasi caesar darurat selama persalinan, ada baiknya Anda mencatat atau memikirkan apa yang akan Anda lakukan pada situasi ini, misalnya, pasangan harus mendampingi dan diperbolehkan terus selalu bersama bayi. Sangat baik bila Anda menata pikiran untuk kelahiran normal, tapi juga penting untuk diingat kalau akan ada beberapa kondisi di mana intervensi dibutuhkan untuk keselamatan Anda dan bayi. Ini akan terasa berat, terutama bila Anda tidak merasa siap.


  3. Cari bidan atau dokter kandungan yang mendukung pilihan Anda

    Buat daftar pertanyaan untuk Anda ajukan ke bidan atau dokter kandungan pada kunjungan pertama untuk memeriksakan kandungan Anda. Hal ini dilakukan untuk memastikan mereka mendukung persalinan normal. Jangan merasa malu mengajukan banyak pertanyaan dan menyerahkan salinan rencana persalinan Anda pada mereka. Anda perlu merasa nyaman dengan dokter atau bidan yang Anda pilih dan bisa mempercayai mereka.

    Akan lebih sulit menemukan dokter kandungan yang mendukung Anda melahirkan secara normal dalam beberapa kondisi, misalnya melahirkan normal setelah caesar, atau melahirkan bayi kembar, tapi ada juga dokter kandungan yang akan mendukung kelahiran normal bila semua berjalan baik, jadi jangan menyerah mencari dokter kandungan yang seperti ini.


  4. Membiasakan olahraga

    Bila saat ini Anda belum mulai berolahraga waktu hamil, sekaranglah saat yang tepat untuk memulainya. Ini karena aktivitas fisik membantu Anda menghadapi tuntutan kehamilan dan persalinan dengan lebih baik. Lakukan latihan Kegel, buat otot panggul dan paha lebih kuat untuk melawan stres persalinan.

    Sering kali otot paha menjadi lelah selama persalinan. Dan pada saat inilah dokter memutuskan untuk melakukan operasi caesar karena melihat ibu menyerah akibat kelelahan. Latihan jongkok dan olahraga tubuh bagian bawah membuat tubuh Anda siap. Bila tidak yakin bagaimana cara melakukannya, cari bantuan dari ahlinya, yakni dokter atau instruktur di kelas olahraga kehamilan.


  5. Pastikan Anda dikelilingi orang yang memberi dukungan

    Bila keluarga atau teman tidak bisa mendukung Anda atau Anda butuh lebih banyak dukungan, cari dan bicaralah pada mereka yang sudah menjalani kelahiran normal. Bergabunglah di forum online yang mendukung pilihan Anda, cari support, dan gali informasi yang Anda butuhkan.


  6. Pilih pendamping persalinan yang tepat

    Sangat penting memiliki pendamping yang tepat saat melahirkan. Anda mungkin berpikir akan sangat menyenangkan bila ibu, saudara, dan anggota keluarga lain bisa melihat bayi Anda lahir. Tapi ketika kontraksi makin terasa dan Anda bahkan sampai berteriak-teriak untuk meminta bantuan dari orang-orang ini, apakah mereka akan membantu Anda mencapai apa yang Anda rencanakan? Atau apakah mereka justru akan berseberangan pendapat dengan Anda?

    Dukungan dari orang yang tepat saat persalinan lebih penting dari yang Anda kira. Sebelum meminta mereka mendukung Anda, tanyakan bagaimana reaksi mereka bila melihat Anda meminta menghentikan rasa sakit saat persalinan. Apakah mereka akan menyetujui Anda menerima pereda sakit saat persalinan? Atau apakah mereka mendorong Anda untuk terus bertahan? Bila orang yang mendukung Anda mulai panik, kemungkinan besar Anda juga akan merasa panik.


  7. Lewati momen awal persalinan di rumah

    Di awal persalinan, Anda masih bisa bergerak kesana-kemari, mandi, makan, dan minum, serta jalan-jalan. Ketika kontraksi menjadi konsisten dengan jarak kurang dari 5 menit dan semakin kuat selama setidaknya beberapa jam, dan tanda-tanda persalinan lain juga sudah muncul, barulah Anda bisa menuju rumah sakit. Kembalilah pulang bila Anda ke rumah sakit dan bukaan tidak banyak.


  8. Jangan hanya duduk dan diam

    Ketika tiba di rumah sakit, teruslah bergerak agar Anda tetap merasa nyaman. Bila alat monitor terpasang pada Anda, tanyakan lebih dulu apakah Anda masih dibolehkan untuk bangun dari tempat tidur atau berjalan-jalan. Lakukan jalan kaki dan perenggangan, duduk di bola besar, dan berendam di dalam air bila memungkinkan. Manfaatkan gravitasi dan gerakan pinggang untuk membantu bayi turun ke jalan lahir. Seperti halnya ketika membuka botol minuman anggur, Anda tidak langsung menarik tutupnya tapi menggerakkannya maju-mundur agar bisa mudah keluar. Gerakan pinggang, tari perut, jongkok, dan manuver lainnya bisa membantu bayi turun ke jalan lahir sehingga lebih mudah dilahirkan.


  9. Tidak stres

    Ini memang sulit ya Bunda, karena sering kali stres tidak bisa dihindari. Tapi lakukan usaha sadar untuk membuat Anda bebas stres. Ingat, bila Anda bisa melatih pikiran untuk tidak stres selama kehamilan, tidak akan sulit untuk melakukan yang sama selama persalinan. Stres selama persalinan bisa menurunkan produksi hormon oksitosin, hormon yang menyebabkan kontraksi selama persalinan.

    Tingkat stres yang meningkat bisa memperpanjang durasi persalinan. Stres ibu juga mempengaruhi bayi, jadi stres selama persalinan bisa membuat seluruh proses kelahiran sulit baik untuk ibu maupun bayi. Jadi persiapkan sejak jauh hari untuk menghindari stres selama persalinan.


Mitos Tentang Lahiran Normal

Karena peningkatan angka operasi caesar, kemungkinan anggota keluarga atau teman Anda pernah manjalaninya. Kelahiran caesar yang semakin meningkat juga meningkatkan beberapa mitos tentang lahiran normal. Lahiran normal kini dianggap sebagai tindakan berani dan kadang muncul informasi yang menyesatkan, berikut beberapa diantaranya:

 

  • Lahiran normal memicu disfungsi seksual

    Mitos yang umum seputar lahiran normal adalah hubungannya dengan disfungsi seksual atau bahkan penurunan hasrat seksual pada kebanyakan wanita. Wanita juga cemas tentang rasa sakit pada vagina selama hubungan intim setelah lahiran normal. Tapi tingkat disfungsi seksual sama antara operasi caesar dan lahiran normal. Penelitian juga mengklaim melahirkan bukan menjadi penyebab utama disfungsi seksual pada wanita.


  • Wanita tidak bisa menahan rasa sakit persalinan normal

    Meski rasa sakit persalinan bisa cukup intens pada beberapa wanita, menerima dukungan tepat dari pasangan dan tim kesehatan bisa membantu Anda melewatinya dan mendapat pengalaman melahirkan yang baik.

    Satu cara terbaik untuk mempersiapkan persalinan adalah dengan mengikuti kelas persiapan kelahiran di mana ibu hamil dan suami diajarkan olahraga dan teknik pernafasan yang benar untuk membantu mengatasi rasa sakit.


  • Lahiran normal bisa menyebabkan turun kandungan

    Kandungan turun terjadi ketika rahim turun dari posisi normal ke vagina. Tapi tidak ada panduan medis yang menyarankan Anda harus memilih caesar untuk menghindari kandungan turun.


  • Lahiran normal tidak aman untuk bayi

    Lahiran normal dianjurkan karena bayi yang lahir secara normal memiliki risiko masalah pernafasan lebih rendah dan ada manfaat jangka panjang lain seperti sistem kekebalan tubuh lebih kuat dan penurunan stres pernafasan, alergi, diabetes, dan obesitas. Bayi juga mendapat manfaat dari hormon stres ibu dan flora vagina yang mengenai mereka selama lahiran normal.


  • Penggunaan forceps dan vakum berbahaya

    Kurang dari 10 persen wanita yang menjalani lahiran normal membutuhkan forceps atau vakum. Di tangan dokter yang terlatih, kedua metode ini sangat aman untuk ibu dan bayi.


  • Tali pusar yang melilit leher bayi membuat Anda harus menjalani caesar

    Pada kebanyakan kasus bayi yang tali pusarnya melilit leher sejak awal, simpul tali pusar longgar dan tidak menimbulkan ancaman. Tali pusar juga cukup panjang untuk bayi bergerak melalui jalan lahir tanpa ada masalah. Terlebih Anda akan dimonitor selama persalinan dan dokter akan waspada terhadap tanda tali pusar yang dapat menyebabkan stres janin. Bila ada masalah, bayi akan dilahirkan melalui operasi caesar.


  • Anda tidak bisa lahiran normal karena bertubuh pendek

    Secara alami, kebanyakan wanita yang bertubuh pendek dan mungil memiliki bayi yang kecil dan bisa melewati panggul. Anda tidak bisa mengetahui apakah bayi terlalu besar untuk panggul kecuali Anda menjalani persalinan percobaan.


Tentang Lahiran Normal Setelah Caesar (VBAC)

Bila pernah menjalani operasi caesar, Anda bisa lahiran normal di kehamilan berikutnya. Ini disebut lahiran normal setelah caesar atau (Vaginal Birth After Secarean/VBAC). Kebanyakan wanita baik yang lahiran normal atau caesar, tidak memiliki masalah serius untuk melahirkan.

 

Bila Anda dan dokter sepakat untuk mencoba VBAC, Anda akan menjalani yang disebut “percobaan persalinan setelah caesar” atau trial of labor after cesarean/TOLAC. Ini berarti Anda merencanakan masuk persalinan dengan tujuan melahirkan secara normal. Tapi akan sulit untuk mengetahui apakah VBAC akan berhasil. Anda kemungkinan masih membutuhkan operasi caesar. Sebanyak 4 dari 10 wanita yang menjalani percobaan persalinan membutuhkan operasi caesar.

 

Apakah Percobaan Persalinan Aman?

Menjalani lahiran normal setelah caesar bisa jadi pilihan aman untuk kebanyakan wanita. Apakah ini tepat atau tidak untuk Anda bergantung  pada beberapa hal, termasuk kenapa Anda menjalani caesar sebelumnya dan berapa banyak caesar yang sudah Anda jalani. Anda dan dokter bisa membahas risiko masalah selama percobaan persalinan.

 

Wanita yang memilih VBAC akan dimonitor dengan seksama. Seperti persalinan pada umumnya, bila ibu atau bayi menunjukkan tanda stres, operasi caesar akan dilakukan.

 

Manfaat TOLAC

Beberapa manfaat VBAC dibanding operasi caesar antara lain:

  • Peran Anda dan pasangan yang lebih aktif saat kelahiran buah hati.
  • Menghindari luka tambahan pada rahim. Ini penting bila Anda berencana hamil kembali di masa mendatang. Semakin banyak luka di rahim, semakin besar kemungkinan adanya masalah dengan kehamilan setelahnya.
  • Rasa sakit berkurang setelah lahiran.
  • Lebih sedikit waktu tinggal di rumah sakit dan lebih cepat proses penyembuhan di rumah.
  • Risiko infeksi lebih rendah.

 

Risiko TOLAC

Risiko paling serius dari percobaan persalinan adalah luka caesar bisa terbuka selama persalinan. Ini sangat jarang terjadi, tapi ketika terjadi bisa menyebabkan masalah yang sangat serius baik untuk ibu dan bayi. Risiko luka akan terbuka sangat rendah selama VBAC ketika Anda hanya memiliki satu luka caesar dan persalinan tidak dimulai dengan obat. Risiko ini yang menyebabkan VBAC sering kali hanya ditawarkan di rumah sakit yang bisa melakukan caesar darurat. Bila Anda melakukan percobaan persalinan dan perlu menjalani caesar, risiko infeksi sedikit lebih tinggi dibanding ketika Anda hanya menjalani caesar.

 

Selama memenuhi kriteria untuk VBAC, ada kemungkinan Anda akan berhasil. Tentu, kemungkinan berhasil lebih tinggi bila penyebab Anda menjalani caesar di kehamilan sebelumnya tidak menjadi masalah saat ini. Misalnya, wanita yang telah menjalani lahiran normal yang mudah dan lalu menjalani caesar ketika bayi di posisi sungsang lebih mungkin untuk berhasil VBAC dibanding wanita yang menjalani caesar setelah serviks sepenuhnya terbuka dan mengejan selama 3 jam pada bayi pertama yang kecil dan posisinya tepat.

 

Tidak mungkin memprediksi dengan pasti siapa yang bisa menjalani lahiran normal dan siapa yang akan kembali menjalani operasi caesar. Rata-rata sekitar 60 sampai 80 persen wanita yang berusaha VBAC bisa melahirkan secara normal. Bila memutuskan untuk mencobanya, Anda membutuhkan dokter yang mendukung ini. Dokter juga harus melakukan praktek di rumah sakit yang membolehkan VBAC dimana semua dukungan selalu siap.

 

Tidak semua rumah sakit memenuhi syarat untuk VBAC. Selain itu, beberapa rumah sakit menghindari kontroversi serta masalah hukum yang mungkin terjadi terkait VBAC dengan tidak membolehkannya. Tapi yang paling sering, ini bergantung pada individu dokter. VBAC masih dianggap kontroversi dan menjadi tantangan tersendiri untuk menemukan dokter yang bersedia melakukannya.

(Ismawati)