Kelahiran Dibaca 28,692 kali

Alasan Mengapa Bayi Lebih Baik Lahir Di Usia Kehamilan 40 Minggu

Share info ini yuk ke teman-teman
Ismawati

Terakhir diperbaharui 05 Oktober, 2018 04:10

Alasan Mengapa Bayi Lebih Baik Lahir Di Usia Kehamilan 40 Minggu

Beberapa tahun belakangan, banyak wanita memilih untuk melahirkan bayi mereka lebih awal dengan alasan non medis seperti kenyamanan atau rasa takut melahirkan bayi yang besar. Tren mengkhawatirkan ini menuju pada meningkatnya resiko kesehatan pada bayi. Tolong garis bawahi bahwa beberapa wanita memang disarankan untuk melahirkan bayi sebelum tanggal prediksi lahir disebabkan komplikasi kesehatan, misalnya preeclampsia, artikel ini tidak ditujukan untuk wanita golongan ini. Artikel ini untuk para wanita dan pasangan yang ingin menjadwalkan kelahiran bayi mereka untuk alasan kenyamanan mereka sendiri.
 

 

Jika bidan atau dokter menyarankan Anda untuk melahirkan bayi sebelum minggu 39, pertanyakan apakah ada masalah dengan kesehatan bayi yang membuat hal ini perlu dilakukan, dan cari tahu jika Anda bisa menunggu hingga Anda sebisa mungkin mendekati minggu 39. Sebelum Anda memutuskan untuk menjalani induksi, berikut ini beberapa alasan untuk melahirkan bayi Anda di saat usia kandungan mencapai 40 minggu.
 

 

Alasan untuk bayi Anda:

  • Bayi yang lahir di kehamilan 40 minggu lebih mampu mengontrol suhu tubuh mereka sendiri, ini karena tambahan lemak yang mereka miliki.
  • Bayi yang lahir di usia kehamilan 40 minggu lebih mampu menghisap dan menelan karena perkembangan otot mereka sudah lebih baik.
  • Kemampuan untuk menghisap dan menelan ini akan membantu dalam proses menyusui, yang pada gilirannya akan membangun ikatan yang kuat antara ibu dan bayi.
  • Semakin lama waktu di dalam rahim sama dengan berkurangnya waktu untuk berada di rumah sakit.
  • Perkembangan otak meningkat selama 5 minggu terakhir kehamilan, biarkan bayi Anda menyelesaikan perkembangannya.
  • Bayi menjadi membesar di beberapa minggu terakhir kehamilan, tambahan lemak ini membuat mereka siap untuk kelahiran dan beberapa hari pertama kehidupan.

Bayi yang lahir di usia kehamilan 40 minggu memiliki resiko kecil untuk menderita:

  • Masalah pernafasan, ketika berada di dalam rahim, paru-paru bayi diisi oleh cairan yang dapat membantunya tumbuh dan berkembang. Di akhir masa kehamilan, dan selama kelahiran, cairan ini diserap atau dikeluarkan untuk mempersiapkan paru-paru menghirup oksigen. Bayi prematur lebih mungkin mengalami masalah pernafasan karena paru-parunya tidak secara penuh berkembang saat ia dilahirkan.
  • Penyakit kuning, kelebihan bilirubin pada darah bisa menyebabkan kulit dan mata terlihat kuning. Hati mengangkat bilirubin dari darah. Bayi prematur lebih mungkin menderita penyakit kuning karena organ hati mereka tidak secara penuh berkembang.
  • Seizure, bayi prematur memiliki peningkatan resiko untuk mengalami seizure selama beberapa hari pertama setelah lahir. Bayi prematur juga kemungkinan menderita epilepsi dan kondisi seizure lain nantinya.
  • Pendarahan otak, pendarahan intraventricular umum terjadi pada bayi prematur. Biasanya pada kondisi kebanyakan akan hilang dengan sendirinya, tapi beberapa bisa menyebabkan masalah yang serius.
  • Masalah pendengaran, bayi prematur memiliki resiko bermasalah pada pendengaran. Ini bisa terjadi karena mereka lahir sebelum pendengaran berkembang penuh, membuat mereka lebih sensitif terhadap suara dibanding bayi lainnya.
  • Gula darah yang rendah, selama beberapa bulan terakhir kehamilan, bayi membangun glikogen untuk mengatur gula darah. Bayi prematur beresiko mengalami gula darah rendah karena mereka tidak punya waktu untuk membangun glikogen yang cukup.
  • Cerebral Palsy, bayi dengan berat badan lahir rendah beresiko mengalami cerebral palsy. Bayi prematur memiliki resiko lebih tinggi mengalami kondisi ini karena mereka tidak punya banyak waktu di dalam rahim.
  • Bayi yang lahir di usia kehamilan 40 minggu memiliki nilai lebih baik dalam tes standar dibanding bayi yang lahir di usia kehamilan 38 minggu.
  • Bayi yang lahir sebelum kehamilan 38 minggu memiliki resiko lebih tinggi mengalami masalah perilaku.
  • Bayi yang lahir lebih dini kurang mampu untuk terjaga lebih lama ketika disusui.
  • Lebih dari ¼ bayi yang lahir di usia kehamilan 37 hingga 39 minggu harus dirawat di neonatal intensive care unit, dibanding 1 dari 20 bayi yang lahir setelah 39 minggu.
  • Bayi yang lahir sebelum kehamilan 38 minggu lebih mungkin untuk kembali dirawat di rumah sakit.

 

Alasan untuk ibu:

  • Mungkin Anda tidak mempercayainya saat ini, tapi Anda akan merindukan perut besar Anda ketika sudah tidak ada, sedikit tendangan atau cegukan, yang menandakan bayi berada di perut Anda.
  • Anda sebentar lagi akan tidak akan menjadi orang yang selalu diutamakan lagi. So, tunda dulu dan nikmati momen-momen di mana Anda selalu jadi yang spesial untuk sedikit lebih lama.
  • Gunakan waktu ekstra ini untuk bersenang-senang bersama pasangan.
  • Anda menjalin ikatan dengan bayi meski ia berada di dalam rahim. Biarkan ia tetap di sana dan jalin ikatan yang lebih kuat, sebelum ia mulai menangis sepanjang waktu.
  • Gunakan sebagian besar waktu ini bersama pasangan, Anda tidak akan punya waktu sendiri untuk beberapa bulan pertama setelah kelahiran.
  • Mungkin Anda masih punya daftar yang harus dilakukan sebelum bayi lahir, beri Anda waktu untuk menyelesaikan semuanya.
  • Menunggu persalinan dimulai secara alami memberi Anda kesempatan untuk berada pada rencana kelahiran Anda.
  • Dapatkan tidur yang cukup, Anda tidak akan punya banyak waktu untuk beristirahat ketika bayi sudah lahir.

 

Alasan untuk proses kelahiran:

  • Menunggu persalinan dimulai secara alami berarti Anda tidak akan diinduksi. Induksi memberi resiko lebih tinggi untuk Anda dan bayi.
  • Induksi membuat Anda lebih beresiko menjalani operasi sesar. Penelitian menemukan 1 dari 5 induksi berakhir dengan operasi sesar.
  • Operasi sesar adalah operasi besar dengan waktu pemulihan yang sangat melelahkan, jadi coba hindari sebisa mungkin.
  • Membiarkan persalinan dimulai secara alami mengurangi kemungkinan Anda mendapat intervensi dan komplikasi. Sekitar 15 persen induksi membutuhkan bantuan kelahiran.
  • Diinduksi bisa memperpanjang proses persalinan Anda.
  • Induksi dan operasi sesar keduanya meningkatkan resiko infeksi. Sebanyak 1 dari 10 wanita yang melahirkan melalui sesar mengalami infeksi.
  • Bayi yang lahir melalui operasi sesar lebih mungkin mengalami masalah pernafasan dibanding bayi yang lahir secara normal.

Beberapa hal yang perlu diingat:

  • Tanggal perkiraan lahir Anda bisa berubah hingga 2 minggu, karena tanggal  prediksi lahir digunakan berdasarkan rata-rata (siklus 28 hari dan ovulasi pada hari 14) dan waktu yang penuh digolongkan menjadi 42 minggu kehamilan. Beri bayi Anda waktu ekstra di dalam rahim untuk menjadi matang. Yang Anda pikir 38 minggu sebenarnya bisa saja 36 minggu.
  • Bayi tidak membuat Anda nyaman. Sering kali bayi muntah ketika baru saja dipakaikan baju, pipis ketika Anda sibuk dengan pekerjaan rumah, dan ingin disusui segera ketika ada tamu yang datang. Anda perlu waktu untuk mulai terbiasa dengan rasa tidak nyaman ini.
  • Percaya pada bayi Anda untuk memutuskan kapan ia siap untuk melihat dunia. Ia tahu yang terbaik.

(Ismawati)