Kelahiran

Insufficient Glandular Tissue Bukan Berarti Anda Tidak Bisa Menyusui

Terakhir diperbaharui

Insufficient Glandular Tissue Bukan Berarti Anda Tidak Bisa Menyusui

Tidak bisa menyusui karena Anda tidak memproduksi ASI yang cukup untuk buah hati bisa jadi pengalaman yang menyedihkan. Terutama bila Anda telah bertekad untuk memberi ASI eksklusif. Kebanyakan ibu bisa meningkatkan persediaan ASI dengan menjalankan manajemen menyusui. Tapi untuk sebagian ibu, manajemen menyusui yang optimal tidak membuat mereka memiliki persediaan ASI yang cukup. Kondisi ini sering kali disebabkan oleh primary lactation failure.

 

Apa Yang Dimaksud Insufficient Glandular Breast Tissue?

Primary lactation failure (kegagalan laktasi primer) bisa terjadi akibat pembedahan payudara sebelumnya atau masalah hormonal dan hypoplasia (insufficient glandular tissue /IGT). IGT adalah kondisi dimana payudara wanita tidak memiliki sel yang memproduksi ASI dalam jumlah yang cukup.

 

Untuk sebagian wanita, IGT berarti produksi ASI tidak memungkinkan sehingga tidak bisa menyusui. Untuk wanita dengan IGT lainnya, kemampuan untuk memproduksi ASI tidak hilang, tapi menurun.

 

Apakah Saya Mengalami Insufficient Glandular Tissue?

IGT terjadi pada payudara berukuran kecil maupun besar. Payudara berukuran normal yang kekurangan jaringan glandular hanya berisi jaringan lemak. Pada sebuah penelitian, ada korelasi antara karakteristik fisik berikut dengan jumlah ASI yang rendah:

  • Bentuk payudara asimetris (satu payudara jauh lebih besar dari payudara lainnya)
  • Payudara yang berjarak lebar (kedua payudara berjarak lebih dari 1,5 inci)
  • Muncul stretch marks pada payudara dan tidak terjadi pertumbuhan payudara, baik selama pubertas atau kehamilan
  • Tidak ada atau hanya sedikit perubahan pada payudara selama hamil
  • Payudara tidak bengkak atau ASI tidak keluar setelah bayi lahir
  • Areola yang tidak proporsional.

 

Perlu diingat kalau beberapa ibu dengan satu atau lebih tanda fisik di atas tidak punya masalah untuk memperoleh persediaan ASI yang cukup. Tapi bila pemeriksaan payudara sebelum hamil menunjukkan karakteristik di atas, Anda perlu mewaspadainya dan mulailah menyusui sesegera mungkin.

 

Penyebab Insufficient Glandular Tissue/IGT

Lebih banyak penelitian dibutuhkan untuk mengetahui penyebab IGT, tapi beberapa ahli menghubungkan IGT dengan masalah hormonal dan paparan terhadap pencemaran lingkungan. Sebuah penelitian menyatakan paparan terhadap pencemaran lingkungan tingkat tinggi bisa meningkatkan risiko IGT. Selain itu, masalah hormonal terkait dengan kondisi endokrin bisa berdampak pada pertumbuhan payudara selama pubertas atau kehamilan serta proses pengeluaran ASI.

 

Faktor Risiko Insufficient Glandular Tissue/IGT

Anda sudah melakukan banyak hal, mulai dari bergabung dengan kelas persiapan menyusui dan membaca banyak buku. Setelah bayi lahir Anda menunggu payudara jadi lebih kencang. Anda menunggu payudara bengkak seperti yang teman-teman Anda pernah ceritakan. Anda menggunakan pompa untuk meningkatkan persediaan ASI. Anda juga terus menyusui, tapi tetap saja bayi tidak merasa kenyang.

 

Kemungkinan Anda mengalami yang disebut dengan Insufficient Glandular Tissue/IGT. Faktor risiko IGT antara lain:

  • Gangguan hormonal
  • Penggunaan kontrasepsi selama pubertas
  • Riwayat gangguan makan atau menstruasi tertunda atau terganggu
  • Indeks massa tubuh sebelum hamil lebih dari 30
  • Indeks massa tubuh lebih dari 26 atau 30 selama pubertas.

 

Kegagalan Laktasi

Ibu yang tidak bisa menyusui karena bermasalah dengan produksi ASI sering kali sudah mengikuti saran dari teman atau kerabat. Meski kebanyakan masalah produksi ASI bisa diatasi, ada beberapa wanita yang kesulitan menjaga ketersediaan ASI untuk buah hati mereka.

 

Kondisi yang disebut primary lactation failure terjadi ketika tubuh wanita tidak menghasilkan ASI yang cukup untuk bayinya, meski sudah melakukan pelekatan, sering menyusui, dan tidak ada masalah pada lidah bayi.

 

Primary lactation failure bisa terjadi karena sejumlah faktor, termasuk pembedahan payudara sebelumnya, komplikasi hormonal, dan kondisi dimanan jaringan kelenjar susu tidak berkembang menjelang masa dewasa.

 

Kegagalan laktasi bisa dikategorikan menjadi 3, yaitu preglandular, glandular, dan postglandular.

  • Preglandular menyebabkan produksi ASI yang rendah atau tidak ada sama sekali yang langsung berhubungan dengan masalah hormonal.
  • Postglandular menyebabkan produksi ASI tidak mencukupi yang terjadi setelah bayi lahir, misalnya karena bayi terpisah dari ibu atau manajemen menyusui yang buruk.
  • Sedangkan glandular menyebabkan produksi ASI rendah atau tidak ada sama sekali karena pembedahan payudara sebelumnya  atau karena hypoplasia/IGT.

 

Seringkali kegagalan laktasi glandular disertai oleh faktor preglandular dan postglandular. Memahami tubuh dan kesehatan Anda, bertanya tentang pengobatan yang dokter anjurkan selama sebelum hamil, dan menjaga indeks massa tubuh di rentang yang sehat sebelum hamil, bisa membantu menormalkan hormon Anda.

 

Banyak  wanita dengan Insufficient Glandular Tissue/IGT tidak merasa payudara mereka “berbeda” atau ada yang salah selama masa dewasa, hingga menjalani kehamilan ketika payudara sedikit atau tidak berubah sama sekali, atau setelah melahirkan, ketika mereka tidak memproduksi ASI yang cukup untuk bayi. Di sinilah ibu menyadari kalau ia mengalami insufficient glandular tissue.

 

Beberapa ibu, setelah menjalani banyak hal untuk memaksimalkan produksi ASI, berdamai dengan kondisi tidak bisa menyusui ini dengan cepat dan merasa nyaman dengan memberikan susu formula untuk bayi mereka. Tapi untuk ibu yang merasa menyusui sebagai bagian penting dari pengalaman menjadi ibu, atau ibu yang menyadari risiko dari tidak memberikan ASI ke bayi, kenyataan tubuhnya tidak bisa memproduksi ASI yang dibutuhkan bayi bisa jadi hal yang sulit untuk diterima.

 

Menyusui Ketika Mengalami Insufficient Glandular Tissue/IGT

Bunda, diagnosa IGT tidak berarti Anda tidak bisa menyusui. Segera menyusui setelah bayi lahir bisa membantu memaksimalkan persediaan ASI Anda. Ada baiknya berbicara pada dokter atau konsultan laktasi tentang galactagogue atau pelancar ASI.

 

Bila bayi membutuhkan makanan tambahan dari donor ASI atau susu formula, ada banyak pilihannya. Yang terpenting adalah melakukan yang terbaik menurut Anda sendiri. Untuk beberapa ibu kondisi ini berarti tidak bisa menyusui dan bayi sepenuhnya menerima susu formula. Untuk ibu lain tambahan susu formula bisa membantu mereka tetap bisa menikmati menyusui bayi meski tidak dapat memberi persediaan ASI yang cukup.

 

Solusi Untuk Insufficient Glandular Tissue/IGT

Minta konsultan laktasi atau dokter memeriksa kondisi Anda dan memberikan tips tentang meningkatkan produksi ASI. Anda tidak tahu berapa banyak ASI yang Anda hasilkan sebelum mulai menyusui. Berikut beberapa langkah yang bisa membantu mengatasi IGT:

  • Mulai menyusui segera setelah melahirkan
  • Sekitar 3 hari setelah melahirkan, mulai memompa untuk menstimulasi produksi ASI.

 

Tentu Anda ingin memastikan buah hati mendapat nutrisi yang ia butuhkan, jadi datangi dokter untuk menimbang bayi ketika usianya 3 hari untuk memastikan ia menambah berat lebih dari 10 persen berat lahirnya.

 

Bila Anda hanya bisa memproduksi sebagian ASI yang dibutuhkan bayi, Anda bisa gunakan supplementary nursing system (SNS) untuk meningkatkan asupan susu bayi. Alat ini terdiri dari wadah plastik untuk menampung ASI atau susu formula yang disambungkan ke selang yang ditempelkan pada payudara. Karena bayi menghisap selang dan puting ketika menyusu, ia mendapat manfaat dari ASI yang ada sambil menstimulasi payudara untuk menghasilkan lebih banyak ASI.

 

Cara Alami Untuk Meningkatkan Produksi ASI

Ketika berusaha meningkatkan persediaan ASI, Anda perlu pastikan bayi mendapat nutrisi yang cukup. Penggunaan donor ASI atau susu formula penting untuk memastikan bayi tumbuh sebagaimana mestinya. Banyak ibu menggunakan breast supplementer yang berupa selang yang terhubung ke wadah penyimpan ASI yang dikenakan di leher ibu. Selang ditempatkan di payudara agar bayi meminumnya ketika menyusu di payudara.

 

Tingkatkan produksi ASI dengan menggunakan pompa ASI hospital grade serta memerah dengan tangan. Konsumsi makanan untuk memperbanyak ASI, herbal, atau obat yang meningkatkan produksi ASI. Dengan mendapat bantuan, Anda bisa meningkatkan jumlah ASI yang Anda hasilkan. Meski jumlahnya sedikit, tetap bagus untuk bayi Anda.

 

Beberapa wanita memang mengalami insufficient glandular tissue yang mempengaruhi menyusui. Tapi untungnya ada beberapa makanan yang bisa membantu meningkatkan jaringan glandular dan mendukung laktasi. Bahkan makanan ini mendorong hormon yang dibutuhkan selama hamil dan menyusui.

 

Anda bisa meningkatkan produksi ASI dengan melakukan beberapa cara mudah. Berikut ini beberapa tips bermanfaat untuk secara alami meningkatkan ASI untuk menghindari tidak bisa menyusui melalui makanan yang perlu Anda konsumsi:

 

  1. Biji adas

    Biji adas bermanfaat untuk meningkatkan persediaan ASI. Herbal alami ini mengandung galactagogue yang membantu meningkatkan ASI secara alami. Biji adas juga baik untuk pencernaan dan membantu mencegah rasa sakit karena kolik pada bayi baru lahir.

    • Anda bisa tambahkan biji adas pada makanan dan makan satu sendok teh biji adas setelah tiap kali makan.
    • Ambil satu sendok teh biji adas dan rendam di air semalaman. Minum air rendaman ini di pagi harinya setiap hari.

     

  2. Biji kelabat

    Biji kelabat jadi cara efektif untuk meningkatkan persediaan ASI. Biji kelabat menstimulasi aktivitas kelenjar keringat. Biji kelabat kaya protein, zat besi, dan vitamin C yang membantu menjaga produksi ASI.

    • Minum teh biji kelabat setiap hari selama beberapa minggu. Ambil satu sendok makan biji kelabat dan rendam di air semalaman. Di pagi harinya didihkan air selama 3 sampai 4 menit. Lalu saring dan minum.
    • Anda bisa juga menambahkan biji kelabat pada makanan.

    Tapi jangan gunakan biji kelabat bila Anda menderita diabetes dan asma, ya Bun.

     

  3. Oatmeal

    Oatmeal jadi makanan terbaik untuk meningkatkan ASI dengan cepat. Oatmeal jadi sumber zat besi dan juga mengandung serat sehingga mudah dicerna.

    • Anda bisa membuat smoothie dari oatmeal dan memakannya dua kali sehari
    • Ambil satu mangkok oat dan sajikan bersama satu gelas susu setiap hari.
    • Anda bisa juga makan oatmeal dalam bentuk kue.

     

  4. Susu sapi

    Produk susu sangat penting selama menyusui dan juga bagus untuk kesehatan. Susu jadi sumber kalsium yang membantu menjaga tingkat kalsium di tubuh, selain juga membantu meningkatkan kuantitas ASI.

    • Minum satu gelas susu saat sarapan di pagi hari
    • Anda bisa tambahkan susu sapi pada oatmeal
    • Coba buat puding dari susu sapi
    • Produk susu seperti keju serta yoghurt sangat baik untuk ibu yang menyusui.

     

  5. Telur

    Mengonsumsi telur jadi cara untuk meningkatkan ASI secara alami yang bisa Anda lakukan di rumah. Telur membantu meningkatkan kualitas ASI. Telur jadi makanan bernutrisi yang kaya vitamin A, B2, B12, asam lemak omega 3, kalsium, fosfor, dan mineral. Ini bermanfaat untuk pertumbuhan bayi dan juga memenuhi kebutuhan protein buah hati.

    • Makan telur rebus saat sarapan bersama susu sapi.
    • Anda bisa juga membuatnya jadi telur dadar.

     

  6. Barley

    Barley jadi cara alami untuk meningkatkan persediaan ASI. Barley menjadi sumber serat yang baik serta membantu hidrasi yang penting selama menyusui.

    • Ambil satu sendok teh barley dan didihkan di satu gelas air. Saring air dan minum dua kali sehari selama beberapa minggu.
    • Anda bisa juga buat sup barley, yang juga membantu meningkatkan pencernaan.
    • Anda bisa gunakan tepung barley untuk membuat roti.

     

  7. Kayu manis

    Kayu manis sangat bermanfaat untuk meningkatkan sekresi ASI. Kayu manis juga membantu menunda menstruasi setelah melahirkan. Kayu manis dapat meningkatkan cita rasa pada ASI.

     

    Ambil satu jumput bubuk kayu manis dan 1,5 sendok teh madu, campurkan keduanya. Makan bersama susu hangat. Lakukan ini setiap hari sebelum tidur selama satu atau dua bulan.

     

  8. Bawang putih

    Bawang putih juga meningkatkan rasa dan kuantitas ASI. Ambil 3 siung bawang putih dan parut. Didihkan parutan bawang putih bersama satu gelas air hingga jumlah air berkurang jadi seperempatnya. Tambahkan satu gelas susu ke campuran ini dan didihkan kembali selama 3 atau 4 menit. Campurkan 1,5 sendok teh madu dan saring. Minum campuran ini di pagi hari selama Anda menyusui.

     

  9. Ubi ketela

    Ubi ketela jadi sumber vitamin A yang menjadikannya makanan efektif untuk meningkatkan ASI. Ubi ketela juga mengandung nutrisi seperti fosfor, vitamin B1 dan B2, vitamin C, potasium, serat, dan vitamin B6. Ubi ketela dapat memberi efek rileks pada tubuh dan membuat Anda terhindar dari stres, selain juga meningkatkan sistem pencernaan.

    • Anda bisa panggang ubi ketela dan memakannya dua kali sehari selama beberapa minggu.
    • Anda juga dapat mengolah ubi ketela menjadi kue sebagai alternatif untuk meningkatkan produksi ASI.

     

  10. Alfalfa

    Herbal alami lainnya yang membantu mengatasi persediaan ASI rendah adalah alfalfa. Alfalfa mengandung banyak nutrisi seperti protein, serat, vitamin A, vitamin C, dan mineral, serta antioksidan yang baik dan membantu meningkatkan sirkulasi darah. Alfalfa dianggap sebagai galactagogue yang membantu ibu menyusui meningkatkan produksi ASI. Gunakan satu sendok teh daun alfalfa kering dan didihkan bersama satu gelas air. Saring dan minum dua kali sehari.

     

  11. Daun kelor

    Daun kelor kaya zat besi dan kalsium yang bagus untuk ibu menyusui. Daun kelor juga membantu melawan kekurangan nutrisi. Daun kelor membantu meningkatkan ASI karena menstimulasi kelenjar susu.

    • Buat jus dari daun kelor segar dan tambahkan perasan jeruk lemon.
    • Anda juga bisa gunakan kelor pada sayur sebagai lauk.

     

Bunda, berikut ini beberapa hal lain yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan produksi ASI dan menghindari tidak bisa menyusui:

  • Banyak minum air putih dan selalu terhidrasi
  • Pijat perlahan payudara ketika menyusui
  • Tawarkan kedua payudara ketika menyusui secara bergantian
  • Pastikan Anda cukup makan dan tidur serta tidak stres.
  • Sering menyusui. Coba susui bayi setidaknya 6 sampai 8 kali setiap hari dan perlahan tingkatkan jumlahnya.
(Ismawati)