Kelahiran

Menjawab Kapan Bayi Boleh Tummy Time dan Apa Manfaatnya

Darin
Menjawab Kapan Bayi Boleh Tummy Time dan Apa Manfaatnya

Tummy time adalah saat di mana bayi diberi kesempatan tengkurap atau berbaring di atas perutnya selama beberapa saat. Tummy time termasuk aktivitas fisik bagi bayi, seperti halnya olahraga bagi orang dewasa. Maka tak heran jika tummy time menyimpan banyak manfaat terutama bagi pertumbuhan fisik bayi. Kebiasaan tummy time juga akan memengaruhi perkembangan bayi hingga ia dewasa nanti.

Namun sayangnya, masih banyak orang belum memahami berbagai manfaat yang dihasilkan dari rutinitas tummy time. Bahkan ada beberapa mitos beredar mengenai aktivitas ini yang masih dipercaya tidak sedikit orang. Seorang terapis okupasi dalam blognya Sensational Parenting, menyebut sejumlah mitos mengenai tummy time ini, di antaranya:

Mitos Seputar Tummy Time

  • Tummy time bayi termasuk bentuk kejahatan yang dilakukan orangtua kepada anak

    Ya, masih banyak orangtua mungkin menganggap tummy time itu bentuk “siksaan” kepada bayi. Tummy time akan membuat bayi tidak bebas bergerak dan sulit bernapas. Padahal faktanya, seperti yang dipaparkan Joanne Cox M.D, seorang dokter anak di Children’s Hospital Boston, tummy time dapat melatih semua otot di bagian tubuh atas, seperti leher, punggung, dan lengan. Saat tengkurap, bayi juga belajar menyeimbangkan tubuh dan mengangkat kepala, yang mana aktivitas ini sangat berperan dalam perkembangan lanjutannya seperti berguling dan duduk.

    Tapi, tummy time bisa jadi bentuk kejahatan jika orangtua membiarkan saja bayinya tengkurap dalam waktu lama tanpa ditemani dan distimulasi. The American Academy of Pediatrics menegaskan bahwa pada saat tummy time, bayi harus ditemani orang dewasa. Bayi juga harus dalam keadaan terjaga saat sedang tummy time.

  • Tummy time artinya membatasi pergerakan bayi

    Beberapa orang menganggap tummy time itu sama halnya dengan membatasi pergerakan bayi karena membiarkannya “terjebak” dalam posisi tengkurap. Bagi kita yang menonton, kadang memang suka tidak tega saat melihat bayi pertama kali tengkurap ya, Bu. Tapi sebenarnya, tummy time itu sama dengan memberi kesempatan bayi untuk mengeksplor posisi lain lo. Posisi tengkurap ini bisa jadi “jembatan” untuk milestone bayi selanjutnya, seperti berguling, merangkak, duduk, hingga berjalan. Anak yang jarang melakukan tummy time seringkali mengalami keterlambatan gerak.

  • Tummy time adalah aktivitas yang dibenci semua bayi

    Beberapa bayi memang tampak tidak menikmati saat-saat tummy time-nya, di antaranya bahkan mungkin sampai menangis. Bila itu terjadi pada bayi Ibu, bisa jadi ia belum terbiasa tengkurap karena memang baru pertama mencoba. Tapi jika Ibu terus melatihnya, lama-lama ia akan belajar menikmati waktu tengkurap dan menggunakannya untuk bermain dan berinteraksi dengan orang di sekelilingnya. Sebagian bayi mungkin tidak menyukai tengkurap ketika pergerakannya masih terbatas. Namun saat sudah memasuki 4 bulan, biasanya bayi justru sangat menyukai tummy time karena bisa jadi waktu meregangkan otot yang lelah karena terlalu lama berbaring.

    Ada juga anak yang kurang menikmati tengkurap karena orang di sekitarnya tidak menstimulasinya. Artinya, saat tummy time, jangan hanya membiarkan anak tengkurap saja tanpa mengajaknya berinteraksi. Justru pancing ia dan ajak bermain. Letakkan juga beberapa mainan atau benda favorit di dekatnya supaya anak terdorong untuk mengambilnya.

  • Tummy time sama dengan penyiksaan

    Banyak orang menganggap, bayi yang belum bisa tengkurap sendiri tidak seharusnya ditengkurapkan orang dewasa. Bahkan tidak sedikit yang menganggap tummy time ini sebagai bentuk penyiksaan orangtua terhadap bayi. Padahal kalau dari sudut pandang medis, membiarkan bayi tidur terlentang selama berbulan-bulan sampai ia bisa tengkurap sendiri justru termasuk bentuk penyiksaan.

    Kita saja orang dewasa pasti mengeluh pegal-pegal kalau terlalu lama berada di satu posisi, misalnya duduk atau berbaring. Setiap beberapa menit sekali kita butuh meregangkan otot dengan berpindah ke posisi yang lain. Begitu pula dengan bayi. Biasanya ia tidur belasan jam sehari hanya dengan satu posisi! Bayangkan betapa pegal dan kakunya tubuhnya. Maka tak heran jika banyak bayi yang jadi menyukai tummy time karena ia jadi punya kesempatan untuk meregangkan otot.

    Ibu dan Ayah perlu menjadwalkan tummy time setidaknya 10-15 menit sehari. Durasi tersebut bisa dibagi menjadi 2 atau 3 sesi, jadi per sesi kira-kira hanya butuh waktu 5 menit saja. Tapi waktu ini bisa disesuaikan dengan kemampuan bayi. Jika ia terlihat sudah kelelahan dan tidak nyaman, Ibu bisa mengembalikannya ke posisi terlentang. Perlu diingat ya, Bu, bayi harus berada dalam pengawasan orang dewasa saat melakukan kegiatan ini, jangan ditinggal atau dibiarkan begitu saja. Selain itu, pastikan juga sesi tummy time ini tidak dilakukan saat bayi baru saja menyusu atau saat ia dalam keadaan kenyang karena bisa memicu muntah.

Waktu ideal melakukan tummy time adalah saat bayi baru bangun tidur atau setelah ganti popok. Intinya saat bayi sedang dalam kondisi “prima” sehingga moodnya pun baik. Ibu bisa menengkurapkan bayi di tempat datar seperti di kasur, di lantai yang diberi alas empuk, atau di sofa dengan bantal. Bisa juga menengkurapkan bayi di atas dada Ibu atau Ayah sambil mengajaknya mengobrol atau menyanyikan lagu kesukaannya. Selain bermanfaat untuk fisiknya, ini juga dapat memperkuat ikatan orangtua dan anak.

Semua dokter anak menyarankan para orangtua untuk rutin melakukan sesi tummy time karena memang kegiatan ini banyak sekali manfaatnya. Di atas, mungkin sudah dibahas sedikit mengenai dampak positif tummy time. Berikut ini adalah beberapa manfaat yang lain.

Manfaat Tummy Time

  • Membangun kekuatan otot tubuh bagian atas;

  • Mengembangkan keterampilan motorik;

  • Mencegah kepala bayi jadi peyang, atau dalam istilah medis disebut plagiocephaly (sindrom kepala datar);

  • Mendorong pertumbuhan tepat waktu;

  • Memberikan bayi kesempatan melihat sekitar lewat sudut lain;

  • Membiarkan bayi menggunakan keterampilan motorik tangan seperti memegang dan meraih;

  • Menumbuhkan rasa kemandirian dan kemauan untuk belajar; dan

  • Membentuk keintiman antara orangtua dan bayi.

Seorang fisioterapis di Children’s Healthcare of Atlanta Amerika Serikat, Coulter O’Berry, mengungkapkan risiko bayi yang jarang tummy time, salah satunya ia dapat mengalami ketegangan di bagian otot leher. Kondisi ini disebut juga tortikolis. Bayi yang mengalami ini tidak dapat menggerakan lehernya dengan sempurna sehingga kepalanya miring secara tidak wajar karena otot lehernya kaku.

Tak hanya itu, dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di Jurnal Pediatrics Mei 2020, tummy time juga dikaitkan dengan peningkatan kesehatan jantung dan Body Mass Index (BMI) atau Indeks Massa Tubuh. Artinya bayi yang sering tummy time berisiko memiliki jantung yang lebih sehat dan berat badan ideal.

Lalu menjawab pertanyaan banyak Ibu, kapan bayi boleh tummy time ya?

Sebenarnya tidak ada waktu yang benar-benar pas untuk bayi bisa diajak tummy time. Lebih tepatnya, setiap bayi memiliki waktunya masing-masing. Namun pada dasarnya, bayi sudah bisa ditengkurapkan sejak masih berumur nol hari. Iya, bayi bisa menikmati tummy time sejak ia baru saja lahir ke dunia. Momen ini biasanya dimanfaatkan saat bayi melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) yaitu saat ia ditengkurapkan di atas dada Ibunya sesaat setelah lahir.

Setelah itu, Ibu bisa menginisiasi sendiri tummy time dengan menjadwalkannya setiap beberapa menit sehari. Jangan kaget jika bayi mungkin rewel atau hanya menundukkan kepala saat ditengkurapkan pertama kali. Nanti lama-lama, ia akan merasa nyaman dengan perut yang digunakan sebagai penyangga. Menurut dokter anak Ari Brown seperti dilansir dari laman Parents, bayi membutuhkan latihan untuk dapat menyangga kepalanya. Rutinitas akan menjadikan bayi terbiasa pada akhirnya (atau bahkan ketagihan!).

Panduan Tummy Time Berdasarkan Usia

Seperti dilansir dari lama Guava Family, berikut panduan tummy time berdasarkan usia bayi:

  1. Usia 0-3 bulan

    Saat bayi baru lahir, cobalah sesi tummy time selama beberapa menit, kira-kira antara 3-5 menit per sesinya. Perhatikan respons bayi sebagai penanda kapan harus mengembalikannya ke posisi terlentang. Jika bayi sudah mulai terlihat menikmatinya, tambah waktunya secara bertahap. Bayi yang baru lahir biasanya sangat suka tengkurap di atas dada Ibu atau Ayahnya sembari skin-to-skin untuk membangun keintiman. Ajak bayi berbicara walau mungkin ia belum memahaminya.

  2. Usia 4-5 bulan

    Saat bayi sudah memasuki usia 4 bulan, umumnya bayi sudah bisa menghabiskan total waktu 1 jam untuk berbaring menggunakan perutnya dalam sehari. Jika bayi Ibu belum berada di fase ini pun sebenarnya tidak masalah juga. Tetap bersabar dan terus mencoba. Ibu bisa memancing bayi dengan mainan agar ia menggerakkan kepalanya. Aktivitas ini bisa membantu meningkatkan kekuatan leher karena di usia ini bayi mulai bisa mengangkat kepalanya. Gunakan bantal atau selimut yang digulung untuk menyesuaikan tinggi badan bayi dan mendorong keterampilan motoriknya.

  3. Usia 6 bulan ke atas

    Di usia ini, Ibu akan benar-benar menyaksikan kalau si kecil sudah bertambah kuat. Keterampilan motoriknya juga sudah meningkat. Sesi tummy time bisa jadi sesi favorit si kecil atau bahkan Ibu juga. Pergunakan lebih banyak mainan dan variasi gerakan saat bayi memasuki usia ini, seperti misalnya menggendong bayi dengan menggunakan tangan Ibu untuk menopang dadanya, memandu bayi untuk menggerakkan dadanya ke atas dan ke bawah (seperti push up), dan lain sebagainya. Ini akan melatih mereka melakukan koordinasi di tangan dan lengan untuk menopang tubuhnya sendiri.

    Dorong bayi berguling untuk kembali ke posisi terlentang dari yang sebelumnya tengkurap. Ibu bisa memancingnya dengan mainan atau suara, atau bisa juga mengganjal bagian samping tubuhnya dengan bantal untuk memberikan sedikit dorongan agar ia bisa terlentang kembali. Lakukan sesi ini dengan menyenangkan!

Tummy Time Milestones

Karena tummy time termasuk aktivitas yang dapat memengaruhi perkembangan fisik bayi, terutama di usia 0-6 bulan. Ada sejumlah milestones atau pencapaian yang bisa diperhatikan Ibu pada setiap usia bayi. Lewat milestones ini, Ibu juga jadi bisa mengetahui seberapa baik perkembangan bayi saat melakukan tummy time.

  1. Bayi 1 bulan

    • Bayi akan mulai menoleh selama sesi tengkurap;

    • Bayi akan mencoba mengangkat kepalanya meski masih sangat singkat; dan

    • Bayi mulai menunjukkan rasa nyaman dengan sesi tummy time-nya.

  2. Bayi 2 bulan

    • Bayi mulai memanjangkan lengannya lebih jauh dari tubuhnya selama waktu tengkurap;

    • Bayi mulai bergantian meluruskan atau menekuk kakinya;

    • Bayi mulai menekan tangannya ke bawah untuk sedikit mendorong bahu dan dadanya; dan

    • Ia bisa mulai bisa menghabiskan sekitar 1 menit untuk tengkurap tanpa rewel.

  3. Bayi 3 bulan

    • Sudah mulai dapat mengendalikan kepala dengan gerakan yang ditingkatkan;

    • Bisa mengangkat kepala antara 45-90 derajat;

    • Menempatkan siku di bawah atau di depan bahunya di sebagian besar waktu tengkurap; dan

    • Bayi mulai dapat mengangkat bahu dengan lebih mudah.

  4. Bayi 4 bulan

    • Bayi mulai mantap menegakkan kepala 90 derajat; dan

    • Ia mampu menggunakan lengan bawah untuk mengangkat dada bagian atas.

  5. Bayi 5 bulan

    • Mampu mengangkat tangan dan kaki dari alasnya berbaring (seperti superman terbang);

    • Mulai mampu melakukan push up dengan siku yang diluruskan; dan

    • Mulai dapat menggerakkan tangan untuk meraih mainan di depannya.

  6. Bayi 6 bulan

    • Bayi mulai dapat meningkatkan keseimbangan saat ia mengangkat dadanya;

    • Ia mulai dapat berputar selama waktu tengkurap;

    • Ia mulai menunjukkan tanda-tanda menyukai sesi tummy time; 

    • Bayi mulai berguling dari belakang ke perut atau perut ke punggung; dan

    • Ia bisa meraih mainan setidaknya dengan satu tangan.

Saat bayi sudah berusia di atas 6 bulan, bukan berarti ia harus berhenti menikmati tummy time. Di umur 6-7 bulanan, bayi umumnya sudah mulai terbiasa tengkurap, namun ia tetap harus berada di bawah pengawasan orang dewasa dan tetap difasilitasi untuk tummy time. Saat ia sudah benar-benar nyaman dan bisa berguling sendiri, posisi tengkurap akan menjadi posisi naturalnya yang nantinya akan mendorong kemampuannya merangkak hingga berjalan.

Penulis: Darin Rania
Editor: Dwi Ratih