Kelahiran Dibaca 705 kali

Tanda Bayi Lapar dan Kenyang

Share info ini yuk ke teman-teman
Stephanie

Terakhir diperbaharui 22 Agustus, 2019 11:08

Tanda Bayi Lapar dan Kenyang

Bayi belajar berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya melalui hal yang amat sederhana, seperti tangisan dan gerakan tubuh. Betul, jika biasanya bayi menangis, itu adalah tanda bayi lapar. Namun sebetulnya, menangis adalah tanda bayi mulai mengalami distress akibat. Maka Bu, sebaiknya mengenali tanda bayi lapar sebelum ia mulai menangis, karena jika bayi telanjur menangis, ia akan lebih sulit ditenangkan dan sulit untuk melakukan latch atau ‘mengunci’ mulutnya pada payudara Ibu.

Kenali tanda bayi lapar dan arti dari tangisan bayi agar Ibu bisa segera merespons dan membuat bayi tenang. Seiring usianya bertambah, maka caranya untuk berkomunikasi dengan Ibu juga akan berkembang. 

   

Berikut adalah beberapa tanda bayi lapar dan kenyang berdasarkan usianya

A. 0 sampai 6 bulan

Jika merasa lapar, bayi akan memasukkan tangannya ke dalam mulut, menghisap jari dan kepalanya mencari-cari payudara atau botol susu. Tanda lainnya adalah lidah mengecap, menggerak-gerakkan pergelangan tangan dan jadi aktif bergerak. Jika bayi kenyang, maka ia akan segera menutup mulutnya, memalingkan wajah dari payudara atau botol susu, tangannya menjadi relaks atau menolak jika diarahkan ke payudara yang masih penuh. Tanda lainnya adalah bayi berhenti menyusu dalam waktu yang panjang dalam jam makannya.

   

B. 6 bulan sampai 2 tahun

Anak tertarik pada makanan orang dewasa yang dilihatnya atau anak akan menunjuk ke arah makanan. Ciri lainnya adalah ia membuka mulut ketika disuguhkan makanan, terlihat senang ketika melihat makanan, menggerak-gerakkan tangan atau bersuara untuk menunjukkan ia lapar. Setelah kenyang makan ia akan bergerak menjauh dari makanan atau menjauhkan makanan dari wajahnya.

   

Sekarang, kita telah mengetahui apa saja tanda bayi lapar dan kenyang, namun sudahkah Ibu mengetahui kenapa bayi tidak mau makan dan apa saja tanda bayi kekenyangan? Ulasan ini akan kita bagi menjadi dua fase, yaitu pada bayi usia nol sampai enam bulan, dan pada bayi yang sudah menerima MPASI.

   

Kenapa, sih, kok, anak tidak mau menyusu? 

Bayi tidak mau disusui, bukan berarti ia tidak lapar, ya, Bu, namun juga ada kemungkinan lainnya. Untuk bayi yang mendapat ASI, mungkin si Kecil kesulitan melakukan ‘latch’, yang bisa bikin susu Ibu susah keluar, sehingga bayi merasa kesal. Untuk mengatasinya, Ibu bisa melatih bayi menyusu dengan cara yang benar, yaitu menghisap tidak cuma bagian puting tapi juga hingga sebagian areola (bagian berwarna gelap di sekitar puting susu). Latch juga sulit dilakukan bagi bayi prematur, karena ukuran mulutnya yang sangat kecil.

Bentuk dan ukuran puting Ibu juga mempengaruhi latch serta ASI yang keluar sedikit dan lama juga bisa bikin bayi malas menyusu.

Sedangkan alasan bayi malas menyusu lainnya, baik itu bayi ASI mau pun tidak, misalnya karena bayi sedang mengantuk. Bayi sedang merasa sakit, misalnya dalam masa tumbuh gigi, ada sariawan atau perutnya kembung. Gangguan kesehatan lain yang bisa bikin bayi malas menyusu adalah sedang batuk atau pilek.

   

Lalu, bisakah bayi terlalu banyak minum susu? 

  • Overfeeding atau diberi makan yang melebihi kebutuhannya lebih sering terjadi pada bayi yang tidak menerima ASI. Ada beberapa penyebab bayi makan berlebih, yang pertama dari sisi Ibu, maksudnya, Ibu memberi susu dalam jumlah banyak pada bayi, karena Ibu khawatir bayi tidak mendapat nutrisi sebaik ASI. Ke dua, adalah dari sisi si anak, karena menyusu pada botol lebih mudah ketimbang menyusu pada payudara, maka bayi akan terus menyusu. 

  • Penyebab lainnya, kurang tidur mengganggu keseimbangan hormon yang bisa memicu meningkatnya selera makan.

  • Salah satu tahap dalam tumbuh kembang bayi adalah menghisap, jadi selain ketika lapar, bayi juga senang menghisap untuk menghilangkan rasa lelah (betul, Bu, bayi juga bisa merasa capek), merasa tidak nyaman atau saat marah.

  • Bayi belum bisa mengontrol refleksnya dengan baik. jadi, terutama ketika ia makan (menyusu) terlalu cepat, maka akan sulit berhenti.

  • Kelebihan susu biasa terjadi pada bayi yang kebiasaan tidur sambil menyusu. Jadi, ia akan menyusu tidak hanya saat ia lapar, tapi ia juga merasa harus menyusu untuk bisa tidur.

  • Melalaikan atau karena Ibu atau pengasuh tidak mengerti tanda bayi sudah kenyang. Umumnya terjadi bayi baru lahir hingga beberapa bulan pertamanya, hal ini terkait refleks seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Nah, Bu, jika bayi terlalu banyak menyusu (atau makan) maka bisa menimbulkan rasa tidak nyaman di perutnya, karena tubuhnya tidak bisa mencerna makanan dalam jumlah berlebih. Selain itu, makan berlebih juga bisa menyebabkan bayi menelan banyak udara yang bisa bikin perutnya terasa kembung atau justru muntah.

Ciri bayi terlalu kenyang adalah popok sangat cepat penuh, rewel atau mudah marah, gangguan tidur dan mengalami berat badan berlebih. Jadi, Bu, sebaiknya, tidak memaksakan bayi menghabiskan susu (ASI atau formula) atau makanan pendampingnya, ya.

Untuk bayi yang menerima solid food atau MPASI, apa saja, sih, yang bikin mereka, enggan makan?

  • Bagi bayi yang sedang belajar makan makanan semi padat, bisa jadi mengalami kesulitan, nih, Bu, misalnya tersedak. Nah, supaya hal ini nggak terjadi lagi, cobalah untuk menaruh makanan lebih sedikit di sendoknya. Kalau masih sering tersedak juga, mungkin si anak belum mampu untuk makanan padatnya.

  • Adalah hal biasa jika bayi menolak rasa makanan yang baru dicicipinya, walaupun sebetulnya makanan tersebut rasanya enak. Katakanlah, Ibu sudah mengetahui kalau si Kecil suka makan wortel, maka selanjutnya Ibu bisa menyuguhkan rasa yang mirip, misalnya ubi kuning.

  • Jika Ibu rasa anak mudah kenyang, mungkin bisa disiasati dengan porsi kecil dan beberapa kali makan, atau ditambah dengan cemilan sehat beberapa kali sehari. Tentu saja jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter, ya, Bu, agar anak, tidak kekurangan nutrisi penting.

  • Penyebab lainnya bayi malas makan adalah sedang capek, masih kenyang atau perhatiannya terganggu, misalnya karena melihat tontonan di tv.

Kebalikan dari malas makan, apa hal yang bisa menyebabkan bayi makan MPASI terlalu banyak

  • Yang pertama adalah karena bayi terbiasa makan berlebih. Betul, bahwa tidak ada aturan yang pasti mengenai jumlah asupan bayi, namun hal ini bisa dipertimbangkan oleh dokter dengan ukuran tertentu. Selebihnya Ibu bisa sedikit fleksibel untuk mengurangi sedikit makanannya jika ia merasa sudah kenyang, atau menambahkan sedikit lagi jika bayi masih lapar.

  • Bayi minum susu hanya sedikit. Intinya adalah, karena perutnya sudah terisi dengan makanan padat, maka tersisa sedikit ruang untuk susunya. Ingat, nih, Bu, nutrisi utama bayi adalah ASI atau susu formula, sedangkan makanan padat adalah pendamping, jadi yang mesti Ibu utamakan adalah susunya, bukan MPASI.

  • Agar bayi tidak kekurangan susunya, maka Ibu bisa melakukan trik berikut. Yaitu memberikan susu lebih dulu, baru memberinya makan, cara ke dua, adalah mengurangi sedikit porsi makanan padatnya.

Sedikit informasi mengenai solid food, pada masa awal pengenalannya, hindari memberi bayi makanan dalam ukuran sekali gigit, ya, Bu, seperti potongan wortel, apel atau anggur, karena bisa menyebabkan tersedak. Juga, batasi penggunaan garam dan gula pada makanan bayi, karena bisa menimbulkan kebiasaan pola makan yang tidak sehat dan selalu berikan makanan berbahan baku segar, bukan processed food.

   

(Stephanie / Dok. Freepik)