Balita Dibaca 5,219 kali

7 Cara Menyembuhkan Sariawan pada Bayi

Share info ini yuk ke teman-teman
Ismawati

Terakhir diperbaharui 14 Maret, 2018 14:03

7 Cara Menyembuhkan Sariawan pada Bayi

Cara menyembuhkan sariawan pada bayi sebenarnya tidak terlalu susah lho, Bu. Meski sariawan jarang terjadi pada bayi, terutama anak di bawah usia 10 tahun, tapi bisa saja ini yang menyebabkan rasa tidak nyaman pada si kecil. Jika ada luka kecil di mulut bayi yang terlihat mengganggunya saat menyusu dan makan, maka besar kemungkinan Ibu harus segera mencari cara menyembuhkan sariawan. Berikut Ibupedia rangkum 7 obat sariawan yang patut Ibu coba!

Sariawan bentuknya berupa area putih atau kuning yang terbuka dan dikelilingi oleh bagian berwarna kemerahan. Biasanya sariawan muncul di bagian dalam pipi atau bibir, lidah, gusi, dan langit-langit mulut. Sariawan bisa muncul berkelompok atau hanya satu. Meski tidak bersifat serius, sariawan bisa terasa sakit terutama ketika bayi makan, minum atau ketika tersentuh.

 

Penyebab dan cara menyembuhkan sariawan

Belum ada studi yang secara jelas menyebutkan biang keladi  sariawan. Ada dugaan bahwa penyebabnya adalah faktor genetik dalam keluarga. Meski ada juga sebagian orang yang rentan mengalami sariawan ketika stres.

Walau penyebab pastinya tidak diketahui, ada banyak faktor diperkirakan terlibat dalam perkembangan sariawan, antara lain:

  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Alergi terhadap makanan, seperti kopi, coklat, keju, kacang, dan buah jeruk
  • Virus dan bakteri
  • Cedera pada mulut
  • Nutrisi yang buruk
  • Obat tertentu
  • Iritasi akibat penggunaan kawat gigi.

Sariawan juga bisa muncul setelah trauma pada mulut, seperti kulit pecah yang disebabkan oleh prosedur medis atau karena lidah atau pipi tergigit. Ada beberapa bukti kalau makanan yang menyebabkan alergi, infeksi virus, dan kekurangan zat besi, asam folat, zinc, atau vitamin B12 bisa memicu sariawan. Cara menyembuhkan sariawan sudah pasti memastikan untuk menghindari faktor-faktor pemicu di atas serta memastikan kebutuhan zat besi, vitamin, dan sebagainya senantiasa terpenuhi. Tapi Ibu tidak perlu khawatir karena sariawan tidak menular.

 

Gejala sariawan pada bayi

Sariawan biasanya muncul pertama kali pada anak dan remaja di usia 10 sampai 19 tahun. Sekitar 3 dari 10 anak yang mengalami sariawan, umumnya kembali mengalami hal serupa setelah bertahun-tahun sejak pertama kali muncul. Sariawan tidak menyebar dari satu anak ke anak lain. Sariawan yang terus muncul bisa terkait dengan penyakit seliak atau infeksi HIV.

Tiap anak bisa merasakan gejala yang berbeda. Berikut ini gejala paling umum dari sariawan:

  • Rasa sakit pada mulut, biasanya di dalam bibir, pipi, atau di lidah
  • Area yang sakit tertutup oleh lapisan kuning dan dasarnya berwarna merah
  • Sulit makan atau berbicara karena luka
  • Tidak ada demam.

Tentu saja cara menyembuhkan sariawan berbeda tergantung gejalanya. Jika terjadi terus menerus walau sudah diobati, maka segera periksakan ke dokter karena bisa jadi menunjukkan gejala penyakit kronis.

 

Perlukah membawa bayi ke dokter ketika mengalami sariawan?

Bila Ibu tidak yakin apakah luka di mulut bayi karena sariawan atau berlangsung lebih lama dari beberapa minggu, bawa si kecil ke dokter untuk diperiksa.

Konsultasikan pada dokter apabila bayi mengalami gejala lain seperti ruam, kelenjar limpa bengkak, demam, serta adanya luka yang membuat anak sulit minum cairan yang cukup. Dokter pastinya memiliki cara menyembuhkan sariawan yang tepat untuk si kecil.

 

Diagnosa sariawan oleh dokter

Dokter anak biasanya bisa melakukan diagnosa berdasarkan riwayat kesehatan yang lengkap dan pemeriksaan fisik. Tapi dokter juga akan melakukan tes berikut ini untuk mengetahui penyebab pasti sebelum memberitahu Ibu cara menyembuhkan sariawan:

  • Tes darah
  • Kultur pada luka
  • Biopsi luka, yakni mengambil jaringan kecil dari luka dan memeriksanya di bawah mikroskop.

 

Cara menyembuhkan sariawan

Sariawan hampir selalu bisa hilang dengan sendirinya, biasanya dalam satu minggu hingga 10 hari. Meski begitu, sariawan dengan ukuran besar butuh waktu lebih lama untuk sembuh. Sementara rasa sakitnya mulai mereda setelah 3 atau 4 hari.

Ibu bisa gunakan es pada sariawan untuk membantu mematikan rasa. Bila bayi makan makanan padat, makanan dingin atau beku bisa juga membantu meringankan rasa tidak nyaman. Tapi jangan berikan makanan panas, pedas, atau buah jeruk, yang bisa membuat sariawan terasa lebih sakit.

Salah satu cara menyembuhkan sariawan yang bisa Ibu gunakan adalah krim, tapi gunakan dengan hati-hati ya karena bisa menimbulkan rasa sakit. Campurkan 1 bagian hidrogen peroksida dan 1 bagian air. Perlahan oleskan campuran ini pada sariawan dengan menggunakan kapas. Lanjutkan dengan mengoleskan susu. Lakukan tiga atau empat kali sehari sebagai cara menyembuhkan sariawan.

Bila bayi terlihat sangat tidak nyaman, tanyakan dokter tentang pemberian dosis pereda sakit seperti acetaminophen atau ibuprofen. Jangan pernah berikan aspirin sebagai cara menyembuhkan sariawan, sebab aspirin bisa memicu penyakit mematikan bernama sindrom Reye pada anak dengan infeksi virus.

Sariawan merupakan luka terbuka yang menyebar pada lapisan mulut. Ukurannya bervariasi mulai dari beberapa milimeter hingga beberapa inci. Ibu perlu bicara pada dokter ketika melihat sariawan di mulut bayi. Sariawan bisa terasa sangat sakit, sehingga Ibu perlu tawarkan pereda sakit sesegera mungkin sebagai cara menyembuhkan sariawan.

Rasa sakit bisa menjalar ke bagian dalam gusi, pipi, lidah, atau bibir. Sariawan biasanya membaik setelah beberapa lama. Butuh sekitar 7 hingga 10 hari sebelum sariawan sembuh. Berikut ini beberapa pilihan cara menyembuhkan sariawan:

  • Tersedia pilihan pengobatan yang berbeda-beda. Dokter bayi Ibu bisa menentukan cara menyembuhkan sariawan paling tepat setelah mendiagnosis kondisi bayi
  • Susu formula atau ASI yang dingin bisa memberi rasa nyaman pada bayi
  • Bayi bisa diresepkan obat luar, krim, atau jel untuk mengobati sariawan
  • Pereda sakit seperti acetaminophen bisa disarankan untuk meredakan rasa sakit akibat sariawan.

 

Mengurangi risiko sariawan pada bayi

Ibu sebenarnya tidak bisa melakukan apa-apa untuk mencegah sariawan berkembang di bagian dalam mulut bayi. Tapi Ibu bisa melakukan beberapa hal untuk memastikan risiko kembalinya sariawan berkurang:

  • Pastikan bayi mendapat tidur yang cukup
  • Mengikuti rutinitas yang teratur
  • Pastikan bayi tidak mengalami stres
  • Bayi harus makan di waktu yang sama
  • Kurangi asupan makanan asam seperti chery, nanas, stroberi, dan buah jeruk.

Umumnya sariawan sembuh dalam dua minggu. Namun jika sakitnya belum berkurang, coba alternatif cara menyembuhkan sariawan berikut ini;

 

1. Salep

Beberapa salep buatan sendiri akan membantu mengatasi sariawan pada anak secara alami:

  • Gunakan air dan hidrogen peroksida dengan takaran yang sama. Campur kedua bahan dan gunakan pada luka yang harus diikuti oleh penggunaan susu. Ini membuat sariawan sembuh dengan cepat. 
  • Gunakan susu secara teratur untuk membantu meredakan rasa sakit. 
  • Celupkan kapas ke baking soda dan air lalu gunakan pada sariawan untuk membantu penyembuhan. 

 

2. Obat kumur

Obat kumur alami juga terbukti efektif sebagai cara menyembuhkan sariawan pada anak:

  • Campurkan 2 ounce air dengan 2 ounce hidrogen peroksida, satu sendok teh garam, dan satu sendok teh baking soda. Bilas mulut 4 kali sehari dengan larutan ini untuk mempercepat penyembuhan. 
  • Sering berkumur dengan campuran satu gelas air hangat dan setengah sendok teh garam juga dapat membantu proses penyembuhan. 

 

3. Obat

Obat yang mengandung glycerin atau proksida akan membantu meredakan sariawan. Gunakan obat  secara teratur sebagai cara menyembuhkan sariawan.

 

4. Kantong teh

Teh hitam mengandung tannin yang membantu meredakan rasa sakit. Menggunakan kantong teh hitam sebagai cara menyembuhkan sariawan bisa meredakan rasa sakitnya.

 

Beberapa hal yang perlu diingat:

  • Penting untuk memperhatikan makanan yang dikonsumsi anak. Hindari makanan pedas atau asam. 
  • Gunakan sikat gigi berbulu halus untuk anak. 
  • Hindari pasta gigi dan obat kumur yang mengandung Sodium lauryl sulfate, untuk mengatasi sariawan. 

 

5. Madu

Kandungan anti mikroba yang ada di madu membantu sariawan sembuh lebih cepat. Gunakan sedikit madu pada sariawan. Jangan khawatir si kecil menolak, sebab rasa madu yang enak pasti disukai si kecil. Itulah mengapa madu menjadi salah satu cara menyembuhkan sariawan paling disukai. Tapi hati-hati ya Bu, penggunaan madu tidak bisa diberikan pada anak dengan usia kurang dari 1 tahun karena bisa menimbulkan botulisme.

 

6. Lidah buaya

Tanaman lidah buaya juga sangat bagus sebagai cara menyembuhkan sariawan. Ibu bisa gunakan jel lidah buaya langsung pada sariawan. Bahkan sisa jel bisa Ibu gunakan pada wajah atau rambut karena tanaman ini memiliki manfaat untuk kecantikan dan kesehatan.

 

7. Minyak kelapa

Cara menyembuhkan sariawan lainnya bisa Ibu temukan di rak dapur rumah Minyak kelapa, susu, dan air kelapa, ketiganya bisa digunakan untuk meredakan sariawan. Minyak kelapa bisa digunakan langsung pada sariawan, susu bisa digunakan untuk berkumur, dan konsumsi air kelapa membantu proses penyembuhan.

 

Jika semua cara menyembuhkan sariawan di atas tak kunjung membuahkan hasil, maka ada baiknya segera menindaklanjuti pemeriksaan ke dokter. Pastikan Ibu memenuhi jadwal kunjungan dan hubungi dokter bila anak mengalami masalah. Ada baiknya Ibu tahu hasil tes anak dan simpan daftar obat yang anak minum.

 

Merawat bayi yang sariawan di rumah

Lakukan hal berikut ketika merawat buah hati yang sariawan di rumah:

  • Berikan anak makanan yang lembut, mudah dikunyah, dan ditelan. Bisa berupa es krim, keju, atau yoghurt.
  • Potong makanan jadi bagian kecil atau haluskan makanan. Ini membuat anak lebih mudah mengunyah dan menelan makanan.
  • Meski sariawan sudah sembuh, anak masih perlu menghindari konsumsi coklat, makanan asin dan pedas, buah jeruk, kacang, dan tomat.
  • Untuk meredakan sariawan dan membantu penyembuhan, gunakan obat seperti Anbesol atau Orabase. Bila anak di bawah usia 2 tahun, tanyakan ke dokter apakah Ibu boleh memberikan obat untuk mengurangi rasa sakit.
  • Gunakan es pada sariawan anak untuk meredakan sakit.
  • Jangan berikan dua atau lebih obat pereda sakit di waktu yang sama kecuali dokter meresepkannya. Banyak obat pereda rasa sakit mengandung acetaminophen. Terlalu banyak acetaminophen bisa berbahaya.

 

Cara menyembuhkan sariawan dengan makanan

Sariawan menyebabkan gerakan mulut terasa sakit. Luka kecil pada mulut atau gusi bisa disebabkan cedera, kekurangan vitamin, stres, ketidakseimbangan kimia tubuh, alergi makanan, atau makanan yang asam seperti nanas, tomat, dan jeruk.

 

Makanan bisa jadi obat untuk melawan bakteri dan mengurangi rasa tidak nyaman karena sariawan.

 

1. Yoghurt

Yoghurt mengandung kultur aktif lactobacillus acidophilus yang bertindak mengatasi sariawan dengan mengirim bakteri bermanfaat untuk melawan bakteri jahat di mulut. Konsumsi setidaknya 4 sendok makan yoghurt setiap hari untuk mencegah sariawan dan 8 ounce yoghurt setiap hari untuk mengatasi sariawan.

 

2. Sayuran

Sayuran hijau mensuplai vitamin B kompleks. Vitamin ini dapat menurunkan stres di tubuh yang menjadi pemicu umum berkembangnya sariawan. Sariawan juga mengindikasikan kekurangan zat besi, jadi penting untuk mengonsumsi makanan yang mengandung mineral ini. Sebagai tambahan, penuhi asupan wortel pada anak karena kandungan beta-karoten yang tinggi bisa jadi cara menyembuhkan sariawan yang cukup ampuh. 

 

3. Madu dan kunyit

Orang banyak menggunakan kunyit ketika jari terpotong saat memasak di dapur. Kunyit mengandung anti peradangan, antiseptik, dan anti bakteri yang mempercepat proses penyembuhan. Pasta dari kunyit dan madu tidak hanya membantu meredakan rasa sakit tapi juga bisa menjadi cara menyembuhkan sariawan secara cepat. 

 

4. Mentega susu

Mentega susu mengandung asam laktat yang membantu mengekang pertumbuhan dan aktivitas bakteri. Jangan ragu untuk menggunakan mentega susu sebagai cara menyembuhkan sariawan. Ibu bisa juga berikan mentega susu untuk diminum setiap hari ke bayi di atas usia 8 bulan dan batita.

 

Apakah Ibu mengalami sariawan saat hamil?

Sariawan butuh waktu untuk sembuh dan bisa kembali terjadi beberapa kali. Selama hamil Ibu perlu berhati-hati melawan pertumbuhan sariawan di mulut. Ada banyak jenis sariawan bergantung penyebabnya oleh virus atau alergi, tapi yang paling umum adalah aphthous stomatitis, ciri-cirinya berukuran kecil, berwarna putih, dan tidak menular. Penyebabnya tidak diketahui tapi bisa karena kurang tidur, kurang asupan nutrisi, lelah, dan sistem kekebalan tubuh yang menurun.

Janin mengonsumsi nutrisi yang Ibu miliki dan ini bisa mengurangi nutrisi Ibu dan menyebabkan terbentuknya sariawan. Umumnya hal ini terjadi di trimester kehamilan pertama ketika tingkat hormon berubah dan sariawan terbentuk lebih mudah pada lidah atau pada bagian dalam mulut.

Sariawan membuat makan dan menelan ludah jadi terasa sakit. Tapi tidak makan karena rasa sakit akan lebih jauh menurunkan jumlah nutrisi di tubuh serta menghambat penyembuhannya. Biarkan sariawan sembuh secara alami tapi bila ini menyebabkan rasa sakit berlebihan, jangan segan untuk menghubungi dokter.

Di toko obat ada banyak pilihan cara menyembuhkan sariawan. Tapi hindari melakukan diagnosa sendiri dan memutuskan obat atau salep mana yang perlu Ibu gunakan selama hamil. Salep yang mengandung steroid harus dihindari calon ibu dan hanya digunakan sesuai resep dokter.

Ibu mungkin pernah mendengar kalau penggunaan obat sariawan membuat janin mengalami cacat. Sebenarnya, belum ada penjelasan ilmiah untuk hubungan keduanya jadi tidak perlu terlalu cemas dengan hal ini.

Selama hamil, ada beberapa hal yang Ibu perlu lakukan untuk mencegah pertumbuhan sariawan di dalam mulut.

 

1. Menjaga kebersihan mulut

Bila Ibu selalu menjaga kebersihan mulut dan gigi, maka hal ini jauh lebih penting di saat hamil. Beberapa wanita hamil mengalami kesulitan menggosok gigi ketika mengalami morning sickness. Untuk mencegah sariawan, Ibu perlu menjaga area mulut tetap bersih. Pastikan membiasakan diri menggosok gigi setelah makan.

Hormon kehamilan bisa menyebabkan perubahan pada gusi dan menyebabkannya mudah bengkak dan berdarah. Ketika gusi jadi lebih sensitif, pilih sikat gigi dengan bulu halus agar tidak terasa sakit.

 

2. Pola makan seimbang

Tidak mendapat asupan vitamin yang cukup juga bisa menyebabkan sariawan lho, Bu. Pencegahan lebih baik daripada mengobati. Pasalnya, setelah sariawan terbentuk, mengubah pola makan mungkin tidak lagi begitu efektif.

Alih-alih mencari cara menyembuhkan sariawan, cobalah untuk mencegahnya agar tidak terjadi. Untuk itu, Ibu perlu secara aktif mengonsumsi vitamin A, B, dan C untuk memperkuat membran lendir di dalam mulut. Sayuran hijau atau kuning seperti wortel, bayam, serta buah seperti kiwi dan stroberi bisa mensuplai vitamin untuk melawan sariawan.

Sariawan bisa menyebabkan efek penyakit periodontal, yakni penyakit-penyakit yang berhubungan dengan gigi. Penelitian terbaru menunjukkan penyakit periodontal menyebabkan kelahiran prematur. Aduh, jangan sampai ya Bu! Pastikan menjaga gusi dan gigi tepat sehat agar bebas dari sariawan selama periode kehamilan. Pada akhirnya, semua demi kebaikan si kecil.

 

(Ismawati, Yusrina / Dok. Pixabay)