Keluarga Dibaca 735 kali

16 Tips Perencanaan Keuangan untuk Pasangan Baru

Share info ini yuk ke teman-teman
Stephanie

Terakhir diperbaharui 17 Juli, 2019 06:07

16 Tips Perencanaan Keuangan untuk Pasangan Baru

Apa, sih, perencanaan keuangan itu? Adalah proses yang berkelanjutan untuk membantu Anda membuat keputusan yang baik mengenai keuangan, untuk meraih apa yang menjadi tujuan Anda. 

Definisi lainnya, perencanaan keuangan adalah sebuah proses, metode jangka panjang untuk mengatur keuangan Anda dengan bijak, untuk mencapai tujuan dan keinginan, sambil mengatasi masalah keuangan yang mungkin akan dihadapi. Hal utama yang mesti ditentukan adalah apa yang menjadi tujuan Anda, kemudian dieavaluasi dan dianalisa. Barulah rencana bisa dikembangkan dan diterapkan. Perencanaan keuangan mesti terus dipantau dan disesuaikan jika harus. 

Sejak kecil pastinya kedua orangtua kita sudah mulai mengajari kita bagaimana caranya membuat perencanaan keuangan, hanya saja, caranya masih sangat sederhana. Misalnya, uang jajan yang kita sisihkan atau uang yang kita dapat sebagai hadiah, kita tabung untuk membeli sesuatu yang kita inginkan. Ketika dewasa, cara kita merencanakan keuangan, akan semakin meningkat, seperti menerima gaji, dan mengatur keuangan untuk mencukupi kebutuhan pribadi dan membantu orangtua.

Saat merencanakan pernikahan, kedua calon mempelai mesti mulai memikirkan kebutuhan bersama, seperti biaya acara pernikahan, dan setelah menikah, maka fokusnya akan berubah, yaitu memprioritaskan kebutuhan keluarga, bukan lagi untuk membeli kebutuhan pribadi atau barang-barang yang kita impikan. Pun, bagaimana cara kita merencanakan dan menjalankannya mesti menyesuaikan dengan pasangan. Nggak, bisa lagi, tuh, merencanakan keuangan seperti semau kita saja.

Betul banget, bahwa berbeda pasangan, pastinya berbeda pandangannya soal perencanaan keuangan. Contoh, ada kepala rumah tangga yang memercayakan soal keuangannya pada istri untuk me-manage, ada yang memberikan sebagian pendapatannya untuk diurus oleh istri, ada juga yang mengaturnya bersama. 

Apa pun yang menjadi pandangan Anda, berikut beberapa tips untuk perencanaan keuangan yang bisa Anda terapkan.

 

1. Menentukan Goals

Yuk, duduk bersama untuk membahas seperti apa perencanaan keuangan yang sesuai dan nyaman untuk kita dan pasangan. Pastinya, tujuan utamanya adalah untuk kebutuhan bersama. Goals bisa dibagi menjadi dua, misalnya tujuan A, yaitu menabung untuk membeli tempat tinggal, kendaraan dan biaya melahirkan. Sedangkan tujuan B untuk biaya liburan keluarga atau modal usaha.

 

2. Menyamakan Misi 

Setelah Anda dan pasangan membuat daftar kebutuhan, maka aturlah bagaimana cara Anda akan menjalankan perencanaan tersebut. 

Misalnya, karena biaya membeli rumah yang paling berat, maka 20% dari penghasilan masing-masing akan ditempatkan ke tabungan untuk rumah, dan 5% untuk biaya asuransi kesehatan. Contoh lainnya adalah, sisa penghasilan Anda berdua dimasukkan ke tabungan untuk beribadah, jalan-jalan dan untuk mengganti kendaraan. Cara lainnya, misalnya, sebagian penghasilan suami untuk ditabung ke kebutuhan yang besar, sedangkan sebagian penghasilan istri, untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

 

3. Menabung Untuk Kebutuhan Hamil dan Melahirkan

Jangan anggap enteng biaya ini, ya. Biaya kehamilan ini juga mesti dipersiapkan sejak awal. Untuk hamil, pastinya Anda dan pasangan mesti sama-sama sehat, misalnya rutin mengonsumsi vitamin, makanan sehat dan berkonsultasi dengan dokter kandungan. Nah, biayanya, nggak, sedikit, loh. Belum lagi nanti jika Anda hamil, selain mesti memenuhi kebutuhan gizi Anda dan janin, Anda juga perlu memeriksakan kondisi kandungan secara rutin.

Tabungan untuk biaya melahirkan adalah yang paling penting. Kita tidak tahu kapan dan bagaimana kita mesti melahirkan nanti. Bisa saja, kan, tiba-tiba Anda mesti melahirkan bayi prematur, atau melahirkan dengan cara sesar yang sangat mahal, apalagi jika Anda tinggal di kota besar.

 

4. Merencanakan Biaya Sekolah Anak

Biaya sekolah anak adalah salah satu yang jumlahnya paling besar di dalam perencanaan keuangan untuk keluarga. Selain mahal, durasinya juga sangat panjang. Ada baiknya Anda mulai membuat asuransi pendidikan untuk anak sejak dini. Uang ini nantinya, bisa mulai digunakan ketika anak akan masuk TK atau bahkan playgroup. Semakin cepat Anda menabung, maka biaya yang dikeluarkan untuk masuk sekolah nanti akan semakin ringan.

Jika mampu, biaya pendidikan yang ditabung sebaiknya untuk sampai anak kuliah. Dengan bekal dari Anda, anak bisa fokus belajar, tanpa perhatiannya terbagi karena mesti sambil bekerja. Agar lebih aman, jika memungkinkan, Anda masih dalam masa produktif selagi anak berkuliah nanti. 

 

5. Melakukan Proteksi Kesehatan

Punya asuransi kesehatan itu penting. Beberapa tips untuk asuransi kesehatan, di antaranya, pilih kantor yang memberikan tunjangan kesehatan dengan baik, termasuk memberikan jaminan kesehatan untuk keluarga, seperti pasangan dan anak. Punya asuransi kesehatan pribadi juga sangat disarankan, jadi, nggak, hanya mengandalkan asuransi kesehatan dari kantor atau reimbursement, ya, karena belum tentu mencukupi.

Asuransi kesehatan jangan asal pilih apalagi asal murah. Pastikan dulu, perusahaannya bonafit dan terpercaya. Jikalau ada, ambil asuransi kesehatan yang bisa memberikan manfaat double cover, karena satu asuransi saja biasanya belum cukup. Banyak orang enggan menggunakan asuransi kesehatan pribadi, karena biayanya mahal dan manfaatnya, nggak, bisa dirasakan langsung atau cepat. Namun, ini bakal sangat bermanfaat seandainya suatu hari kita ditimpa kemalangan.

Adanya asuransi ini, nggak, hanya menolong saat kita sakit dan membutuhkan biaya berobat, tapi juga memaksimalkan pengobatan dan meminimalisir kita berhutang biaya rumah sakit. 

 

6. Merencanakan Dana Pensiun

Sesuai dengan judulnya, makan dana pensiun dikumpulkan selagi kita berada di dalam masa produktif. Sekarang ini, memang sudah ada program untuk jaminan hari tua, tapi ada baiknya, nggak, hanya mengandalkan itu dan sangat disarankan untuk memiliki backup. 

Tidak sedikit orang yang akhirnya kesulitan di masa tuanya karena tidak siap secara finansial, malah banyak juga yang akhirnya terpaksa berhutang demi memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Jika mau berpikir panjang, mungkin kita merasa bisa mengandalkan anak-anak kita di hari tua nanti. Tapi pikirkan lagi, anak-anak kita belum tentu memiliki kemampuan untuk menopang hidup kita dan pasangan.

Selain tabungan dalam bentuk uang, juga disarankan Anda punya dana pensiun dalam bentuk usaha. Jika cuma dalam bentuk uang, kan, bisa habis dengan mudahnya, nah, kalau kita memiliki usaha, setidaknya kita memiliki aset dan masih bisa menerima keuntungan. Dana pensiun juga memungkinkan Anda dan pasangan tetap hidup mandiri dan berdaya di masa tua.

 

7. Tabungan untuk Sesuatu yang Tidak Terduga

Kita boleh membuat perencanaan keuangan yang amat rapi dan matang, tapi kehidupan bisa berkata lain. Makanya, selalu siapkan uang untuk sesuatu yang tidak bisa kita prediksi sebelumnya. Misalnya, seandainya tiba-tiba kendaraan kita rusak, orangtua sakit atau harus mengganti ponsel, dengan tabungan ini, kita sudah bersiap.

 

8. Ubah Penerima Manfaat

Apa, sih, maksudnya mengubah penerima manfaat? Contohnya pada asuransi kesehatan. Sebelum kita menikah, biasanya penerima manfaat asuransi jikalau kita mengalami sesuatu, adalah ibu kandung atau adik. Nah, setelah kita menikah, nama penerima manfaat asuransi kita sebaiknya diubah, menjadi pasangan atau anak kita.

 

9. Saling Terbuka Satu Sama Lain

Mulai terbuka soal keuangan satu sama lain ini seharusnya sudah dilakukan mulai dari merencanakan pernikahan. Yang wajib diketahui oleh pasangan ialah seandainya Anda memiliki cicilan dan hutang. Informasikan juga, jika Anda memiliki aset dan tabungan lainnya. Mengatur keuangan juga, nggak, boleh egois, ya, nggak, boleh, yang satu merasa harus diutamakan karena menghasilkan uang lebih banyak.

 

10. Selesaikan Hutang dan Cicilan

Selesaikan cicilan dan hutang dengan tuntas saat melakukan perencanaan keuangan. Misalnya, pasangan Anda memiliki cicilan mobil atau rumah yang sudah dilakukan dari sebelum menikah. Banyak juga, pasangan yang berhutang atau mencicil biaya acara pernikahan dan bulan madunya. Hutang dan cicilan ini mesti diselesaikan dengan segera, karena bisa membebani keuangan keluarga, bahkan Anda bisa membawa keluarga Anda ke dalam masalah. 

Dalam menyelesaikan hutang dan cicilan pun, mesti dilakukan dengan cara yang baik, contoh, jangan melunasi hutang A dengan melakukan hutang B, atau jangan dengan menggadaikan sesuatu, karena justru bisa menambah masalah dan jangan membuat cicilan baru, sebelum cicilan yang sebelumnya lunas.

   

11. Cermat

Selalu membuat perhitungan dengan cermat saat melakukan perencanaan keuangan. Contohnya, Anda dan pasangan ingin mengontrak rumah agar bisa belajar hidup mandiri. Tapi coba, deh, Anda hitung kembali, asalkan Anda mau bersabar, maka uang yang tadinya akan Anda bayar untuk mengontrak rumah, jika ditabung, maka dalam beberapa tahun ke depan, uang tersebut bisa dikumpulkan untuk membayar DP rumah. Contoh lainnya adalah ketika membeli alat elektronik untuk kebutuhan sehari-hari. Lebih baik membeli kulkas A yang lebih mahal tapi hemat listrik, daripada murah tapi watt-nya besar.

 

12. Segera Memulai Usaha Sampingan

Memulai usaha sampingan, jangan menunggu ‘nanti’. Usaha sampingan ini sebaiknya settled setelah Anda berhenti bekerja dari kantor dan akan menjadi pendapatan utama Anda. Kalau Anda belum punya pengalaman soal usaha sampingan ini, mulailah dengan skala kecil, meskipun Anda punya modal yang kuat. Penggunaan modal yang besar juga berisiko membuat Anda lebih banyak rugi kalau usaha tidak berjalan lancar. 

Sama seperti pengalaman bekerja di kantor, trial and error dalam usaha sampingan ini, bakal membuat pengalaman Anda meningkat dan mencapai sukses nantinya. Bisnis ini, jika dikelola dengan baik, bahkan nantinya bisa diturunkan ke anak-anak Anda, ditambah lagi, Anda akan bisa membantu banyak orang atau keluarga, dengan membuka lapangan pekerjaan.

 

13. Cari Pekerjaan Sampingan

Banyak juga, ya, yang mesti ditabung? Lalu, bagaimana jika penghasilan Anda belum mencukupi untuk menabung? Cobalah untuk mencari pekerjaan sampingan. Side job juga bisa membantu Anda punya uang tambahan untuk kebutuhan tambahan, misalnya untuk memenuhi impian jalan-jalan. Side job juga menambah pengalaman dan ilmu Anda.

Manfaatkan koneksi, pengalaman dan pastinya kemauan. Melakukan pekerjaan sampingan ini, nggak, mudah, karena bisa mengurangi waktu Anda beristirahat, waktu Bersama keluarga dan membutuhkan tenaga ekstra. 

 

14. Jangan Pindah-pindah Kantor

Dikenal dengan istilah ‘kutu loncat’, maksudnya, adalah seseorang yang dengan mudah pindah ke kantor lain, karena alasan tidak betah atau cuma karena ada sedikit kenaikan gaji. Pada masanya, memang ada baiknya kita mencari kantor lain, apalagi jika gaji yang diberikan sudah, nggak, mencukupi kebutuhan kita atau kemampuan kita tidak berkembang.

Tapi, jangan mudah pindah kantor hanya karena gaji yang ditawarkan lebih besar. Keep in your mind, nggak, selamanya gaji besar itu ‘indah’, bisa jadi suasana kerja di tempat baru tersebut, tidak nyaman, atau fasilitasnya buruk. Gaji yang besar juga berarti tanggung jawab yang lebih berat, dan belum tentu Anda mampu mengatasinya. 

Hal lainnya, adalah pindah karena persaingan kerja yang tidak sehat. Ingat, nih, di setiap kantor, pasti ada saja beberapa orang yang bakal bikin Anda kesal dan merasa tidak betah, jadi, ketika pindah di kantor baru nanti, Anda tetap akan bertemu dengan orang-orang seperti itu. Bertahan di kantor, bisa membuka kesempatan Anda untuk naik jabatan, yang artinya penghasilan dan fasilitas yang Anda terima pun bakal membaik. 

 

15. Saling mengingatkan

Kalau diingatkan oleh pasangan agar tidak boros, nggak, boleh marah, ya. Ditegur bukan berarti Anda salah, diingatkan bukan berarti pasangan Anda cerewet, tapi hal ini baik, loh, supaya Anda tidak mengalami masalah. Saling mengingatkan juga penting, misalnya jika ada cicilan yang hampir jatuh tempo.

 

16. Saling Percaya

Membangun dan menjaga kepercayaan itu penting di dalam sebuah hubungan, nggak, terkecuali soal perencanaan keuangan. Jangan lupa memberi tahu atau meminta izin pasangan jika kita butuh menggunakan uang tabungan. Selain bisa merusak perencanaan keuangan yang sudah dibuat, hal begini juga bisa merusak hubungan Anda dengan pasangan.

 

Nah, untuk menjalankan perencanaan keuangan di atas, sekiranya ada tiga hal utama yang paling penting, yaitu bekerja, berhemat dan menabung. 

  

A. Bekerja

Yah, bagaimana mau mendapat uang kalau kita malas berusaha? Sekalipun Anda beruntung, jika orangtua Anda memberikan banyak bekal buat Anda, tapi jika, nggak, dikelola dengan baik, pastinya cepat atau lambat, akan habis juga, kan? Bekerja juga, nggak, boleh pantang menyerah, jika gagal, maka Anda mesti mencoba lagi. Life is a never ending struggle, jadi sampai kapan pun kita masih tetap mesti berusaha.

  

B. Berhemat

Setelah bekerja dan menerima penghasilan, maka kita mesti berhemat, supaya bisa menabung. Salah satu trik berhemat yang cukup mudah untuk diterapkan adalah dengan membuat pos-pos pengeluaran. Misalnya, biaya makan, tagihan listrik, uang bensin, dst, sesuai dengan kebutuhan. Tiap pos, dihitung kebutuhannya untuk satu bulan, kemudian dipisah dan dimasukkan ke dalam amplop masing-masing.

Kunci dari perencanaan keuangan per pos ini, adalah menggunakan uang seperti yang sudah direncanakan. Jadi, Anda mesti pintar-pintar mengatur uang sesuai jumlah yang tersedia. Agar rencana ini berhasil, kuncinya adalah Anda dan pasangan mesti disiplin dan konsisten. Jadi, nggak, boleh, tuh, sedikit-sedikit menarik uang dari tabungan.

Tips sederhana untuk berhemat lainnya, misalnya mengurangi biaya makan di luar. Tidak perlu malu untuk membawa bekal dari rumah. Anda juga bisa memasak makanan sendiri, sekarang ini sudah banyak, kok, bumbu masakan praktis yang bakal mempermudah kegiatan Anda di dapur. Untuk pasangan Anda, misalnya mengurangi kebiasaan merokok. Kan, selain memicu banyak penyakit, merokok juga sama saja dengan membuang uang.

 

C. Menabung

Jika Anda mau berhemat, maka Anda bisa menabung. Menabung memang, nggak, gampang, apalagi kalau kita terbiasa hidup boros, tapi nanti jika Anda sudah merasakan manfaatnya, dijamin, nggak, terasa berat, lagi, deh.

   

Bekerja, berhemat dan menabung adalah satu kesatuan. Tiga hal ini ibaratnya sebuah circle yang berkaitan satu sama lain dan berkelanjutan dalam perencanaan keuangan.

    

(Stephanie / Dok. Freepik)