Keluarga Dibaca 324 kali

5 Cara Mengajarkan Anak Makan Sendiri

Share info ini yuk ke teman-teman
Yusrina
5 Cara Mengajarkan Anak Makan Sendiri

Mengajarkan anak makan sendiri, khususnya balita, adalah tantangan bagi orang tua. Setiap anak memiliki kemampuan adaptasi kebiasaan baru yang berbeda-beda, ada yang cepat menyesuaikan diri dan ada pula yang membutuhkan latihan berkali-kali. Tak perlu terburu-buru, melihat proses belajar si kecil adalah pengalaman yang akan dirindukan orang tua saat anak beranjak dewasa.Termasuk melihatnya belajar menyuapkan makanan ke mulut kecilnya sendiri!

Manfaat Mengajarkan Anak Makan Sendiri

Ada banyak manfaat bagi si kecil yang mau belajar makan sendiri. Perkembangan kemampuan motorik anak akan meningkat pesat, dibanding yang belum bisa makan sendiri. Aktivitas motorik halus akan terasah ketika anak belajar menggenggam, menggunakan sendok, menyuapi makanan sendiri, dan sebagainya. 

Kegiatan makan sendiri ini juga memancing anak untuk melakukan eksplorasi terhadap makanan, baik dari segi rasa, warna, tekstur, aroma, dan temperaturnya. Salah satu skill yang juga akan terasah ketika anak diajarkan untuk makan sendiri adalah mengenali kapan ia merasa lapar, dan kapan harus berhenti makan. 

Hm, banyak juga ya keuntungannya, tapi dari mana kita harus memulai? Kapan waktu yang tepat mengajarkan anak makan sendiri dan bagaimana cara agar si kecil tidak trauma? 

Kapan Mulai Mengajarkan Anak Makan Sendiri?

Dilansir dari Parenting, mengajarkan anak makan sendiri sebaiknya dimulai sejak umur 6-8 bulan, yakni ketika pertama kali mulai mengonsumsi MPASI. Mencapai fase makan secara mandiri sangat penting bagi anak, terutama ketika diajarkan sejak dini. Selain melatih kemampuan motorik halus anak, kegiatan makan secara mandiri ini juga bisa menstimulus si kecil untuk mengenali intuisi rasa lapar dan kenyang yang dirasakannya. 

Semakin dini Ibu mengajarkan anak makan sendiri, maka kemampuan motorik dan kognitifnya pun akan lebih cepat berkembang melampaui anak seusianya. Namun, ada baiknya memperhatikan beberapa langkah di bawah ini agar tidak menimbulkan trauma ketika mengajarkan anak makan sendiri.

5 Langkah Mengajarkan Anak Makan Sendiri 

Ada banyak cara untuk melatih anak agar dapat makan sendiri. Tak perlu bingung, kami sudah rangkum 5 langkah mengajarkan anak makan sendiri dikutip dari Parents. Aktivitas belajar makan sendiri yang dikenal dengan self-feeding merupakan proses penting yang tidak boleh dilewatkan dalam tumbuh-kembang anak. 

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan, seperti: 

  1. Pengaturan Tempat

    Langkah awal yang perlu dilakukan saat mengajarkan anak makan sendiri adalah mengatur tempat makannya. Idealnya, Ibu bisa mengatur tempat dengan mempertimbangkan beberapa aspek berikut:

    • Kursi yang tinggi dan terhubung dengan meja makan, atau meja dan kursi khusus untuk makan balita. 

    • Sendok dan garpu berukuran sesuai dengan tangan anak yang mudah untuk digenggam, berbahan plastik yang aman digunakan (BPA Free).

    • Piring dan mangkuk dengan sisi terangkat yang mencegah makanan tumpah.

    • Alas piring anti selip agar alat makan tidak mudah bergeser.

    • Pastikan alat-alat makan tersebut menggunakan bahan yang aman digunakan, bentuknya ergonomis, mudah digenggam, serta memiliki warna dan desain gambar yang menarik untuk anak.

  2. Waktu Makan Teratur

    Hal lain yang tidak kalah penting yaitu mengatur jadwal makan yang sama setiap harinya. Sebab, anak suka dengan hal-hal yang mudah diprediksi, jadi aturlah jadwal makan anak di jam yang sama setiap harinya sesuai dengan keleluasaan orangtua atau pengasuh di rumah. Misal, sarapan setiap hari pukul 7 pagi, makan siang pukul 12, dan seterusnya. Tambahkan juga jadwal untuk cemilan di antaranya dengan jarak 2-3 jam dari jadwal makan. Keteraturan jadwal makan ini akan melatih perut dan juga mental anak untuk lebih bisa beradaptasi. Mengajarkan anak makan sendiri pun semakin mudah saat si kecil terbiasa.

  3. Sajikan Jenis Makanan yang Tepat

    Anak biasanya baru bisa makan sendiri di usia sekitar 9 bulanan, namun Ibu perlu memperhatikan jenis-jenis makanan yang sesuai disajikan untuknya. Sajikan jenis makanan yang teksturnya lembut dan bergizi, seperti pisang, labu yang sudah dikukus hingga matang, sereal rendah gula khusus balita, atau keju yang lunak. Ibu bisa menyajikan makanan dalam porsi kecil terlebih dahulu untuk fingerfood, biarkan anak mencoba makan sendiri sampai habis dan minta tambah. Jangan lupa variasikan makanan yang disajikan dengan jenis makanan baru agar anak bisa mengenal berbagai macam makanan.

  4. Fokus Mendampingi Saat Anak Makan

    Waktu makan adalah saat yang tepat bagi Ibu untuk memperkuat bonding dengan si kecil. Jangan lewatkan kesempatan ini dengan distraksi pekerjaan atau kegiatan lainnya yang menyita perhatian Ibu. Kegiatan mengajarkan anak makan sendiri butuh perhatian khusus dan tidak bisa diseling dengan aktivitas lainnya. Jangan hanya meletakkan makanan dan membiarkan anak makan sendiri tanpa didampingi. Duduklah bersama anak Ibu, ajari nama makanan yang sedang dikunyah, apa warnanya, seperti apa rasanya, bagaimana tekstur makanannya, dan sebagainya. Lakukan interaksi sosial dan perhatian khusus ketika mengajari anak makan sendiri.

  5. Berantakan? Tidak apa!

    Sudah pasti, anak Ibu akan menjatuhkan makanan dan membuat semuanya terlihat berantakan. Inilah proses mengajarkan anak makan sendiri yang sesungguhnya. Siapkan kain lembap untuk membersihkan makanan yang jatuh dan tetap awasi anak saat sedang makan dengan perhatian penuh untuk menghindari kemungkinan anak jatuh dari kursi atau tersedak makanan.

Dengan mencoba 5 langkah di atas untuk mengajarkan anak makan sendiri, Ibu turut menyiapkan tumbuh-kembang anak dengan sebaik mungkin. Dalam perjalanan tentu akan banyak tantangan, seperti anak menolak makan sendiri dan ngambek minta Ibu suapi.

5 Alasan Mengapa Anak Susah Makan

Sudah mencoba berbagai cara tapi si kecil masih menolak makan? Alih-alih memaksanya menggerakkan sendok, lebih baik Ibu mencoba memahami alasan di baliknya. Siapa tahu anak mengalami kondisi tertentu yang susah diutarakan. Dilansir dari verywellhealth, ada beberapa alasan mengapa susah mengajarkan anak makan sendiri. Ada hal-hal yang membuat si kecil malas-malasan saat harus berhadapan dengan makanan, di antaranya:

  • Terinfeksi Virus

    Jika buah hati Ibu yang biasanya memiliki selera makan yang baik namun tiba-tiba kehilangan selera, maka bisa jadi ia sedang terserang virus.Tanyakan apakah ada bagian tubuhnya yang sakit lalu segera bawa ke dokter untuk pengobatan. Tentu saja proses mengajarkan anak makan sendiri susah tercapai apabila anak dalam kondisi kurang fit.

  • Konstipasi

    Anak yang susah buang air besar terkadang malu untuk mengatakan alasannya. Perhatikan intensitas si kecil ke kamar mandi dan ajak ia berbincang tentang hal ini. Mengajarkan anak makan sendiri akan lebih mudah ketika pencernaannya lancar.

  • Terlalu Sensitif

    Beberapa anak terlahir super sensitif terhadap rasa dan akan menolak memakan sesuatu yang tidak sesuai keinginannya. Mungkin juga ia tidak menyukai penataan hidangan yang sembarangan atau kurang bersih. Untuk memudahkan proses mengajarkan anak makan sendiri, Ibu bisa memilih menu yang disukai anak. Entah mengkreasikan bentuk, warna, dan penataan di piring.

  • Terdistraksi

    Apakah si kecil terbiasa makan sambil menonton TV atau menonton video lewat ponsel? Jika dibiarkan terus menerus, kebiasaan ini bisa merusak nafsu makan dan mengganggu pikiran mereka untuk fokus pada hidangan di depan mata. Keberadaan gawai pintar dan intensitas screen time atau main mobile games yang terlalu tinggi bisa menghambat proses mengajarkan anak makan sendiri.

  • Terlalu Banyak Pilihan Makanan

    Banyak makanan memang menyenangkan, tapi juga bisa membuat anak malas-malasan saat memilih lho! Pasalnya, anak-anak bisa menjadi bingung dan kemudian kehilangan nafsu makan. Cobalah untuk mempersempit pilihan, misalnya satu pilihan karbohidrat dengan dua lauk saja. 

Itu dia alasan mengapa anak susah makan. Terapkan latihan secara berkala sampai si kecil merasa nyaman beradaptasi dengan kebiasaan barunya. Perbanyak sabar dan tetap semangat ya, Bu, ingat semua ini demi kebaikan si kecil nanti. Semakin dini anak belajar makan sendiri, semakin cepat Ia menguasai berbagai kemampuan lainnya yang akan membantunya tumbuh mandiri. Maklumi si kecil jika masih makan dengan berantakan, beri dorongan moril agar ia tetap mau mencoba berbagai jenis makanan. Selamat mengajarkan anak makan sendiri!

Penulis: Yusrina
Editor: Dwi Ratih