Keluarga Dibaca 72 kali

Hai Generasi Sandwich, Ini Cara Mengatur Keuangan dengan Baik

Share info ini yuk ke teman-teman
Kristal
Hai Generasi Sandwich, Ini Cara Mengatur Keuangan dengan Baik

Pernah dengar tentang sandwich generation? Istilah ini merujuk pada orang-orang yang terjepit beban finansial ganda karena harus memenuhi kebutuhan anak-anak (atau diri sendiri) dan orang tua/keluarganya. Tantangan yang umum dihadapi para generasi sandwich adalah bagaimana cara mengatur keuangan sebaik mungkin dengan jumlah pemasukan yang terbatas.

Ya, selain kebutuhan sehari-hari, tentu kita juga perlu menyisihkan uang untuk pos lain seperti menabung, membayar cicilan, biaya sosial, dan lain-lain, bukan? Beban finansial ini ternyata bisa berdampak buruk ke psikologis seseorang. American Psychological Association (APA) bahkan menyebutkan bahwa ibu dari golongan generasi sandwich cenderung punya tingkat stres yang lebih tinggi, lho.

Menjadi bagian dari sandwich generation bukanlah hal mudah. Kita mesti pandai menemukan cara mengatur keuangan agar segala kebutuhan terpenuhi dengan baik sekaligus mencegah anak-anak kita terjebak di situasi yang sama kelak. Nah, berikut beberapa cara mengatur keuangan ala generasi sandwich yang bisa Ibu dan Ayah tiru:

  1. Komunikasi adalah Kunci

    Generasi sandwich wajib melakukan komunikasi terbuka tentang kondisi keuangan sebenarnya, tidak hanya kepada orang tua, tapi juga kepada pasangan dan anak-anak. Bicarakan dengan jelas soal kebutuhan apa saja yang termasuk kebutuhan primer atau sekunder, dan berapa banyak rupiah yang harus dialokasikan untuk itu.

    Membiasakan komunikasi terbuka akan membuat Ibu lebih mudah dalam menentukan strategi/cara mengatur keuangan, seperti mana pos yang sifatnya wajib, mana yang bisa ditunda, dan mana yang bisa dikesampingkan. Dengan begitu, kondisi finansial pun menjadi lebih stabil.

  2. Tetap Menabung

    Menyisihkan uang untuk ditabung atau diinvestasikan barangkali jadi hal tersulit yang harus dilakukan generasi sandwich. Namun, apa pun kondisinya, Ibu tetap harus menabung ya. Tidak peduli sesedikit apa pun jumlahnya, tetap paksakan diri untuk menabung.

    Cara mengatur keuangan dengan menabung akan menyelamatkan Ibu dari kebutuhan finansial jangka pendek maupun jangka panjang, seperti pendidikan anak, biaya rumah sakit untuk orang tua, renovasi rumah, dll.

    Menabung atau investasi juga merupakan bentuk persiapan yang baik untuk menghindarkan anak-anak terhimpit di situasi yang sama kelak saat mereka dewasa.

  3. Siapkan Dana Darurat

    Selain menabung, jangan lupa juga untuk selalu menyiapkan dana darurat, ya. Buat pos khusus dana darurat dan hanya gunakan uangnya untuk keperluan yang sifatnya betul-betul mendesak.

    Dana darurat adalah hal yang wajib dimiliki setiap generasi sandwich. Ingatlah bahwa setiap keluarga selalu memiliki risiko keuangan. Dana darurat atau emergency savings adalah salah satu cara mengatur keuangan yang akan membantu kita keluar dari masalah finansial. Misal ketika terkena PHK, usaha gulung tikar, atau ada anggota keluarga yang sakit dan membutuhkan biaya besar.

    Jumlah ideal dana darurat tergantung berapa banyak kepala yang Ibu tanggung kebutuhan finansialnya, lalu dikalikan dengan 6x gaji atau penghasilan bulanan. 

  4. Siapkan Dana Pensiun

    Cara mengatur keuangan berikutnya untuk para generasi sandwich adalah menyiapkan dana khusus pensiun. Ibu bisa menggunakan dana pensiun untuk merencanakan masa depan anak-anak agar mereka tidak jatuh di situasi yang sama.

    Ibu bisa menyimpan dana pensiun di rekening khusus yang terpisah dari rekening utama. Bisa juga memanfaatkan produk investasi seperti deposito, Surat Berharga Negara (SBN), reksa dana, dan sebagainya.

  5. Buat Alokasi Finansial dan Review Secara Berkala

    Untuk menyiasati keuangan keluarga, sandwich generation perlu menyusun perencanaan atau alokasi kebutuhan secara jelas. Buat daftar kebutuhan apa saja secara rinci dan berapa biayanya. Selain memudahkan Ibu dalam membagi penghasilan, cara mengatur keuangan ini juga akan menghindarkan Ibu dari belanja sesuatu yang tidak terlalu perlu.

    Selain membuat alokasi, jangan lupa review secara berkala. Misalkan Ibu bisa melakukan review atas pengeluaran bulan lalu; berapa jumlah uang yang dikeluarkan, kebutuhan apa yang bisa dipangkas, pos apa yang butuh biaya paling besar, dsb. 

    Dengan menerapkan cara mengatur keuangan tersebut, kondisi finansial Ibu atau Ayah pun akan lebih terkontrol. Tidak ada yang lebih menenangkan pikiran dibandingkan keluarga yang rukun dan urusan ekonomi yang lancar, kan?

  6. Tentukan Prioritas

    Bisa menentukan prioritas adalah salah satu skill yang wajib dimiliki generasi sandwich. Cara mengatur keuangan dengan membuat daftar prioritas akan membantu Ibu lebih mudah menentukan mana pos-pos yang sifatnya wajib, pelengkap, atau hanya lifestyle.

    Sebagai contoh, rencana menyekolahkan anak di sekolah prestisius berbiaya mahal mungkin bisa digeser dengan memasukkannya ke sekolah lain dengan biaya yang lebih terjangkau. Yang terpenting anak tetap bisa sekolah dan belajar dengan layak kan, Bu?

  7. Tentukan Jumlah Proporsional untuk Orang Tua

    Generasi sandwich punya kewajiban tambahan untuk selalu menyisihkan sebagian pendapatannya untuk diberikan kepada orang tua. Maka dari itu, usahakan untuk mengatur jumlah dana untuk orang tua seproporsional mungkin.

    Ya, tentukan anggaran yang realistis untuk membantu orang tua. Cara mengatur keuangan ini tidak berarti Ibu terlalu perhitungan atau bahkan pelit kepada orang tua, ya. Ingatlah bahwa Ibu juga punya keluarga dan anak-anak yang juga harus dipenuhi kebutuhannya.

    Membagi proporsi keuangan secara seimbang akan membuat kondisi ekonomi Ibu sebagai sandwich generation lebih stabil dan mapan. Dengan begitu, rencana-rencana ke depan pun bisa lebih mudah direalisasikan.

  8. Bicarakan dengan Pasangan

    Tahukah Ibu? Konflik dalam pernikahan seringnya didominasi oleh masalah keuangan, terutama jika salah satu atau bahkan kedua pasangan adalah generasi sandwich yang masih menanggung beban orang tuanya.

    Kondisi ini memang rentan memicu kesalahpahaman di antara suami istri. Untuk menghindari pertengkaran, sebaiknya usahakan untuk selalu berbicara dengan pasangan seterbuka mungkin. Jelaskan kondisi orang tua dan keluarga kita kepada pasangan tanpa ada yang ditutup-tutupi.

    Pengertian dan dukungan dari pasangan akan membuat segalanya terasa lebih mudah. Potensi konflik pun bisa dihindari karena semua pihak bisa saling memahami satu sama lain. 

  9. Edukasi Anak tentang Uang

    Jika Ibu atau Ayah tidak ingin anak-anak terjebak di kondisi yang sama kelak, bekali mereka dengan pengetahuan seputar cara mengatur keuangan sedini mungkin. Tips ini akan membuat anak lebih bertanggung jawab dan berhati-hati dalam membelanjakan uangnya.

    Bentuk literasi finansial yang bisa Ibu berikan ada banyak contohnya, misalnya cara mengatur keuangan mingguan atau bulanan, menabung, membeli sesuatu yang memang benar-benar diperlukan, bersedekah, dan sebagainya.

  10. Daftarkan Orang Tua Asuransi Kesehatan

    Cara mengatur keuangan untuk generasi sandwich juga termasuk mendaftarkan orang tua ke program asuransi kesehatan yang tepercaya. Hal ini akan mengurangi kekhawatiran Ayah/Ibu jika sewaktu-waktu orang tua membutuhkan pengobatan dengan biaya yang cukup besar.

Menjadi bagian dari generasi sandwich tentu bukan hal yang diinginkan siapa pun. Nah, semoga ulasan tentang cara mengatur keuangan di atas jadi panduan bermanfaat bagi Ayah dan Ibu dalam mengelola urusan finansial keluarga, ya.

Penulis: Kristal
Editor: Dwi Ratih