Kesehatan Dibaca 1,516 kali

Cara Menjaga Daya Tahan Tubuh Selama Pandemi Covid-19

Share info ini yuk ke teman-teman
Stephanie
Cara Menjaga Daya Tahan Tubuh Selama Pandemi Covid-19

Jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia semakin bertambah. Kasus virus corona pertama di Indonesia diumumkan pada tanggal 2 Maret 2020, dengan jumlah penderita sebanyak 2 orang. Keduanya adalah keluarga. Hingga tanggal 27 Maret 2020, pada informasi yang disediakan oleh covid19.go.id, penderita COVID-19 di Indonesia sudah mencapai 1.046 orang, dengan korban meninggal dunia sebanyak 87 orang.

Apa, sih, yang kira-kira bikin virus ini terus menyebar? Pertama, adalah kurangnya kesadaran untuk menjaga diri ketika sedang sakit. Padahal, sarannya sederhana saja, gunakan masker hingga bagian mulut dan hidung tertutup dengan baik, jadi ketika Anda bersin dan batuk, droplets tidak mengenai orang lain atau objek di sekitar Anda. 

Saran lainnya bagi yang sakit adalah dengan tetap di rumah dan jangan keluar terkecuali ada kebutuhan penting. Terakhir, jangan melakukan kontak fisik dan menjaga jarak dengan orang lain. Perlu Anda ketahui, bahwa nggak semua penderita virus corona menunjukkan gejala tertentu, jadi, mungkin saja Anda nggak sadar bahwa Anda sedang sakit.

Kedua, kurangnya kesadaran masyarakat untuk mematuhi peraturan ‘tetap di rumah’. Dengan diberlakukannya peraturan ini, maka sekolah diliburkan dan pekerja dihimbau untuk tetap bekerja dari rumah dan melakukan social distancing. Intinya, masyarakat diminta untuk berdiam diri di rumah. Tujuan dari peraturan ini jelas, supaya virus berhenti menyebar. Tapi sayangnya, hal ini justru dijadikan ajang untuk berlibur, pulang kampung atau kumpul-kumpul, termasuk acara keluarga. Bahkan, masih banyak kantor yang mewajibkan karyawannya untuk tetap hadir.

Dengan keadaan seperti ini, maka kita mesti menjaga diri dan keluarga kita dengan ekstra hati-hati. Lakukan upaya pencegahan virus corona seperti di bawah ini.

4 Cara Mencegah Virus Corona yang Disarankan WHO

  1. Mencuci tangan

    Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun bisa membunuh virus yang mungkin melekat pada tangan Anda. Jika tidak ada air dan sabun, maka Anda bisa menggunakan hand sanitizer berbahan dasar alkohol.

  2. Melakukan ‘social distancing

    Menjaga jarak dengan orang lain setidaknya 1 meter. Hal ini dilakukan agar droplets yang berasal dari bersin dan batuk orang lain tidak mudah terhirup oleh Anda. Inilah mengapa kita disuruh untuk nggak berada di kerumunan untuk sementara waktu.

  3. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut

    Karena mungkin saja Anda menyentuh objek yang terpapar virus. 

  4. Menghindari kontak fisik
    Termasuk di antaranya berjabat tangan. Karena virus bisa berpindah dari satu tangan ke tangan lainnya.

Betulkah virus corona bisa dicegah dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh?

Sebelumnya, yuk, kita ulas sedikit mengenai sistem kekebalan tubuh ini.

Sesuai dengan namanya, sistem kekebalan tubuh adalah unsur yang secara teratur berkaitan satu sama lain, atau, memiliki banyak bagian yang terhubung satu sama lain. Rangkaiannya berupa sel darah putih, antibodi, sumsum tulang, limpa, kelenjar timus dan sistem limfatik. Sel-sel dan organ-organ tersebut, ‘bekerja sama’ untuk memburu dan menghancurkan patogen seperti virus, yang masuk ke dalam tubuh Anda. Intinya, sistem kekebalan tubuh kita ini secara alami melawan mikroorganisme penyebab penyakit. 

Namun ada kalanya, sistem kekebalan tubuh tersebut gagal dan kuman berhasil menyerang tubuh Anda. Jadi, apakah kita mesti meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar kita nggak terkena penyakit?

Perlu kita ketahui, nih, bahwa ternyata, kata ‘meningkatkan’ kekebalan tubuh ini kurang tepat, ya, tapi ‘menjaga’ daya tahan tubuh. Karena, dengan meningkatkan daya tahan tubuh, berpotensi menjadikan sistem kekebalan tubuh menjadi terlalu aktif (overactive), yang bisa menyebabkan gangguan autoimun. Jadi, yang kita butuhkan adalah sistem kekebalan tubuh yang berfungsi dengan baik dan normal, sehingga mampu melawan infeksi.

Memang betul, beberapa bagian dari sistem kekebalan tubuh kita membutuhkan vitamin dan mineral tertentu, misalnya vitamin, A,C dan Zinc, untuk berfungsi dengan normal. Mengonsumsi vitamin-vitamin tersebut dalam dosis besar pun, belum terbukti menjadikan daya tahan tubuh menjadi lebih baik. Yang pasti, mendapatkan nutrisi yang baik dan seimbang adalah hal yang lebih penting. Selain itu, belum ada bukti kuat yang menunjukkan suatu makanan tertentu yang terkait dengan memperbaiki daya tahan tubuh.

Cara Menjaga Daya Tahan Tubuh yang Baik

Jadi, selain mendapatkan nutrisi yang baik dan seimbang, Anda juga disarankan untuk berolahraga, setidaknya 150 menit per minggu. Berhenti merokok, mengelola stress dengan baik dan tidur dengan cukup, yaitu 7-8 jam di malam hari. Selain itu, kita juga harus memiliki pola makan sehat dengan nutrisi seimbang

Jika Anda sudah mengonsumsi protein, serat, vitamin dan mineral dengan seimbang, maka sebetulnya Anda nggak wajib menambah dengan suplemen, apalagi suplemen yang dikatakan bisa mencegah virus corona. Cara mudahnya, penuhi setengah piring Anda dengan buah dan sayuran, seperempatnya berisi protein dan seperempatnya lagi berupa whole grain, misalnya beras merah.

Buah dan sayuran amat penting. Disarankan agar Anda menerapkan ‘rainbow eating’, atau mengonsumsi buah dan sayuran beragam warna setiap hari. Sayuran dan buah menyediakan sumber vitamin, misalnya A dan C yang punya peran dalam menjaga kesehatan daya tahan tubuh. Selain itu, juga dibutuhkan vitamin D dalam jumlah memadai. Kekurangan vitamin D, dikaitkan dengan rentan terinfeksi. Nah, jika Anda merasa nutrisi yang Anda dapatkan belum cukup memadai, baru, deh, mengonsumsi suplemen.

Saat kita mengonsumsi makanan penuh vitamin, kita harus tahu kalau vitamin dalam makanan terdiri dari 2 jenis. Yang pertama adalah water soluble, yang artinya larut dalam air. Vitamin ini akan diserap dalam jaringan namun tidak tersimpan di dalam tubuh. Jenis vitamin yang kedua adalah fat soluble atau vitamin larut lemak. Jenis vitamin ini, bagi yang tersisa akan tersimpah di liver dan jaringan lemak sebagai cadangan. Mineral juga dibagi menjadi 2, yaitu yang diutamakan (major) dan yang hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit (trace). Simak yuk beberapa contoh sumber makanan yang kaya akan vitamin dan mineral.

Makanan Sumber Vitamin Larut Air

  • B-1: ham, susu kedelai, semangka.  

  • B-2: keju, susu. Yogurt, biji-bijian utuh (misalnya biji jali, beras merah, oat), sereal.

  • B-3: ikan, unggas, daging sapi, biji-bijian utuh, jamur, kentang.

  • B-5: ayam, brokoli, alpukat, jamur, biji-bijian utuh.

  • B-6: daging sapi, ikan, unggas, legume, olahan kedelai.

  • B-7: ikan, biji-bijian utuh, telur, kacang kedelai.

  • B-9: biji-bijian, sereal, kacang hitam, kacang arab, brokoli, asparagus, bayam.

  • B-12: ikan, daging sapi, unggas, keju, susu, susu kedelai, sereal.

  • Vitamin C: kentang, jenis jeruk, brokoli, stroberi, tomat, paprika.

Makanan Sumber Vitamin Larut Lemak

  • Vitamin A: liver, telur, daging sapi, ikan, cumi, susu, labu, ubi merah, bayam, wortel, manga.

  • Vitamin D: susu, sereal, ikan berlemak (misalnya ikan salmon, sarden dan makarel).

  • Vitamin E: sayuran hijau, vegetable oil (misalnya minyak zaitun, kelapa, bunga matahari, dll), bijian-bijian utuh, kacang-kacangan.

  • Vitamin K: telur, susu, kol, bayam, brokoli, kale.

Major Minerals

  • Kalsium: susu, keju, yogurt, ikan salmon, sayuran hijau.

  • Klorida: garam

  • Magnesium: brokoli, bayam, legumes, biji-bijian (misalnya chia seed, flaxseed), roti gandum.

  • Potassium: daging sapi, buah dan sayuran, susu.

  • Sodium: sayuran, garam

Trace Minerals

  • Kromium: daging sapi, unggas, ikan, kacang-kacangan, keju.

  • Copper: kerang-kerangan, kacang-kacangan, biji-bijian.

  • Fluoride: ikan, teh.

  • Iodin: boga bahari.

  • Zat besi: daging merah, telur, sayuran hijau, buah-buahan. 

  • Mangan: kacang-kacangan, legume, teh.

  • Selenium: organ (misalnya liver, paru, ampela), boga bahari, kacang kenari.

  • Zinc: kerang-kerangan, legume, daging sapi.

Jadi, cara menjaga daya tahan tubuh yang benar adalah dengan mengonsumsi nutrisi dengan baik dan seimbang, serta pola hidup lainnya seperti yang sudah dijelaskan di atas, bukan dengan mengonsumsi jenis vitamin atau makan makanan tertentu.

Betulkah Makan Vitamin C Bisa Mencegah Virus Corona?

Menurut Prof. Dr. William Schaffner, dari Vanderbilt University Medical Center di Tennessee, belum ada bukti yang menyebutkan bahwa konsumsi vitamin C bisa membantu mencegah COVID-19

Bu, sekarang ini banyak sekali informasi tentang virus corona yang beredar. Baik itu melalui tv, artikel, media sosial atau pun WA. Informasi tersebut, memang ada yang benar, namun sayangnya juga ada yang belum tentu benar. Kita, sangat disarankan untuk terus aktif dalam mencari informasi yang akurat, jadi, nggak serta merta menerima semua informasi ‘mentah-mentah’. Apalagi, jangan sampai, nih, kita menyebarkan informasi yang ternyata salah. 

Ada pun contoh salah satu sumber yang bisa Anda percaya, misalnya situs resmi milik WHO, di situs tersebut, ada informasi yang terbilang lengkap. Mulai dari cara pencegahan virus corona, cara menggunakan masker dengan baik dan benar, cara mencuci tangan, dan sebagainya. 

(Stephanie)