Konsepsi

Sering Nggak Disadari, Ini Ciri Hamil Muda 1 Minggu Pertama

Sering Nggak Disadari, Ini Ciri Hamil Muda 1 Minggu Pertama

Kehamilan merupakan momen indah yang selalu ditunggu-tunggu banyak pasangan, terutama mereka yang baru menikah. Namun, ciri-ciri hamil muda 1 minggu pertama yang susah dikenali tak jarang bikin kita bertanya-tanya. Tanda kehamilan di minggu-minggu awal memang sulit dideteksi, apalagi kalau secara fisik bumil tak mengalami gejala apa pun.

Sebelumnya, kamu perlu tahu bahwa dokter kandungan selalu menghitung usia kehamilan dari hari pertama haid terakhirmu (HPHT). Cara ini disepakati secara global sebab tidak seperti menstruasi yang bisa dilihat secara fisik, konsepsi dan ovulasi sukar banget diprediksi secara akurat.

Seperti dikutip dari Medical News Today, konsepsi terjadi saat ovarium melepaskan sel telur lalu dibuahi oleh sel sperma. Nah, peristiwa ini bisa terjadi sekitar 14 hari setelah siklus menstruasi dimulai. Ya, menurut bahasa kedokteran, hamil 1 minggu artinya memang terjadi saat kamu masih sedang menstruasi.

Jadi, bisa saja kamu berpikir kalau kamu sedang hamil 1 minggu, tapi sebetulnya menurut hitungan obgyn usia kehamilanmu sudah menginjak minggu ketiga atau bahkan keempat. Biar lebih pasti, segera agendakan check-up ke dokter kandungan, ya…

Ciri-Ciri Hamil Muda 1 Minggu Pertama

Ciri-ciri hamil muda 1 minggu pertama memang terbilang sulit dilihat, sebab tanda kehamilan umumnya baru muncul di usia 4 minggu (1 bulan). Pun karena masih tahap konsepsi (fertilisasi), tubuh sedang mempersiapkan diri menyambut kehamilan. Jadi belum ada janin yang tumbuh dalam rahim.

Dengan kondisi dan ketahanan tubuh yang berbeda-beda, ciri-ciri hamil muda 1 minggu pertama pada tiap perempuan biasanya juga nggak sama. Namun, ciri-ciri hamil satu minggu umumnya ditandai dengan gejala-gejala yang hampir sama seperti gejala menstruasi, misalnya:

  1. Perdarahan Vagina


    Perdarahan vagina atau vaginal bleeding biasanya menjadi ciri-ciri hamil muda yang paling umum. Hal ini terjadi akibat pelepasan lapisan rahim untuk mempersiapkan kehamilan (konsepsi). Volume darah yang dikeluarkan pun bisa banyak, bisa juga sedikit (hanya bercak) tergantung kondisi hormonal dan siklus menstruasi tiap perempuan.

  2. Kram dan Nyeri Punggung


    Ciri-ciri hamil satu minggu yang berikutnya adalah kram perut dan nyeri di bagian bawah punggung. Hal ini dipicu oleh peluruhan lapisan di dinding rahim sehingga terjadi kontraksi dan kram perut. Kram ini pada akhirnya akan menjalar ke punggung bawah dan menyebabkan rasa nyeri.

  3. Perut kembung


    Perut yang terasa kembung mungkin menjadi salah satu ciri-ciri hamil satu minggu. Kondisi ini disebabkan oleh perubahan hormonal yang terjadi sebelum dan/atau selama menstruasi berlangsung. Jika kamu merasa ada yang aneh dengan perutmu, maka ada kemungkinan kalau itu adalah tanda-tanda konsepsi.

  4. Mood Swing


    Lonjakan hormonal yang terjadi pada minggu-minggu awal konsepsi juga dapat menyebabkan perubahan suasana hati, lho. Mood swing istilahnya. Kalau kamu merasa suasana hati gampang berubah-ubah; sebentar senang, sebentar sedih, sebentar galau, maka bisa jadi itu merupakan ciri-ciri hamil satu minggu.

  5. Migren dan Sakit Kepala


    Sakit kepala atau migren yang dirasakan selama menstruasi bisa menjadi petunjuk atau ciri-ciri hamil satu minggu. Pemicunya masih sama; faktor hormonal. Selain mengonsumsi obat-obatan apotek yang aman, cobalah istirahat sejenak untuk meredakan nyeri.

  6. Payudara Bengkak


    Ciri-ciri hamil muda 1 minggu pertama biasanya juga disertai dengan rasa nyeri dan bengkak di payudara. Selain itu, payudara juga umumnya akan terasa lunak dan sensitif saat disentuh. Gejalanya sama seperti saat sedang menstruasi.

    Selain faktor hormonal, bengkak pada payudara juga merupakan tanda kesiapan tubuh untuk memproduksi ASI dan menyusui bayi setelah melahirkan nanti. Namun, tentu nggak semua bumil mengalami gejala ini ya.

  7. Kelelahan


    Ciri-ciri hamil di minggu pertama yang juga kerap dirasakan bumil adalah kelelahan. Kelelahan ini bisa berupa lelah fisik atau mental. Namun, karena tidak menyadari, mayoritas perempuan kerap menganggap kelelahan yang dialaminya disebabkan karena load aktivitas yang cukup tinggi—dan bukan karena ada calon janin di rahimnya.

  8. Morning Sickness


    Gejala morning sickness seperti mual muntah pada minggu-minggu awal kehamilan sering kali disalahartikan sebagai gejala masuk angin. Jika kamu mengalami kondisi ini selama berhari-hari, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter, ya. Mual dan muntah biasanya disebabkan oleh meningkatnya hormon human chorionic gonadotropin (hCG).

Selain tanda di atas, ciri-ciri hamil di minggu awal kehamilan juga umumnya disertai gejala lain seperti nafsu makan meningkat, indra penciuman makin sensitif, muncul rasa logam di mulut, serta frekuensi pipis yang lebih sering dari biasanya.

Kapan Waktu Terbaik Melakukan Tes Kehamilan?

Setelah mendapati ciri-ciri hamil di atas, kamu pun mungkin bertanya-tanya apakah benar ada janin dalam rahimmu? Untuk mendapatkan jawaban yang lebih pasti, kamu disarankan untuk melakukan tes kehamilan. Sebelum bertemu dengan obgyn, cara pertama yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan testpack.

Testpack bekerja dengan cara mengukur kadar hormon hCG dalam urin. hCG ini cuma bisa ditemukan pada wanita yang sedang mengandung, lho. Itulah kenapa alat tes kehamilan ini dipakai dengan cara dicelupkan ke dalam urin calon Ibu.

Lalu, kapan sih waktu terbaik untuk melakukan tes kehamilan? Dokter menyarankan tes kehamilan dilakukan sesegera mungkin setelah jadwal menstruasimu terlambat. Jika tidak sabar, kamu juga bisa mengeceknya 7-10 hari setelah berhubungan seksual tanpa pengaman. Menurut Planned Parenthood sendiri, butuh waktu setidaknya 3 minggu sampai level hCG cukup untuk mengetahui kamu positif hamil atau tidak.

Soal akurasi hasil tes, biasanya hampir semua merek testpack mengklaim tingkat keakuratan hingga 99%. Agar lebih yakin, kamu juga bisa melakukan tes berulang di lain hari dengan menggunakan merek testpack yang berbeda. Jangan lupa cek tanggal kedaluwarsa pada kemasan testpack ya, karena ini juga akan memengaruhi tingkat akurasinya.

Tes kehamilan juga sebaiknya dilakukan pagi hari setelah bangun tidur dan sebelum melakukan aktivitas apa pun. Alasannya adalah pada pagi hari konsentrasi hCG dalam urine masih cukup tinggi sehingga hasil yang ditampilkan juga akan lebih akurat.

Bagaimana Jika Hasil Tes Saya Positif?

Jika kamu melakukan tes kehamilan dan hasilnya positif, juga disertai dengan gejala ciri-ciri hamil seperti yang disebutkan sebelumnya, maka langkah selanjutnya adalah memeriksakan diri ke dokter kandungan.

Pemeriksaan di obgyn diperlukan guna memastikan hasil positif tersebut memang benar akurat dan ada janin di dalam rahim kamu. Selain menghitung usia kehamilan, dokter umumnya juga akan merekomendasikan beberapa pemeriksaan atau obat yang sesuai dengan kebutuhan janin atau kamu sebagai calon ibu.

Dengan ciri-ciri hamil yang disebutkan sebelumnya, kehamilan sering kali jadi hal yang melelahkan, terlebih jika kondisi kesehatan Ibu kurang mendukung. Selain rutin melakukan pemeriksaan kandungan ke dokter, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan Ibu serta janin dalam rahim.

  1. Konsumsi Makanan Bergizi

    Bayi membutuhkan banyak nutrisi untuk tumbuh dan berkembang dengan normal selama dalam rahim. Begitu pun Ibu yang harus tetap sehat dan prima selama masa kehamilan. Itulah kenapa bumil sangat dianjurkan untuk banyak-banyak mengonsumsi makanan bergizi tinggi.

    Selain harus memperbanyak buah dan sayur, Ibu juga disarankan untuk mengonsumsi makanan berserat seperti gandum utuh, makanan yang mengandung kalsium, dan menghindari junkfood.

  2. Minum Vitamin

    Dokter biasanya akan meresepkan beberapa vitamin atau suplemen untuk mendukung kehamilan dan menyehatkan janin dalam perut. Jenis vitamin yang perlu dikonsumsi bumil biasanya seperti asam folat, kalsium, dan zat besi. Betul banget, bumil memang rentan mengalami kekurangan zat besi dan anemia.

  3. Minum Air Putih

    Ibu hamil wajib banyak-banyak minum air putih. Jika sebelumnya kamu tergolong malas minum, coba mulai sekarang perbanyak air putih ya. Semata demi kesehatan janin dan diri kamu sendiri, lho. Selama hamil, tubuh butuh lebih banyak cairan agar tetap bisa berfungsi aktif dan maksimal. Kurangi minum-minuman bersoda ya karena ini bisa bikin perutmu kembung.

  4. Hindari Makanan Tertentu

    Saat hamil, kamu perlu menghindari makanan-makanan tertentu seperti telur mentah, daging mentah/setengah matang, sushi, dan beberapa jenis ikan yang berpotensi mengandung merkuri. Telur atau daging mentah kurang disarankan karena mungkin masih mengandung bakteri salmonella yang berbahaya untuk janin.

  5. Tetap Aktif

    Hamil seharusnya nggak jadi alasan untuk rebahan atau bermalas-malasan sepanjang hari ya, Bu. Hihi… Calon ibu tetap harus bergerak aktif agar tubuh tetap sehat dan fit, terlebih di trimester akhir menjelang persalinan.

    Coba rutin berjalan kaki atau jogging setidaknya 15 menit tiap pagi. Bila memungkinkan, kamu juga bisa coba olahraga lain yang sekiranya aman seperti berenang, yoga, atau bersepeda. Biar aman, konsultasi dulu dengan dokter ya soal batasan aktivitas fisik yang sesuai dengan kondisi kehamilanmu.

  6. Vaksin Flu

    Vaksin flu ini sangat disarankan untuk tiap ibu hamil. Kesannya memang sepele, tapi ternyata flu pada ibu bisa mengakibatkan komplikasi serius pada bayi, lho. Nah, vaksin flu ini bagus dan efektif untuk mencegah terjadinya flu pada bumil dan bayi saat lahir nanti, apalagi di musim pancaroba seperti sekarang. Sebelum vaksin, jangan lupa diskusikan dulu dengan dokter atau provider yang merawatmu, ya.

  7. Istirahat Cukup

    Jangan pernah skip istirahat kalau ingin kamu dan bayi dalam kandunganmu tetap sehat. Kurangi aktivitas berat dan yang nggak begitu penting. Bumil butuh waktu istirahat setidaknya 7-9 jam tiap harinya. Atur waktu agar kamu bisa tidur siang dan hindari begadang di malam hari. Posisi tidur yang disarankan untuk ibu hamil adalah miring ke kiri agar peredaran darah lebih lancar.

  8. Kelola Stres

    Ibu hamil sangat rentan mengalami stres, entah itu karena faktor internal maupun eksternal. Apa pun itu, usahakan untuk mengelola stres sebaik mungkin ya. Singkirkan sementara hal-hal memusingkan dari pikiranmu. Ingat, kehamilanmu lebih penting dari segalanya!

    Stres berkepanjangan nggak cuma akan memengaruhi kehamilan. Pada taraf yang lebih serius, hal ini bisa memicu terjadinya depresi pascamelahirkan (post-partum depression) yang gejalanya tak main-main, lho.

    Jadi, yuk manajemen stres sebaik mungkin. Jauhi hal-hal yang bisa memicu stres. Jika kamu menemukan tanda-tanda yang nggak beres pada dirimu, komunikasikan dengan pasangan dan segera cari bantuan profesional, ya!

Kehamilan adalah berkah yang luar biasa bagi setiap pasangan. Semoga Ibu dan suami selalu diberikan kesehatan dan kekuatan agar bisa melewati masa-masa kehamilan sampai tiba waktunya bertemu sang buah hati nanti, ya…

Penulis: Kristal Pancarwengi
Editor: Dwi Ratih