Kehamilan Dibaca 3,050 kali

10 Cara Mengobati Sesak Nafas Saat Hamil

Share info ini yuk ke teman-teman
Ismawati

Terakhir diperbaharui 18 September, 2019 22:09

10 Cara Mengobati Sesak Nafas Saat Hamil

Asma merupakan kondisi paru-paru yang kronis. Bila Ibu sedang hamil, sesak nafas saat hamil bisa berdampak pada kesehatan Ibu dan buah hati.

Wanita dengan asma bisa mengalami masalah kesuburan

Menurut penelitian, wanita dengan sesak nafas saat hamil butuh waktu lebih lama untuk bisa hamil dan punya tingkat kehamilan lebih rendah dibandingkan mereka yang tanpa penyakit paru-paru.

Penelitian ini melibatkan responden sebanyak 245 wanita, usia 23 hingga 45 tahun yang mengalami masalah kesuburan yang tidak diketahui penyebabnya dan menjalani pengobatan kesuburan. Sebanyak 96 persen wanita terdiagnosa asma atau sesak nafas. Wanita-wanita ini diteliti hingga menjalani kehamilan yang berhasil, menghentikan pengobatan, atau sampai penelitian berakhir. Waktu yang dibutuhkan wanita tanpa asma untuk hamil sekitar 32 bulan, jauh lebih lama dibanding wanita dengan asma yang butuh waktu hingga 55 bulan.

Sekitar 60 persen wanita tanpa asma bisa hamil, namun hanya kurang dari 40 persen wanita dengan asma yang bisa hamil. Menurut penelitian yang dipublikasikan di the European Respiratory Journal, jarak antara kedua kelompok ini meningkat seiring pertambahan usia.

Dr. Elisabeth Juul Gade dari University Hospital di Copenhagen, Denmark menyatakan, asma memiliki pengaruh negatif pada kesuburan karena butuh waktu lama untuk bisa hamil dan menjadi lebih lama lagi seiring pertambahan usia. Hubungan sebab akibatnya secara detail tidak diketahui, bisa bersifat kompleks pada jenis asma berbeda, kondisi psikologis, perbedaan obat asma dan hormon, yang jelas semua itu memiliki perannya masing-masing. Dokter perlu menghimbau wanita dengan asma untuk bisa hamil di usia lebih awal dan menjalani pengobatan asma sebelum hamil.

 

Kenapa sesak nafas saat hamil bisa jadi masalah?

Bila sesak nafas saat hamil terjadi tapi terkontrol dengan baik dan efektif, hanya sedikit atau tidak ada risiko komplikasi terkait asma. Tapi, sesak nafas saat hamil yang berat atau tidak terkontrol bisa meningkatkan risiko berbagai masalah, antara lain:

 

Apakah kehamilan membuat asma bertambah parah?

Asma dikelompokkan menjadi 4 kategori, mulai yang paling ringan hingga yang paling berat. Meski kehamilan bisa menyebabkan asma bertambah parah, membaik, atau tetap tidak berubah, penelitian menyatakan tingkat keparahan asma selama hamil terkait dengan keparahan asma sebelum hamil. Gejala asma lebih mungkin bertambah parah pada asma yang berat.

Bila asma membaik, peningkatan gejala sesak nafas saat hamil biasanya membaik perlahan ketika kehamilan berlanjut. Bila asma memburuk, peningkatan gejala sesak nafas saat hamil paling terlihat selama kehamilan minggu ke-29 sampai ke-36.

Beberapa wanita bisa jadi mengalami tanda dan gejala asma atau sesak nafas saat hamil yang berat di akhir kehamilan karena berhenti mengonsumsi obat setelah hamil. Perubahan pada obat yang Ibu minum secara rutin juga bisa mempengaruhi keparahan sesak nafas saat hamil.

 

Apakah aman minum obat jika sesak nafas saat hamil?

Obat apapun yang Ibu minum selama hamil bisa mempengaruhi janin. Beberapa kekhawatiran muncul terkait penggunaan systemic glucocorticoid selama kehamilan. Hal ini bisa berhubungan dengan peningkatan bibir sumbing pada bayi, kelahiran prematur, berat lahir rendah dan preeklampsia. Tapi kebanyakan obat asma bisa aman digunakan selama hamil.

Lebih aman minum obat sesak nafas selama hamil daripada harus mengalami gejala sesak nafas saat hamil atau serangan asma. Bila Ibu sesak nafas saat hamil, janin kemungkinan tidak mendapat oksigen yang cukup.

Bila Ibu membutuhkan obat untuk mengontrol gejala sesak nafas saat hamil, dokter akan meresepkan obat yang aman dengan dosis yang paling sesuai. Minumlah obat seperti yang diresepkan. Jangan berhenti minum obat atau menyesuaikan dosis sendiri. Bergantung pada jenis obat yang Ibu minum dan gejala yang Ibu alami, dokter bisa memonitor dan membantu mengontrol asma Ibu selama kunjungan kesehatan. Di kasus lain, Ibu perlu berkonsultasi ke dokter keluarga atau spesialis asma sepanjang kehamilan.

Bila Ibu memulai suntikan alergi sebelum hamil, Ibu bisa terus menerima suntikan selama hamil. Tapi memulai suntikan alergi selama hamil tidak dianjurkan. Suntikan alergi bisa menyebabkan reaksi alergi berbahaya yang dikenal dengan anaphlaxis, terutama di awal terapi. Anaphylaxis selama kehamilan bisa fatal untuk ibu dan bayi.

 

Apakan ada tes khusus untuk ibu yang mengalami sesak nafas saat hamil?

Bila Ibu mengalami sesak nafas saat hamil yang tidak terkontrol atau parah; atau Ibu dalam masa pemulihan dari serangan asma yang parah, dokter bisa merekomendasikan sejumlah USG mulai dari kehamilan usia 32 minggu untuk memonitor pertumbuhan dan aktivitas bayi.

Bila gejala sesak nafas saat hamilbertambah buruk, dokter bisa merekomendasikan monitoring elektronik janin atau biophysical profile, tes yang digunakan untuk memeriksa kondisi janin. Tes ini menggabungkan detak jantung janin dan USG. Selama biophysical profile, detak jantung bayi, napas, gerakan, otot dan tingkat cairan ketuban dievaluasi. Dokter juga merekomendasikan Ibu memperhatikan aktivitas janin.

 

Apa yang harus disiapkan untuk menghadapi kehamilan?

Bila Ibu mengidap asma, jadwalkan pemeriksaan sebelum hamil bersama dokter yang akan menangani kehamilan Ibu serta tim kesehatan lain yang terlibat. Mereka akan mengevaluasi seberapa baik Ibu mengatasi asma dan mempertimbangkan perubahan penanganan yang Ibu butuhkan sebelum kehamilan dimulai. Karena gejala asma bisa meningkat selama hamil, dokter akan memonitor Ibu dengan seksama.

 

Bagaimana cara mencegah komplikasi karena sesak nafas saat hamil?

Merawat diri jadi adalah cara terbaik untuk merawat calon bayi Ibu jika terjadi sesak nafas saat hamil. Berikut ini beberapa caranya:

 
  1. Pastikan Ibu menjalani pemeriksaan rutin. Kunjungi dokter secara teratur selama hamil. Ajukan pertanyaan dan kemukakan kecemasan yang Ibu miliki. Mendapat informasi yang tepat bisa membantu meringankan kecemasan yang bisa memperburuk sesak nafas saat hamil.

  2. Minum obat sebagaimana yang diresepkan dokter. Bila Ibu khawatir tentang obat yang Ibu minum karena sesak nafas saat hamil, konsultasikan bersama dokter.

  3. Hindari dan kontrol pemicu asma. Hindari paparan asap rokok dan penyebab iritasi potensial lainnya seperti debu atau bulu binatang. Bila aktivitas fisik menjadi pemicu sesak nafas saat hamil bagi Ibu, dokter bisa merekomendasikan penanganan untuk menurunkan gejala.

  4. Kontrol gastroesophageal reflux disease (GERD). GERD, penyakit pencernaan kronis yang menyebabkan refluks dan heartburn, bisa memperparah gejala asma. Bila Ibu mengalami GERD, kurangi gejalanya dengan menaikkan posisi kepala saat tidur, makan makanan di porsi lebih kecil, menunggu setidaknya 3 jam setelah makan sebelum berbaring dan menghindari makanan yang bisa memicu heartburn.

  5. Bila Ibu merokok, minta dokter membantu Ibu berhenti. Merokok bisa memperparah sesak nafas saat hamil, dan merokok selama hamil bisa menyebabkan masalah kesehatan untuk Ibu dan bayi.

  6. Kenali tanda peringatan. Pastikan Ibu tahu tanda awal dan gejala kalau sesak nafas saat hamil bertambah buruk, seperti batuk kencang pada dada, serta napas pendek atau berbunyi. Konsultasikan pada dokter atau spesialis asma tentang penanganannya serta kapan harus mencari bantuan.

Ibu hamil asma dan persalinan

Kebanyakan wanita tidak mengalami gejala asma yang dominan selama persalinan. Tapi monitoring seksama selama persalinan dan kelahiran direkomendasikan untuk semua wanita yang memiliki asma. Bila Ibu minum obat asma, terus lanjutkan selama persalinan dan kelahiran. Menyusui dianjurkan untuk wanita yang memiliki asma, meski bila Ibu mengonsumsi obat.

 

Apakah bayi juga akan mengidap asma?

Sejumlah faktor dianggap meningkatkan kemungkinan berkembangnya asma, termasuk turunan dalam keluarga, seperti orang tua atau saudara kandung yang punya asma dan punya ibu yang merokok ketika hamil. Pastikan Ibu berkonsultasi pada dokter tentang kecemasan yang mungkin Ibu rasakan sehubungan dengan kesehatan bayi.

Banyak wanita dengan asma melahirkan bayi yang sehat. Kebanyakan kasus asma bersifat ringan, tidak parah, dan bisa aman diatasi dengan obat.

Belum jelas apakah menyusui bisa menurunkan kemungkinan bayi Ibu mengalami sesak nafas saat hamil. Sejauh ini, penelitian hanya menunjukkan bayi yang menyusu lebih kecil risiko mengalami napas berbunyi selama 2 tahun pertama usianya.

 

Cara alami mengatasi sesak nafas saat hamil

Meski ada beberapa obat untuk menyembuhkan sesak nafas saat hamil, muncul kecemasan tentang efek samping yang dimiliki obat asma. Obat asma umumnya mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dan sistem endoktrin dan tidak direkomendasikan selama kehamilan. Untuk sembuh dari asma secara alami tanpa efek samping, ada banyak obat alami yang aman serta efektif.

Berikut ini daftar obat alami terbaik untuk mengatasi sesak nafas saat hamil:

 
  1. Madu

    Madu merupakan obat alami yang memiliki kandungan anti bakteri dan anti peradangan. Madu membantu mengangkat bakteri yang menyebabkan batuk pada asma dan juga mencegah peradangan yang memicu serangan sesak nafas saat hamil. Madu juga meningkatkan sistem kekebalan alami yang menjaga kesehatan Ibu selama kehamilan.

    Madu bisa dikonsumsi langsung atau dihirup. Minum satu sendok teh madu tiga kali sehari atau bersama jus jahe dan bawang putih. Ibu bisa juga menghirup aroma madu dari wadahnya. Kandungan anti peradangan dan anti bakteri membantu membersihkan saluran udara dan membuat bernapas jadi lebih mudah.

      

  2. Jahe

    Jahe obat yang populer dan aman yang bisa digunakan selama sesak nafas saat hamil. Jahe dikenal menghambat kontraksi jalan udara dan mengurangi peradangan. Jahe bisa dikonsumsi bersama air atau dicampur dengan madu atau jus delima.

    Jahe bisa dikonsumsi dalam bentuk ramuan jahe, madu dan jus delima. Untuk detoksifikasi paru-paru, biji kelabat yang dididihkan dalam air dan dikonsumsi bersama jahe dan madu juga efektif untuk menurunkan gejala asma selama kehamilan. Jahe bekerja efektif ketika dikonsumsi bersama air sebelum tidur setiap hari pada ibu yang mengalami sesak nafas saat hamil.

      

  3. Buah ara

    Buah ara tidak hanya enak tapi juga memiliki banyak manfaat nutrisi. Buah ara membantu meningkatkan kesehatan pernapasan selama menderita sesak nafas saat hamil dengan mengeringkan dahak dan membuka jalan udara. Rendam beberapa buah ara di air semalaman. Buah ara dan airnya bisa diminum saat perut kosong di pagi harinya.

      

  4. Kunyit

    Kunyit dikenal dengan kandungan anti peradangan dan antioksidan. Kunyit juga jadi obat alami untuk mengatasi sesak nafas saat hamil. Kandungan curcumin yang ada di kunyit mengandung anti peradangan yang menurunkan peradangan di jalan udara dan membersihkan hambatan agar bernapas jadi lebih baik.

    Tambahkan ½ sendok teh kunyit bubuk pada air hangat atau susu dan minum tiap pagi hari dan malam ketika Ibu mengalami serangan asma. Kunyit membantu meringankan gejala sesak nafas saat hamil dan membuat Ibu merasa lega.

      

  5. Minyak kayu putih

    Ketika mencari obat yang aman untuk mengatasi sesak nafas saat hamil, pastikan untuk tidak melewatkan minyak kayu putih. Minyak kayu putih membantu membersihkan jalan udara dan membuat asma lebih terkontrol.

    Tambahkan beberapa tetes minyak kayu putih pada air mendidih dan hirup uapnya. Uap bisa membersihkan jalan udara dan membuat Ibu merasa lega. Minyak kayu putih juga bisa disemprotkan pada bantal ketika Ibu tidur. Hirup uapnya ketika Ibu sesak nafas saat hamil.

      

  6. Bawang merah

    Bawang merah menjadi obat efektif lain untuk mengatasi sesak nafas saat hamil dan gejalanya. Bawang merah memiliki kandungan yang bisa menurunkan gangguan pada jalan udara. Selain itu, kandungan sulfur pada bawang merah menurunkan peradangan pada paru-paru.

    Ibu bisa makan bawang merah mentah sebelum makan untuk menurunkan napas berbunyi dan membersihkan jalan udara. Bila Ibu tidak suka bawang mentah, coba makan yang sudah dimasak untuk mengurangi gejala sesak nafas saat hamil.

      

  7. Kopi

    Meski terlalu banyak kafein tidak dianjurkan untuk kehamilan, sedikit kafein bagus untuk tubuh. Kafein pada kopi bertindak sebagai bronkodilator dan membantu menurunkan serangan sesak nafas saat hamil. Kopi panas membersihkan jalan udara dan membantu Ibu rileks. Semakin kuat kopi, semakin efektif hasilnya.

    Seduh kopi bersama air panas atau susu. Minum kopi pekat panas setiap pagi untuk membantu menurunkan gejala asma. Ibu bisa minum kopi hitam atau bersama susu.

      

  8. Bawang putih

    Bawang putih membantu mengatasi sumbatan udara dan umum digunakan pada penderita asma. Bawang putih juga dianggap aman untuk mengatasi sesak nafas saat hamil. Bawang putih membantu mengatasi sumbatan di paru-paru dan membuat Ibu bernapas lebih mudah.

      

  9. Jus lemon

    Jus lemon telah banyak dikenal sebagai obat untuk mengatasi asma dan sangat aman dikonsumsi ibu yang sesak nafas saat hamil. Lemon membantu mengontrol kumpulan lendir dan mencegah hambatan pada jalan udara yang umumnya menyebabkan napas berbunyi.

    Peras lemon segar pada satu gelas air hangat  dan konsumsi bersama madu untuk mengurangi lendir di jalan udara agar Ibu bisa bernapas lebih mudah. Pastikan tidak menambahkan gula ketika mengonsumsi jus lemon. Madu jadi alternatif untuk gula.

      

  10. Makan kacang selama hamil menurunkan risiko asma pada anak

    Sebuah penelitian dari Denmark menyatakan wanita yang makan kacang selama hamil bisa menurunkan risiko anak mengalami asma.

    Di penelitian ini, anak dari ibu yang makan kacang setidaknya satu kali dalam seminggu selama hamil 21 persen kurang berisiko mengalami asma nantinya ketika berusia 18 bulan dibanding anak yang ibunya tidak makan kacang selama hamil. Penelitian menemukan keterkaitan serupa antara makan almond selama hamil dan penurunan risiko asma pada anak.

    Temuan ini berlawanan dengan saran sebelumnya yang menyatakan wanita hamil perlu menghindari makanan jenis kacang tertentu. Di tahun 2000, di Amerika Serikat, wanita dengan riwayat alergi kacang disarankan menghindari konsumsi kacang selama hamil, tapi rekomendasi ini dicabut di tahun 2008 karena kurangnya bukti yang mendukung rekomendasi tersebut.

    Temuan ini menarik dan mengindikasikan makan kacang selama kehamilan tidak meningkatkan risiko alergi pada anak, menurut Dr. Michael Kramer, profesor di Montreal Children's Hospital di Canada yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

    Tapi temuan kalau makan kacang selama hamil sebenarnya melindungi anak dari asma merupakan hal baru dan membutuhkan penelitian lebih jauh. Bisa jadi, makanan yang ibu makan selama menyusui atau makanan yang anak makan sebelumnyalah yang mempengaruhi hasilnya.

(Ismawati/Yusrina. Dok. Pixabay)