Kehamilan Dibaca 3,929 kali

17 Hal yang Harus Dilakukan Ibu Hamil Di Trimester Kedua

Share info ini yuk ke teman-teman
Ismawati

Terakhir diperbaharui 11 September, 2019 11:09

17 Hal yang Harus Dilakukan Ibu Hamil Di Trimester Kedua

Kalau Bunda sudah mulai masuk trimester kedua (usia kehamilan 4-6 bulan), ada beberapa hal yang penting untuk Anda lakukan. Apa saja itu? Simak yuk listnya berikut ini!

1. Apakah Anda ingin mengetahui kelamin bayi atau tidak?

Jika menjalani USG, Anda perlu memutuskan untuk mengetahui kelamin bayi sebelum lahir atau tidak. Bila Anda menginginkan kelamin bayi sebagai kejutan nantinya, segera beri tahu dokter agar ia tidak membocorkannya di tengah sesi pemeriksaan atau ketika melihat hasil tes Anda.

2. Mencari kelas olahraga pranatal

Jika Anda belum ikut olahraga pra kehamilan, seperti senam hamil, sekarang waktu yang pas untuk memulainya. Memang sih Anda bisa melakukannya sendiri di rumah, tapi dengan bergabung kelas senam hamil bisa memotivasi Anda untuk melakukannya secara teratur. Banyak juga ibu hamil yang merasa kelas olahraga hamil jadi cara yang baik untuk saling berhubungan dan mendapat dukungan dari para ibu hamil lainnya.

3. Mempelajari tes dan pemeriksaan ke dokter di trimester kedua

Selama trimester kedua, pada umumnya Anda harus kontrol ke dokter paling tidak sebulan sekali, kecuali jika Anda mengalami kondisi atau komplikasi yang mengharuskan Anda menjalani pemeriksaan lebih sering. Anda akan menjalani tes darah, atau tes untuk mendeteksi Down syndrome serta bentuk abnormal kromosom lain. Anda juga bisa melihat si bayi melalui USG.

4. Membeli baju hamil

Kebanyakan ibu hamil mulai terlihat lebih besar antara usia kehamilan 12 hingga 18 minggu. Meski tidak terlihat terlalu besar, Anda akan merasa lebih nyaman ketika memakai baju hamil. Bunda juga harus ingat kalau sebenarnya Bunda perlu menggunakan baju yang berbeda untuk setiap tahapan kehamilan. Ini karena ukuran perut akan berubah lebih besar dari bulan ke bulan.

5. Putuskan apakah akan menggunakan jasa pendamping persalinan profesional (doula) atau tidak?

Meski orang Indonesia tidak familiar dengan doula, tapi sudah banyak lho doula profesional yang menawarkan jasanya di kota-kota besar. Buat yang belum tahu, doula adalah pendamping persalinan terlatih yang akan membantu Anda selama persalinan dan melahirkan. Ia akan memberi dukungan emosi dan bantuan non medis lainnya. Jika Anda ingin menggunakan jasa seorang doula, mulailah mencari di trimester kedua.

6. Rencanakan Me Time

Meski Anda sangat bersemangat untuk menyambut kelahiran si bayi, luangkan waktu untuk menikmati saat-saat bebas tanpa memikirkan hal itu. Lakukan sesuatu yang tidak akan bisa Anda lakukan saat si kecil sudah lahir. Belilah tiket konser musik atau pergi nonton di bioskop. Bisa juga menghabiskan waktu di toko favorit. Jadi puas-puaskan dulu ya Bun sebelum si kecil lahir.

7. Rencanakan nama bayi

Saat ini mungkin Anda sudah punya pilihan nama bayi yang Anda suka. Cobalah untuk mempersempit daftar Anda menjadi satu halaman saja. Lalu pilih 10 nama yang paling Anda suka. Minta pasangan Anda melakukan hal yang sama. Kemudian secara bergantian pilih nama yang tidak disukai dan coret dari daftar, hingga Anda berdua mendapatkan nama-nama yang sama-sama disukai.

8. Persiapkan anak yang lebih besar

Bila ada anak yang lebih besar, kehadiran adik baru akan mengubah dunia mereka. Dan Anda punya beberapa bulan untuk membuat mereka terbiasa dengan hal ini. Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk membantu mempersiapkan si kakak. Ketika tanggal perkiraan kelahiran semakin dekat, pastikan Anda punya seseorang yang merawat anak-anak selama Anda berada di rumah sakit dan selama beberapa minggu setelah Anda melahirkan.

9. Mulai mencari tempat penitipan

Jika nanti Anda membutuhkan tempat penitipan anak, Anda bisa mulai mencarinya sekarang. Mulai dengan mempertimbangkan plus minus dari daycare, pengasuh di rumah, atau minta tolong saudara. Bila daycare di sekitar area Anda sering full kuota, segera kunjungi dan daftarkan nama Anda di waiting list mereka, walaupun Anda belum yakin akan menitipkan si kecil di tempat tersebut atau tidak. Tindakan siaga ini akan sangat menolong jika Anda membutuhkannya nanti.

10. Rawat gigi di dokter gigi

Menjaga kesehatan gigi selama hamil sangat dianjurkan. Penelitian terbaru menyatakan kalau ada hubungan antara penyakit gusi dan persalinan prematur. Nah, kunjungan teratur ke dokter gigi bisa membantu Anda menghindari resiko ini.

11. Pikirkan tentang cuti hamil

Jika Anda berencana mengambil cuti hamil, bertanyalah ke bagian HRD atau supervisor Anda sekarang. Cari tahu tugas apa saja yang perlu Anda selesaikan lebih dulu. Pastikan Anda memahami bagaimana cuti Anda berlaku dan apa yang terjadi jika Anda perlu bedrest, melahirkan prematur, atau mengalami komplikasi kehamilan yang bisa mempengaruhi kemampuan Anda untuk bekerja. Mulai pikirkan kapan Anda akan berhenti bekerja, bagaimana menyelesaikan proyek sebelum Anda pergi, dan tugas mana yang akan Anda delegasikan pada rekan kerja.

12. Melepas cincin pernikahan Anda

Biasanya ibu hamil mengalami bengkak pada jari-jari ketika kehamilan semakin membesar. Jika cincin Anda sudah terlalu sesak, jangan lagi dipakai sebelum terlalu sempit dan sukar dilepaskan. Jika Anda tidak bisa jauh dari cincin perkawinan atau cincin penting lain, gunakan kalung untuk menempatkan cincin Anda.

13. Mulai tidur dengan posisi miring

Ketika mencapai setengah dari usia kehamilan, banyak dokter menyarankan wanita hamil untuk menghindari tidur telentang dan sebaiknya tidur dengan posisi miring, terutama miring ke kiri, yang bisa meningkatkan aliran darah ke plasenta dan mengurangi bengkak. Agar ibu hamil tidur lebih nyaman, Anda bisa menempatkan bantal di antara kaki, di bawah pinggang, atau di belakang punggung.

14. Mulai latihan Kegel

Kegel bisa membantu mencegah kebocoran urin selama dan setelah kehamilan. Anda akan terhindar dari hemorrhoids. Kegel bisa meningkatkan tone otot di vagina, juga membuat seks lebih menyenangkan.

15. Hindari aktifitas yang tidak aman

Ketika perut Anda semakin membesar, Anda perlu menghindari olahraga atau aktivitas membawa beban dengan risiko jatuh yang tinggi yang bisa menyebabkan trauma pada perut. Itu artinya Anda harus menghindari aktivitas seperti berselancar, olahraga kontak tubuh, ski, begitu juga dengan menyelam.

16. Konsumsi makanan sehat

Di trimester kedua, Anda perlu tambahan 300 kalori makanan sehat sehari untuk diri Anda dan bayi yang sedang tumbuh. Buat diagram sederhana untuk kelompok makanan dasar dan tempelkan di lemari es Anda. Di malam hari, catat apa saja yang telah Anda makan. Untuk cemilan menjelang tidur, pilih kategori yang kurang pada hari itu, misalnya, yoghurt atau es krim jika Anda kekurangan asupan produk susu, atau jeruk jika Anda perlu lebih banyak buah.

17. Meluangkan waktu untuk pasangan

Di tengah persiapan menyambut bayi, luangkan waktu untuk lebih dekat dengan pasangan dan merayakan apa yang membuat Anda saling mencintai. Anda bisa menuliskan hal yang Anda sukai dari pasangan, beritahukan padanya kenapa Anda merasa ia akan menjadi orangtua yang hebat, atau cukup dengan berjalan-jalan sambil berpegangan tangan. Lakukan sesuatu setidaknya sekali seminggu untuk menunjukkan pentingnya pasangan dalam hidup Anda.

(Ismawati)