Kehamilan Dibaca 5,525 kali

6 Jenis Vitamin untuk Ibu Hamil yang Penting Dikonsumsi

Share info ini yuk ke teman-teman
Ismawati

Terakhir diperbaharui 08 September, 2019 19:09

6 Jenis Vitamin untuk Ibu Hamil yang Penting Dikonsumsi

Vitamin untuk Ibu hamil sangatlah penting untuk mencukupi kebutuhan nutrisi Ibu dan janin. Konsumsi makanan sehat selama hamil juga harus diperhatikan, sebab tidak jarang para Ibu masih terbawa gaya hidup sebelum kehamilan yang menyukai makanan cepat saji dan kuang sayuran.

Pilih vitamin untuk ibu hamil yang mengandung vitamin dan mineral seperti asam folat, zat besi, iodine, dan kalsium. Berikut adalah jenis-jenis vitamin yang disarankan untuk dikonsumsi harian dalam dosis yang tepat.

  

  1. Vitamin A

    Vitamin A menjadi salah satu vitamin yang larut di lemak dan tersimpan di hati. Vitamin A penting untuk pertumbuhan embrio janin, termasuk perkembangan jantung, paru-paru, ginjal, mata, tulang, serta pernafasan, dan sistem saraf pusat.

    Vitamin A khususnya penting untuk wanita yang akan melahirkan karena membantu perbaikan jaringan setelah melahirkan. Vitamin untuk Ibu hamil satu ini juga mampu membantu melawan infeksi, mendukung sistem kekebalan, dan membantu metabolisme lemak.

    Ada dua jenis vitamin A, retinol dan provitamin A karotenoid. Retinol digunakan langsung oleh tubuh dan ditemukan pada produk hewani seperti telur, susu, dan hati. Provitamin A karotenoid ditemukan pada buah dan sayur, tapi tubuh harus mengubahnya menjadi retinol. Tercatat ada lebih dari 600 karotenoid ditemukan di alam, tapi hanya beberapa yang bisa diubah menjadi retinol.

    • Berapa banyak vitamin A yang Anda butuhkan?

      • Ibu hamil yang berusia kurang dari 18 tahun membutuhkan 750 mikrogram RAE (retinol activity equivalents) per hari.

      • ibu hamil yang berusia lebih dari 19 tahun membutuhkan 770 mikrogram RAE per hari.

      • Ibu menyusui yang berusia kurang dari 18 tahun membutuhkan 1200 mikrogram RAE per hari.

      • Ibu menyusui yang berusia lebih dari 19 tahun membutuhkan 1300 mikrogram RAE per hari.

      • Wanita yang sedang tidak hamil membutuhkan 700 mikrogram RAE per hari.

      Catatan di atas merupakan anjuran dosis vitamin untuk Ibu hamil yang disarankan, namun bukan berarti Ibu wajib mengonsumsi vitamin A sebanyak itu ya. Jadikan dosis vitamin untuk Ibu hamil tersebut sebagai standar kebutuhan harian rata-rata.
           
    • Efek konsumsi vitamin A yang berlebihan

      Vitamin A bisa ditemukan pada daging, produk susu, ikan, telur, dan sereal fortifikasi dalam bentuk retinol. Vitamin A juga ada pada banyak buah dan sayur, kebanyakan dalam bentuk karotenoid. Hati-hati ya Bu, jika selama hamil terlalu banyak mengonsumsi retinol bisa menyebabkan cacat lahir dan keracunan hati. Tapi tak masalah bila Ibu mendapat sebanyak mungkin karotenoid dari buah dan sayur.

      Wanita yang berusia lebih dari 19 tahun baik dalam kondisi hamil, menyusui atau tidak dalam kondisi keduanya, perlu mendapat tidak lebih dari 3000 mikrogram RAE (10000 IU) retinol dari suplemen, sumber hewani, dan makanan fortifikasi setiap hari. Untuk wanita yang berusia kurang dari 18 tahun, batas asupannya adalah 2800 mikrogram RAE (9333 IU).

      Ini sebabnya vitamin untuk Ibu hamil harus diminum dalam takaran yang tepat. Ibu hamil tidak diperbolehkan menggandakan asupan vitamin atau suplemen kehamilan yang tidak direkomendasikan dokter. Pada umumnya, vitamin untuk ibu hamil mengandung setidaknya vitamin A dalam bentuk betakaroten. Namun ada beberapa merek, multivitamin jenis lain, dan makanan fortifikasi tertentu mengandung cukup retinol. Selalu periksa label produk atau tunjukkan suplemen Ibu ke dokter sebelum meminumnya.

      Risiko cacat lahir akibat terlalu banyak vitamin A juga bisa jadi alasan Ibu hamil dan mereka yang berusaha hamil. Ibu juga perlu menghindari resep obat jerawat isotretinoin dan obat lain yang berhubungan dengan retinol, termasuk tretinoin topikal yang digunakan untuk kondisi kulit.
        

    • Sumber vitamin A dari makanan

      Buah dan sayur khususnya yang berwarna oranye, kuning, dan hijau gelap, kaya betakaroten, dan jadi sumber vitamin A adalah pilihan terbaik. Ibu mungkin mendapat jumlah vitamin A dalam bentuk retinol yang cukup dari susu dan sereal fortifikasi.

      Tahukah Ibu, hati sapi dan hati ayam mengandung jumlah vitamin A dalam bentuk retinol yang paling tinggi? Oleh karena itu, Ibu perlu membatasi konsumsinya menjadi satu atau dua kali dalam satu bulan selama hamil untuk memastikan Ibu tidak mendapat terlalu banyak retinol. Sajian 85 gram hati sapi mengandung lebih dari 8 kali jumlah vitamin A yang dianjurkan setiap hari selama hamil dan lebih dari dua kali jumlah yang aman dikonsumsi dalam satu hari.

      Berikut beberapa sumber vitamin A terbaik:
       
      • ½ gelas wortel mentah, mengandung 534 mikrogram RAE (10,692 IU)

      • ½ gelas bayam yang dimasak, mengandung 472 mikrogram RAE (9,433 IU)

      • 1 mangga, mengandung 181 mikrogram RAE (3,636 IU)

      • 236 ml susu tanpa lemak, mengandung 149 mikrogram RAE (500 IU)

      • 236 ml susu murni, mengandung 110 mikrogram RAE (395 IU)

      • 1 sendok makan mentega, mengandung 95 mikrogram RAE (355 IU)

      • 2 telur besar, mengandung 80 mikrogram RAE (270 IU)

      • ½ gelas brokoli masak, mengandung 60 mikrogram RAE (1,207 IU)

      Proses memotong, memarut, dan memasak makanan membuat provitamin A karotenoid lebih mudah diserap tubuh. Tubuh juga menyerap lebih banyak karotenoid tiap kali Ibu mengonsumsi sedikit lemak, sekitar satu sendok teh.
        
    • Suplemen vitamin A dan tanda kekurangan vitamin A

      Jika nutrisi Ibu tercukupi melalui konsumsi yang seimbang, maka kemungkinan besar Ibu tidak perlu minum suplemen vitamin A. Selain itu, kebanyakan vitamin untuk ibu hamil sudah mengandung vitamin A. Baca label untuk memastikan  asupan Ibu tidak melebihi jumlah yang direkomendasikan dan tidak semuanya dalam bentuk retinol. Tanyakan dokter atau bidan bila Ibu membutuhkan suplemen vitamin A atau memiliki pertanyaan lain terkait kebutuhan vitamin untuk Ibu hamil.

      Kekurangan vitamin A jarang terjadi, sebab mudah memperoleh vitamin A yang cukup dari makanan. Kecuali ada kondisi medis tertentu yang membuat kebutuhan vitamin untuk Ibu hamil tidak tercukupi. Tanda kekurangan vitamin A antara lain penglihatan terganggu dan sistem kekebalan melemah. Orang yang kekurangan vitamin A bisa juga mengalami kondisi yang disebut xerophthalmia yang menyebabkan kornea mata menjadi kering dan tebal.
         

  2. Asam folat

    Asam folat membantu mencegah cacat tabung saraf yang mempengaruhi otak dan sumsum tulang belakang. Cacat tabung saraf berkembang di 28 hari pertama setelah terjadi kehamilan di mana banyak wanita belum mengetahui bahwa mereka hamil. Sekitar setengah dari jumlah kehamilan yang terjadi adalah kehamilan tidak direncanakan. Jadi, jika Ibu berada di usia produktif hamil, maka direkomendasikan minum setidaknya 400 mikrogram asam folat setiap hari, mulai sebelum konsepsi dan selama 12 minggu pertama kehamilan.

    Ibu yang sudah pernah melahirkan bayi dengan cacat tabung saraf perlu berkonsultasi dengan dokter terkait kebutuhan suplemen asam folat dalam dosis yang tepat untuk kehamilan berikutnya. Penelitian menunjukkan meminum dosis yang lebih besar (hingga 4000 mikrogram) pada satu bulan sebelum dan selama trimester pertama bisa memberi manfaat bagi calon ibu, tapi periksakan diri ke dokter lebih dulu ya Bu.

    Makanan yang mengandung asam folat antara lain sayuran berwarna hijau gelap, kacang, buah jeruk, dan makanan yang difortifikasi dengan asam folat. Meski begitu, ada baiknya minum suplemen asam folat dengan jumlah tepat sebagai tambahan.
      

  3. Kalsium

    Kalsium juga penting untuk ibu hamil lho. Kalsium dapat membantu mencegah penurunan kepadatan tulang Ibu ketika bayi menggunakan stok kalsium di tubuh Ibu untuk pertumbuhan tulangnya sendiri.
       
  4. Vitamin C

    Konsumsi vitamin C selama hamil dianggap aman, tapi Ibu tidak boleh mengonsumsinya secara berlebihan. Minum terlalu banyak vitamin C dalam bentuk suplemen selama hamil bisa meningkatkan risiko kelahiran sebelum waktunya. Meski begitu, konsumsi Vitamin C yang berlebihan bisa menyebabkan gangguan pada perut.

    Jumlah harian vitamin C yang direkomendasikan selama hamil adalah 85 mg per hari untuk wanita usia lebih dari 19 tahun dan 80 mg untuk wanita usia 14 hingga 18 tahun. Jumlah harian maksimal yang dianggap aman untuk wanita di kelompok usia ini adalah 2000 mg dan 1800 mg. 

    Namun, opsi terbaik adalah mengonsumsi berbagai variasi buah dan sayur setiap hari, termasuk setidaknya satu makanan yang kaya vitamin C. Sumber vitamin C yang baik antara lain jus jeruk, kiwi, dan stroberi. Bila Ibu sedang minum vitamin untuk ibu hamil, besar kemungkinan Ibu sudah terpenuhi kebutuhan vitamin C-nya, jadi tidak perlu lagi minum suplemen.
      

  5. Iodine

    Iodine penting untuk fungsi tiroid wanita selama hamil. Kekurangan iodine bisa menyebabkan pertumbuhan fisik terhalang, disabilitas mental yang parah, dan ketulian. Tidak cukup iodine bisa memicu keguguran dan kelahiran mati.
      

  6. Zat besi

    Zat besi membantu darah membawa oksigen baik pada ibu maupun bayi.
      

Pastikan Ibu mencari vitamin untuk ibu hamil yang menyertakan kandungan berikut ini:

  • 400 mikrogram (mcg) asam folat

  • 770 mikrogram vitamin A

  • 400 IU vitamin D

  • 200 sampai 300 mg kalsium

  • 70 mg vitamin C

  • 3 mg thiamine

  • 2 mg rivoflavin

  • 20 mg niacin

  • 6 mcg vitamin B12

  • 10 mg vitamin E

  • 15 mg zinc

  • 17 mg zat besi

  • 150 mikrogram iodine.

Pada beberapa kasus, dokter akan memberi resep khusus vitamin untuk ibu hamil. Beberapa vitamin untuk ibu hamil bisa menyebabkan mual, lho. Jadi bicarakan pada dokter bila ini terjadi pada Ibu. Jika diperlukan, dokter bisa meresepkan jenis vitamin yang berbeda. Terkadang ada wanita yang merasa lebih baik mengonsumsi vitamin untuk Ibu hamil dalam bentuk cair atau yang dikunyah daripada bentuk pil.

   

Suplemen Vitamin Selama Kehamilan

Ibu membutuhkan asam folat dan vitamin D selama hamil karena keduanya penting untuk perkembangan janin. Ibu bisa memilih apakah ingin minum suplemen secara terpisah atau jadi satu dalam bentuk multivitamin kehamilan.

Seperti halnya minum suplemen asam folat dan vitamin D, Ibu juga perlu makan dengan pola makan seimbang. Ini untuk memberikan tambahan mineral dan vitamin untuk Ibu hamil serta bayi. Bila Ibu mengalami morning sickness dan mual memang akan terasa sulit untuk makan apa saja. Cobalah konsumsi multivitamin kehamilan yang mengandung nutrisi yang biasanya Ibu dapat dari makanan, bisa jadi ini adalah solusi tepat hingga morning sickness mereda.

Bagi Ibu yang masih di usia remaja, tentunya kamu membutuhkan nutrisi ekstra bila tubuh masih mengalami pertumbuhan. Konsultasikan pada bidan atau dokter kandunga tentang suplemen dan vitamin untuk Ibu hamil yang sesuai dengan kebutuhan kamu. Apabila membutuhkan vitamin dan mineral sebagai suplemen karena alasan medis, bidan atau dokter akan meresepkannya.

    

Kapan Waktu Terbaik Dalam Satu Hari Untuk Minum Vitamin Untuk Ibu Hamil?

Ketika hamil, tubuh kita membutuhkan nutrisi ekstra, jadi minum vitamin untuk ibu hamil setiap hari adalah cara penting untuk mencukupi kebutuhan nutrisi. Tapi adakah waktu terbaik untuk meminumnya?

Jawabannya sederhana, kapanpun Ibu ingat untuk meminumnya! Pada sebagian ibu lebih nyaman untuk minum vitamin di pagi hari. Lainnya mungkin menjelang tidur atau tepat setelah menggosok gigi. Tak ada patokan waktu terbaik bagi tubuh untuk menyerap vitamin. Jadi ini bukanlah sesuatu yang perlu dipersoalkan.

Tapi bila vitamin kehamilan kerap kali membuat Ibu merasa mual, maka sebaiknya Ibu meminumnya saat makan. Bila ini tidak membantu, beri tahu dokter dan minta pendapatnya. 

     

Mitos Seputar Vitamin Untuk Ibu Hamil

Berikut ini beberapa mitos yang berhubungan dengan vitamin untuk ibu hamil dan penjelasannya:

  

  • “Semua vitamin untuk ibu hamil sama saja.”

    Hmm, meski variasinya sedikit berbeda, merek vitamin untuk ibu hamil yang berbeda bisa menyertakan vitamin serta dosis berbeda juga, lho. Jadi ingat selalu untuk mengecek table nutrisi dan nilai kandungan gizi yang tercetak di kotak produk ya, Bu!

        

  • “Saya hanya minum vitamin kehamilan saat hamil.”

    Mulailah minum vitamin kehamilan setiap hari sebelum Ibu hamil, sepanjang kehamilan, dan ketika menyusui. Ingat, tumbuh kembang janin seperti penutupan tabung saraf terjadinya di minggu pertama kehamilan, yakni masa di mana banyak wanita belum menyadari mereka hamil. Selain itu, vitamin juga akan masuk ke ASI untuk mendukung pertumbuhan bayi. Tidak minum vitamin selama hamil sangatlah disayangkan. Jika Ibu sedang berusaha untuk hamil, maka penuhilah dosis harian vitamin untuk Ibu hamil mulai sekarang.

        

  • “Kandungan multivitamin mengandung semua vitamin yang saya butuhkan.”

    Apakah Ibu membutuhkan suplemen sebelum, selama, dan setelah kehamilan? Konsultasikan pada dokter bila Ibu hamil bayi kembar, ada riwayat keluarga yang cacat lahir, atau Anda punya keterbatasan pada makanan tertentu. Misalnya seorang vegetarian akan membutuhkan lebih banyak vitamin B12.

    Suplemen yang paling umum adalah asam lemak omega 3 seperti DHA atau EPA yang berfungsi meningkatkan perkembangan kesehatan otak janin, meski biasanya kandungan ini tidak disertakan di multivitamin. Bicara pada dokter tentang suplemen terpisah serta berapa banyak makanan laut dan apa saja jenisnya yang harus Ibu makan.

    Mengonsumsi 1 hingga 2 sajian salmon atau sarden menjadi cara bagus untuk mencukupi kebutuhan asam lemak omega 3 dan merkuri tingkat rendah. Merkuri bisa membahayakan perkembangan otak dan sistem saraf anak, jadi hindari spesies yang mengandung tinggi merkuri seperti tuna dan hiu.

    Ibu hamil dengan anemia membutuhkan suplemen zat besi. Ketika menyusui bayi, Ibu bisa jadi  kekurangan vitamin D,  bicara pada dokter tentang suplemen yang cocok ya,Bu.  Sementara itu, bayi tidak membutuhkan vitamin kecuali direkomendasikan oleh dokter.

        

  • “Vitamin membuat saya sehat dan kuat.”

    Minum vitamin untuk Ibu hamil kadang bisa membuat Ibu sakit. Mual dan konstipasi sering menjadi efek sampingnya, sebaiknya minum vitamin bersama makanan atau sebelum tidur, perbanyak air putih, dan tetap aktif.

    Bila cara ini tidak berhasil, bicara pada dokter tentang keluhan Ibu, lalu coba minum merek lain. Bila Ibu benar-benar tidak bisa menerima multivitamin, pertimbangkan minum asam folat secara terpisah, terutama ketika belum hamil.

        

  • “Minum vitamin untuk ibu hamil berarti saya tidak perlu khawatir tentang makanan harian saya.”

    Vitamin untuk Ibu hamil sebenarnya tidak memenuhi 100 persen kebutuhan Ibu. Justru, vitamin paling baik diserap ke tubuh melalui makanan. Makanan bernutrisi juga membantu Ibu menjaga berat badan yang sehat untuk mendukung perkembangan bayi. Lagi pula, menerapkan kebiasaan makan sehat akan membantu anak terbiasa makan sehat sepanjang hidupnya.

        

  • “Vitamin kehamilan hanya untuk wanita yang mengalami kekurangan vitamin dan mineral.”

    Faktanya, multivitamin yang khusus dibuat untuk wanita hamil memberi mineral dan suplemen yang membantu menjaga kesehatan calon ibu dan meningkatkan kesehatan perkembangan janin. Kebanyakan dokter merekomendasikan Ibu mulai minum vitamin sebelum dan sepanjang kehamilan.

        

Ada banyak merek dan jenis vitamin untuk Ibu hamil dengan beragam bahan. Pastikan untuk minum vitamin yang mencukupi kebutuhan mineral dasar demi menjaga kesehatan Ibu, meningkatkan kesehatan otak dan perkembangan fisik bayi, serta menurunkan risiko kondisi abnormal pada janin.

(Ismawati, Yusrina / Dok. Shutterstock)