Kehamilan Dibaca 2,474 kali

Melahirkan Bayi Kembar Tidak Harus dengan Operasi Caesar

Share info ini yuk ke teman-teman
Ismawati
Melahirkan Bayi Kembar Tidak Harus dengan Operasi Caesar

Banyak yang bilang jika melahirkan bayi kembar, Ibu harus melalui operasi caesar. Padahal kenyataannya tidak seperti itu lho. Kemungkinan untuk melahirkan per vaginam juga besar, tergantung pada posisi bayi kembar di dalam rahim.

  1. Melahirkan bayi kembar bisa melalui persalinan per vaginam

    Biasanya dokter akan menyarankan Ibu untuk melahirkan bayi kembar per vaginam atau melakukan proses persalinan normal jika:

    • Posisi kepala bayi kembar sudah berada di bawah.

    • Baik Ibu maupun bayi tidak memiliki masalah yang mengharuskan pelaksanaan operasi caesar.

  2. Namun, melahirkan bayi kembar harus melalui operasi caesar jika bayi berada pada kondisi ini

    Tapi sebaliknya, Ibu akan disarankan untuk menjalani proses kelahiran melalui operasi caesar jika posisi kepala anak kembar pertama (ini merujuk pada bayi yang posisinya paling bawah di rahim) tidak berada di bawah. Pilihan melahirkan bayi kembar lewat operasi caesar ini juga akan diberikan oleh dokter jika bayi kembar Anda hanya memiliki satu kantung ketuban, atau Anda mengandung lebih dari dua bayi kembar.

    Memang masih banyak terjadi perdebatan mengenai proses melahirkan bayi kembar bila salah satu bayi kembar memiliki posisi kepala tidak di bawah. Beberapa ahli yakin persalinan per vaginam tetap bisa dilakukan, sedang yang lainnya merasa operasi caesar menjadi langkah yang terbaik.

  3. Bayi kembar bisa dilahirkan dengan cara yang berbeda pada tiap bayi

    Ibu bisa juga melahirkan bayi pertama melalui persalinan per vaginam, namun butuh bantuan operasi caesar untuk melahirkan bayi yang kedua. Kemungkinan ini sekitar 10 persen, dan kemungkinannya makin besar ketika hanya bayi pertama yang posisi kepalanya di bawah. Ada satu penelitian yang menyatakan bahwa hampir 1 dari 4 wanita yang melahirkan bayi kembar dengan satu anak yang posisi kepalanya di bawah, akhirnya harus menjalani operasi caesar untuk melahirkan anak yang kedua.

  4. Perhatikan ini saat melahirkan bayi kembar

    Jika Anda melahirkan bayi kembar melalui persalinan per vaginam, ada kemungkinan Ibu mengalami lebih banyak komplikasi selama persalinan. Jadi rencanakan untuk melahirkan di rumah sakit, ya Bu, sebaiknya jangan rencanakan untuk melakukan persalinan di rumah. Komplikasi yang mungkin terjadi, antara lain risiko plasenta pecah (khususnya setelah melahirkan anak yang pertama) dan pendarahan pasca melahirkan, baik saat ibu melahirkan anak kembar dengan persalinan per vaginam atau saat harus menjalani operasi caesar. Karena alasan-alasan ini, Ibu perlu memperhatikan hal-hal penting berikut ini agar proses melahirkan bayi kembar bisa berjalan dengan lancar.

    • Pertama, Anda perlu memilih dokter kandungan yang ahli dalam proses melahirkan bayi kembar, baik secara per vaginam maupun operasi caesar.

    • Dokter tersebut harus berafiliasi dengan rumah sakit yang memiliki staf medis yang selalu siap sepanjang proses persalinan Anda.

    • Rumah sakit juga harus memiliki perlengkapan untuk merawat bayi prematur, karena banyak ibu melahirkan bayi kembar dalam keadaan prematur.

  5. Proses melahirkan bayi kembar

    Saat Anda tiba di rumah sakit, perawat atau dokter akan melakukan USG untuk memastikan posisi bayi-bayi Anda. Anda juga akan menerima infus, dan kondisi janin akan dipantau terus-menerus selama proses persalinan.

    Jika Anda menginginkan pereda rasa sakit selama persalinan, epidural bisa menjadi pilihan yang tepat. Epidural nantinya bisa berguna untuk mengurangi rasa sakit jika dokter harus memasukkan tangannya untuk mencapai ke dalam rahim atau ketika Ibu membutuhkan tindakan operasi caesar secepatnya untuk alasan tertentu.

    Saat tiba waktunya untuk melahirkan bayi kembar, Anda akan berada di ruang persalinan yang lebih besar dibanding ruang persalinan yang biasa. Tim medis biasanya terdiri dari dua orang dokter kandungan, seorang bidan, dan dokter anestesi (untuk berjaga-jaga jika Anda memerlukan operasi caesar), setidaknya akan ada dua perawat, dan dua orang dokter anak untuk setiap bayi yang lahir.

    Setelah Anda melahirkan bayi pertama, dokter akan melihat posisi dan ukuran bayi kedua. Proses persalinan yang akan terjadi selanjutnya tergantung pada posisi bayi kedua ini. Jika kepala bayi mendekati serviks dan cukup rendah ke jalan lahir, dokter akan merobek kantung ketuban dan terus memonitor detak jantung bayi.

    Biasanya kontraksi akan terjadi kembali setelah melahirkan bayi kembar pertama (jika tidak terjadi, Ibu akan diberi Pitocin). Ibu akan diminta mendorong anak kedua seperti saat Anda mendorong anak pertama. Bayi kedua biasanya akan keluar dalam hitungan menit setelah bayi pertama, atau setidaknya setengah jam lebih lama. Jika detak jantung bayi tidak berada pada kondisi stabil atau terjadi komplikasi lain selama periode ini, anak kedua akan segera dilahirkan melalui operasi caesar.

    Jika kepala bayi kembar kedua tidak berada di bawah, tapi bokongnya turun ke rongga panggul Anda, kondisi ini bisa dikatakan dalam posisi sungsang. Dokter bisa melahirkan bayi dengan posisi sungsang selalu persalinan per vaginam atau operasi caesar.

    Bila kepala maupun bokong tidak berada di dekat rongga panggul Ibu (ini bisa terjadi meski sebelumnya posisi kepala bayi kedua sudah berada di bawah, sebelum bayi pertama dilahirkan), dokter bisa melakukan internal podalic version. Prosedur ini mengharuskan dokter mencapai bagian dalam rahim Anda, menggapai kaki bayi, dan mengeluarkannya dengan posisi kaki lebih dulu. Pada beberapa kasus, operasi caesar diperlukan untuk melahirkan bayi kedua.

    Jika Ibu menjalani operasi caesar untuk melahirkan kedua bayi kembar atau lebih, pelaksanaannya kurang lebih sama seperti operasi caesar pada umumnya. Namun, akan ada lebih banyak staf medis di dalam ruangan persalinan. Biasanya, akan ada dua dokter kandungan, seorang dokter anestesi, dua perawat yang mendampingi selama masa pembedahan, dokter anak dan perawat untuk setiap bayi. Jika Anda mengandung kembar tiga, misalnya, berarti akan ada 11 orang staf medis. Juga akan tersedia alat penghangat untuk masing-masing bayi, dan alat resusitasi yang siap digunakan. Ibu juga akan membutuhkan irisan operasi caesar lebih besar dibandingkan operasi caesar pada umumnya, ini tergantung pada ukuran dan posisi bayi kembar.

  6. Proses pemulihan setelah melahikan bayi kembar

    Proses pemulihan akan tergantung pada proses persalinan yang Ibu lewati, yaitu persalinan per vaginam atau operasi caesar. Lamanya pemulihan juga akan tergantung pada komplikasi lain yang terjadi, seperti ada tidaknya pendarahan pasca melahirkan. Jika semua berjalan dengan baik, Ibu bisa keluar dari rumah sakit dalam dua hari setelah menjalani persalinan per vaginam dan dalam 4 hari setelah melalui operasi sesar.

    Semua ibu baru tentu akan membutuhkan banyak bantuan dalam merawat bayi yang baru lahir dan selama menjalani proses pemulihan setelah melahirkan, khususnya jika Anda melahirkan bayi kembar.

    Saat melahirkan bayi kembar, kemungkinan bayi tidak boleh dibawa pulang saat ibu diperbolehkan pulang dari rumah sakit juga makin besar. Ini karena bayi kembar biasanya cenderung mengalami komplikasi, khususnya jika mengalami persalinan prematur, atau lahir dengan berat badan lahir rendah. Tak jarang bayi-bayi yang mengalami kondisi ini harus dirujuk ke neonatal intensive care unit (NICU). Kondisi ini terjadi pada sekitar seperempat dari jumlah bayi kembar dua, ¾ dari kembar tiga, dan hampir pada semua kembar lebih dari tiga.

    Jika Anda ingin menyusui bayi kembar, pastikan untuk memulainya sejak dini. Ibu bisa minta bantuan dari staf rumah sakit ketika Anda masih berada di sana. Berkonsultasilah dengan konselor laktasi atau bergabunglah pada komunitas ibu menyusui yang dekat dengan lingkungan Anda agar bisa mendapat dukungan dari ibu-ibu lainnya.

    Jika bayi-bayi Anda berada di ruang NICU dan belum siap untuk menerima ASI, Ibu perlu memompa ASI untuk sementara waktu, sampai anak-anak bisa menyusu langsung di payudara.

(Ismawati)