Kehamilan Dibaca 2,544 kali

Melahirkan bayi sungsang, mungkinkah?

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya

Terakhir diperbaharui 05 Januari, 2019 03:01

Melahirkan bayi sungsang, mungkinkah?

Bunda, pada usia kehamilan 8 bulan, tak ada lagi banyak ruang tersisa di dalam rahim Anda. Kebanyakan bayi memposisikan badannya dengan kepala di bawah, yang dikenal dengan cephalic presentation. Tapi jika bayi Anda sungsang, itu artinya posisi keluar nantinya adalah bagian kaki atau bokong lebih dulu.

Ketika persalinan dimulai pada usia kehamilan 37 minggu atau setelahnya, hampir 97 persen bayi berada di posisi keluar kepala lebih dulu. Sisanya dalam posisi sungsang. Pada kasus yang jarang terjadi, bayi berada pada posisi menyamping di rahim dengan bahu, punggung, atau lengan keluar lebih dulu, posisi ini biasa disebut transverse lie.

Ada beberapa tipe presentasi sungsang, termasuk frank breech (bokong keluar lebih dulu dengan kaki sejajar kepala), complete breech (bokong keluar lebih dulu dengan kaki melipat seperti duduk gaya India), atau footling breech (satu atau dua kaki pada posisi keluar lebih dulu).

Di awal trimester pertama, dokter bisa mengetahui posisi bayi dengan meraba perut Anda dan menemukan kepala, punggung, dan bokong bayi. Sekitar seperempat dari jumlah bayi berada pada posisi sungsang pada tahapan ini, tapi kebanyakan dari mereka akan berganti posisi dengan sendirinya pada dua bulan ke depan. Jika posisi bayi Anda tidak diketahui saat pemeriksaan perut pada kehamilan usia 36 minggu, dokter bisa melakukan pemeriksaan dalam untuk mengetahui bagian tubuh bayi yang berada di rongga panggul. Pada beberapa kasus, dokter bisa melakukan USG untuk memastikan posisi bayi.

Bayi yang masih sungsang ketika mendekati waktu untuk dilahirkan tidak mungkin berganti posisi dengan sendirinya. Jadi jika bokong bayi Anda masih berada di bawah pada usia kehamilan 37 minggu, dokter akan menawarkan prosedur memutar bayi ke posisi yang semestinya. Prosedur ini dikenal dengan external cephalic version (ECV), dilakukan dengan memberi tekanan pada perut dan secara manual memanipulasi bayi ke posisi kepala di bawah. Jika dokter Anda tidak berpengalaman melakukan prosedur ini, ia bisa memberi referensi ke orang yang ahli melakukannya.

ECV memiliki tingkat keberhasilan 58 persen dalam memutar posisi bayi yang sungsang (dan 90 persen berhasil jika bayi pada posisi transverse lie). Tapi kadang bayi menolak untuk berputar dan kembali ke posisi sungsang setelah ECV dilakukan. ECV ini lebih mungkin berhasil jika bukan pada kehamilan pertama.

Tidak semua bayi bisa menjalani external cephalic version (ECV). Jika Anda hamil bayi kembar atau mengalami kehamilan yang rumit seperti pendarahan atau air ketuban yang terlalu sedikit, Anda tidak bisa menjalani prosedur ECV. Dan tentu Anda tidak memerlukan prosedur ini jika memilih melahirkan melalui operasi caesar, mengalami placenta previa, mengandung bayi kembar tiga, atau telah menjalani lebih dari satu kali operasi caesar.

Memililih prosedur ECV tidak sepenuhnya tanpa risiko dan beberapa wanita merasa sangat tidak nyaman saat menjalaninya. Anda perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan memilih prosedur ini. Komplikasi berat, meski relatif jarang, bisa terjadi. Misalnya, ECV bisa menyebabkan plasenta terpisah dari dinding rahim sehingga bayi Anda harus segera dilahirkan melalui operasi sesar. Prosedur ini juga bisa menyebabkan penurunan detak jantung bayi, yang jika tidak kembali ke jumlah detak yang seharusnya, bayi harus segera dilahirkan.

Karena beberapa alasan tadi, dokter harus melakukan prosedur ECV di rumah sakit dengan fasilitas dan staf yang siap untuk pelaksanaan operasi caesar mendadak jika komplikasi terjadi. Anda akan diminta untuk tidak makan atau minum setelah tengah malam sebelum prosedur dilakukan, untuk berjaga-jaga jika Anda harus menjalani operasi sesar. Sebelumnya Anda akan menjalani USG untuk memeriksa posisi bayi, lokasi plasenta, dan jumlah cairan ketuban. USG akan diulangi setelah manuver ECV dilaksanakan. Beberapa dokter juga menggunakan USG saat prosedur ini dilakukan.

Anda masih bisa melahirkan bayi sungsang secara normal jika kehamilan Anda kembar di mana bayi pertama posisi kepalanya keluar lebih dulu sedangkan bayi yang kedua tidak, atau jika persalinan Anda sangat cepat hingga Anda tiba di rumah sakit saat akan melahirkan. Tapi kebanyakan bayi yang tetap pada posisi sungsang akan lahir melalui operasi caesar. Operasi sesar yang direncanakan dianggap langkah paling aman untuk bayi yang sungsang.

Jika Anda merencanakan operasi caesar, biasanya dokter menjadwalkannya tidak lebih awal dari usia kehamilan 39 minggu. Untuk memastikan bayi tidak berubah posisi selama waktu ini, Anda akan diperiksa melalui USG di rumah sakit untuk memastikan posisinya sebelum pembedahan. Ada juga kemungkinan Anda menjalani persalinan atau air ketuban pecah sebelum operasi caesar dilakukan. Jika itu terjadi, pastikan untuk segera menghubungi dokter dan menuju rumah sakit.

Cara Memperbaiki Posisi Bayi Yang Sungsang

Selain prosedur ECV, ada beberapa cara yang bisa dicoba untuk mengubah posisi bayi Anda di dalam rahim. Berikut ini beberapa metode alternatif yang mungkin pernah Anda dengar sebelumnya. Memang tidak ada bukti keberhasilan maupun keamanan dari metode ini, jadi sebaiknya konsultasikan lebih dulu ke dokter sebelum Anda mencobanya.

Bunda, berikut ini teknik paling umum untuk memperbaiki posisi bayi yang sungsang:

  1. Posisi bersujud

    Posisi ini memanfaatkan gravitasi untuk membuat bayi berada di posisi yang tepat.

    • Posisikan lutut di lantai atau tempat tidur dan lengan juga di lantai. Angkat bokong ke atas. Ini membuat bagian bawah rahim melebar, sehingga memberi ruang untuk kepala bayi.
    • Lakukan posisi ini selama 5 sampai 15 menit, dua kali sehari.
  2. Posisi forward-leaning inversion

    Postur ini direkomendasikan untuk semua wanita hamil agar posisi janin optimal ketika tanggal perkiraan melahirkan semakin dekat, baik bayi di posisi sungsang atau tidak. Lakukan posisi ini sekitar 10 sampai 15 menit sebelum tidur atau ketika menonton TV. Postur ini membantu otot panggul jadi rileks dan gravitasi menarik rahim. Meski teknik ini belum terbukti secara ilmiah, tapi tidak berbahaya untuk dicoba.

    • Mulai dengan memposisikan dada dan lutut di tempat tidur. Perlahan letakkan telapak tangan di lantai (bila Anda berada di tempat tidur).
    • Lakukan posisi ini dengan sangat hati-hati, jangan sampai tangan Anda tergelincir. Minta pasangan membantu, tangan pasangan bisa menopang bahu selama Anda berada di posisi ini.
  3. Akupunktur dan moxibustion

    Moxibustion adalah bentuk pengobatan dan akupunktur Cina, tapi bukan dengan menggunakan jarum, melainkan menggunakan panas pada tongkat yang berbentuk seperti cerutu. Setelah salah satu ujungnya dinyalakan, ujung lain menekan titik pada jari kaki janin wanita hamil. Meski tidak ada bukti ilmiah untuk keberhasilannya, metode ini tidak berbahaya bila dicoba.

    Teknik Cina kuno ini berupa pembakaran jenis herbal tertentu untuk menstimulasi titik akupresur. Untuk membantu memutar bayi yang berada pada posisi sungsang, ahli akupresur membakar ramuan herbal di dekat titik akupresur. Menurut pengobatan Cina, hal ini dapat menstimulasi aktivitas bayi agar ia berganti posisi dengan sendirinya.

    Satu penelitian menunjukkan bahwa moxibustion merupakan kombinasi akupunktur dan metode penempatan yang bisa bermanfaat. Jika Anda telah membicarakannya dengan dokter dan ingin mencobanya, hubungi seseorang yang ahli atau minta referensi nama orang yang telah memiliki lisensi dalam moxibustion.

  4. Kompres dingin dan panas

    Kompres dingin pada bagian atas rahim dan kompres hangat pada bawah rahim membuat bayi bergerak menjauh sensasi dingin menuju hangat.

    • Letakkan kompres dingin pada bagian atas perut, dekat dengan kepala bayi.
    • Gunakan kompres dingin di bak mandi, dan setengah perut bagian bawah direndam di air hangat, dengan cara ini bayi akan berganti posisi.

    Penggunaan kompres panas dan dingin ini sangat aman, jadi bisa Anda lakukan sesering mungkin. Banyak wanita menggunakan kompres panas dan dingin ketika melakukan gerakan breech tilt.

  5. Gerakan pelvic tilt

    Pelvic tilt atau breech tilt, berarti berbaring pada lantai dan mengangkat pinggang, dengan posisi kaki berada di lantai dan lutut menekuk. Tidak ada efek merugikan dari metode ini jadi tak ada salahnya bila Anda mencobanya.

    Lakukan posisi berikut ini sebanyak dua kali sehari, mulailah pada kehamilan usia 32 minggu. Tujuan gerakan ini adalah memanfaatkan gaya gravitasi untuk membantu bayi Anda berganti posisi ke bagian kepala di bawah. Pastikan Anda melakukan gerakan ini saat perut dalam keadaan kosong, jadi kurangi porsi makan siang Anda. Pastikan juga ada seseorang untuk menolong Anda jika Anda mulai merasa akan pingsan.

    Berbaringlah telentang dan angkat pinggul hingga 9 sampai 12 inci di atas lantai. Topang pinggang Anda dengan bantal dan tetap pada posisi ini selama kurang-lebih 15 menit. Selanjutnya, topang lutut dengan lengan ke atas lantai, agar bokong tetap berada di udara. Coba bertahan pada posisi ini selama 15 menit. Tetap berhati-hati ya Bun, karena tidak ada penelitian yang menunjukkan ibu yang melakukan posisi ini memberi pengaruh pada posisi bayi. Dan segera berhenti melakukannya jika posisi ini tidak nyaman bagi Anda.

  6. Berenang

    Mungkin tidak ada bukti yang mendukung kalau renang saat hamil dapat mengubah posisi bayi yang sungsang, tapi aktivitas ini cukup bisa membuat wanita rileks. Renang bisa jadi terapi untuk persendian yang letih dan nyeri otot di akhir kehamilan yang tidak membahayakan janin.

  7. Musik

    Mendengarkan musik saat hamil di perut bisa membuat bayi yang kepalanya dekat tulang rusuk untuk berbalik ke posisi kepala di bawah dan dekat dengan jalan lahir. Tak ada bukti ilmiah yang mendukung ini tapi tak ada salahnya dicoba.

  8. Hipnotis

    Satu penelitian kecil menemukan bahwa wanita yang secara teratur dihipnotis pada kondisi rileks di kehamilan minggu 37 hingga 40 lebih mungkin untuk memutar posisi bayi dibanding wanita lain. Jika Anda ingin mencoba teknik ini, tanyakan dokter apakah ia bisa merekomendasikan seseorang yang ahli.

    Anda bisa coba semua saran di atas. Antara minggu 34 sampai 36, silahkan coba teknik alami yang Anda inginkan agar posisi bayi tidak lagi sungsang. Bila semua usaha di atas tidak membuahkan hasil, jangan merasa bersalah ya, tapi bersiaplah mengubah rencana persalinan Anda.

Fakta Menarik Tentang Bayi Sungsang

Ketika menjalani kehamilan Anda merasa khawatir dengan posisi bayi. Apakah kepalanya sudah di bawah dan siap sebelum persalinan dimulai? Mungkin Anda diberitahu kalau bayi di posisi sungsang dan meski persalinan masih lama, Anda sudah merasa cemas. Tapi Bun, berikut ini beberapa fakta menarik tentang bayi sungsang yang perlu Anda tahu:

  1. Ada tiga jenis posisi sungsang

    Sungsang berarti kepala bayi tidak berada di bawah dan kaki atau bokong yang nantinya akan keluar lebih dulu. Sungsang dikategorikan berdasarkan bagaimana posisi bokong dan kaki.

    Mengetahui jenis posisi sungsang bayi bisa membantu dokter merekomendasikan cara Anda melahirkan dan jenis perawatan serta bantuan yang perlu disiapkan. Tiga jenis posisi sungsanga ini adalah:

    • Footling breech atau sungsang tidak sempurna, dengan satu atau kedua posisi kaki lahir lebih dulu.
    • Frank breech dimana bokong keluar lebih dulu dan posisi kaki di dekat kepala bayi.
    • Sungsang sempurna dimana bokong keluar lebih dulu dan lutut menekuk sehingga kaki berada dekat dengan bokong.
  2. Kebanyakan bayi sungsang akan berputar posisi

    Pada kehamilan usia 28 minggu, sekitar 25 persen bayi berada di posisi sungsang. Tapi di minggu 35, hanya 7 persen yang sungsang, dan saat kehamilan 37 minggu, hanya 1 sampai 3 persen bayi yang masih berada di posisi sungsang. Bila usia kehamilan Anda kurang dari 37 minggu dan diberitahu kalau bayi sungsang, ini bukan hal yang perlu dikhawatirkan berlebihan. Kebanyakan bayi sungsang akan berganti posisi sebelum mencapai usia penuh kehamilan.

  3. Bayi sungsang bisa berputar posisi saat persalinan

    Ada kemungkinan bayi sungsang berputar secara alami setelah persalinan dimulai. Memang semakin besar ukuran bayi, semakin sedikit ruang untuk bergerak. Tapi ini tidak menghentikan bayi sungsang untuk secara alami memutar posisi kepalanya selama persalinan.

  4. Penelitian mendukung kelahiran normal untuk bayi sungsang

    Untuk banyak wanita hamil yang bayinya sungsang, operasi caesar kadang jadi pilihan metode melahirkan satu-satunya. Tapi penelitian mendukung ibu diberikan pilihan untuk melahirkan secara normal.

    Meski ini sepertinya tidak jadi pilihan tepat untuk tiap kelahiran bayi dengan posisi sungsang, ibu perlu mendapat informasi yang cukup agar bisa membuat keputusan tentang kelahirannya.

    Posisi sungsang yang berbeda memiliki risiko berbeda juga. Footling breech memiliki risiko prolaps tali pusar atau bayi turun ke jalan lahir sebelum pembukaan penuh. Frank breech bisa jadi sangat ideal untuk kelahiran normal. Posisi kaki dekat kepala, dan bokong bayi akan tetap memberi tekanan seperti kepala untuk mendorong bukaan serviks.

  5. Ada pilihan untuk operasi caesar

    Pada beberapa situasi, kelahiran sesar jadi pilihan melahirkan yang paling aman. Bila sesar dibutuhkan, ibu harus membicarakan pilihan ini dengan dokter.

  6. Jika janin sungsang di kehamilan pertama, belum tentu akan sungsang juga di kehamilan berikutnya

    Bila menjalani kelahiran bayi di posisi sungsang, Anda mungkin cemas tentang kehamilan berikutnya. Untungnya, melahirkan satu bayi sungsang tidak berarti Anda akan mengalaminya kembali. Faktanya, kurang dari 10 persen wanita yang melahirkan satu bayi sungsang akan mengalami hal serupa di kehamilan berikutnya.

Ingat Bun, bayi sering berputar ke posisi kepala di bawah dengan sendirinya, paling lambat ketika persalinan terjadi. Anda punya banyak pilihan dan bisa menimbang manfaat dan risiko dari tiap pilihan, mana yang terbaik untuk Anda dan bayi.

(Ismawati)