Kelahiran

Jangan Lakukan Ini Saat Mengunjungi Bayi Baru Lahir

Terakhir diperbaharui

Jangan Lakukan Ini Saat Mengunjungi Bayi Baru Lahir

Teman atau kerabat yang sangat ingin menjenguk bayi baru lahir perlu tahu, para orangtua baru itu merasa sangat kelelahan. Di waktu yang sama, mereka merasa senang, kewalahan, takut, bangga, tapi yang pasti mereka merasa capek. Mereka bahkan tak punya energi untuk bercakap-cakap panjang.

 

Sebagai teman atau anggota keluarga yang peduli pada ayah atau ibu bayi, tentu Anda sudah tak sabar bertemu dengan bayi mereka. Tapi hal yang akan disampaikan di bawah ini sangat sering dikeluhkan oleh banyak orangtua baru. Betapapun Anda sangat ingin melihat si bayi, orangtua punya batasan yang perlu kita hormati. Dan penting untuk menghormati batasan individu pada tiap keluarga.

 

Nah, berikut ini hal yang mereka tidak mau Anda lakukan ketika mengunjungi bayi baru lahir, tapi mereka tidak akan memberitahukannya karena khawatir Anda akan tersinggung.

 

  1. Tidak mempersiapkan diri

    Proses melahirkan itu indah, tapi juga sangat melelahkan bagi ibu. Setelah bayi lahir, ibu kadang berada di lingkungan yang tidak diharapkan. Ibu bisa berjam-jam tanpa tidur. Pastikan Anda bersiap untuk hal ini. Lakukan meditasi singkat di dalam kendaraan sebelum menjenguk untuk memastikan Anda bisa memberi kehadiran yang menenangkan dan siap untuk apapun yang mungkin akan terjadi.

     

    Bila Anda berkunjung segera setelah bayi lahir, bersiaplah untuk melihat darah, sesi konsultasi laktasi, bayi menangis, ibu menangis, layar monitor, serta pompa ASI. Bersiap untuk apapun yang akan terjadi dan pastikan untuk menawarkan bantuan, memberikan saran yang menenangkan, atau mengenali tanda kalau waktunya pamit bila suasana tidak lagi memungkinkan. Juga, fokuskan percakapan tentang bayi dan ibunya.

     

  2. Mencium bayi, terutama di bibir

    Rata-rata orang menyukai bayi baru lahir yang menggemaskan sehingga selalu ingin mencium aroma tubuhnya. Mungkin ini karena oksitosin tinggi yang kita dapat ketika menjalin kedekatan dengan bayi.

     

    Tapi bila Anda mengunjungi bayi baru lahir, jangan menciumnya di bibir atau wajah ya, Bunda. Bila ingin mencium bayi, mintalah izin dulu pada orangtua, dan semoga mereka tidak keberatan mengizinkannya.

     

    Bila menurut Anda melarang mencium bayi terlalu berlebihan, Anda perlu tahu kalau bayi memiliki sistem kekebalan yang belum kuat dan sangat rentan terhadap bakteri dan penyakit. Bahkan sebuah penelitian mendapati mereka yang diberi vaksin pertusis bisa membawa bakteri di tenggorokan selama 6 minggu, tanpa menunjukkan gejala apapun.

     

  3. Merokok

    Beberapa rumah sakit meminta tamu yang merokok untuk mengenakan baju rumah sakit ketika menggendong bayi. Kandungan rokok yang tersisa pada pakaian, rambut, serta nafas buruk untuk kesehatan dan para ahli memperingatkan orangtua untuk mewaspadainya. Ketika mengunjungi bayi baru lahir pastikan Anda mengenakan pakaian yang segar dan bersih. Bila Anda merokok di rumah, meski pakaian dalam keadaan bersih tetap bisa berbau rokok jadi kenakan jaket sebelum menggendong bayi. Juga jangan merokok sebelum atau selama kunjungan, meski di luar ruangan.

     

  4. Mengajak anak-anak

    Menjadi orangtua baru berarti memasuki dunia baru. Hari-hari mereka kini penuh dengan aktivitas seperti menyusui, mengganti popok, dan menggendong bayi. Mereka kurang tidur karena begadang serta berbicara dengan suara pelan agar si bayi tidak terbangun.

     

    Kondisi ini bisa menjadi bertambah buruk karena teriakan dari anak orang lain bukan? Jadi betapapun lembut dan penurut anak Anda, tetap lebih baik untuk tidak mengajaknya. Meski sebagian tuan rumah ingin mereka datang, yang lainnya lebih suka hanya tamu orang dewasa yang datang selama beberapa minggu pertama. Jangan ajak anak Anda saat kunjungan pertama, dan lihat bagaimana komentar orangtua baru ini.

     

  5. Memberi komentar yang menghakimi

    Ibu baru tidak perlu diingatkan kalau rambutnya sangat berantakan atau ada noda ASI di bajunya. Anda juga tidak perlu berkomentar ketika ia salah menyendawakan bayi. Dan tak perlu juga menyoalkan apakah anaknya diberi ASI atau susu formula, berat badan bayi yang sangat kecil atau terlalu besar, dan masalah sensitif lainnya. Yang si ibu butuhkan adalah didengarkan dan diyakinkan kalau ia melakukan tugasnya dengan baik. Baik Anda datang sebagai kerabat atau teman, pastikan si ibu tahu kalau ia melakukan tugas dengan baik, sering kali hanya ini yang ingin didengar dan dibutuhkan para ibu baru.

     

  6. Minum minuman yang panas ketika menggendong bayi

    Tak ada yang lebih menakutkan selain pemandangan teman menyeruput teh panas di atas kepala bayi baru lahir yang digendongnya. Pastikan Anda tidak minum minuman panas lainnya ketika menggendong bayi baru lahir.

     

  7. Tidak mencuci tangan

    Tangan Anda mungkin terlihat bersih, tapi bisa menjadi sarang kuman dari dunia luar. Coba ingat apa saja yang sudah Anda sentuh sejak terakhir kali Anda mencuci tangan, dan bayangkan bila Anda menularkan semua kuman pada bayi baru lahir yang belum mengembangkan sistem kekebalan yang kuat.

     

    Pastikan Anda mencuci tangan sebelum menggendong bayi. Beberapa keluarga dari wanita hamil berusaha menerima vaksin sebelum bayi lahir untuk membantu melindungi bayi dari penyakit.

     

  8. Datang berkunjung di saat sakit

    Tak banyak yang bisa Anda lakukan untuk menghindari sakit, tapi Anda bisa membatalkan janji untuk mengunjungi bayi baru lahir. Orangtua baru kemungkinan besar merasa kelelahan, dan sistem kekebalan mereka juga menurun. Selain itu, ada bayi baru lahir yang tidak boleh terpapar bakteri dan virus. Jadi lakukan hal yang benar, dan menjauhlah hingga Anda merasa baikan dan tidak lagi menularkan penyakit, agar orangtua tak perlu cemas merawat bayi yang sakit.

     

  9. Memaksa menggendong bayi

    Ini mungkin terdengar aneh, lagi pula Anda mengunjungi bayi jadi tak ada salahnya menggendongnya bukan? Tapi ingat, si ibu kemungkinan merasa lelah dan emosional, jadi beri ia kesempatan untuk berada dekat dengan bayinya. Ia mungkin menantikan sesi menyusui berikutnya, atau menikmati mendekap bayi setelah banyak tamu baru saja pulang, jadi tunggu hingga si ibu menawarkan Anda untuk memeluk atau menggendong bayinya.

     

  10. Membangunkan bayi

    Ini tampaknya sangat tidak beralasan, tapi sayangnya beberapa tamu melakukannya, mengganggu bayi yang sedang tertidur. Anda mungkin ingin sekali melihat bola mata si bayi, tapi Anda masih bisa melakukan ini di kunjungan berikutnya, Bun.

     

    Bayi baru lahir tidur selama 18 jam sehari, dan tidur ini sangat penting untuk perkembangannya. Tak hanya itu, orangtua si bayi mungkin menghabiskan satu atau dua jam untuk menenangkan buah hati yang menangis agar kembali tidur.

     

  11. Terus menggendong bayi yang menangis histeris

    Ketika bayi baru lahir menangis, berarti waktunya untuk menyerahkannya kembali ke orangtua. Si bayi mungkin merasa lapar, perlu diganti popoknya, atau kangen dengan bau si ibu. Apapun penyebabnya, yang pasti ia menginginkan orangtuanya.

     

    Meski orangtua baru akan menghargai kesempatan untuk bisa ke kamar mandi atau menikmati minuman hangat ketika Anda menggendong bayinya, mereka terprogram untuk segera merespon tangisan bayi.

     

  12. Membuat berantakan

    Sebelum berpamitan untuk pulang, pastikan tidak ada jejak kalau Anda pernah di sana. Rapikan kertas kado dari bingkisan yang Anda bawa, cuci gelas yang Anda gunakan, dan pastikan orangtua baru tidak punya pekerjaan tambahan akibat kedatangan Anda.

     

  13. Menatap saat ibu menyusui

    Menyusui kadang sulit dan emosional di awal-awal. Ibu baru dan bayi keduanya sedang mempelajari keterampilan baru, dan sangat mungkin mengalami kesulitan menyusui. Ditambah lagi, beberapa ibu baru merasakan tekanan tambahan ketika orang lain hadir atau menunggu di ruangan lain selama ia menyusui.

     

    Membuat bayi melakukan pelekatan dengan tepat kadang sulit. Ibu baru bisa merasa risih serta malu dengan pandangan mata yang menatapnya. Terutama bila ia masih belajar atau merasa belum berhasil, ia akan merasa sangat cemas. Proses menyusui tidak boleh tergesa-gesa.

     

    Idealnya, minta diri untuk meninggalkan ruangan agar ibu dan bayi bisa melakukan yang perlu diperlukan tanpa ada tekanan. Cukup atur waktu untuk datang berkunjung kembali. Bila si ibu ingin Anda tetap di sana, tak masalah. Teruslah mengobrol, lakukan kontak mata tapi jangan menatap bayi yang menyusu pada payudara. Ibu baru memahami ekspresi wajah Anda dan Anda akan membuatnya merasa tidak nyaman.

     

  14. Mengabaikan tanda bayi ingin menyusu

    Bila belum memiliki anak, masih bisa dimaklumi bila Anda tidak tahu tanda ingin menyusu yang ditunjukkan bayi. Bayi menangis ketika merasa lapar, tapi ini bukan hal pertama yang ia lakukan, menangis adalah tanda akhir dari rasa lapar.

     

    Awalnya, bayi akan berusaha mencari payudara, memasukkan jari ke mulut, dan menjadi gelisah. Perilaku ini jadi tanda pertama kalau si bayi merasa lapar, saat bayi mulai menangis dan kesal, akan lebih sulit baginya melakukan pelekatan dengan baik. Jadi, bila Anda melihat bayi menunjukkan tanda ingin menyusu, segera kembalikan ia ke ibunya.

     

  15. Memberi saran ketika tidak diminta

    Bila Anda dimintai saran, berikan. Bila tidak, jangan memberi nasihat pada orangtua baru ini tentang cara melakukan dengan benar tentang berbagai hal. Cukup dengarkan obrolannya, berikan dukungan, dan pahami bila mereka membutuhkan saran Anda mereka akan memintanya.

     

  16. Berkunjung terlalu lama

    Ini kadang sulit ya Bun, bagaimana kita tahu kalau kita menjenguk bayi terlalu lama?  Anda bisa menilainya dari sikap si orangtua baru, misalnya ketika mereka mulai terlihat lelah. Mereka kelelahan meski senang dengan kedatangan Anda, tapi mereka tetap sangat membutuhkan tidur. Mereka juga butuh waktu untuk menjalin kedekatan sebagai keluarga.

     

    Sebagai aturan umum, dua jam jadi waktu berkunjung yang paling lama, tapi banyak tuan rumah lebih suka tamu menjenguk di waktu yang lebih pendek. Pastikan mereka tahu kalau Anda tidak akan tersinggung bila mereka meminta Anda untuk pulang.

     

  17. Datang dengan tangan kosong

    Ketika mengunjungi keluarga yang baru memiliki bayi di rumah mereka, jangan pernah datang dengan tangan kosong. Bawa cemilan, kue, popok, tisu basah, atau lainnya, dan . Anda akan disambut dengan pelukan hangat.

     

  18. Melakukan group selfie

    Meski Anda ingin mem-posting gambar bayi baru lahir bersama ibunya, si ibu mungkin tidak ingin Anda melakukannya karena beberapa alasan. Beberapa orang tidak ingin membagikan foto anak mereka di media sosial karena alasan privasi. Selain itu, si ibu mungkin kekurangan tidur atau merasa tidak siap untuk difoto. Sebaiknya coba hargai hal ini. Bila ingin mengambil gambar, Anda bisa menyimpannya saja atau meminta izin sebelum mem-postingnya.

     

  19. Lupa mengatur handphone di mode silent

    Bila si ibu berusaha menyusui atau bayi menangis, tentu mereka keberatan mendengar ringtone dari telepon genggam Anda. Atur agar gadget Anda di mode silent dan letakkan di dalam tas.

     

  20. Berharap dijamu sebagai tamu

    Akan sangat melelahkan bagi orangtua baru bila tamu hanya duduk ditemani minuman, cemilan, atau bentuk jamuan lainnya. Fase bayi baru lahir sangat pendek, jadi akan sangat membantu bila Anda yang menawarkan secangkir teh, membantu menyiapkan makan siang, atau yang lebih baik lagi dengan membawa makanan. Mungkin ini terkesan berlebihan, terutama bila Anda tidak pernah menerima hal seperti ini, tapi akan sangat menyenangkan bukan menerima dukungan yang sangat dibutuhkan? Mungkin kita bisa menurunkan tingkat 1 dari 7 ibu baru yang mengalami depresi pasca melahirkan. Semua ibu dan ayah berbeda dan menghargai tingkat dukungan yang berbeda.

     

  21. Menggunakan parfum

    Hormon pada ibu baru setelah melahirkan bisa membuat mereka sensitif atau mual terhadap bau tertentu. Bayi juga bisa sensitif pada aroma tertentu. Selain itu, tak ada yang lebih buruk selain mencium parfum orang lain pada bayi berjam-jam setelah Anda pulang. Jadi sebaiknya hindari parfum atau cologne di hari Anda mengunjungi bayi baru lahir.

     

  22. Mengunjungi di rumah sakit atau di rumah?

    Sering kali lebih baik menunggu hingga ibu dan bayi pulang ke rumah untuk mengunjungi mereka, kecuali bila Anda sudah mengatur janji untuk ini. Ibu dan bayi dimonitor sepanjang waktu di rumah sakit, jadi tidur mereka kemungkinan terganggu, dan bila ibu menjalani kelahiran melalui operasi caesar, ia mungkin merasa tidak nyaman untuk menyambut tamu yang datang. Bila Anda mengunjungi bayi di rumah sakit, ingat, kunjungan Anda harus sangat singkat, kurang dari 1 jam. Tanyakan nomor kamar pada bagian informasi daripada mengganggu orangtua baru dengan menelepon mereka. Sebagian rumah sakit mengharuskan tamu menunjukkan kartu identitas dan mereka memiliki daftar siapa saja yang boleh berkunjung untuk tujuan keamanan.

     

  23. Membawa hadiah dengan ukuran besar

    Bila ibu dan bayi masih berada di rumah sakit, Anda perlu ingat kalau hadiah apapun yang mereka terima harus bisa dengan mudah dibawa pulang ke rumah, jadi hindari hadiah berupa boneka berukuran sangat besar. Selain itu, bunga yang wangi bisa mengganggu ibu dan bayi, jadi pilih varian yang tidak berbau kuat bila Anda ingin memberikan bunga. Alternatif hadiah yang bagus bisa berupa paket makanan sehat atau item kesehatan. Bila ragu, kartu dengan tulisan ucapan yang manis juga bisa jadi pilihan.

     

  24. Bertanya tentang hal detail

    Bila ibu yang baru saja melahirkan bercerita tentang proses kelahirannya, jangan bertanya hal yang terlalu detail ya, Bun. Tiap orang berbeda dan beberapa cerita melahirkan menimbulkan trauma. Si ibu masih sulit melupakan apa yang baru saja ia alami. Ia akan bercerita tentang apa yang ingin ia ceritakan ketika ia merasa sudah siap.

     

  25. Lupa dengan anak yang lebih besar

    Anak yang lebih besar bisa merasa tersisih pada beberapa hari pertama setelah adiknya lahir. Tunjukkan kasih sayang untuknya dengan mengajaknya bermain atau membawakannya hadiah juga, misalnya buku untuk membuatnya sibuk ketika adik bayi menyusu.

     

Bila Anda cukup dekat dengan si ibu sehingga ia cukup nyaman meninggalkan Anda bersama bayi, tawarkan diri untuk menjaga si kecil. Mandi air hangat atau tidur selama beberapa menit bisa memberi banyak perbedaan pada ibu baru. Tapi jangan memaksa bila ia menolak.

(Ismawati)