Kesehatan

Bolehkah Ibu Menyusui Puasa? Simak Fakta Berikut Ini!

Luciana
Bolehkah Ibu Menyusui Puasa? Simak Fakta Berikut Ini!

Bolehkah ibu menyusui puasa? Pada dasarnya, wanita muslim yang sedang menyusui diperbolehkan tidak menjalankan ibadah puasa saat Ramadan tiba dan menggantinya dengan membayar fidyah atau berpuasa di kemudian hari bila mampu. Ada beberapa Ibu yang tetap menjalankan puasa meski sedang menyusui, namun ada juga yang menggantinya dikemudian hari karena sedang fokus untuk ASI eksklusif

Apa Yang Terjadi Bila Ibu Menyusui Berpuasa?


Mengutip dari laman Healthline, penelitian mengungkapkan bahwa berpuasa tidak akan mempengaruhi makronutrien pada ASI Ibu, namun mikronutrien dapat berpengaruh secara signifikan. Selain itu, penelitian juga menyebutkan bila ibu menyusui puasa, produksi ASI akan tetap sama seperti sebelum puasa, hanya saja ada beberapa komposisi nutrisi yang berubah seperti konsentrasi laktosa, kalium, dan kandungan nutrisi pada susu secara keseluruhan. 

Melansir dari artikel Dr. Naomi Mirza yang dikutip dari laman Breastfeeding Support dengan judul “Menyusui Selama Bulan Ramadhan” menyebutkan faktor paling penting tentang ibu menyusui boleh puasa atau tidak adalah dengan pertimbangan usia bayi Ibu. Bila bayi Ibu berusia dibawah enam bulan dan masih sangat bergantung pada ASI, maka disarankan untuk tidak berpuasa. Namun bila bayi Ibu sudah berusia satu tahun atau lebih dan sudah mengkonsumsi MPASI dengan jadwal minum ASI hanya beberapa kali dalam sehari, maka ibu dapat berpuasa dan tetap menyusui. Jadi pada intinya, ibu menyusui boleh puasa dengan syarat kesehatan Ibu dan bayi tetap terjaga dengan baik. Namun bila saat berpuasa mempengaruhi kesehatan keduanya, maka tidak berpuasa adalah saran terbaik.

Apakah Saat Ibu Menyusui Puasa Aman untuk Si Kecil?


Masih melansir dari laman Breastfeeding Support yang membahas tentang apakah ibu menyusui boleh puasa, diungkapkan bahwa sebenarnya tubuh Ibu akan beradaptasi terhadap perubahan pola makan yang sedang dijalani saat berpuasa yaitu menggunakan kalori secara efisien dan tetap menjaga produksi ASI, sementara itu jangan khawatir tentang kandungan lemak pada ASI Ibu karena ini tidak akan berkurang meski puasa. Pada dasarnya, tubuh akan mengambil timbunan lemak pada tubuh Ibu sendiri saat Ibu berpuasa atau tak cukup makan. Penelitian menyebutkan meskipun produksi ASI hanya berubah sedikit, namun tetap akan mengubah kandungan nutrisi yang ada pada ASI Ibu, oleh karenanya, saat ibu menyusui puasa diwajibkan untuk sahur dengan mengkonsumsi makanan padat gizi. Faktanya, hal ini aman untuk si kecil selama kesehatannya tidak terganggu. Berat badan dan pertumbuhan bayi Ibu tidak akan turun atau mengalami perubahan yang buruk bila ibu menyusui puasa dan disertai dengan mengkonsumsi makanan yang tepat kadar gizinya. 

Apa Tanda-Tanda Ibu Perlu Berhenti Berpuasa?


Ibu menyusui boleh puasa bila kondisinya memungkinkan, namun Ibu tetap perlu mewaspadai beberapa hal dan disarankan untuk tidak memaksakan puasa bila ditemukan kondisi seperti berikut ini, mengutip dari laman Breastfeeding Support, setidaknya dua hal utama ini harus menjadi perhatian ibu menyusui yang ingin berpuasa:

1. Bayi Menunjukkan Tanda Tidak Cukup Gizi

Bila Ibu menyusui puasa, maka kesehatan Ibu dan bayinya adalah nomor satu, terutama kecukupan gizi si kecil untuk bekalnya tumbuh dengan baik. Bila bayi terlihat tak cukup gizi saat Ibu sedang menjalani puasa, maka sebaiknya berhenti puasa dulu ya Bu. Beberapa tanda-tanda gizi bayi Ibu sedang terganggu adalah: 

  • Bayi Ibu Rewel Terus-Menerus

    Menangis adalah hal yang wajar bagi bayi, namun bila dirasa tangisan bayi terjadi sepanjang waktu dan susah dihentikan, bisa jadi ada yang tidak beres pada si kecil. Salah satu kemungkinannya, ia sedang mengalami tak cukup gizi meski sudah sering di beri ASI. Kalau ini terjadi, tidak berpuasa dulu adalah jalan terbaik.

  • Popok Jarang Basah Bahkan Kering (Waspada Dehidrasi Pada Bayi)

    Salah satu tanda bayi Ibu mengalami dehidrasi adalah popoknya jarang basah atau cenderung kering. Hati-hati pada kondisi ini, bisa jadi asupan ASI yang diberikan masih kurang untuk si kecil. Dehidrasi yang dibiarkan lama akan menggangu kesehatan si kecil.

  • Warna Bab Hijau Atau Kehijauan

    Sebenarnya, warna bab bayi hijau tak melulu pertanda buruk dengan intensitas sesekali, terutama bila ini terjadi beberapa saat setelah si kecil lahir atau saat ia sudah mengkonsumsi MPASI karena ini bisa jadi dari makanan yang ia makan. Namun bila ini terjadi dengan intensitas tidak biasa, maka bisa jadi pertanda asupan ASI untuk si kecil tidak cukup atau terjadi ketidak seimbangan antara pemberian foremilk dan hindmilk. Selain itu, bab bayi hijau juga dapat menjadi pertanda si kecil sedang sakit. Lebih waspada ya Bu.

  • Berat Badan Bayi Turun

    Lakukan penimbangan bayi sebelum Ibu menyusui puasa untuk mencatat perkembangan si kecil. Bila berat badannya naik atau stabil saat ibu menyusui puasa, maka Ibu boleh terus melanjutkan puasa di bulan Ramadhan. Namun bila ternyata berat badan bayi turun atau berkurang saat ibu menyusui puasa, maka sebaiknya Ibu berhenti berpuasa dan fokus untuk memberi asupan gizi pada si kecil supaya perkembangannya tidak terganggu, terutama bila si kecil masih sangat bergantung pada ASI.

  • Bayi Tidak Ceria Atau Lesu

    Bayi yang masih merasa lapar atau cenderung gizinya kurang biasanya akan mudah lesu dan tidak seceria biasanya. Periksa kembali apa penyebab utama si kecil terlihat lesu, bila ini terjadi selama ibu menyusui puasa, kemungkinan besar asupan gizinya sedang terganggu. Pertimbangkan kembali untuk berpuasa di bulan Ramadhan kali ini ya Bu.

  • Tampak Tidak Puas Setelah Menyusu

    Apa si kecil tampaknya tidak puas menyusu pada ibu saat sedang berpuasa? Mengutip dari laman Baby Center, Ini bisa jadi pertanda bahwa ia kurang asupan ASI. Apalagi bila ini terjadi saat Ibu sudah melakukan intensitas menyusui secara benar dan sesuai jadwal. Perlu diingat ya Bu, memang kandungan makronutrien pada ASI tidak berubah saat ibu menyusui puasa, namun bisa jadi kandungan mikronutrien pada ASI ibu sedang terganggu. Saatnya berpikir kembali untuk melakukan puasa.

  • Kaki dan Tangan Si Kecil Keringat Dingin

    Melansir dari laman Baby Center, bila kaki dan tangan si kecil tampak terus menerus berkeringat dingin, maka ini bisa jadi tanda si kecil kekurangan asupan gizi atau tidak cukup minum ASI. Periksa kembali hal ini dan konsultasikan pada dokter untuk langkah selanjutnya.

2. Waspada Dehidrasi pada Ibu

Penelitian yang dilansir dari laman Breastfeeding Support menyatakan bahwa ibu menyusui puasa dapat mengalami dehidrasi. Tak heran bila ini terjadi karena biasanya ibu menyusui cenderung mudah merasa lapar dan haus terlebih lagi bila kondisi cuaca yang sedang sangat panas, maka kemungkinan Ibu dapat mengalami dehidrasi. Bila hal ini terjadi, maka ibu menyusui harus berhenti puasa. Berikut ini beberapa tanda dehidrasi pada ibu menyusui: 

  • Merasa haus berlebihan

    Mengalami haus saat menyusui adalah hal yang wajar, namun sebaiknya menjadi hal yang harus diperhatikan bila ini terjadi berlebihan. Haus yang berlebihan bisa menjadi alarm bahaya bagi tubuh Ibu terhadap dehidrasi yang mungkin terjadi. Saat ibu menyusui puasa dan mengalami dehidrasi, sebaiknya segera membatalkan puasa dan minum untuk menjaga kesehatan Ibu.

  • Urin Berwarna Gelap Atau Berbau Tidak Sedap

    Salah satu tanda dehidrasi lainnya adalah urin berwarna gelap dan ini juga menjadi pertanda tubuh Ibu kekurangan cairan. Oleh karena hal ini, saat Ibu menyusui puasa, maka tetap dianjurkan mengkonsumsi air putih yang cukup selama waktu berbuka puasa hingga kembali sahur. Tubuh yang mengalami dehidrasi juga akan terasa lemas dan jika dibiarkan akan membuat kesehatan Ibu terganggu.

  • Merasa Seperti Mau Pingsan dan Sakit Kepala

    Kekurangan asupan air pada tubuh juga akan membuat Ibu seperti mau pingsan atau bahkan merasa sakit kepala karena terlalu lemas. Ibu menyusui yang puasa harus berhenti dan segera minum air supaya tidak pingsan atau bisa juga dengan mengkonsumi jus buah segar dengan sedikit garam untuk mengatasi hal ini. 

  • Susah Tidur Meski Sangat Mengantuk

    Terlalu lelah atau merasa tidak enak badan dapat mempengaruhi kualitas tidur seseorang, salah satunya bila tubuh sedang dilanda dehidrasi. Bila timbul gejala susah tidur meski sangat mengantuk, maka sebaiknya puasa dihentikan dan dipertimbangkan kembali.

Apa Saja Yang Perlu Diperhatikan Bila Ibu Menyusui Puasa?


Masih penasaran bolehkah ibu menyusui puasa ramadhan? Tentu saja boleh namun dengan beragam pertimbangan dan akan lebih baik bila Ibu berkonsultasi lagi kepada dokter tentang kondisi kesehatan Ibu dan buah hati. Selain itu, berikut ini ada beberapa persiapan yang harus diperhatikan bila ibu menyusui puasa, mengutip dari laman Baby Center:

1. Mengatur Ulang Jadwal Ibu

Melakukan pekerjaan rumah biasanya tetap dijalani meski ibu sedang menyusui, namun saat ibu menyusui puasa, maka diharapkan Ibu dapat mengatur waktu dengan baik supaya tidak merasa kelelahan. Lakukan pekerjaan rumah yang berat saat sedang tidak berpuasa (setelah berbuka puasa misalnya), atau membagi tugas rumah dengan seluruh anggota keluarga yang ada di rumah juga dapat menjadi ide yang bagus.

2. Catat Makanan Harian yang Diperlukan

Ibu menyusui puasa maka artinya Ibu memerlukan asupan gizi yang padat untuk tetap menjaga kesehatan tubuh dan menjaga kualitas ASI si kecil. mulailah menyusun daftar belanjaan tentang makanan apa saja yang dibutuhkan selama melakukan puasa di bulan Ramadhan kali ini. 

3. Beristirahat yang Cukup

Jangan sampai kelelahan ya Bu! Kuncinya adalah menjaga pola makan yang baik dan beristirahat yang cukup selagi bisa. Ibu menyusui bagai melakukan olahraga juga karena proses menyusui turut serta membakar kalori Ibu. Berpikir positif dan menjalani ini semua dengan bahagia juga menjadi kunci sukses tetap menyusui saat puasa.

4. Jangan Lewatkan Sahur

Sahur adalah hal yang penting dilakukan bila ibu menyusui puasa supaya tidak dehidrasi atau lemas sepanjang hari. Pilih menu makanan bergizi dan konsumsi air putih yang cukup supaya kesehatan tubuh tetap terjaga selama berpuasa dan menyusui.

5. Dengarkan Tubuh Ibu!

Coba mulai untuk mendengarkan kondisi tubuh Ibu, bila dirasa tidak mampu berpuasa jangan sedih ya karena dapat diganti lain waktu. Pahala dapat tetap terkumpul lho Bu meski ibu tidak berpuasa, misalnya menyediakan makanan saat berbuka dan saat sahur. Selain itu, sebaiknya Ibu dapat berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu bila ingin berpuasa sembari tetap memberi ASI eksklusif untuk si kecil. Beberapa dokter juga mungkin akan memberi suplemen khusus seperti vitamin D atau suplemen apapun untuk menunjang kesehatan Ibu.

Penulis: Novia Luciana
Editor: Dwi Ratih