Terakhir diperbaharui .

Waspada Muntaber pada Anak, Ketahui Penanganannya

Muntaber paling sering disebabkan oleh infeksi virus pada saluran cerna. Penyakit lain yang bisa menyebabkan gejala ini termasuk infeksi pernafasan, sakit tenggorokan, dan infeksi saluran kemih. Pada kondisi lebih serius yang jarang terjadi, seperti radang usus buntu, meningitis, keracunan, atau cedera kepala, bisa menyebabkan muntah dengan atau tanpa diare. Muntah berwarna hijau, muntah darah, atau diare berdarah membutuhkan penanganan segera.

 

Pada kebanyakan kasus, muntah akan mereda dalam 24 sampai 48 jam. Diare sering terjadi selama lebih dari seminggu dan bisa lebih dari dua minggu sebelum feses kembali normal. Obat yang dijual bebas untuk muntaber umumnya tidak digunakan untuk anak. Obat ini tidak menyembuhkan penyebab utamanya, dan bisa menyamarkan gejala dari penyakit yang lebih serius. Antibiotik atau resep obat lain hanya digunakan pada beberapa kasus yang disebabkan oleh bakteri atau infeksi parasit.

 

Muntaber pada anak

Bisa sangat mengkhawatirkan ya Bun, bila anak mengalami muntaber. Muntah biasanya berlangsung 1 sampai 2 hari, sedangkan diare bisa berlangsung selama 7 hari. Kebanyakan bayi kadang memiliki feses yang encer dan bayi yang minum ASI biasanya memiliki feses lebih encer dibanding bayi yang minum susu formula.

 

Diare pada bayi berarti sering buang air besar dengan feses yang tidak berbentuk dan encer. Beberapa anak usia antara 1 sampai 5 tahun buang air besar sering, berbau, serta encer dan masih mengandung makanan yang bisa dikenali, seperti wortel. Biasanya anak ini cukup sehat dan tumbuh dengan normal. Diare bisa karena anak minum terlalu banyak minuman mengandung gula, tapi Anda perlu periksakan ke dokter, meski kadang dokter tidak menemukan penyebab pastinya.

 

Penyebab muntaber pada anak

Mutaber bisa disebabkan banyak hal, termasuk:

  • Virus
  • Keracunan makanan
  • Konsumsi makanan yang menimbulkan alergi.

 

Penanganan muntaber pada bayi dan anak

Muntaber bisa lebih serius pada bayi dibanding anak yang lebih besar karena bayi dengan mudah kehilangan banyak cairan dari tubuh dan mengalami dehidrasi. Tanda dehidrasi antara lain:

  • Mata sayu
  • Cekung pada ubun-ubun
  • Tidak mengeluarkan air mata ketika menangis
  • Mulut kering
  • Lebih sedikit mengompol
  • Urin berwarna kuning gelap.

 

Bila bayi dehidrasi, ia butuh lebih banyak cairan. Bila Anda menyusui, terus tawarkan ASI lebih sering. Bila menggunakan botol susu, tawarkan cairan di antara sesi menyusui. Anda bisa juga berikan cairan rehidrasi dari dokter.

 

Cari bantuan medis bila bayi menunjukkan tanda berikut:

  • Kurang responsif
  • Ada darah atau lendir pada feses
  • Suhu tubuh tinggi
  • Muntah berwarna hijau
  • Nyeri perut parah
  • Tidak banyak buang air kecil
  • Muntah berlangsung lebih dari sehari.

 

Jangan berikan bayi atau batita obat anti diare tanpa resep dokter karena bisa berbahaya.

 

Bunda, anak yang lebih besar sering kali fesesnya encer atau berair. Warnanya bisa bervariasi mulai dari hijau dan baunya cukup menyengat. Diare juga bisa terkait dengan kram perut. Hubungi dokter bila anak usia lebih besar mengalami:

  • Diare (8 sampai 10 kali)
  • Diare dan muntah di waktu yang sama
  • Sering muntah dan tidak bisa menelan cairan
  • Diare yang berair
  • Diare dengan darah atau lendir
  • Diare berlangsung lebih dari 10 hari
  • Sakit perut berat
  • Muntah berwarna hijau

 

Bila anak mengalami muntaber, ada sejumlah hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi kondisi ini. Berikut ini beberapa diantaranya:

  • Terus tawarkan ASI atau botol susu seperti biasa
  •  
  • Bila anak makan makanan padat, ikuti panduan selera makannya. Tidak ada bukti puasa memberi manfaat pada orang yang muntaber.
  •  
  • Bila bayi berusia kurang dari 1 tahun, Anda bisa berikan lebih banyak cairan untuk menghindari dehidrasi.
  •  
  • Anak yang lebih besar harus makan seperti biasa. Makanan tinggi karbohidrat seperti roti, kentang, dan nasi sangat bagus dan sup juga membantu menggantikan cairan.
  •  
  • Jaga kebersihan diri.
  •  
  • Bila bayi minum susu formula, pastikan botol disterilkan lebih dulu.

 

Menghindari dehidrasi ketika muntaber

  • Bujuk anak untuk minum cairan. Anak kehilangan cairan melalui muntah jadi ia butuh lebih banyak cairan.
  •  
  • Minuman rehidrasi khusus anak bisa Anda beli di apotek. Selalu ikuti instruksi pada kemasan.
  •  
  • Bila anak menolak minuman rehidrasi, coba larutkan jus buah dengan air.
  •  
  • Minuman energi harus dihindari dan bukan pilihan cairan rehidrasi.

 

Obat muntaber untuk bayi dan anak

  • Jangan berikan anak obat untuk menghentikan diare tanpa saran dokter.
  •  
  • Antibiotik biasanya tidak digunakan untuk mengatasi muntaber, karena penyebab kondisi ini sering karena virus. Antibiotik hanya bekerja untuk melawan bakteri dan bukan virus.
  •  
  • Jauhkan anak dari anak lain ketika ia tidak sehat.
  •  

 

Kebersihan saat muntaber

  • Untuk bayi dan anak yang mengenakan popok, penggunaan krim bisa membantu mencegah ruam popok.
  •  
  • Pastikan bokong bayi dibersihkan perlahan dan menyeluruh, setelah tiap diare untuk menghindari iritasi pada kulit.
  •  
  • Cuci tangan menyeluruh dengan sabun dan air hangat yang mengalir untuk mencegah penyebaran infeksi. Keringkan tangan tapi jangan berbagi handuk karena bisa menyebarkan infeksi. Cuci tangan:
  •  
  • Sebelum menyentuh makanan, termasuk botol susu bayi
  •  
  • Sebelum makan
  •  
  • Setelah ke kamar mandi atau mengganti popok anak
  •  
  • Setelah membersihkan darah, feses, atau muntah
  •  
  • Setelah mengelap hidung, baik hidung anak atau hidung Anda sendiri
  •  
  • Setelah menangani sampah
  •  
  • Cuci dengan deterjen dan air tiap permukaan yang Anda sentuh. Ini jadi cara paling efektif untuk mengangkat kuman.
  •  
  • Jangan berbagi barang pribadi, anak harus gunakan barang sendiri seperti handuk dan sikat gigi.
  •  
  • Bila anak mengalami diare, usahakan ia menggunakan toilet terpisah dari yang lain dan bersihkan dengan disinfektan setelah penggunaan.
  •  
  • Jangan bawa anak berenang hingga dua minggu setelah terakhir muntaber.
  •  
  • Bila anak mengalami muntaber, ia tidak boleh ke sekolah selama 24 jam setelah terakhir muntaber.
  •  
  • Bila anak terdiagnosa Norovirus, atau muntaber diikuti kontak dengan orang lain dengan Norovirus, gunakan disinfektan pada permukaan yang tercemar.
  •  
  • Segera ganti dan cuci seprei dan sarung bangal yang tercemar muntaber.

 

Bunda, bila anak muntaber, ia merasa lelah dan rewel. Selalu tempatkan bayi telentang di kasur karena posisi ini menurunkan risiko SIDS.

 

Muntaber pada orang dewasa

Muntaber bisa disebabkan sejumlah hal, termasuk bakteri, virus, makan terlalu banyak atau terlalu cepat, serta makan terlalu banyak makanan manis. Cara Anda mengatasi muntaber bergantung pada apa penyebabnya, jadi penting untuk menentukan penyebabnya.

 

  1. Langkah 1

    Minum air putih, teh, dan kaldu sedikit-sedikit. Ini bisa menenangkan perut dan membuat Anda terhidrasi di waktu bersamaan. Minum perlahan dan berhenti bila merasa mual atau kesulitan menelan cairan. Hindari makanan padat dan hanya minum hingga Anda merasa lebih baik.

     

  2. Langkah 2

    Coba obat anti muntah. Ada bisa minum meclizine dan cyclizine untuk mencegah pusing yang bisa menyebabkan muntah atau larutan posphorylated carbohydrate untuk meredakan iritasi perut dan mengontrol mual.

     

  3. Langkah 3

    Minum obat anti diare seperti Imodium AD atau Pepto-Bismol. Produk ini hanya digunakan bila diare tetap terjadi selama lebih dari satu atau dua hari. Untuk 24 jam pertama, jangan coba hentikan diare, karena ini bisa jadi cara tubuh mengeluarkan racun atau virus.

     

  4. Langkah 4

    Makan hanya makanan ringan hingga mual hilang. Coba roti, sereal bebas gula, atau biskuit. Hindari makanan yang terlalu manis atau tinggi lemak karena bisa memperburuk kondisi Anda.

     

    Temui dokter bila muntaber berlangsung lebih dari dua hari atau Anda mengalami gejala tembahan seperti darah pada muntah dan demam lebih dari 38 derajat Celsius.

     

Obat alami untuk muntaber

Menangani gejala muntaber bukan berarti Anda harus ke apotik. Ada banyak obat alami yang bisa Anda dapat di dapur. Saran medis dibutuhkan untuk wanita hamil atau orang dengan masalah kekebalan sebelum menggunakan obat alami ini.

 

Selalu pilih obat herbal organik, untuk menghindari kemungkinan pestisida atau pengawet kimia serta bahan tambahan. Bila Anda sudah sakit, Anda perlu gunakan produk berkualitas terbaik. Tubuh harus bekerja melawan bakteri atau virus yang menyebabkan penyakit ini.

 

    1. Jahe

      Jahe menjadi anti peradangan alami yang sudah dikenal di pengobatan tradisional Cina untuk mengatasi mual, mabuk perjalanan, dan morning sickness. Jahe bisa diperoleh dalam  bentuk teh atau kapsul. Ingat, bila Anda sudah muntah, jahe, terutama dalam bentuk teh bisa membuat Anda merasa semakin tidak nyaman karena memperburuk refluks esofagus.

       

    2. Chamomile

      Chamomile mengandung antispasmodic. Ini membuat segelas teh chamomile terasa menenangkan untuk mengatasi gangguan perut seperti kram, kembung, dan gas. Chamomile juga memiliki rasa yang enak dengan sedikit aroma apel.

       

    3. Mint

      Ada banyak jenis teh mint. Yang paling umum adalah peppermint yang mengandung menthol, minyak volatile. Menthol adalah komponen yang membuat mint memiliki sensasi dingin. Teh mint bersifat antispasmodic, jadi akan meredakan gas, kram, dan kembung. Selain itu, menthol memiliki kandungan yang bisa mengurangi muntah. Permen yang mengadung peppermint bisa mudah dibawa di dalam tas Anda. Tapi beberapa orang dengan refluks asam lambung merasa mint memperburuk kondisi mereka.

       

    4. Yoghurt

      Yoghurt tidak bisa diterima semua kondisi gangguan perut dan usus. Tapi yoghurt dengan kultur aktif bisa membantu menyeimbangkan flora baik di perut dan saluran cerna, membuatnya tepat untuk mengatasi diare. Konsumsi yoghurt secara teratur bisa mencegah virus perut dengan membuat saluran cerna tidak nyaman bagi virus.

       

    5. Air tajin

      Air tajin (air dari beras yang dimasak) mengandung elektrolit yang tinggi. Penelitian menemukan air tajin bisa meredakan diare pada bayi lebih baik dari larutan elektrolit. Anda bisa didihkan satu gelas beras dengan satu setengah gelas air. Saring airnya, lalu minum.

       

    6. Pisang

      Pisang mudah dicerna dan mengandung tinggi potasium, nutrisi yang sering hilang karena diare. Pisang juga tinggi pectin, serat yang membantu meringankan diare.

       

    7. Kayu manis

      Kayu manis membantu menenangkan perut dan mengatasi muntaber yang disebabkan oleh masalah pencernaan. Di satu gelas air mendidih, tambahkan satu setengah atau satu sendok teh bubuk kayu manis. Bila Anda tidak punya bentuk bubuk, cukup gunakan kayu manis bentuk batang. Biarkan selama beberapa menit lalu saring airnya. Anda bisa tambahkan satu sendok teh madu bila suka. Lalu minum perlahan. Obat ini mungkin tidak sesuai untuk wanita hamil.

       

    8. Cengkeh

      Cengkeh memiliki kandungan yang bisa membantu pencernaan dan dapat juga mengobati muntah. Cengkeh khususnya efektif bila muntah disebabkan oleh iritasi lambung. Kunyah cengkeh atau gunakan beberapa cengkeh untuk membuat satu gelas teh untuk mengatasi muntah. Cara lainnya, gunakan cengkeh bersama madu dan telan.

       

    9. Jinten

      Jinten bisa jadi obat yang mujarab yang mudah ditemukan di dapur. Jinten bisa menstimulasi sekresi enzim pankreas, jinten juga bermanfaat mengatasi masalah pencernaan. Campurkan satu setengah sendok teh jinten giling di air hangat lalu minum. Anda bisa juga campurkan satu sendok teh jinten dan pala di satu gelas air mendidih dan biarkan selama beberapa menit. Saring campuran ini dan lalu minum. Pilihan lain bisa dengan menambahkan bubuk jinten dan kapulaga bubuk pada satu sendok teh madu dan minum perlahan.

       

    10. Adas

      Biji adas membantu pencernaan dan meredakan muntah. Adas juga memiliki kandungan antimikroba yang membantu meredakan flu perut yang bisa menyebabkan muntah. Tambahkan satu sendok makan biji adas halus ke satu gelas air mendidih dan biarkan selama 10 menit. Saring dan minum satu atau dua kali dalam sehari. Anda bisa juga mengunyah satu sendok teh biji adas untuk mengatasi muntah.

       

    11. Bawang putih

      Bawang putih membantu melawan muntah karena memiliki kandungan antibiotik alami. Campurkan satu sendok teh bawang putih halus dengan satu sendok teh jahe parut. Konsumsi campuran ini secara teratur untuk mengatasi muntah. Pilihan lain adalah mencampur dua sendok teh madu di satu gelas jus bawang putih. Konsumsi satu sendok makan campuran ini. Ulangi bila dibutuhkan.

       

    12. Biskuit

      Biskuit sangat mudah ditemukan tapi efektif sebagai obat alami untuk mual. Biskuit memiliki rasa yang ringan dan mudah dicerna. Biskuit juga memberi Anda nutrisi dan energi. Anda bisa makan biskuit sebagai cemilan.

 

 Beberapa tips penting yang perlu Anda perhatikan:

      • Bila merasa pusing, minum sedikit air untuk menenangkan perut
      •  
      • Hindari makanan yang digoreng
      •  
      • Minum cairan jernih
      •  
      • Perbanyak istirahat
      •  
      • Hindari bau menyengat seperti parfum atau bau masakan
      •  
      • Istirahat tapi jangan tidur langsung setelah makan
      •  
      • Jangan sikat gigi langsung setelah makan karena bisa memicu muntah.

 

Obat alami di atas akan membuat Anda merasa lebih baik. Bila kondisi tidak membaik, konsultasikan ke dokter.

 

Mencegah muntaber

Muntaber bisa mudah menyebar. Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menurunkan kemungkinan  virus menyebar ke orang lain:

    • Sering cuci tangan, terutama setelah menggunakan kamar mandi dan sebelum menyiapkan makanan. Gunakan hand sanitizer hingga Anda bisa menggunakan sabun dan air.
    •  
    • Bila ada yang sakit di rumah, jangan berbagi alat makan, piring, atau handuk.
    •  
    • Jangan makan makanan mentah atau setengah matang.
    •  
    • Cuci buah dan sayur hingga bersih.
    •  
    • Lakukan pencegahan dengan menghindari air dan makanan tercemar ketika bepergian. Hindari es batu dan gunakan minuman kemasan bila memungkinkan.
(Ismawati)