Konsepsi Dibaca 2,255 kali

Metode KB: Minipil, Aman Buat Ibu Menyusui

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya

Terakhir diperbaharui 06 Oktober, 2017 15:10

Metode KB: Minipil, Aman Buat Ibu Menyusui
Pil KB dengan kandungan progestin saja umumnya disebut minipil dan merupakan salah satu alat kontrasepsi oral. Setiap pil mengandung progestin dalam jumlah yang kecil. Progestin merupakan bentuk sintetik dari hormon progesteron. Minipil berupa kemasan berisi 28 pil, Anda meminumnya setiap hari hingga mendapat dosis stabil dari hormon tersebut.
Beberapa wanita merasa mengonsumsi minipil lebih sulit dibanding pil KB kombinasi karena minipil harus diminum di waktu yang sama setiap hari. Tapi minipil menjadi alternatif yang baik untuk wanita yang ingin menggunakan kontrasepsi oral tapi sedang menyusui atau tidak bisa menerima estrogen untuk alasan tertentu.
Pil KB dengan kandungan progestin saja menekan ovulasi pada setengah siklus menstruasi wanita yang meminumnya. Tapi pil ini mencegah kehamilan dengan mengakibatkan perubahan pada lendir serviks. Lendir menjadi lebih kental, sperma tidak akan mampu menembus tuba falopi untuk membuahi sel telur. Selain itu, progestin dapat mencegah kehamilan dengan menipiskan lapisan uterus, membuat tidak mungkin sel tular tertanam di sana meski sudah dibuahi. Minipil mengandung lebih sedikit progestin dibanding pil kombinasi, dan efek hormon pada lendir serviks berlangsung sekitar 24 jam. Itu sebabnya Anda perlu berhati-hati untuk meminum minipil di waktu yang sama setiap hari.
Ibu menyusui masih bisa menggunakan minipil. Tidak seperti pil KB kombinasi, pil dengan kandungan progestin saja dianggap sesuai untuk para ibu menyusui. Hanya sedikit jumlah progestin yang dialirkan ke ASI, dan penelitian menunjukkan tidak ada efek minipil pada berat badan, kesehatan, dan perkembangan bayi. Kebanyakan penelitian menunjukkan tidak ada perubahan pada jumlah ASI yang diproduksi oleh para ibu yang menggunakan minipil, bahkan terjadi sedikit peningkatan pada produksi ASI.
Bila Anda menyusui secara eksklusif, yang berarti bayi Anda tidak minum susu formula atau mengonsumsi makanan padat, belum mendapat menstruasi, dan menggunakan minipil sesuai anjuran, metode ini hampir 100 persen efektif selama 6 bulan pertama setelah melahirkan. Sedangkan bagi wanita yang tidak menyusui, minipil 91 hingga 99 persen efektif ketika diminum secara konsisten dan tepat. Ini artinya antara 1 hingga 9 dari 100 wanita yang meminumnya akan hamil pada tahun pertama. Hal ini membuat minipil kurang dipercaya dibanding pil KB kombinasi, yang diperkirakan sekitar 99,7 hingga 99,9 persen efektif.
Jika Anda tidak minum minipil seperti yang disarankan, misalnya Anda melewatkan atau bahkan tidak meminumnya di waktu yang sama setiap hari, risiko Anda menjadi hamil akan semakin tinggi, terutama jika Anda tidak menyusui. Semakin banyak kekeliruan Anda, risiko menjadi semakin tinggi. Jika Anda merasa kesulitan meminum minipil dengan baik, pertimbangkan untuk menggunakan metode lain seperti IUD atau Depo-Provera, yang keduanya efektif dan sesuai untuk ibu menyusui.
Cara untuk menghilangkan efek minipil adalah dengan berhenti menggunakannya. Anda tak perlu menuntaskan minum pil kecuali Anda menginginkannya. Anda kembali subur setelah 24 jam meminum pil terakhir. Beberapa dokter menyarankan penggunaan kontrasepsi tambahan seperti kondom dan menunggu hingga Anda mendapat beberapa kali menstruasi teratur sebelum berusaha untuk hamil karena ini dapat membantu Anda menentukan tanggal perkiraan kelahiran yang lebih akurat.
Dokter lain ada yang memberi Anda izin untuk mencoba hamil sesegera Anda menginginkannya. Jika Anda hamil sebelum menstruasi menjadi teratur, jangan khawatir, Anda bisa menjalani sonogram dini untuk menghitung usia kehamilan. Minumlah asam folat atau vitamin prenatal setidaknya 1 bulan sebelum Anda mulai mencoba untuk hamil, berarti ketika Anda masih menggunakan minipil, untuk membantu mencegah risiko cacat lahir.
Jika Anda merasa cocok menggunakan minipil, yakni Anda tidak memiliki resiko kesehatan dan merasa yakin bisa mengikuti aturan meminumnnya, dokter akan menuliskan resep untuk Anda. Bila Anda tidak sedang menyusui, Anda bisa mulai minum pil segera setelah melahirkan. Anda kemungkinan mengalami ovulasi segera setelah 3 minggu pasca melahirkan, Anda perlu mulai minum minipil tidak lebih dari 21 hari setelah melahirkan untuk menghindari kehamilan jika Anda melakukan hubungan seks selama waktu tersebut.
Bila Anda menyusui secara eksklusif, sangat baik untuk menunggu hingga 6 minggu setelah melahirkan sebelum mulai menggunakan minipil. Karena pada rentang waktu ini, persediaan ASI Anda harus mencukupi. Lagi pula, bila Anda eksklusif menyusui, Anda tidak akan berovulasi selama 6 minggu pertama setelah melahirkan, jadi tidak ada alasan untuk mulai menggunakan minipil sebelum waktu itu.
Jika Anda sesekali menyusui dan menambah ASI dengan susu formula, Anda perlu menggunakan kontrasepsi lebih cepat dari 6 minggu pasca melahirkan jika Anda merencanakan berhubungan seks selama waktu itu, jadi Anda bisa mulai minum minipil pada 3 minggu setelah melahirkan. Bila Anda memutuskan menunggu lebih lama untuk mulai minum minipil, Anda bisa mulai kapanpun, selama Anda yakin tidak sedang hamil, yakni jika Anda belum berhubungan seks sama sekali sejak melahirkan atau sejak menstruasi terakhir, atau jika Anda secara konsisten menggunakan metode kontrasepsi lain. Bila Anda sudah mulai mendapat menstruasi kembali, Anda bisa yakin tidak sedang hamil dengan memulai minum minipil pada hari Anda mendapat haid berikutnya.
Bila Anda mengalami menstruasi dan mulai minum minipil pada hari pertama haid, Anda tidak memerlukan metode kontrasepsi lain. Jika Anda mulai pada kapanpun di siklus menstruasi, Anda membutuhkan metode lain, seperti kondom. Beberapa ahli menyarankan menggunakan metode tambahan selama 48 jam setelah mulai minum minipil, sedang lainnya menyarankan menggunakan metode tambahan selama 7 hari.
Bila Anda melakukan Lactational Amenorrhea Method (LAM), yang artinya secara eksklusif menyusui dan kurang dari 6 bulan setelah melahirkan, dan Anda belum mulai mengalami menstruasi, maka Anda 98 persen terhindari dari resiko kehamilan. Meski tidak mungkin hamil, masih tetap disarankan untuk menggunakan metode tambahan pada 48 jam pertama setelah minum minipil.
Sebelum mulai menggunakan minipil, baca dengan seksama instruksi penggunaannya. Jika ada hal yang membingungkan, hubungi dokter dan minta pengarahan agar Anda tahu pasti apa yang harus dilakukan. Pastikan Anda selalu menyediakan kemasan tambahan agar tidak bermasalah kehabisan persediaan ketika Anda perlu mulai kemasan yang baru. Anda juga perlu menyimpan kondom sebagai kontrasepsi tambahan ketika Anda minum minipil pertama kali, kapan pun Anda 3 jam lewat dari waktu minum pil yang seharusnya, atau jika Anda memiliki risiko infeksi melalui hubungan seks.
Sangat penting bagi Anda untuk minum pil pada waktu yang sama setiap hari dan tidak pernah melewatkannya sekalipun. Minipil merupakan kontrasepsi dengan dosis sangat rendah dan tidak menolerir kesalahan apapun, khususnya jika Anda tidak secara eksklusif menyusui. Jika Anda minum pil 3 jam terlambat, Anda perlu menghindari seks atau menggunakan metode tambahan selama 48 jam berikutnya. Minipil juga sangat berpengaruh pada lendir serviks antara 4 hingga 22 jam setelah Anda meminumnya. Jadi jika Anda biasa melakukan seks di waktu tidur, sangat baik untuk meminum pil secara teratur lebih awal di hari itu. Gunakan alarm pada handphone Anda sebagai pengingat.
(Ismawati)