Balita Dibaca 324 kali

Tips Agar Liburan Makin Menyenangkan Bersama Si Kecil

Share info ini yuk ke teman-teman
Ismawati

Terakhir diperbaharui 01 September, 2019 15:09

Tips Agar Liburan Makin Menyenangkan Bersama Si Kecil

Nggak terasa sudah musim liburan ya Bunda, berarti ini waktunya untuk liburan bersama keluarga tercinta. Salah satu persiapan liburan yang cukup membuat stress adalah memilih barang yang harus dibawa. Apalagi jika Bunda traveling dengan si kecil.

Nah, kali ini Ibupedia akan membantu Bunda menentukan barang-barang penting yang wajib dibawa selama liburan. Ini bisa membantu Bunda mengurangi jumlah bawaan. Simak yuk daftar lengkapnya!

Barang yang harus dibawa saat traveling dengan bayi

Berikut daftar barang bawaan yang perlu Anda siapkan agar perjalanan Anda dengan anak yang usianya 0-12 bulan jadi lebih mudah.

  • Popok, satu untuk tiap kali transit, siapkan juga untuk berjaga bila ada penundaan perjalanan.

  • Perlak untuk menjadi alas saat bayi ganti popok, Anda bisa beli perlak sekali pakai di supermarket atau bisa juga bawa yang bisa dipakai ulang.

  • Selimut. Anda akan menggunakannya saat membaringkan bayi, menutupi tubuhnya, menutupi Anda ketika menyusui, melindungi pakaian dari sendawa, dan melindungi bayi dari sinar matahari.

  • Krim untuk ruam popok.

  • Kantong plastik, bawa beberapa ukuran untuk menyimpan popok bekas, pakaian dan selimut.

  • Sabun bayi, lotion bayi, botol gel disinfektan.

  • Tisu basah dan kering.

  • Empeng bila bayi menggunakannya.

  • Mainan kesukaan anak.

  • Pakaian, kaos kaki, dan sepatu, satu hingga dua baju per hari sebagai panduannya.

  • Topi untuk melindungi si kecil dari matahari.

  • Bib alias alas liur yang bisa dicuci.

  • Alat makan plastik dan makanan bayi bila ia sudah makan makanan padat.

  • Cemilan untuk menambah energi Anda.

  • Susu formula, air dan jus, bila si kecil mengonsumsinya.

  • Pompa ASI, bila Bunda rutin memompa ASI.

  • Botol susu, dot, dan gelas hisap, untuk perlengkapan minum si kecil.

  • Obat-obatan, pereda sakit dan obat untuk mengatasi cedera ringan.

  • Senter kecil, agar Anda bisa menjaga cahaya tetap temaram selama mengganti popok di malam hari.

  • Gendongan, agar bayi bisa tetap dekat dengan Anda ketika berada di tempat ramai.

  • Bak mandi plastik portabel, agar waktu mandi lebih mudah di tempat tujuan.

  • Stroller.

  • Car seat untuk perjalanan dengan mobil atau pesawat.

    

Barang yang harus dibawa saat traveling dengan balita

Bila si kecil sudah masuk usia di atas 1 tahun kemungkinan barang bawaan Anda selama traveling bisa lebih sedikit. Ini daftarnya:

  • Popok.

  • Tissu basah.

  • Alas untuk ganti popok.

  • Selimut.

  • Kantong plastik untuk baju kotor.

  • Gel cuci tangan.

  • Tissu.

  • Buku dan mainan yang anak sukai ditambah beberapa mainan baru sebagai kejutan selama perjalanan. Bawa mainan yang bagiannya tidak mudah lepas.

  • Baju, kaos kaki, dan sepatu. Warna gelap cocok untuk menyembunyikan kotor dan noda. Bersiap menghadapi perubahan cuaca dengan memakaikan pakaian berlapis.

  • Tabir surya dan topi.

  • Sippy cup atau botol susu. Minta anak banyak minum cairan untuk menghindari dehidrasi terutama saat terbang.

  • Alat makan dari plastik.

  • Makanan ringan.

  • Obat pereda sakit atau obat untuk cedera ringan.

  • Sabun cuci.

  • Car seat untuk perjalanan dengan mobil atau pesawat

 

Checklist liburan sama anak

Bila bepergian bersama anak, persiapan jauh hari sebelumnya jadi hal yang sangat penting. Berikut ini checklist liburan sama anak agar perjalanan Anda sekeluarga lebih nyaman.

   

Sebelum liburan sama anak

  • Cek ulang jadwal penerbangan. Periksa ke maskapai penerbangan 24 jam sebelum keberangkatan untuk memastikan jadwal tidak berubah. Cek email atau handphone untuk mengantisipasi pemberitahuan di menit-menit terakhir.

  • Jelaskan apa yang akan terjadi ke anak. Bila anak Anda menggunakan pesawat terbang untuk pertama kali, beritahu lebih dulu apa yang akan terjadi selama proses pemeriksaan keamanan. Anda bisa jelaskan, “Kakak harus serahkan boneka yang Kakak pegang saat melewati pemeriksaan keamanan, tapi nanti dikembalikan lagi.” Pada anak yang lebih besar, ingatkan kalau candaan “Ayah saya punya bom” sangat tidak diperkenankan.

  • Tak perlu bawa car seat. Kecuali Anda boleh menggunakannya di pesawat, lebih baik menyewa car seat sekaligus sewa mobil, atau pinjam car seat dari kerabat saat tiba di tempat tujuan.

  • Ketahui apa yang Anda bawa. Anda akan sendirian bersama anak-anak dan tumpukan tas di bandara, ketika ayah memarkir mobil atau ke toilet. Berpikirlah realistis tentang apa yang bisa Anda bawa sambil mengawasi anak-anak.

   

Di bandara

  • Siapkan tas atau kantong berisi mainan. Bila Anda liburan sama anak yang terlalu kecil untuk bermain sendiri, bawa serta banyak mainan kecil, games, stiker, magnet, dan buku mewarnai di dalam tas. Setelah duduk di pesawat, jangan keluarkan semua mainan, tapi keluarkan satu persatu dan biarkan anak bermain hingga ia bosan dan ingin mainan selanjutnya. Pastikan tidak membawa mainan yang menimbulkan suara keras, ya Bun.

  • Selalu tanyakan ketersediaan tempat duduk. Bila Anda tidak membeli tempat duduk untuk anak (anak di bawah usia 2 tahun bisa duduk di pangkuan orangtua), kemungkinan kecil Anda bisa memperolehnya, tapi tak ada salahnya bertanya.

   

Tips packing untuk Bunda

Bun, berikut beberapa tips packing yang bisa Anda lakukan sebelum berangkat traveling:

  • Mulailah berkemas beberapa hari sebelum melakukan perjalanan. Buat  catatan barang yang akan dibawa atau letakkan barang yang ingin dibawa di atas meja ketika mengingatnya.

  • Gunakan diaper bag dengan lapisan tahan air dan tali bahu.

  • Bersiap untuk popok bocor dan muntahan bayi di pesawat. Siapkan baju tambahan untuk bayi, dan juga untuk Anda di tas yang Anda pegang.

  • Cegah rembesan air dengan mengemas obat dan keperluan mandi di kantong plastik.

  • Kemas tiap set baju bayi di plastik berperekat agar Anda tidak perlu mencari-cari kaos kaki atau kaos dalam.

  • Siapkan kamera, charger, dan kartu memori tambahan.

  • Bawa nomor telepon dokter anak untuk berjaga bila ada yang ingin Anda tanyakan saat perjalanan.

 

Panduan bagasi

  • Cari tahu panduan untuk bagasi. Aturan selalu berubah, jadi sebelum berkemas, hubungi maskapai penerbangan Anda untuk mengetahui berat maksimal barang bawaan dan jumlah tas yang boleh dibawa. Dan tetap bersiap untuk memeriksa barang bawaan di menit-menit terakhir, ketahui tas mana yang bisa Anda tinggalkan. Di tas yang memang harus Anda bawa, kemas baju ganti setidaknya untuk si kecil. Ingat, tas backpack lebih nyaman digunakan dan tangan Anda bisa bebas bergerak. Ketahui batas berat untuk koper Anda, jangan sampai Anda mengemas pakaian untuk semua anggota keluarga di satu koper, tapi malah melewati batas berat yang ditetapkan. Aturan bisa bervariasi dari satu maskapai ke maskapai lain, jadi hubungi maskapai Anda untuk info batas berat yang terbaru.

  • Jangan bawa kado. Tak perlu repot membawa kado, karena nantinya akan dibuka. Anda bisa kirim hadiah lebih dulu, terutama yang mengandung cairan.

  • Bersiap untuk pemeriksaan keamanan. Stroller atau car seat Anda harus melewati mesin x-ray, jadi keluarkan anak dan barang-barang di dalamnya lebih dulu. Anak yang sudah cukup besar kemungkinan diminta untuk melepas sepatu, Anda perlu pastikan mereka mengenakan alas kaki yang mudah dilepas-pakai. Bila Anda bersama anak yang belum bisa jalan, Anda akan diminta melewati metal detector sambil menggendongnya.

    

Barang bawaan

  • Ada aturan ketat tentang bagaimana cairan, jel, dan aerosol harus disimpan di dalam tas bawaan, jadi perhatikan ketika mengemas perlengkapan mandi dan obat cair untuk Anda dan anak. Ada batas maksimal 3 ounce (88,7 ml) untuk wadah penyimpan cairan, jel, dan aerosol. Semua harus dimasukkan ke dalam satu tas. Tiap penumpang hanya dibolehkan membawa satu tas ini dan akan diminta mengeluarkannya dan meletakkannya untuk melewati pemeriksaan sinar-X. Aturan ini tidak berlaku untuk makanan bayi, ASI, dan susu formula.

  • Kemas makanan bayi, ASI, dan susu formula sesuai kebutuhan. Bila Anda liburan sama anak atau bayi, jangan cemas dengan aturan cairan 3 ounce, Anda bisa bepergian  dengan membawa makanan sebanyak yang dibutuhkan. Bawa cemilan untuk anak yang  lebih besar. Banyak maskapai penerbangan, meski untuk penerbangan panjang, tidak lagi menawarkan layanan makanan di pesawat. Dan tentu penundaan perjalanan berarti Anda mungkin tidak punya akses untuk memperoleh makanan.

    

ASI dan susu formula

Berikut ini aturan tentang susu formula, ASI, dan makanan bayi.

  • Ibu yang terbang dengan atau tanpa anak sekarang bisa membawa ASI melewati pemeriksaan keamanan.

  • Pihak keamanan menganjurkan orangtua hanya membawa susu formula dan ASI yang dibutuhkan anak hanya selama penerbangan.

  • Setelah melewati pemeriksaan keamanan, Anda bisa membawa minuman dan benda lain yang Anda beli di area secure boarding. Yang berarti bila Anda telah membeli air kemasan untuk dicampur susu formula, Anda perlu menunggu hingga Anda berada di pesawat untuk menyiapkan susu formula.

   

Bila Anda membawa susu formula di wadah berukuran lebih dari 3 ounce, kemungkinan pihak maskapai akan meminta Anda:

  • Memisahkan susu formula dari bawaan lain

  • Beritahukan petugas apa yang Anda bawa ketika Anda melewati checkpoint pemeriksaan

  • Bersiap untuk pemeriksaan tambahan setelah melewati mesin X-ray.

   

Setelah tiba di tempat tujuan

  • Aturan yang kaku bisa mengganggu liburan sama anak. Untuk membuat perjalanan lebih rileks dan mengatasi rewel anak, misalnya biarkan anak tidur di tempat tidur yang sama dengan Anda di malam hari. Daripada menghabiskan banyak waktu menyiapkan makanan atau mencari restoran yang memenuhi kebutuhan nutrisi, sedikit longgarkan standar Anda dan pergi ke restoran cepat saji di mana anak bisa memainkan permainan outdoor.

  • Waktu tidur. Meski bila anak tidak bisa tidur siang selama liburan, ingat Bun, kalau bepergian bisa melelahkan untuk anak kecil. Ketika liburan sama anak, hindari aktivitas sehari penuh atau menghabiskan waktu seharian di taman. Anak di usia ini akan lebih bahagia bila punya waktu tenang untuk memproses semua stimulasi. Ini bisa berarti menjadwalkan satu jam istirahat atau tawarkan 30 menit istirahat dan membaca cerita di malam hari seperti layaknya di rumah. Ketika waktunya tidur, gunakan rutinitas yang sama seperti di rumah seperti makam malam, mandi, dan bercerita.

  • Keluar rumah. Bila Anda sangat senang jalan-jalan, pilih destinasi di mana anak bisa merasa bebas. Anak usia 3 tahun akan senang berlarian di lapangan atau memanjat wahana permainan. Kebanyakan anak kecil tidak suka bila duduk diam ketika menunggu makanan. Anda bisa mengajak anak makan di luar atau piknik bila memungkinkan.

Tips agar liburan sama anak bebas stres

Apapun jenis liburannya, Anda tentu ingin pastikan ada memori yang tidak akan terlupakan. Di akhir tahun, hampir tiap orang pergi berlibur. Meski kebanyakan melakukannya dengan mobil, ada juga yang menggunakan pesawat terbang. Membawa anak berlibur dengan pesawat terbang bisa jadi tantangan tersendiri bagi para orang tua.  Ada beberapa saran agar perjalanan bersama si kecil jadi lebih menyenangkan:

   

  1. Perhitungan waktu sangat penting

    Lakukan perjalanan di pagi hari. Mungkin Anda ingin melakukan perjalanan di waktu tidur anak dengan harapan mereka akan tidur di perjalanan, tapi penerbangan bisa mengganggu ritme anak, terutama di zona waktu yang berbeda. Melakukan perjalanan lebih awal juga kurang berisiko mengalami penundaan dan pembatalan, jadi bila memungkinkan jadwalkan penerbangan di pagi hari. Usahakan tiba di bandara lebih awal. Waktu yang tersisa bisa Anda gunakan untuk merenggangkan  kaki.

      

  2. Bersiap-siap

    Bersiap-siap adalah kunci keberhasilan perjalanan bersama anak kecil. Ini berarti mengetahui benda penting yang dibutuhkan anak selama perjalanan. Bila ada penundaan dan pembatalan, Anda tidak perlu mencari toko untuk membeli susu formula. Dan bila Anda terjebak di bandara, Anda tidak kehabisan popok. Semua akan jadi lebih mudah.

       

  3. Cari informasi

    Buka web maskapai penerbangan untuk mencari tahu peraturan membawa anak kecil saat terbang. Kebanyakan maskapai membolehkan Anda membawa benda seperti car seat dan stroller untuk dibawa tanpa biaya tambahan.

    Bila Anda berencana menggunakan car seat untuk si kecil selama naik pesawat, cari tahu jenis pesawat yang akan digunakan untuk memastikan tempat duduknya pas dengan car seat milik Anda. Memasang car seat di pesawat bisa membuat stres lho Bun, apalagi bila ada banyak penumpang lain yang memperhatikan Anda.

    Meski anak dibolehkan untuk duduk dipangku orangtua selama penerbangan, Bunda harus tahu kalau ini tidak aman. Jadi menggunakan car seat, atau memilih pesawat yang dilengkapi dengan bassinet untuk anak bisa jadi pilihan paling aman bagi si kecil. Pastikan juga keluarga Anda duduk di baris yang sama atau saling berdekatan.

  

Bila Anda traveling dengan mobil, Anda akan lebih leluasa untuk bisa berhenti dan keluar dari mobil kapanpun. Jika membawa anak kecil jangan mengemudi lebih dari 2 hingga 3 jam. Anak tidak akan bisa duduk diam selama itu. Lakukan hal menyenangkan selama perjalanan agar anak tidak bosan.

Rencanakan waktu makan ketika bayi bangun dan pilih lokasi yang ramah bayi. Bila cuaca bagus, biarkan bayi bermain di atas selimut di taman atau tempat istirahat daripada tetap diam di dalam restoran. Taman bisa jadi tempat yang lebih privasi untuk menyusui juga kan Bun.

Bila ingin menggunakan ASI perah, simpan ASIP di cooler bag selama hingga 24 jam. Untuk menghangatkan pegang botol di bawah air mengalir di kamar mandi dalam perjalanan. Untuk memudahkan membuat campuran susu formula, siapkan botol berisi susu formula yang sudah ditakar dan termos air hangat. Bila bayi sudah siap menyusu, Anda tinggal tambahkan air hangat ke botol, kocok, dan sajikan. Pilih restoran dengan area outdoor agar batita bisa bermain sambil menunggu makanan. Bawa kantong berisi mainan mobil, boneka dan biarkan ia bermain hingga makanan tiba.

Ingat Bunda, bepergian bisa bikin stres siapapun, termasuk anak kecil. Bicaralah pada anak sebelum hari keberangkatan dan beritahu apa yang akan terjadi. Anak biasanya lelah dan rewel selama traveling. Bila Anda bisa tetap tenang, petualangan ini akan lebih mudah untuk Anda dan si kecil. Selamat berlibur!

(Ismawati)