Kehamilan Dibaca 624 kali

5 Manfaat Susu Ibu Hamil dan Jenis Susu yang Aman Dikonsumsi

Share info ini yuk ke teman-teman
Dwi

Terakhir diperbaharui 23 Oktober, 2019 04:10

5 Manfaat Susu Ibu Hamil dan Jenis Susu yang Aman Dikonsumsi

Nutrisi diperlukan oleh tubuh manusia demi menyuplai oksigen secara merata ke seluruh tubuh. Jika tubuh dalam kondisi biasa saja membutuh nutrisi optimal, apalagi Ibu yang sedang hamil. Nutrisi yang diperlukan Ibu hamil tentu lebih banyak dibandingkan orang biasa. Nutrisi tambahan bagi Ibu hamil selain didapatkan dari makanan yang bergizi, bisa juga didapatkan dari susu. Susu ibu hamil dipercaya mengandung nutrisi lengkap yang menyokong kesehatan. Susu mengandung kalsium, protein, zat besi, dan vitamin D yang diperlukan bagi tubuh ibu hamil. Hal ini dikarenakan zat-zat tersebut akan diserap bayi melalui Ibu.

Berikut beberapa kandungan susu ibu hamil yang sangat penting dan bermanfaat untuk asupan nutrisi Ibu maupun janin:

   

1. Kalsium

Bayi tidak secara langsung mengonsumsi kalsium ketika Ibu baru mengonsumsinya. Bayi akan menyerap kalsium tersebut dari tulang Ibu, sehingga Ibu membutuhkan kalsium lebih banyak untuk asupan bayi dan dirinya sendiri. Tidak jarang, ibu hamil mengalami sakit gigi, sakit pinggang, hingga masalah-masalah sendi yang cukup mengganggu selama hamil. Hal ini bisa saja dikarenakan janin menyerap banyak kalsium dari tubuh Ibu, sehingga Ibu kekurangan asupan kalsium. Kalsium yang dibutuhkan Ibu, paling tidak, setara dengan tiga gelas susu sapi setiap harinya.

   

2. Vitamin D

Selain kalsium, vitamin D juga dibutuhkan Ibu untuk menyuplai kebutuhan bayi. Ibu bisa mendapatkan asupan vitamin D dari berjemur saat pagi hari, juga dari susu yang dikonsumsi. Nantinya, vitamin D yang terkandung dalam susu ini dibutuhkan bayi agar terhindar dari kemungkinan memiliki berat badan janin rendah.

   

3. Protein dan Zat Besi

Dilansir dari www.momjunction.com, protein yang terkandung dalam susu merupakan asam amino lengkap yang dibutuhkan oleh tubuh. Protein ini membantu pertumbuhan sel-sel yang membentuk tubuh janin. Jika konsumsi proteinnya cukup, maka berat bayi juga akan terbentuk proporsional dan terhindar dari berat badan lahir rendah. Protein ini juga bermanfaat bagi uterus Ibu dan meningkatkan suplai darah.

Pentingnya zat besi juga tidak boleh luput dari perhatian ibu hamil. Salah satu kandungan susu ibu hamil yang sangat diperlukan adalah zat besi. Dengan asupan zat besi yang cukup, Ibu akan terhindar dari risiko anemia defisiensi besi dan perdarahan saat maupun pasca melahirkan. Tidak hanya itu, kekurangan zat besi juga bisa membuat ibu hamil merasa mudah letih dan tampak pucat.

   

4. Meredakan Heartburn

Ibu hamil pasti sering mengalami heartburn atau sensasi panas terbakar di dada. Kelebihan gas juga merupakan salah satu penyebabnya. Mengonsumsi susu dapat meringankan gejala ini lho, Bu. Ini dikarenakan susu bersifat antacid yang melegakan masalah gas dan pencernaan dalam tubuh.

   

5. Memberikan Efek Relaksasi

Jika acapkali Ibu dengar tentang Postpartum Depression atau depresi pasca melahirkan, stres juga ternyata dapat dialami saat kehamilan. Kabar baiknya, minum susu rupanya dapat membantu meredakan stres saat hamil, terutama jika dikonsumsi dalam keadaan hangat. Karena manfaatnya yang cukup membantu asupan nutrisi, Ibu terhindar dari kekhawatiran kekurangan nutrisi, Selain itu, susu juga dapat menyuplai cairan tambahan sehingga ibu tidak dehidrasi.

   

Sebelum beranjak membahas soal susu ibu hamil dengan lebih detail, tidak ada salahnya jika Ibu terlebih dahulu menyimak pemaparan tentang susu secara umum. Karena siapa sangka, susu yang bukan ditujukan untuk Ibu hamil pun sangat bermanfaat bagi kesehatan ibu hamil. Lantas, susu apa yang aman dan bisa dikonsumsi saat ibu sedang hamil?

Pada dasarnya, susu hewan atau susu alternatif seperti susu kacang-kacangan banyak memiliki manfaat bagi Ibu yang sedang hamil. Susu Sapi menjadi susu yang paling tinggi kandungan kebaikannya karena secara natural sudah dipenuhi protein hewani, lemak, dan kalsium yang dibutuhkan oleh tubuh. Sayangnya, tidak semua orang cocok mengonsumsi susu sapi biasa. Susu sapi memiliki kandungan laktosa yang tidak semua orang mampu mencernanya. Atau, bahasa mudahnya adalah alergi laktosa pada susu sapi.

Intoleransi tubuh terhadap laktosa tentu akan menghambat proses penyerapan zat baik lain bagi tubuh. Namun Ibu tidak perlu khawatir, karena masih ada alternatif pilihan susu hewani yang bebas laktosa sehingga masih dapat dicerna tubuh yang menolak laktosa. Selain itu, ada pula susu berbasis tanaman yang dapat dikonsumsi Ibu hamil.

Susu dari tanaman sudah pasti bebas laktosa. Susu ini bisa didapatkan dari kacang kedelai, kacang almond, kacang mete, bahkan beras. Dilansir dari laman Happy Family Organics, kandungan susu dari tanaman dapat membantu menyerap kolesterol jahat dan menaikkan kadar kolesterol baik dalam tubuh. Ibu hamil yang tidak memiliki masalah apa pun dengan berbagai macam jenis susu dapat mengonsumsi susu dari hewan dan susu dari tanaman secara rutin atau diseling.

Tak hanya itu, bagi Ibu hamil dengan kecenderungan berat badan berlebih juga dapat meminum susu sapi skim karena lebih rendah lemak dari proses skimming. Proses skimming memang akan menyebabkan hilangnya beberapa zat baik dalam susu sapi biasa. Tapi akan ada penambahan zat fortifikasi yang melengkapi komposisinya agar tetap bermanfaat bagi yang mengonsumsi.

Bila Ibu memutuskan untuk meminum susu sapi, pastikan susu yang Ibu minum bukan susu mentah yang belum melalui proses pemanasan. Susu sapi perlu dipasteurisasi terlebih dahulu agar aman dikonsumsi oleh ibu hamil.

  

Jenis Susu Ibu Hamil yang Aman Dikonsumsi

Agar Ibu dapat lebih memahami jenis-jenis susu yang bisa Ibu konsumsi selama kehamilan, yuk simak beberapa perbedaan susu yang ada di sekitar kita:

  1. Susu Sapi Full Cream: Bila Ibu menemukan susu dengan label full cream, hal ini bukan berarti ada penambahan sejenis krim di dalamnya ya, Bu. Keterangan full cream ditujukan untuk susu sapi asli yang kandungannya masih sama dengan awalnya. Lemak yang terkandung dalam susu sapi full cream masih utuh dan tidak mengalami proses skimming atau pengurangan kadar lemak. Kandungan kalori dalam susu sapi full cream juga lebih tinggi. Lemak dan kalori inilah yang kebanyakan dihindari oleh ibu hamil yang telah mengalami kenaikan berat badan berlebih. Tetapi, bila Ibu tidak mengalami kenaikan berat badan berlebih, dianjurkan untuk minum susu sapi full cream agar kebutuhan zat penting dalam susu dapat diperoleh oleh Ibu dan bayi.

  2. Susu Sapi Skim: Susu Sapi skim adalah susu sapi yang mengalami proses skimming atau pengurangan kadar lemak. Biasanya susu sapi skim ditujukan bagi orang-orang yang membutuhkan protein susu sapi tapi dengan kadar lemak yang rendah. Penderita sakit berat seperti diabetes dan kolesterol cenderung dianjurkan meminum susu sapi jenis ini agar kebutuhan proteinnya tetap terpenuhi tapi tidak mengganggu proses penyembuhan karena kadar lemaknya yang rendah. Ibu hamil dengan indikasi kenaikan berat badan berlebih biasanya juga dianjurkan untuk minum susu sapi skim supaya asupannya tetap terjaga dan berat badan tidak melonjak drastis. Dengan jumlah kalori yang lebih sedikit, yaitu sekitar 83 kalori dalam secangkir susu, Ibu bisa memenuhi 305 mg kalsium setiap kali minum. Maka Ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi sebanyak 2 hingga 3 cangkir susu untuk memenuhi kebutuhan kalsium harian.

  3. Susu Pasteurisasi: Susu pasteurisasi adalah susu yang mengalami pemanasan untuk mematikan bakteri pathogen dan enzim yang merusak susu. Pemanasan dilakukan dengan suhu tinggi agar bakteri tersebut tidak berkembang. Susu sapi full cream dan susu skim haruslah melalui proses pasteurisasi ini agar aman dikonsumsi sebagai susu ibu hamil.

  4. Susu Sapi Mentah: Susu sapi mentah yang dimaksud adalah susu sapi yang tidak dipanaskan dan tidak melalu proses matinya bakteri pathogen. Susu jenis ini sebaiknya tidak dikonsumsi oleh ibu hamil karena dikhawatirkan bakteri dalam susu akan mengganggu bayi dan menyebabkan penyakit. 

Lantas bagaimana dengan ibu hamil yang tidak suka susu sapi atau mungkin bosan minum susu sapi? Tenang saja, Bu. Ada beberapa susu alternatif bagi yang tidak dapat mengonsumsi susu sapi karena alasan tertentu. Bila susu sapi mengandung asam amino esensial yang menunjang pertumbuhan sel bagi ibu hamil dan janin, susu jenis lain juga masih dapat menggantikan peran susu sapi kok. Beberapa di antaranya:

A. Susu Kambing

Menurut laman parenting.firstcry.com, susu kambing memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibandingkan susu sapi. Ia juga memiliki kandungan vitamin B2 dan lemak baik yang mampu menurunkan kadar kolesterol, memperlancar metabolisme dan pencernaan. Vitamin A dalam susu kambing juga termasuk yang mudah diserap oleh tubuh. Selain itu, karena susu kambing bebas laktosa, maka susu jenis ini sangat baik dikonsumsi sebagai susu hewani pengganti susu sapi.

B. Susu Kedelai

Susu kedelai memiliki kandungan kalsium yang cukup tinggi, yakni di kisaran 300mg. Susu kedelai memiliki lemak baik bagi jantung tetapi bebas kolesterol. Kandungannya kaya antioksidan yang bahkan dapat melawan sel kanker. Tidak hanya itu, rupanya kandungan protein kedelai sama dengan protein susu sapi. Jadi Ibu hamil dapat mengonsumsi susu kedelai sebagai pengganti atau pelengkap minum susu sapi.

C. Susu Almond

Seiring berkembangnya zaman, masyarakat Indonesia semakin mengenal variasi kacang-kacangan yang bisa diolah menjadi susu. Jika biasanya hanya susu kedelai dikenal, kini ada pula susu kacang almond yang kandungannya tak kalah hebat dari susu jenis lain. Meski kandungan kalsiumnya tak sebanyak susu kacang kedelai, keberadaan susu almond banyak menolong penderita alergi gluten dan soya yang membutuhkan asupan susu. Karena kaya akan asam folat, maka sudah pasti susu almond jadi pilihan yang baik bagi Ibu hamil. Selain itu, kandungan protein, serat, zat besi, vitamin B dan E juga mampu mencukupi kebutuhan Ibu hamil dalam kesehariannya. Jangan lupa untuk tetap mengonsumsi makanan bergizi seimbang untuk melengkapi kebutuhan asupan baik harian ya, Bu.

D. Susu Oat

Susu oat dewasa ini juga menjadi tren masa kini. Hal ini dikarenakan ada salah satu brand baru pembuat susu oat yang cukup dikenal di kalangan ibu hamil dan menyusui karena pemiliknya merupakan influencer ASI sekaligus sosok mamagram. Susu oat memiliki kandungan hebat yang dapat menurunkan keinginan untuk selalu makan dan menstabilkan gula darah. Kandungan kalsiumnya juga cukup baik di kisaran 120 mg. Kalsiumnya juga lebih baik dibanding susu almond dan kaya vitamin A, B, fosfor, dan potassium.

E. Susu Saffron

Saffron sedang populer sebagai rempah mahal yang memiliki harga yang diibaratkan seperti emas, namun dengan kandungan yang juga tak kalah luar biasa. Rempah berbentuk putik bunga ini memiliki banyak sekali manfaat jika diminum secara rutin dengan cara diseduh air hangat. Pemakaiannya pun hanya memerlukan sekitar 2-3 helai putik bunga untuk air takaran 500ml. Rempah yang terkenal asal Iran ini berfungsi untuk menstabilkan hormon, anti oksidannya tinggi, mengontrol kadar gula darah, mengatasi stres, penyeimbang imun, dan bisa digunakan oleh penderita kanker, alzeimer, serta beberapa penyakit berat lainnya untuk terapi kesehatan.

Air saffron sendiri manfaatnya sudah banyak sekali, apalagi jika diseduh bersamaan dengan susu. Susu yang digunakan untuk mengonsumsi saffron dapat Ibu pilih jenisnya. Susu sapi atau susu kacang-kacangan yang sudah dihangatkan dapat menjadi media penyeduhan saffron. Kandungan baiknya tentu sangat menguntungkan bagi Ibu dan bayi ya.

  

Benarkah Ibu Hamil Wajib Minum Susu?

Susu yang dikhususkan bagi Ibu hamil lazimnya adalah susu sapi yang telah berbentuk bubuk dan ditambahkan zat fortifikasi lain seperti asam folat, zat besi tambahan, berbagai macam vitamin dan mineral serta variasi rasa yang beragam. Biasanya juga, susu ibu hamil di pasaran diciptakan rendah lemak agar berat badan ibu hamil tetap terjaga.

Ada beberapa ahli berpendapat bahwa susu khusus ibu hamil tidak begitu penting dikonsumsi dan hanya akan menambah kadar gula dalam tubuh Ibu sehingga mengakibatkan kegemukan. Meski Ibu hamil telah mendapat asupan suplemen tambahan dari tenaga kesehatan, tidak ada salahnya mengonsumsi susu ibu hamil untuk menunjang kekurangan zat yang tidak dapat dipenuhi dari makanan sehari-hari dan suplemen. Meski begitu, makanan bergizi seimbang tetap perlu dikonsumsi ibu hamil untuk memenuhi kadar kebutuhan zat-zat penting dalam tubuh.

Konsultasi kepada tenaga kesehatan tetap perlu dilakukan. Karena tenaga kesehatan yang memeriksa Ibu tentu lebih tahu kondisi kehamilan Ibu, bagaimana dan berapa banyak susu ibu hamil yang bisa dikonsumsi. Meski dalam kemasan susu ibu hamil tertulis jelas panduan mengonsumsinya, namun arahan dari tenaga kesehatan tentu berbeda-beda sesuai kebutuhan nutrisi Ibu hamil masing-masing. Untuk itulah penting bagi Ibu hamil berkonsultasi dengan tenaga kesehatan tentang perlunya mengonsumsi susu khusus Ibu hamil. Hal ini juga berkaitan dengan pengaturan jumlah kadar gula yang masuk untuk mencegah kenaikan berat badan Ibu yang terlalu drastis. 

Pemenuhan nutrisi selama masa emas kehamilan memang sangat penting untuk memastikan kehidupan di 1000 hari pertama bayi terpenuhi dan terhindar dari gizi buruk. Maka, pilihlah makanan dengan kandungan gizi seimbang dan konsumsi susu ibu hamil untuk penunjang gizi maksimal. Nah, kini Ibu sudah dapat memutuskan bukan, seberapa penting manfaat susu ibu hamil?

(Dwi Ratih/Dok. Freepik)