Kehamilan Dibaca 6,122 kali

Risiko Naik Pesawat Waktu Hamil

Share info ini yuk ke teman-teman
Ismawati

Terakhir diperbaharui 15 November, 2019 18:11

Risiko Naik Pesawat Waktu Hamil

Biasanya melakukan penerbangan sebelum kehamilan berusia 36 minggu masih dianggap aman bila memang tidak ada masalah kesehatan yang berisiko. Meski begitu, tetap periksakan kesehatan Anda sebelum naik pesawat waktu hamil ya Bunda.

Waktu terbaik untuk naik pesawat saat hamil adalah selama trimester kedua. Dokter mungkin tidak menganjurkan Anda melakukan penerbangan bila ada komplikasi kehamilan yang bisa bertambah berat karena perjalanan udara. Durasi penerbangan juga harus dipertimbangkan.

Biasanya aman untuk naik pesawat pada trimester pertama dan kedua, tapi periksakan diri ke dokter sebelum terbang bila Anda mengalami masalah medis seperti:

Yang Harus Dilakukan Sebelum, Saat, Dan Setelah Penerbangan

Bila berencana naik pesawat saat hamil, Anda harus lebih dulu bicara dengan dokter. Sebelum memesan tiket, pastikan Anda dalam kesehatan yang baik dan kehamilan Anda normal. Cek kebijakan maskapai tentang penerbangan untuk ibu hamil. Beberapa maskapai akan meminta Anda menunjukkan surat keterangan medis bila:

  • Tanggal perkiraan lahir kurang dari 4 minggu setelah hari keberangkatan.

  • Ada komplikasi yang mungkin terjadi saat kelahiran.

Bunda, berikut ini beberapa tips untuk membantu Anda menjalani penerbangan yang sehat dan nyaman:

  • Minum banyak air agar tidak dehidrasi.

  • Lakukan gerakan untuk melatih kaki .

  • Jangan duduk untuk waktu yang lama, lakukan jalan kaki di lorong pesawat ketika memungkinkan.

  • Kenakan pakaian yang longgar dan nyaman. Hindari pakaian yang membatasi gerak.

  • Gunakan stoking kehamilan untuk mencegah pembekuan darah.

  • Sesuaikan sabuk keamanan agar nyaman terpasang di bawah perut.

  • Bila harus tetap duduk, sering selonjorkan kaki. .

  • Hindari makanan yang mengandung gas seperti brokoli dan minuman karbonasi.

Risiko Pembekuan Darah Saat Naik Pesawat Waktu Hamil

Perjalanan panjang (lebih dari 5 jam) bisa membuat siapapun beresiko tinggi mengalami pembekuan darah (trombosis), meski belum jelas apakah resiko pada ibu hamil akan lebih tinggi atau tidak.

Untuk menghindari risiko ini, Bunda bisa mengenakan stoking kompresi untuk ibu hamil. Stoking ini juga bisa mengurangi bengkak pada kaki. Andapun bisa menurunkan resiko pembekuan darah dengan banyak minum air dan bergerak teratur.

Beberapa ibu hamil menghindari naik pesawat saat usia kehamilan mereka antara 12 sampai15 minggu karena kelelahan dan mual yang dialami. Resiko keguguran juga meningkat di tahap ini. Tapi bila Anda merasa sehat dan telah berkonsultasi dengan dokter, tidak ada alasan untuk membatalkan rencana perjalanan Anda.

Alat Deteksi Penumpang Di Bandara

Ibu hamil tak perlu khawatir ketika harus melewati mesin pemeriksaan penumpang di bandara. Alat ini biasanya menggunakan medan magnet, gelombang radio dengan energi rendah, atau sinar X untuk memeriksa benda yang tidak wajar pada penumpang. Jumlah energi pada tiap paparan alat ini terlalu rendah untuk membahayakan janin yang sedang berkembang.

Alat deteksi logam menggunakan medan magnet dengan intensitas rendah untuk mendeteksi benda logam. Medan magnet dari magnet kulkas lebih dari 10 kali lebih kuat dibanding medan magnet dari alat detektor logam, dan lebih dari 600 kali lebih kuat dibanding metal detektor yang dipegang tangan.

Radiasi Di Pesawat Terbang

Radiasi menjadi kata yang menakutkan bagi calon ibu, tapi tentu Anda merasa lega mengetahui kalau perjalanan dengan pesawat biasanya aman untuk ibu hamil. Baik saat di darat atau udara, kita setiap hari terpapar radiasi ion kosmik, yang berasal dari matahari dan bintang lain. Di darat, lapisan udara bumi memberi perlindungan dari radiasi. Pada ketinggian tinggi, udara lebih tipis dan tingkat radiasi menjadi lebih tinggi, tapi tidak cukup tinggi untuk bisa membahayakan janin.

Meski tingkat radiasi bisa jauh lebih tinggi selama solar flares (semburan radiasi elektromagnetik yang disebabkan oleh gangguan pada lapisan udara matahari), untungnya ini  jarang terjadi dan berlangsung singkat.

Beberapa ahli menganggap radiasi kosmik bisa memberi dampak kecil pada kru pesawat dan orang yang memang sering sekali naik pesawat. Tapi penelitian untuk menilai resiko ini masih dilakukan untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Di beberapa negara, kru pesawat yang sedang hamil biasanya ditugaskan pada jadwal penerbangan dengan ketinggian rendah atau diberi tugas di kantor selama sedang hamil. Tapi untuk orang yang tidak sering bepergian dengan pesawat, baik dalam kondisi hamil atau tidak, resiko dari radiasi ion kosmik di bawah kondisi normal dianggap tak berarti.

Perubahan Ketinggian dan Morning Sickness

Perubahan ketinggian atau suhu bisa membuat morning sickness bertambah parah.  Peningkatan ketinggian atau suhu akan memicu mual, terutama bila Anda menuju ketinggian atau panas yang ekstrim, seperti area ski atau pulau tropis. Tapi rasa tidak nyaman ini biasanya akan reda ketika tubuh menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, biasanya dalam 3 hingga 5 hari. Jangan dulu bergerak aktif seperti biasa dan perbanyak istirahat.

Ibu hamil juga lebih beresiko mengalami dehidrasi pada ketinggian tinggi, iklim panas, atau bila muntah karena morning sickness. Pastikan Anda minum banyak cairan. Jangan sampai Anda mengalami dehidrasi saat hamil, karena air membantu untuk membawa nutrisi melalui tubuh ke janin.

Bila mengalami sakit kepala berlanjut atau mual, pindahlah ke tempat dengan ketinggian yang lebih rendah atau cari ruang ber-AC. Bila kondisi tidak membaik, Anda perlu mencari ruangan dengan suhu yang lebih dingin lagi.

Waspadai juga kebersihan makanan dan air yang bisa menyebabkan masalah pencernaan dan diare selama hamil. Beberapa obat untuk mengatasi masalah pencernaan dan diare tidak cocok untuk ibu hamil. Selalu pastikan air keran yang ada di tempat umum juga aman digunakan. Namun lebih baik, Anda selalu minum dari minuman kemasan. Bila sakit, terus minum cairan dan makan demi kesehatan bayi meski Anda tidak merasa lapar.

Penerbangan Internasional

Bila anda berencana naik pesawat saat hamil ke luar negeri, lakukan beberapa tindakan untuk mencegah risiko kehamilan. Untuk menghindari resiko persalinan prematur atau masalah kesehatan lain, lakukan perjalanan di trimester ketiga. Bila berencana melakukan penerbangan ke luar negeri, pertimbangkan juga beberapa hal berikut:

  • Apakah Anda bisa mendapatkan bantuan medis bila dibutuhkan di tempat tujuan?

  • Apakah Anda membutuhkan vaksinasi? Dan apakah ini aman di saat hamil?

Jangan terbang ke luar negeri bila:

  • Ini kehamilan pertama dan usia Anda 35 tahun atau lebih atau kurang dari 15 tahun.

  • Anda hamil anak kembar.

  • Anda mengalami plasenta abnormal, sekarang atau di masa lalu.

  • Anda mengalami pendarahan vagina, atau resiko keguguran.

Juga jangan terbang ke luar negeri bila Anda punya riwayat:

Dokter juga tidak menganjurkan Anda bepergian saat hamil bila:

  • Tujuannya adalah dataran tinggi (lebih dari 12000 kaki).

  • Ke area terjadinya wabah penyakit.

  • Ke daerah tujuan yang mengharuskan Anda menerima vaksin virus hidup untuk mendapatkan perlindungan.

(Ismawati)