Last update on .

Cara Test Kehamilan Di Rumah Dengan Bahan Yang Ada Di Dapur
Cara Test Kehamilan Di Rumah Dengan Bahan Yang Ada Di Dapur

Cara Test Kehamilan Di Rumah Dengan Bahan Yang Ada Di Dapur

Kehamilan merupakan pengalaman yang indah dan menjadi lebih indah ketika hasil tes menunjukkan Anda hamil. Dengan satu kata “positif,” tiba-tiba ini mengubah Anda dari seorang wanita menjadi seorang ibu.

 

Kehamilan menjadi pemberian terbaik dari Tuhan kepada wanita. Kehamilan membawa kebahagiaan. Tapi periode yang paling mendebarkan adalah waktu di mana Anda ingin tahu apakah hamil atau tidak. Anda seolah tak sabar untuk melakukan tes untuk mengonfirmasi kehamilan.

 

Kapan Perlu Lakukan Tes Kehamilan?


Mengetahui kapan Anda perlu melakukan tes kehamilan menjadi hal yang sangat penting. Ini juga menjadi pertanyaan yang sering diajukan calon ibu. Anda bisa lakukan tes kehamilan pada hari pertama setelah menstruasi tertunda. Sangat mudah mengetahui tanggalnya bila Anda memiliki siklus menstruasi yang teratur. Bila menstruasi tidak teratur dan Anda tidak yakin dengan tanggalnya, maka lakukan tes  kehamilan 3 minggu setelah berhubungan seks tanpa pelindung.

 

Hormon HCG Mengonfirmasi Kehamilan


Hormon human chorionic gonadotrophin (hCG) pada urin mengonfirmasi kehamilan Anda. Hormon ini juga dikenal sebagai hormon kehamilan. Ketika hamil, tubuh memiliki cukup hCG, yang membantu menciptakan plasenta (sel telur yang dibuahi dan menempel pada dinding rahim mendapat perlindungan gizi dari plasenta). Jadi kebanyakan alat tes kehamilan yang dijual mengonfirmasi kehamilan dengan memeriksa keberadaan hCG pada urin.

 

Sebenarnya Bun, selain tingkat hCG pada urin, ada banyak signal tubuh yang mengindikasikan Anda hamil. Beberapa tanda awal kehamilan antara lain:

 

 

Cara Test Kehamilan


Ada beberapa cara untuk mengetahui Anda hamil atau tidak, seperti tes darah, tes urin, atau pemeriksaan internal oleh dokter.

 

  • Anda bisa lakukan tes urin di rumah dengan alat tes kehamilan yang bisa dibeli di apotek



  • Anda bisa jalani tes urin oleh dokter



  • Anda bisa jalani tes darah yang dilakukan dokter



  • Dokter bisa lakukan pemeriksaan internal.


 



  1. Tes Urin Untuk Mendeteksi Kehamilan


    Ketika mengira Anda hamil sekitar 5 minggu (5 minggu setelah awal mesntruasi terakhir), dan Anda aktif secara seksual, ini jadi waktu yang tepat untuk menjalani tes kehamilan dengan urin di rumah. Alat tes ini mengukur jumlah hormon hCG. Alat berbeda menunjukkan hasil dengan cara berbeda, jadi baca dan ikuti instruksinya dengan seksama. Anda bisa mendapatkan alat tes kehamilan ini di apotek.

     

    • Pastikan Anda mengikuti instruksi dengan sangat hati-hati untuk mendapat hasil yang paling akurat.



    • Bila Anda minum obat kesuburan atau berusia tua, hasil tes bisa jadi tidak akurat.



    • Bila Anda melakukan tes segera setelah menstruasi terlambat dan hasilnya negatif (hasil tes menyatakan Anda tidak hamil), Anda perlu lakukan tes lagi dua minggu setelahnya agar hasilnya lebih akurat.



    • Tes urin juga bisa dilakukan oleh dokter, di klinik, atau rumah sakit.


     


  2. Tes Darah Untuk Mengonfirmasi Kehamilan


    Tes darah akan memberi Anda hasil yang lebih akurat, meski pada tahap kehamilan paling awal. Dokter akan melakukan tes darah untuk memeriksa hormon kehamilan pada darah Anda. Anda bisa jalani tes ini segera setelah menstruasi terlambat.

     


  3. Pemeriksaan Internal Untuk Memastikan Kehamilan


    Setidaknya dua minggu setelah menstruasi terlambat, dokter bisa melakukan pemeriksaan internal untuk mengetahui perubahan pada rahim dan serviks. Ketika Anda hamil, serviks mengalami perubahan warna dan lebih lunak. Rahim menjadi lebih besar di beberapa minggu pertama kehamilan. Kebanyakan dokter masih melakukan tes darah atau urin untuk mengonfirmasi kehamilan.

     


  4. Tes Kehamilan Ala Rumahan Yang Bisa Anda Lakukan Sendiri


    Ada banyak prosedur medis untuk cara test kehamilan, tapi di waktu yang sama Anda bisa mengetahui apakah hamil atau tidak dengan menggunakan berbagai tes kehamilan ala rumahan tanpa keluar biaya.

     

    Ciri-ciri orang hamil bervariasi pada tiap wanita. Beberapa wanita mengalami hampir semua tanda sedang lainnya tidak satupun. Jadi Anda perlu menjalani tes kehamilan yang terpercaya untuk mendeteksi apakah Anda hamil atau tidak.

     


    1. Cara test kehamilan dengan cuka


      Cuka menjadi salah satu bahan yang mudah didapat di dapur yang bisa Anda gunakan untuk mengonfirmasi kehamilan.

       

      Bahan yang Anda butuhkan: 

      • ½ gelas cuka

      • ½ gelas urin

      • Mangkok kecil


       

      Yang Anda lakukan: 

      • Tuang cuka ke mangkok.

      • Tuang urin yang dikumpulkan di pagi hari ke atas cuka.

      • Akan terjadi perubahan warna yang menandakan Anda hamil, tapi bila warna tidak berubah maka berarti hasilnya negatif dan Anda tidak hamil.


       


    2. Cara test kehamilan dengan gula


      Tes ini dianggap yang paling tepercaya dan mudah. Selain itu, bahan yang digunakan ada di dapur yang menjadikannya efektif dari segi harga.

       

      Bahan yang Anda butuhkan: 

      • 1 mangkok

      • 1 sendok makan gula

      • 3 sendok makan urin


       

      Yang Anda lakukan: 

      • Ketika bangun tidur yang perlu Anda lakukan adalah mengumpulkan urin pada wadah.

      • Lalu tuangkan 2 sendok makan gula pada mangkok.

      • Tuangkan sekitar 1 sendok makan urin pada gula di mangkok.

      • Tunggu beberapa menit untuk mengamati reaksi gula pada urin.

      • Bila gula larut di urin, berarti Anda tidak hamil.

      • Bila gula menggumpal di urin, maka artinya Anda positif hamil.


       

      Ikuti prosedur ini di pagi hari setelah bangun tidur untuk mendapat hasil yang lebih akurat.

       


    3. Cara test kehamilan dengan pasta gigi


      Tes kehamilan ala rumahan lainnya bisa dilakukan dengan bantuan pasta gigi. Bahan ini juga mudah didapat.

       

      Yang Anda butuhkan: 

      • Sedikit pasta gigi tawar

      • Urin, sesuaikan dengan jumlah pasta gigi

      • Mangkok kecil


       

      Yang Anda lakukan: 

      • Masukkan pasta gigi ke mangkok.

      • Tambahkan urin ke pasta gigi.

      • Bila pasta gigi berubah warna menjadi biru atau berbusa, berarti hasilnya positif.


       

      Tes kehamilan ini tidak selalu memberi hasil tepat karena pasta gigi menjadi berbusa meski setelah kontak dengan urin dari wanita yang tidak hamil. Jadi jangan sepenuhnya mengandalkan cara test kehamilan dengan pasta gigi ini.

       


    4. Cara test kehamilan dengan pemutih


      Selain berfungsi memutihkan pakaian, pemuth juga bisa digunakan untuk mengonfirmasi kehamilan. Banyak wanita menggunakan metode ini untuk mendeteksi kehamilan mereka.

       

      Bahan yang dibutuhkan: 

      • 2 sendok makan pemutih

      • 2 sendok makan urin

      • Mangkok kecil


       

      Yang Anda lakukan: 

      • Tuang pemutih dan urin pada mangkok.

      • Bila terbentuk buih, berarti Anda hamil.

      • Bila tidak ada busa, berarti hasilnya negatif dan Anda tidak hamil.


       

      Lakukan tes ini di ruang terbuka karena bila terhirup bisa menyebabkan masalah kesehatan.

       


    5. Cara test kehamilan dengan baking soda


      Baking soda, yang juga sering ditemukan di dapur, memberi hasil 70 persen akurat tentang kehamilan. Anda bisa lakukan tes ini di rumah sebelum ke dokter untuk mendapat konfirmasi final.

       

      Bahan yang Anda butuhkan: 

      • 2 sendok makan baking soda

      • 1 sendok makan urin

      • Mangkok


       

      Yang Anda lakukan: 

      • Tuang baking soda ke mangkok bersih.

      • Tambahkan urin ke baking soda dan tunggu beberapa menit.

      • Jika keluar suara mendesis seperti yang Anda dengar ketika membuka botol minuman soda, ini menandakan Anda hamil dan akan menjadi ibu.

      • Bila baking soda tidak bereaksi pada urin, ini menandakan hasil yang negatif dan Anda tidak hamil.


       


    6. Cara test kehamilan dengan produk pembersih rumah tangga


      Anda bahkan bisa mengonfirmasi kehamilan dengan produk pembersih rumah. Produk pembersih yang mengandung minyak pinus biasanya banyak ditemukan di rumah.

       

      Bahan yang Anda butuhkan: 

      • 2 sendok makan produk pembersih yang mengandung minyak pinus

      • 2 sendok makan urin

      • Mangkok


       

      Selain alat tes kehamilan buatan sendiri yang dijelaskan di atas ada banyak lagi prosedur yang juga mengonfirmasi kehamilan Anda. Berikut beberapa diantaranya:

       


    7. Cara test kehamilan dengan urin


      Dengan hanya menggunakan urin, tanpa tambahan apapun, Anda bisa memastikan kehamilan. Setelah bangun tidur, hal pertama yang perlu Anda lakukan di pagi hari adalah mengumpulkan urin dan menyimpannya di wadah dengan permukaan datar. Biarkan selama 24 jam. Dan setelah itu bila Anda melihat lapisan tipis di atas urin, ini berarti Anda positif hamil. Tapi bila tidak ada perubahan pada urin, berarti Anda tidak hamil.

       


    8. Cara test kehamilan dengan campuran peroksida dan tylenol


      Gunakan takaran yang sama antara peroksida dan tylenol pada sebuah mangkok kecil dan tambahkan urin yang  telah Anda kumpulkan di pagi hari. Tunggu beberapa menit. Bila urin berubah warna, maka ini mengindikasikan Anda hamil.

       


    9. Cara test kehamilan dengan sabun


      Kumpulkan urin di pagi hari setelah bangun tidur. Ambil sabun lalu tuangkan ke urin. Bila sabun membentuk gelembung, maka ini mengindikasikan hasil positif, tapi bila tidak ada gelembung berarti hasilnya negatif.

       



Beberapa Hal Yang Perlu Diperhatikan Ketika Menggunakan Tes Kehamilan Ala Rumahan


Ketika melakukan tes untuk mengetahui apakah hamil atau tidak, Anda perlu pastikan beberapa hal, untuk mendapat hasil yang lebih akurat.

 

  • Seperti telah disebutkan di atas, ketika wanita menjadi hamil, tingkat hCG meningkat dan bisa ditemukan di darah dan urin. Semua metode yang telah dijelaskan tadi berdasarkan tes urin, jadi sangat disarankan untuk menggunakan sampel urin di pagi hari untuk mendapat hasil yang lebih akurat.



  • Tes di atas belum terbukti secara ilmiah tapi banyak digunakan orang. Jadi untuk mendapat hasil yang lebih akurat, selalu gunakan bahan yang sesuai takarannya.



  • Hati-hati ketika menggunakan bahan seperti pemutih, karena baunya bisa merusak paru-paru Anda.



  • Biasanya tes di atas memberi hasil yang tepat, tapi kita tidak bisa menyatakan hasilnya 100 persen akurat. Jadi Anda disarankan memeriksakan diri ke dokter kandungan setelah mendapat hasil positif dari alat tes kehamilan ala rumahan.


 

Bunda, alat tes kehamilan ala rumahan ini murah dan mudah di dapat serta membantu Anda mengetahui kehamilan tanpa perlu keluar rumah. Sehingga Anda tidak perlu ke dokter serta prosedurnya tidak rumit dan mudah diikuti. Tapi satu hal yang perlu diingat, alat tes kehamilan ala rumahan ini tidak memberi hasil akurat pada tahap kehamilan paling awal. Alat tes kehamilan buatan sendiri mengeluarkan hasil berdasarkan interaksi antara urin dan bahan yang digunakan. Ada beberapa tes medis yang bisa dilakukan setelah 11 hari konsepsi dan tes darah setelah 12 sampai 14 hari konsepsi. Jadi untuk konfirmasi lebih lanjut, selalu disarankan untuk ke dokter kandungan.

 

Yang Perlu Dilakukan Setelah Mengetahui Anda Hamil


Bagi banyak wanita, kehamilan memang direncanakan dan mengetahui diri sedang hamil adalah momen yang sangat membahagiakan. Tapi bagi sebagian wanita, kehamilan tidak direncanakan dan tidak diinginkan.

 

Meski kehamilan telah direncanakan, banyak wanita merasa kebingungan tentang apa yang harus dilakukan setelah mengetahui hasil tes kehamilan yang positif. Ada beberapa hal penting yang perlu Anda lakukan setelah mengetahui diri hamil.

 

Sangat penting untuk mulai menjaga pola makan dan gaya hidup sehat. Berikut beberapa langkah penting yang perlu Anda lakukan setelah hasil tes yang positif untuk melindungi bayi yang Anda kandung:

 

  • Lakukan olahraga teratur atau mulai lakukan olahraga low impact seperti jalan kaki atau berenang.



  • Bila Anda merokok atau menggunakan obat terlarang, berhenti dan cari bantuan untuk berhenti. Tembakau berhubungan dengan berat lahir rendah, kelahiran prematur, dan masalah lainnya. Dan obat terlarang bisa menyebabkan keterbelakangan mental dan fisik, bahkan kematian.



  • Bila Anda mengonsumsi alkohol, berhenti minum selama hamil. Tidak diketahui jumlah alkohol yang dianggap aman selama kehamilan.



  • Mulai minum vitamin untuk kehamilan. Vitamin untuk ibu hamil mengandung zat besi yang sering direkomendasikan oleh dokter.



  •  Jalankan pola makan sehat. Konsumsi protein, gandum utuh, dan buah serta sayuran dalam jumlah tepat untuk menjaga kesehatan Anda dan janin yang sedang tumbuh. Makanan yang kaya kandungan asam folat sangat bermanfaat, terutama di tahap awal kehamilan.


 

Untuk makanan, Anda juga perlu mengetahui makanan yang perlu dihindari saat hamil. Berikut beberapa diantaranya:

 

  • Makanan yang tidak melewati proses pasteurisasi. Makanan jenis ini berpotensi berbahaya dan harus dihindari, termasuk jus tanpa proses pasteurisasi.



  • Makanan laut yang mengandung merkuri tingkat tinggi. Terlalu banyak merkuri terkait dengan kerusakan sistem saraf pada janin. Ikan hiu, king mackerel, dan ikan todak, dianggap memiliki tingkat merkuri yang tinggi dan harus dihindari.



  • Makanan laut yang mentah atau tidak dimasak. Potensi virus dan bakteri berbahaya bisa ditemukan di tiram mentah atau salmon yang tidak dimasak. Hindari pilihan makanan ini atau masak dulu hingga benar-benar matang.



  • Daging, telur, dan unggas yang dimasak setengah matang. Ada bakteri berbahaya seperti salmonella atau listeria yang bisa menyebabkan reaksi lebih ekstrem pada wanita yang hamil. Hindari makanan yang dibuat dari telur mentah. Daging harus dimasak hingga matang.


 

Meski beberapa wanita merasa gembira menyambut kehadiran buah hati sehingga mereka mengabarkan kehamilan kepada siapa saja yang mereka kenal, tapi sebagian wanita lain, terutama yang menghadapi kehamilan yang tidak direncanakan, enggan untuk membicarakan ini. Meski kehamilan sudah direncanakan, wanita kadang menghadapi kecemasan keguguran yang membuatnya tidak memberitahukan kehamilannya. Meski emosi ini normal dan bisa dimengerti, akan sangat membantu bila Anda membicarakan kehamilan Anda dengan seseorang seperti suami, kerabat, atau teman dekat.



(Ismawati)