Keluarga

10 Kalimat Ajaib Untuk Membahagiakan Ibu Melahirkan

Terakhir diperbaharui

10 Kalimat Ajaib Untuk Membahagiakan Ibu Melahirkan

Proses lahirnya anak menjadi momen yang istimewa bagi setiap ibu melahirkan. Namun perjuangan Ibu melahirkan tidak berhenti di sana karena akan ada banyak tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah berbagai komentar yang bisa menjatuhkan mental ibu yang baru melahirkan.

Di minggu-minggu pertama setelah Ibu melahirkan, Ibu juga akan belajar menyusui,  bertarung menghadapi nyeri puting, rasa kantuk, mood swing dan bahkan mungkin menghadapi kelenjar ASI yang tersumbat. Tidak hanya sampai di situ, kini ia bertanggung jawab penuh atas makhluk kecil yang baru saja ia lahirkan dan merasa cemas apakah ia sudah melakukan semua dengan benar.

Ayah, Anda punya peran penting dalam memberi dukungan ke Ibu melahirkan. Ia butuh waktu untuk pulih dari melahirkan dan menyesuaikan diri dengan menyusui. Tidak mudah untuk melakukan berbagai hal, apalagi saat kita lelah karena harus begadang merawat bayi baru lahir.

Untuk menunjukkan dukungan positif dan rasa cinta kepada Ibu melahirkan buah hati kalian, Ayah bisa mengatakan kalimat-kalimat ajaib ini :


  1. “Kamu hebat!”

    Melahirkan adalah sebuah tugas berat, baik melahirkan secara normal atau dengan operasi caesar, semuanya adalah proses yang panjang.

    Apapun yang Ibu baru lakukan untuk melahirkan bayinya, ia layak mendapat pujian. Ungkapkan ini langsung ke Ibu melahirkan. Ia baru saja menjadi Ibu, untuk selamanya. Jangan sampai Ayah lupa untuk memberi ucapan selamat kepada Ibu melahirkan.


  2. “Kamu mengagumkan”

    Melahirkan adalah pengalaman yang sangat luar biasa. Saat melahirkan, wanita menunjukkan kekuatan dan kebulatan tekad untuk membawa kehidupan baru ke dunia. Jangan lupa mengingatkan istri betapa ia sangat mengagumkan.

    Ibu melahirkan bisa merasa sangat rapuh. Manfaatkan tiap kesempatan untuk mengingatkan bahwa ia seorang yang kuat. Beri ia dorongan rasa percaya diri yang ia butuhkan untuk membantu menjalani hari-hari yang melelahkan ini, sekaligus agar ia bisa menikmati peran sebagai seorang Ibu.


  3. “Kamu terlihat cantik”

    Karena memang demikian. Penampilannya mungkin tidak terlihat sama seperti saat bayi belum lahir, tapi definisi “cantik” tidak harus selalu sama bagi Ibu melahirkan. Istri Anda adalah seseorang yang baru sekarang. Kurang tidur, perasaan cinta, cemas, serta perubahan hormon bercampur aduk dalam hidupnya. Katakan kalau ia terlihat cantik dan katakan kalau Anda bersungguh-sungguh.

    Ayah juga perlu membantu Ibu menilai tubuhnya dengan cara yang positif. Setelah punya bayi, banyak Ibu melahirkan bermasalah dengan kondisi tubuhnya. Tentu sebagian Ibu bisa kembali ke berat badan semula tanpa masalah berarti. Tapi sebagian besar Ibu melahirkan kesulitan menurunkan berat badan setelah melahirkan. Akan ada stretch marks dan perut buncit yang bisa membuat Ibu merasa tidak menarik dan berpikir buruk tentang penampilannya.


  4. “Ibu tidur aja ya”

    Ibu melahirkan mungkin terjaga semalaman bersama bayinya, dan tentunya ia butuh waktu tidur. Ayah bisa membatasi jumlah tamu yang datang di beberapa bulan pertama agar Anda dan istri punya banyak kesempatan untuk membayar waktu tidur.

    Minta istri untuk tidur ketika bayi tidur. Fase ini hanya sementara, lama-lama bayi perlahan akan mengenal waktu siang dan malam. Tapi sebelum ini terjadi, ia akan kekurangan tidur. Bantu istri dengan membantunya melakukan pekerjaan rumah, seperti mencuci piring atau mengurus cucian, dan jangan biarkan ia mengurus pekerjaan rumah ketika ia harus istirahat.


  5. “Biar aku aja”

    Bila Ibu melihat istri membungkukkan badan untuk mengambil baju yang berserakan, atau melipat cucian bersih, minta ia berhenti. Jangan biarkan ia merapikan ruang tamu yang berantakan atau mengepel lantai dapur.

    Tubuhnya perlu pemulihan setelah melahirkan. Bila ia tidak sedang sibuk mengurus bayi, berarti ia perlu istirahat agar tubuhnya bisa pulih. Minta ia untuk mengistirahatkan tubuhnya, mungkin dengan membaca buku, menonton acara favorit, atau mandi. Biarkan ia memanjakan diri ketika Ayah mengurus semua di rumah.


  6. “Aku aja yang jagain bayi, kamu perlu istirahat”

    Dengan hanya mengucapkan dua kalimat pendek ini, Anda telah memenuhi dua hal besar. Ayah memberi Ibu waktu yang berharga untuk dirinya. Serta Ayah menunjukkan respect untuk apa yang telah Ibu lakukan untuk keluarga.

    Ibu punya tugas berat, baik Ibu rumah tanga atau Ibu bekerja. Semua Ibu itu luar biasa dan layak memperoleh apresiasi dan bantuan untuk meringankan bebannya.

    Memberi istri waktu untuk dirinya sendiri akan membuatnya kembali berenergi. Sering kali ini membuatnya lebih sehat secara mental. Setelah menghabiskan waktu di luar rumah, ia akan pulang ke rumah dan menjadi Ibu dan istri yang lebih baik karena Ayah telah menghargainya.


  7. “Mau kuambilkan sesuatu?”

    Bayi baru lahir selalu senang berada di gendongan Ibu. Kalau sedang tidak menempel di payudara, si kecil mungkin akan tidur sambil digendong Ibu atau pulas di dada Ibu. Di saat-saat seperti ini, Ibu mungkin lapar, haus, dan ingin buang air kecil. Tapi terjebak di bawah bayi yang tidur berarti tidak ada yang bisa ia lakukan untuk memenuhi kebutuhannya.

    Memang sih, Anda tidak bisa menggantikannya untuk pipis, tapi Ayah bisa bantu Ibu melahirkan dengan mengambilkan minum, cemilan, handphone, atau apa saja yang ia butuhkan. Pastikan untuk menawarkan bantuan kapanpun Anda melihatnya bersama bayi yang tertidur di dekapannya. Ia akan menghargai sikap Anda dan membuat tugasnya menjadi lebih ringan.


  8. “Sini, aku aja yang gendong si kecil”

    Ayah memang tidak bisa menyusui, tapi peran Ayah dalam membantu Ibu melahirkan bisa dimulai sejak hari pertama anak lahir. Setelah si bayi kenyang, ia akan senang tidur di dada Anda, dan ini artinya Ibu bebas punya waktu untuk dirinya sendiri.

    Bayi yang terjaga bisa mudah dibujuk kembali tidur. Letakkan saja di gendongan, dan bawa ia jalan-jalan. Ini bukan hal yang harus selalu dilakukan Ibu. Beri pasangan sedikit keleluasaan dengan menawarkan untuk menggendong bayi kapanpun Anda bisa.


  9. “Aku bangga sama kamu”

    Tentu saja. Ayah pasti bangga karena Ibu telah memberi Anda bayi yang cantik atau tampan. Ayah juga pasti bangga dengan kekuatan Ibu melahirkan selama menghadapi persalinan. Anda bangga dengan bagaimana ia menjalankan peran sebagai Ibu, dan bagaimana ia sudah jadi Ibu terbaik untuk bayi Anda. Pastikan Anda memberitahunya betapa bangganya Anda memiliki ia. Ibu pantas mendengarnya.

    Memuji Ibu baru harus jadi prioritas, sebelum sering memuji bayi. Bayi baru lahir memang mengagumkan. Tapi sayangnya kita cenderung mengabaikan Ibu di saat bayi lahir.

    Kadang Ibu melahirkan merasa sendirian setelah bayinya lahir karena semua orang fokus ke bayinya. Tapi akan sulit mendapati Ibu yang mengakui mengalami perasaan ini karena ia merasa malu karena bersikap egois. Itu sebabnya Ayah harus memberi pujian ke Ibu yang baru melahirkan.


  10. “Ada yang bisa aku bantu?”

    Setelah melahirkan Ibu butuh dukungan Ayah. Usahakan untuk selalu ada di sisinya untuk membantu. Memang tidak selalu mudah untuk mengetahui bagaimana cara untuk membantunya. Kadang sepertinya Anda hanya bisa melakukan atau mengatakan hal yang salah. Ayah mungkin merasa lebih mudah untuk tidak melakukan apapun, daripada mencoba lalu gagal. Agar itu tidak terjadi, Ayah bisa tanyakan ke Ibu bagaimana Anda bisa membantunya. Jangan takut bertanya. Ini memberi kesempatan baginya untuk memberitahu secara pasti apa yang ia butuhkan dari Anda.


Ucapan yang harus dihindari suami setelah ibu melahirkan

Percaya atau tidak, masih banyak lho suami yang tidak sensitif dengan kodisi istrinya yang lagi hamil atau baru melahirkan. Ada pria di luar sana yang membiarkan istrinya mengepel seluruh rumah ketika ia hamil 9 bulan karena menganggap ini bisa mempercepat persalinan. Ada juga suami yang cuek melihat istrinya membersihkan rumah yang berantakan saat baru pulang dari rumah sakit, padahal ibu melahirkan bisa saja mengalami baby blues dan sangat lelah.

Jangan sampai Ayah seperti itu ya. Tidak hanya perlakuan saja yang bisa bikin Ibu jengkel, perkataan Anda juga akan mempengaruhi moodnya. Berikut ini beberapa ucapan yang sebaiknya tidak pernah Ayah katakan ke Ibu melahirkan.


  1. “Kok si kecil nggak mirip aku?”

    Ini jadi pernyataan yang sering terdengar di banyak ruang bersalin. Si bayi lahir, cantik dan sehat, dan Ayah berpikir, “Bayi ini bukan anakku karena ia tidak mirip aku.”

    Perhatian para Ayah! Bayi baru lahir sering kali tidak mirip siapapun. Bayi baru lahir hanya berwarna merah dan lucu. Kalau si kecil lahir dengan cara divakum, bentuk kepalanya mungkin jadi mengerucut.

     Seiring waktu berjalan, Anda bisa melihat perubahan besar pada si kecil. Anda tidak bisa menilai bayi dari penampilan pertamanya. Ucapan ini cukup kejam untuk dikatakan kepada Ibu melahirkan yang baru saja menghabiskan berjam-jam berjuang untuk melahirkan.


  2. “Jadi, kapan kamu mau menurunkan berat badan?”

    Bertanya ke istri kapan ia akan menurunkan berat badan seperti menyerahkan kepala Anda untuk dipancung oleh algojo. Berat badan Ibu melahirkan akan menurun secara alami dalam beberapa bulan, dan bisa terjadi lebih cepat bila istri menyusui. Penelitian juga menyatakan kalau Ibu melahirkan lebih sulit menurunkan berat badan bila Ibu selalu merasa lelah atau stres.

    Apa hal yang bisa Ayah lakukan? Bersikaplah suportif. Buatkan Ibu masakan yang sehat. Jangan hanya duduk dan ngemil ketika Ibu kesulitan menenangkan bayi yang menangis. Pastikan Ibu punya waktu untuk menikmati udara segar dan jalan-jalan keluar rumah. Dan jangan katakan apa-apa ketika ia semangat memakan cemilan, karena komentar seperti, “Kamu makan coklat?” sambil menatap perutnya hanya akan membuat Anda dalam masalah.


  3. “Ya ampun, rumah berantakan banget”

    Biasanya Ibu melahirkan akan tinggal di rumah lebih lama selama cuti melahirkan dan harus mengurus anak ketika suami kembali bekerja. Ketika Ayah pulang ke rumah, lelah karena seharian bekerja, Ayah masuk ke rumah dan berharap makan malam siap dan ada tempat yang nyaman untuk duduk. Anda lihat sekeliling dan rumah sangat berantakan. Tumpukan cucian kotor meninggi, dan yang Anda temukan di atas kompor adalah panci berisi dot dan botol susu.

    Tentu Anda akan berkomentar betapa berantakan rumah. Wajar untuk mengekspresikan apa yang Anda lihat, tapi hati-hati mengucapkan ini di depan ibu melahirkan. Anda mungkin tidak tahu bagaimana ia berjam-jam menggendong bayi agar anak tertidur, tapi si bayi langsung terbangun 5 menit setelah diletakkan.

    Anda juga mungkin tidak tahu betapa sulitnya mencuci ketika bayi hanya mau digendong. Ayah bisa membantunya dengan melakukan tugas ini, lalu ajak istri makan malam. Ibu pasti akan lebih senang.


Memang sangat mudah untuk Ayah menjadi tidak sensitif saat Anda bukan tipe orang yang terbiasa bertanggung jawab untuk banyak hal. Mungkin Anda tidak bermaksud mengatakan ucapan yang memojokkan Ibu melahirkan, tapi ini bisa lain artinya saat Ibu melahirkan yang mendengarkan. Itu sebabnya ingat-ingat terus guide di atas ya!


(Ismawati & Yusrina / Dok. Pexels)