Keluarga Dibaca 106 kali

Cemburu Buta Pada Pasangan? Coba Cara Mengatasi Cemburu Ini!

Share info ini yuk ke teman-teman
Dwi
Cemburu Buta Pada Pasangan? Coba Cara Mengatasi Cemburu Ini!

Katanya, cemburu itu tanda sayang. Tapi apakah cemburu selalu baik? Bagaimana jika cemburu justru menjadi pemicu rusaknya hubungan dengan pasangan dalam rumah tangga? Lalu, apakah ada cara mengatasi cemburu?

Sebenarnya, cemburu memang sangat wajar terjadi dan bisa dibilang bumbu cinta dalam pernikahan. Rasa cemburu ini tidak melulu disebabkan oleh pengkhianatan pasangan lho, tapi sangat mungkin diakibatkan oleh kurangnya perhatian dan terlalu fokus pada hal lain. Akibatnya, pasangan jadi merasa diduakan dan tak dipedulikan.

Dalam hal ini, rasa cemburu justru bagus untuk jadi alarm yang mengingatkan pasangan kalau harus ada yang diperbaiki dari hubungan. Namun, ada pula cemburu yang mengancam keharmonisan rumah tangga. Biasanya ini disebut juga dengan cemburu buta, yang disinyalir disebabkan oleh kekhawatiran dan ketakutan tak beralasan dan berlebihan. Jika cemburu buta ini dibiarkan berlarut-larut, bukannya tidak mungkin pasangan akan merasa jengah karena dicurigai dan merasa tidak lagi dipercaya. Terlebih, kita sendiri pun akan merasa cemas, takut, bahkan stres karena kepercayaan terhadap pasangan semakin luntur.

Penyebab Pasangan Merasa Cemburu

Saat merasa cemburu, tentu kita sering bertanya-tanya, “Kok kayaknya akhir-akhir ini dia sering menghindar?”, “Rasanya kok percakapan mereka intens banget?”, “Dia memang berubah atau akunya aja yang baper?”

Pertanyaan-pertanyaan tersebut sebenarnya sangat lumrah kita alami ketika merasa ada yang berbeda dari pasangan. Namun, agar tidak terjebak pada cemburu buta, terlebih dahulu kita harus bisa mengidentifikasi apa duduk perkaranya yang menyebabkan rasa curiga dan cemburu. Berikut beberapa di antaranya:

  • Perubahan durasi waktu bersama pasangan

    Jika biasanya Ayah atau Ibu selalu pulang tepat waktu dan jarang lembur, maka nggak heran bila pasangan merasa curiga saat Ayah atau Ibu sering pulang terlambat dan sampai harus menyita waktu akhir pekan yang semestinya dihabiskan bersama keluarga. Terlebih bila saat pulang Ayah atau Ibu sering menghindar dan justru marah ketika ditanya mengapa sering terlambat pulang.

  • Keintiman berkurang

    Salah satu kunci rumah tangga yang awet dan harmonis terletak pada keintiman. Tidak hanya soal hubungan intim yang dirasa nggak menggairahkan seperti biasanya, kontak mata, sentuhan, perhatian, bahkan kata-kata cinta yang tak lagi sama juga bisa memicu rasa cemburu pada pasangan.

  • Curiga ada potensi pasangan berkhianat

    Tak bisa dimungkiri kalau penyebab yang satu ini pasti akan membuat pasangan langsung cemburu. Pasangan seolah-olah bisa mencium gelagat pasangan sedang berselingkuh, seperti terlalu sering chatting dengan lawan jenis di luar topik pekerjaan, sering berbohong, hingga perubahan perilaku pasangan yang tak lagi romantis.

  • Insecurity

    Kondisi tubuh selama hamil atau setelah melahirkan tak jarang membuat para Ibu merasa insecure dirinya jadi tidak menarik lagi bagi pasangan. Hal ini bisa menyebabkan Ibu merasa mudah cemburu bahkan untuk hal sepele sekalipun. Ayah yang kehilangan pekerjaan atau punya gaji lebih kecil dari Ibu juga sangat mungkin mengalami rasa cemburu.

Cara Mengatasi Cemburu dalam Hubungan Pernikahan

Meski tergolong hal yang normal, Ayah atau Ibu perlu berhati-hati dalam mengelola perasaan cemburu. Rasa cemburu yang berlebihan akan menjadi sumber keretakan rumah tangga. Untuk itu, Ibu dan Ayah perlu tahu bagaimana cara mengelola perasaan cemburu dan mengembalikan rasa saling percaya. Berikut beberapa cara mengatasi rasa cemburu yang telah Ibupedia rangkum dari The Oprah Magazine:

  1. Cari tahu apa yang sebenarnya kamu takutkan

    Tidak semua pasangan bisa dengan mudah mengungkapkan rasa cemburu. Tak hanya itu, ternyata lebih sulit lagi mengidentifikasi apa yang sebenarnya kita takutkan dan membuat kita merasa cemburu. Apakah benar ada yang berubah dari pasangan? Ataukah kita yang sedang tidak percaya diri sehingga merasa takut pasangan akan berpaling atau tak lagi tertarik pada kita?

    Agar tidak terjebak pada asumsi pribadi dan cenderung menyalahkan pasangan atas rasa cemburu dan marah yang kita rasakan, alangkah baiknya jika kita terlebih dahulu melakukan refleksi diri. Ini bisa jadi salah satu cara mengatasi cemburu pada pasangan. Jika kita sudah mengetahui ketakutan yang kita rasakan, akan lebih mudah melihat apakah cemburu yang kita rasakan benar atau hanya kekhawatiran saja. Dengan menerapkan langkah pertama cara mengatasi cemburu ini, kita akan lebih mudah mengomunikasikannya pada pasangan dan tidak stres dengan pikiran sendiri yang tak pasti.

  2. Bicarakan perasaanmu dengan pasangan

    Setelah melakukan langkah pertama cara mengatasi cemburu, langkah berikutnya adalah mulai membicarakan perasaan kita pada pasangan. Sama halnya dengan mengatasi masalah rumah tangga lainnya, komunikasi juga memegang peran penting sebagai cara mengatasi cemburu ini. Memendam perasaan dan unek-unek tidak akan menyelesaikan masalah, ini justru akan berisiko membuat Ibu atau Ayah berkutat dengan pikiran sendiri dan berujung stres. Karena itu, carilah waktu yang tepat saat sama-sama tenang dan tak ada kesibukan, jauhkan gadget atau distraksi lainnya.

    Dalam mengkomunikasikan ini, Ayah dan Ibu harus jujur terhadap perasaan sendiri dan saling terbuka. Utarakan apa yang menjadi ketakutan dan kekhawatiran yang membuat kalian cemburu. Dengan begitu, akan terlihat apa sebenarnya batu besar yang bikin perasaan kalian seolah tak lagi sama.

  3. Jangan asal menuduh pasangan

    Cara mengatasi cemburu selanjutnya adalah dengan menghindari menuduh pasangan. Saat hendak memulai komunikasi, tahan diri untuk tidak melontarkan langsung daftar asumsi atau kecurigaan kita pada pasangan. Bila kita berbicara dengan lebih banyak menunjuk pasangan, misalnya dengan “ Kamu akhir-akhir ini berubah”, “Kamu sering banget pulang telat”, “Kamu mencurigakan banget akhir-akhir ini”, besar kemungkinan ini justru akan memblokir komunikasi dan membuat pasangan menjadi defensif.

    Sebaliknya, menggunakan teknik komunikasi I-Message akan lebih membantu dalam menjaga ritme percakapan tetap tenang. Menurut Thomas Gordon, seperti dilansir dari laman Good Therapy, I-Message merupakan teknik komunikasi yang mengedepankan perasaan penuturnya daripada menuding apa yang sedang dilakukan pendengar. Misalnya, “Aku merasa khawatir dan kurang diperhatikan karena kita jadi jarang ngobrol sebelum tidur sejak kamu sering pulang terlambat. Aku harap  kamu bisa pulang lebih cepat supaya kita lebih banyak ngobrol seperti dulu.”

  4. Bangun lagi kepercayaan

    Membuat pasangan saling merasa aman merupakan hal penting dalam mempertahankan hubungan pernikahan. Setelah mengomunikasikan perasaan yang selama ini menjadi kekhawatiran dan menyebabkan kecemburuan, cara mengatasi cemburu selanjutnya adalah dengan membangun kembali kepercayaan di antara pasangan. Jalan satu-satunya untuk mewujudkan itu yaitu dengan membuat aturan dasar atau kesepakatan bersama. Misalnya, menyepakati keharusan pillow talk, minta pasangan bersepakat untuk mengirim pesan teks setiap jam makan siang, mengabari jika tak bisa pulang tepat waktu, dan tidak bermain gawai saat sampai di rumah.

    Berkomitmen pada kesepakatan merupakan kebiasaan baik yang harus dipelihara dalam hubungan pernikahan untuk mengembalikan kepercayaan dan mencegah timbulnya kecemburuan yang tak beralasan.

  5. Hindari memeriksa ponsel pasangan diam-diam

    Meski rasa penasaran kita sudah tak terbendung, tahanlah untuk tidak mengecek ponsel pasangan diam-diam saat ia sedang mandi atau tidur. Mengintip ponsel atau isi email pasangan bukanlah cara mengatasi cemburu yang bijak untuk dilakukan. Percayalah bahwa jika pasangan kita memang tidak setia, mereka akan selalu punya cara untuk melakukannya dan menyembunyikannya.

    Jika memang sangat ingin membuktikan ada yang tidak beres dan ingin memeriksa ponsel pasangan, katakanlah dengan terang-terangan keinginan itu dan lakukan atas izin pasangan. Jika rasa cemburu masih menetap dan merasa gerak-gerik pasangan masih dirasa mencurigakan, cara mengatasi cemburu yang mesti dilakukan adalah mengajak pasangan berdiskusi lebih intens dan bila perlu melibatkan mediator yang bisa menengahi perdebatan.

  6. Fokus lakukan self care

    Jika dalam hal ini kita merasa sangat yakin bahwa pasangan sedang berselingkuh, cara mengatasi cemburu yang paling tepat adalah dengan melepaskan kekhawatiran yang selama ini membebani kita. Kita bisa memilih untuk mengabaikan saja gelagat pasangan yang membuat kita kesal atau mencari win-win solution untuk menyelesaikan masalah ini, seperti kita berusaha memaafkan pasangan asalkan dia berkomitmen untuk menghentikan perselingkuhannya, memilih mengakhiri hubungan, atau alternatif pilihan lainnya.

    Dalam proses mengidentifikasi kekhawatiran dan kecemburuan tersebut, fokuslah melakukan perawatan diri. Bila perlu, lakukan meditasi dan perbanyak aktivitas self-love yang membuat kita lebih percaya diri. Tujuannya bukan untuk mengabaikan rasa cemburu yang kita alami, tapi untuk mengelola emosi agar tidak berlarut-larut terjebak dalam emosi negatif.

Mengaplikasikan cara mengatasi cemburu mungkin tak semudah teorinya. Namun, bukan berarti mustahil dicoba, bukan?

Penulis: Dwi Ratih