Kelahiran Dibaca 667 kali

6 Permainan untuk Bayi yang Membuat Fisiknya Lebih Kuat

Share info ini yuk ke teman-teman
Menur

Terakhir diperbaharui 12 September, 2019 04:09

6 Permainan untuk Bayi yang Membuat Fisiknya Lebih Kuat

Tahukah ibu bahwa tumbuh kembang bayi tidak terjadi dengan sendirinya? Kemampuannya untuk berguling, duduk, merangkak, hingga berjalan membutuhkan stimulasi dari orangtua dan lingkungan terdekatnya. Pertambahan usia tidak serta merta menambah kemampuannya untuk melakukan berbagai macam hal. Karenanya, bayi harus mulai melakukan aktivitas fisik sejak lahir untuk melatih kekuatan ototnya. Melakukan permainan untuk bayi adalah salah satu caranya.

Pentingnya kekuatan otot bayi

Dua belas bulan pertama dalam hidup bayi sangatlah penting untuk membangun kekuatan massa ototnya, khususnya otot inti (core muscles). Otot inti adalah otot yang menopang segala macam gerakan tubuh dan merupakan pusat gravitasi tubuh. Termasuk di antaranya adalah leher, bahu, badan, dan pinggul. Jika keempat bagian otot inti tersebut sudah stabil, maka bayi dapat mulai mengembangkan kekuatan otot lengan dan kaki. 

Kurangnya stimulasi fisik pada bayi dapat menyebabkan terlambatnya perkembangan kemampuan motorik bayi. Meskipun bayi terpenuhi nutrisinya, namun tanpa latihan fisik  yang memadai, bayi tidak akan mampu melakukan gerakan yang sesuai dengan usianya. Sebagai contoh, bayi yang terbiasa digendong pada usia di mana ia sudah mampu untuk belajar berjalan, tidak akan dapat berjalan kecuali ia sering diberi kesempatan untuk berlatih. Karena itu, penting kiranya berbagi ilmu pada siapapun yang membantu mengasuh bayi agar perkembangan fisik bayi tidak terganggu.

Stimulasi fisik lewat permainan

Sebenarnya, melakukan stimulasi fisik pada bayi tidak susah dan tidak memakan waktu. Selain waktu tidur bayi masih mendominasi kegiatan hariannya, tidak diperlukan alat khusus atau teori yang rumit. Kuncinya ada pada kasih sayang dan konsistensi. Jika bayi dirawat oleh orang yang mengasihinya dengan tulus, stimulasi yang terjadi akan berlangsung natural dan mampu membuat kedua belah pihak merasa senang. Sementara itu, konsistensi diperlukan karena anak belajar melalui repetisi atau pengulangan. 

Bagi orang dewasa, pengulangan ini rentan menimbulkan rasa bosan, apalagi jika ada pekerjaan lain yang harus dilakukan. Karena itu, stimulasi fisik paling tepat dilakukan dalam bentuk permainan. Asalkan, ibu tahu permainan untuk bayi macam apa yang mampu memperkuat otot mungilnya dan bagaimana cara mengajak bayi melakukan gerakan tersebut.

Sebenarnya, tanpa harus diajari pun bayi memiliki aktivitas fisik yang terjadi secara natural yang berfungsi melatih kekuatan ototnya. Contohnya adalah menendang nendang, menggeliatkan badan, maupun goyangan tangan di kala senang. Orangtua atau pengasuh hanya perlu merespon dan memberi stimulasi lanjutan agar fisiknya semakin kuat. Tidak hanya itu, aktivitas fisik yang memadai membuat tidur bayi jadi lebih nyenyak, membuat bayi tidak mudah rewel, dan lebih bersemangat untuk bermain dan belajar. Jangan lupa, pilih waktu yang tepat untuk melakukan stimulasi fisik tersebut agar hasilnya maksimal. Berikut ini adalah ide permainan untuk bayi yang bisa ibu coba.

1. Tummy time

Orang Indonesia mengenal posisi tummy time sebagai tengkurap. Tummy time atau waktu bagi bayi untuk berbaring di atas perut (tummy) nya ternyata tidak hanya dapat melepas lelah punggung dan kepala bayi dari posisi berbaring telentang, tapi juga mampu melatih kekuatan otot leher, punggung, lengan, bahu, dan perut. 

Menurut American Academy of Pediatrics, tummy time bisa mulai dilakukan saat bayi berusia beberapa hari atau sepulang dari rumah sakit. Tidak perlu terlalu lama, tummy time bisa dilakukan sesingkat 3-5 menit. Pada sesi-sesi awal tummy time, bayi mungkin terlihat tidak nyaman karena belum terbiasa. Namun, seiring dengan pertambahan usianya, ia pun mulai dapat menikmati tummy time dengan durasi hingga 20 menit. 

Cara mengubah tummy time menjadi sebuah permainan untuk bayi adalah dengan cara sebagai berikut. Tengkurapkan bayi di atas lantai atau kasur, ganjal bagian dada dan bawah ketiaknya dengan guling kecil atau kain yang digulung. Fungsinya adalah untuk menopang posisi bayi lebih lama. Kemudian, ikutlah tengkurap di depan bayi agar ibu dapat melakukan kontak mata, berbicara, bercerita, atau bahkan bernyanyi. Perhatikan bagaimana seluruh tubuhnya merespon dengan gerakan-gerakan, begitu juga dengan ekspresi wajahnya. Adanya ibu bermain bersamanya akan membuatnya lebih betah melakukan tummy time, khususnya saat ia baru belajar untuk mengangkat kepalanya.

Kemudian, saat bayi sudah bisa mengangkat kepalanya dengan tegak, tingkatkan level permainan untuk bayi ini dengan cara meletakkan cermin di hadapannya. Ibu harus tetap mengajaknya bicara untuk membantu ia memahami apa yang sedang dilakukannya, apa yang dilihatnya, sehingga tidak hanya melatih fisiknya namun juga aspek kognitif dan sosialnya. Jika bayi sudah cukup stabil, sediakan beberapa benda yang aman atau mainan bayi di depannya agar ia dapat mencoba meraih mainan tersebut. Dari posisi tummy time inilah biasanya bayi mulai mengembangkan kemampuan untuk menggerakkan tubuh ke depan atau belakang. 

Variasi lain permainan untuk bayi yang satu ini bisa dilakukan di atas kaki ibu sembari ibu berbaring. Caranya, rapatkan kedua kaki ibu hingga cukup lebar dan kokoh untuk meletakkan bayi di atas tulang kering. Sembari menaik turunkan kaki, pegang tangannya dan ajak ia bicara atau nyanyikan lagu dengan ketukan yang sesuai dengan gerakan kaki ibu. Ia pasti menyukainya, bahkan sampai balita nanti. Ibu pun juga bisa sekaligus berolahraga. Jangan lupa pastikan perutnya tidak terlalu penuh ketika melakukan tummy time ya Bu, agar bayi tidak gumoh.

2. Gerakan mengayuh

Permainan untuk bayi ini dapat menjadi stimulasi fisik di bagian kaki, pinggul, lutut, dan perut. Gerakan seperti mengayuh sepeda dapat dilakukan saat bayi dalam posisi berbaring. Caranya, pegang kedua pergelangan kaki bayi, angkat dan putar seolah-olah kakinya sedang mengayuh sepeda. Ibu dapat melakukan tiga sampai lima gerakan kemudian rehat sejenak dan ulangi lagi. Lakukan sambil menatap matanya, bernyanyi, atau menirukan suara sepeda, mobil, dan kereta. Menurut dr. Meena Chintapalli dalam situs www.parents.com, gerakan mengayuh tidak hanya dapat melatih fleksibilitas otot dan jangkauan kakinya, namun juga membantu mengeluarkan gas di perut bayi. Selama bayi merasa senang, yang ditandai dengan adanya tendangan, senyum, kontak mata, ibu bisa melanjutkan permainan ini.  

3. Senam bayi

Senam juga dapat menjadi permainan untuk bayi sekaligus stimulasi fisik. Jika bingung bagaimana cara melakukannya, ibu bisa melihat video di YouTube dengan mengetikkan kata kunci baby exercise, baby gym, atau senam bayi. Salah satu senam bayi dengan gerakan yang cukup variatif bisa ditonton di kanal GymbaRoo. Dalam senam ini, bayi dalam posisi berbaring dengan ibu duduk bersila berhadapan dengan bayi. Tidak harus ibu, ayah pun bisa melakukannya lho!

Untuk membuat senam lebih menyenangkan, putar lagu anak-anak atau musik yang sesuai. Mulailah dengan pijatan ringan di telapak tangan bayi menggunakan jempol, lalu gerakkan kedua tangan bayi untuk bertepuk tangan 2-3 kali saja. Kemudian, rentangkan tangan bayi lalu satukan kembali. Lakukan hal yang sama pada telapak kaki bayi, yaitu pijat sebentar dengan jempol. Setelah itu, gerakkan kaki bayi untuk menghentak ke paha ibu atau ke lantai jika mampu. Yang pasti, jangan memaksakan gerakan jika jangkauan anggota gerak bayi masih terbatas, atau yang berpotensi membuat terkilir.

Dalam senam bayi, pijat menjadi salah satu bagian penting. Tujuannya tidak lain adalah untuk pemanasan dan menciptakan rasa nyaman. Pijat ringan bagian bahu bayi lalu turun ke lengan. Setelah itu, bawa tangan bayi ke arah kepala lalu turunkan. Ulangi 2-3 kali. Kemudian, pijat bagian paha, lalu tekuk kedua kaki dan lipat ke arah dada. Ulangi beberapa kali. Masih untuk stimulasi otot kaki, silangkan kaki kanan dan kiri bayi, tangan kanan dan kaki kiri bayi, lalu tangan kiri dan kaki kanan bayi. Lakukan juga antara tangan kanan dan tangan kiri. Simpel kan? Tidak sampai 15 menit. Jangan lupa berikan pelukan dan ucapan terima kasih setelahnya ya, Bu!

4. Mengangkat beban

Tidak hanya orang dewasa, bayi pun dapat melatih kekuatan fisiknya dengan cara angkat beban. Agar permainan untuk bayi ini tidak membosankan, gunakan beban yang mampu menarik perhatian bayi. Beban tersebut dapat berupa mainan maupun benda sehari-hari yang tidak berpotensi melukai bayi, mudah digenggam, dan memiliki berat dan bentuk beragam. Mainan yang dipilih pun bisa yang bisa berbunyi seperti rattle (kerincing), yang bisa menyala, berkilau, atau bisa diraba. Permainan untuk bayi seperti ini tidak hanya dapat membuat otot lengan, tangan, dan bahu lebih kuat, namun juga mampu melatih koordinasi tangan dan mata bayi serta belajar aksi reaksi (kalau rattle digoyangkan maka akan berbunyi).

Karena permainan untuk bayi ini setidaknya dapat dilakukan saat bayi sudah mampu memegang benda , maka ibu bisa melakukan stimulasi angkat beban ini saat bayi berusia 3-4 bulan. Caranya, dudukkan bayi pada kursi bayi kemudian letakkan berbagai macam benda di depannya. Beri contoh bayi untuk mengambil benda, memperhatikannya, lalu meletakkannya kembali. Lakukan berulang kali agar bayi mudah mengerti.

Sembari melakukannya, ibu bisa menunjukkan ekspresi senang dan takjub, dapat pula bercerita tentang nama dan fungsi benda tersebut. Jika bayi tidak mengikuti instruksi ibu, tidak apa-apa. Seiring dengan tumbuh kembangnya, ia akan dapat melakukan banyak hal menggunakan tangannya. Kini, ia sedang berlatih memperkuat otot tangan agar cukup kuat untuk memegang, melepas pegangan, melempar, merangkak, ataupun berpegangan saat ia mulai belajar berjalan.

5. Sit up

Sit up memang melelahkan, namun bagi bayi sit up tidak hanya mampu melatih kekuatan fisik tapi juga sebagai bonding antara orangtua dan anak. Gerakan kepala ibu dan bayi yang mendekat lalu menjauh akan membuat sit up menjadi permainan yang menyenangkan untuk bayi, khususnya jika ibu memberi berbagai macam suara dan ekspresi.

Sekitar usia 6 minggu atau setelah bayi sudah bisa menopang kepalanya dengan otot leher, ibu bisa mengajak bayi untuk sit up. Tidak perlu sampai posisi duduk sempurna ya Bu, 2-3 cm dari atas kasur pun sudah cukup jika bayi kepala bayi masih belum bisa mengikuti gerak badan. Bisa juga, posisi tangan ibu berada di belakang bahu dan tengkuk bayi sehingga bagia kepala ikut bangkit dari posisi berbaring.

Dr Steve Sanders, Ed.D, penulis buku Encouraging Physical Activities in Infants, mengatakan bahwa saat tangan bayi ditarik, maka ia secara reflek akan menekuk perutnya dan mengangkat kepalanya hingga sejajar dengan tubuh. Jadi, ibu tidak perlu kuatir akan membuat bayi terkilir. Malah, hal ini akan membuat otot bayi lebih kuat dan keseimbangan tubuh lebih bagus.

6. Bermain dengan play gym

Kini, banyak mainan yang mampu menstimulasi kemampuan motorik bayi. Ingatkah ibu akan mainan yang bisa berputar dan melantunkan lagu pengantar tidur saat kita kecil dulu? Mungkin jenisnya hanya satu dan hanya bisa digantung di atas boks bayi. Namun sekarang, mainan yang mengasah kemampuan sensorik dan motorik bayi luar biasa banyak. Dari yang buatan dalam negeri hingga impor, dari yang murah hingga mahal. Tidak ada salahnya membeli atau menyewa beberapa alat permainan untuk bayi yang mampu mempersiapkan fisiknya untuk dapat merangkak dan berjalan.

Baby play gym adalah salah satu alat permainan untuk bayi yang memiliki berbagai macam fitur yang bisa merangsang perkembangan otot anggota gerak bayi. Berbeda dengan lima jenis permainan yang telah dijelaskan pada poin sebelumnya, penggunaan play gym tidak membutuhkan bantuan orangtua. Biasanya, play gym berbentuk seperti palang yang melintang di atas kepala bayi dengan berbagai macam mainan yang dapat digantung. Ibu bisa menyesuaikan seberapa panjang mainan akan digantung agar bayi dapat meraihnya. 

Meskipun sebagian besar playgym mengasah kekuatan otot bahu, tangan, dan perut, ada juga yang menstimulasi kekuatan kaki bayi. Biasanya, play gym ini dijual beserta dengan alasnya (play mat) dan mainan berbentuk tuts piano yang jika tersentuh bayi akan berbunyi. Bayi pun belajar bahwa mainan akan berbunyi jika ia melakukan gerakan menendang. Karenanya, bayi bisa aktif bergerak jika sudah memahami cara kerja play gym. Jika bayi sudah bisa duduk, mainan ini tetap dapat digunakan dalam posisi duduk.

Permainan untuk bayi ini  juga dapat menjadi penyelamat ibu di kala membutuhkan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan atau bahkan sekadar untuk mandi lebih lama lho!  

    

Nah, tidak sulit kan mengasah kemampuan fisik bayi? Dengan beragamnya permainan untuk bayi yang bisa ibu coba setiap hari, bayi dapat melatih perkembangan ototnya dengan cara yang menyenangkan sekaligus mendapat quality time untuk bermain bersama ibu. Sebagai panduan, durasi ideal dalam melakukan sesi permainan untuk bayi 0-1 tahun menurut Departemen Kesehatan Australia adalah minimal 30 menit tummy time yang meliputi meraih, menggenggam, mendorong, dan menarik benda bagi bayi yang belum mampu merangkak atau berjalan. Bagi bayi yang sudah bisa merangkak atau berjalan, aktivitas fisik dapat dilakukan beberapa kali dalam sehari dan utamanya dilakukan di lantai. 

(Menur / Dok.Freepik)