Balita

7 Penyebab Anak Susah Tidur dan Tips Mengatasinya

7 Penyebab Anak Susah Tidur dan Tips Mengatasinya

Anak susah tidur terkadang menjadi hal yang sangat tidak menyenangkan dan tentu saja akan mengganggu kesehatannya. Normalnya, anak-anak dan remaja membutuhkan waktu tidur malam selama sembilan jam. Bagi anak yang sudah sekolah, jam tidur malam yang kurang akan mengganggu aktivitasnya selama di sekolah, salah satunya terlalu mengantuk dan menyebabkan anak tidak bersemangat menjalani harinya. Menurut situs webMD, kurangnya tidur pada anak tak hanya menyebabkan hal seperti di atas, namun lebih banyak dampaknya seperti beberapa hal berikut ini:

Dampak Jika Anak Susah Tidur

  • Cedera atau kecelakaan

    Anak susah tidur pada malam hari dapat menyebabkan anak mengalami cedera atau kecelakaan karena energi yang ada pada anak masih kurang terisi sehingga ia akan mengantuk dan menjadi tidak fokus. Cedera atau kecelakaan di sini bisa berupa sering tersandung saat jalan, sering menyenggol benda-benda yang ia lewati, terpeleset, dan masih banyak lagi.

  • Perilaku dan suasana hati si kecil bermasalah

    Orang dewasa yang terlalu lelah saat bangun di pagi hari saja akan mengalami masalah mood yang tak beraturan, sama hal-nya dengan anak kecil, Bu. Bila anak susah tidur pada malam hari, perilaku dan suasana hatinya akan berubah menjadi tidak baik. Hal ini akan membuat kemampuan sosialnya terganggu.

  • Proses belajarnya akan terganggu

    Anak yang terlalu lelah menyebabkan ia sulit berkonsentrasi saat menerima pelajaran di sekolah pada hari berikutnya. Tak hanya susah berkonsentrasi, memori dan kinerja si kecil juga akan terganggu. Saat pelajaran olahraga menjadi tak berenergi, saat pelajaran lain juga bisa jadi tak terlalu tertarik. Maka tak heran bila ia kurang maksimal dalam proses belajarnya saat di sekolah.

  • Si kecil akan mengalami reaksi yang lebih lambat

    Respons atau reaksi yang ia tunjukkan akan menjadi lebih lambat bila dibandingkan saat waktu tidur malamnya cukup. Ini erat kaitannya dengan terganggungnya memori serta kinerja si kecil seperti yang diulas di atas ya, Bu.

Penyebab Anak Susah Tidur

Selain hal di atas, di webMD juga dibahas tentang beberapa masalah tidur yang mungkin dapat terjadi pada si kecil. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Usia anak masih terlalu muda

    Bayi yang baru lahir biasanya akan mengalami hal ini. Ia akan tertidur siang hari dan akan terjaga saat malam hari. Hal ini karena ia belum menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar, namun pola tidur yang seperti ini tak akan berlangsung lama.

  2. Beberapa bayi butuh bantuan sebelum tidur

    Ada anak yang tak begitu saja bisa tidur tanpa bantuan kita, Bu. Misalnya dengan diayun-ayun atau digendong dulu sebelum tidur. Lakukan hal tersebut untuk membantunya tidur.

  3. Si kecil terlalu lelah

    Beberapa anak mungkin mudah tertidur saat lelah, namun ada juga sebaliknya, anak susah tidur saat ia merasa sangat kelelahan. Bisa jadi karena aktivitas fisiknya terlalu banyak, Bu.

  4. Cemas karena tidur sendiri

    Bila Ibu adalah orang tua yang menerapkan tidur secara terpisah dengan anak, maka hal ini bisa manjadi penyebab anak susah tidur karena ia merasa cemas dan takut saat tidur sendiri. Sabar ya, Bu, ini perlalu latihan yang matang.

  5. Tidak ada rutinitas sesaat sebelum tidur

    Rutinitas sebelum tidur penting dilakukan supaya ia tahu bahwa ini jam tidurnya. Ada banyak kegiatan yang dapat dilakukan untuk rutinitas tidurnya.

  6. Si kecil tidur mendengkur

    Ada sekitar 1 hingga 10 anak tidur mendengkur dengan berbagai penyebab seperti sleep apnea (gangguan tidur yang menyebabkan pernapasan berhenti sementara selama beberapa kali), sedang pilek, atau gangguan pernapasan lainnya.

  7. Beberapa faktor lainnya

    Anak susah tidur bisa juga disebabkan karena ia merasa susah untuk tidur meski sangat mengantuk, memiliki kesulitan tidur nyenyak sepanjang malam, pada siang hari cenderung lebih sering tidur dan jarang aktif, atau bahkan sering mengalami mimpi buruk atau tidur sambil jalan. Bila ini sangat mengganggu anak, orang tua perlu berkonsultasi dengan tenaga medis.

Mengatasi Anak Susah Tidur

Tanda-tanda yang sedikit lebih parah dan berkaitan dengan pernapasan hingga tidur berjalan sebaiknya segera diatasi dengan berkonsultasi pada dokter. Sementara itu, Ibu masih dapat melakukan banyak hal untuk meningkatkan kualitas tidur pada si kecil bila tak terlalu parah seperti tips dari webMD berikut ini :

  1. Tetapkan waktu tidur dan waktu bangun yang konsisten

    Ibu bisa mencoba tips ini bila anak susah tidur, tetapkan jadwal tidur bagi si kecil dan waktu bangunnya. Misalnya, pukul sembilan malam si kecil sudah harus masuk kamar dan diarahkan untuk tidur. Lalu pada pukul enam atau tujuh pagi si kecil harus sudah bangun. Buat hal ini menjadi sesuatu yang konsisten sehingga si kecil akan terbiasa. Ini berlaku untuk sepanjang minggu ya, Bu, tak terkecuali waktu akhir pekan.

  2. Ciptakan rutinitas sebelum tidur

    Kegiatan rutinitas sebelum ia tidur akan membantu mengatasi anak susah tidur. Rutinitas yang bisa Ibu lakukan misalnya membacakan ia dongeng sebelum tidur, bernyanyi sebelum tidur, sikat gigi, atau mengusap-usap punggungnya. Lakukan dengan penuh kesabaran dan kasih sayang, Bu, karena hal ini cukup membantunya untuk segera tertidur.

  3. Jangan berikan makanan atau minuman yang membuat ia susah tidur

    Beberapa anak ada yang sudah mengenal makanan atau minuman yang mengandung kafein seperti teh atau kopi. Kandungan kafein inilah yang akan membuat anak susah tidur. Sebaiknya Ibu tidak memberikan makanan atau minuman yang mengandung kafein setidaknya enak jam sebelum waktu tidurnya. Sebagai gantinya, Ibu bisa memberinya susu atau jus. Hindari juga makanan yang memiliki rasa terlalu manis.

  4. Membuat nyaman kamar tidurnya

    Ciptakan suasana yang nyaman saat si kecil tidur seperti tempat tidur yang bersih, temperatur suhu yang sejuk (tidak kepanasan dan tidak kedinginan), kemudian biasakan anak untuk tidur dengan lampu yang redup atau bahkan gelap. Penerangan yang redup dan cukup gelap cenderung akan memberikan suasana tidur yang nyenyak dan lebih nyaman untuk si kecil. Anak susah tidur juga bisa disebabkan karena suasana tidur yang kurang nyaman.

  5. Mengontrol suara saat jam tidur tiba

    Penting bagi kita para orang dewasa juga sedikit mengalah saat anak-anak sudah memasuki waktu istirahatnya. Suara bising menjadi salah satu penyebab anak susah tidur karena tidak semua anak akan cuek dengan suara meski ia sedang mengantuk. Beberapa justru sangat peka dengan suara sehingga bila berisik sedikit saja ia menjadi susah tidur. Oleh karena hal ini, sebaiknya hindari suara berisik saat anak-anak hendak tidur.

  6. Mengatur waktu makan yang tepat

    Akan lebih baik bila si kecil tidur dengan keadaan yang tidak terlalu kenyang tapi juga tidak saat lapar. Hindari memberi si kecil makanan dalam porsi besar sesaat sebelum jam tidurnya karena membuatnya kekenyangan justru akan membuat anak susah tidur.

  7. Coba perhatikan jam mainnya sebelum tidur

    Bu, anak-anak yang cenderung bermain sangat aktif sebelum ia tidur justru tidak akan membuatnya lelah lalu mudah untuk tidur. Justru sebaliknya, ini akan membuat anak susah tidur karena ia merasa asyik dengan permainannya. Sebaiknya si kecil memiliki waktu santai setelah jam makan malam dan sebelum ia tidur.

  8. Tak ada gawai sebelum tidur

    Penting untuk menghindari aktivitas yang terlalu banyak melibatkan gawai, televisi, radio, musik, atau video games sebelum waktu tidurnya. Setidaknya ia harus terhindar dari hal ini semua satu jam sebelum ia tidur. 

  9. Tidurkan si kecil saat ia merasa lelah

    Meski kita tahu si kecil masih terjaga, akan lebih baik Ibu menidurkan si kecil saat ia nampak lelah. Ini berlaku juga untuk bayi atau balita ya, Bu. Terkadang mereka belum terlalu mengerti apa yang sedang mereka rasakan, maka sebaiknya Ibu berusaha menidurkannya saat ia terlihat lelah meski tampaknya ia masih terjaga.

  10. Mendatangi dokter atau ahli untuk mengatasi hal ini

    Jalan terakhir bila tips-tips ini tak terlalu bermanfaat bagi anak Ibu, maka sebaiknya Ibu membawa si kecil kepada dokter atau tenaga ahli untuk berkonsultasi saat anak susah tidur. Beberapa anjuran dokter mungkin bisa sangat membantu.

Penulis: Luciana