Balita

Mau Anak Tumbuh Cerdas? Beri Ikan Teri Sebagai Menu MPASI

Darin
Mau Anak Tumbuh Cerdas? Beri Ikan Teri Sebagai Menu MPASI

Ikan teri termasuk salah satu jenis ikan yang bisa dikonsumsi si kecil saat fase MPASI. Walau harganya relatif murah dan mudah didapatkan, nutrisi yang terkandung dalam ikan kecil ini tak kalah dengan ikan lain yang biasanya dijual jauh lebih mahal. Ikan teri adalah ikan yang biasa ditemukan di pesisir pantai Samudera Pasifik, Atlantik, dan Hindia. Ukurannya cukup beragam, tergantung jenis spesiesnya.

Ikan teri sempat menjadi primadona beberapa ribu tahun lalu. Dilansir dari laman Webmd, ikan yang dikenal karena rasa asinnya ini menjadi makanan pokok seafood di Roma Kuno zaman dahulu. Selama tahun 1990-an, ikan teri sering dijadikan topping pizza dan banyak disukai masyarakat. Meski lama kelamaan popularitasnya sebagai topping pizza mulai meredup, namun belakangan ini ikan teri cukup digemari lagi sebagai salah satu hidangan bergizi. Para koki top tidak sedikit yang memasukkannya sebagai pilihan sajian di restoran-restoran.

Jenis-jenis Ikan Teri

Ada lebih dari 140 spesies ikan teri yang tersebar di seluruh dunia. Namun, hanya beberapa yang kerap digunakan dalam masakan. Berikut ini jenis ikan teri yang cukup populer di Indonesia:

  1. Ikan teri medan

    Meski mengutip nama salah satu kota di Indonesia, namun jenis ikan teri yang satu ini tak hanya ada di Medan saja melainkan sudah tersebar hampir di seluruh wilayah perairan Indonesia. Ikan teri medan atau Stolephorus tri ini berukuran kecil dengan warna putih bersih dan terang. Bagian kepalanya utuh dengan aroma yang khas hidangan laut. Teri medan biasa diolah menjadi botok teri, pepes teri, peyek teri, dan campuran dalam kering tempe.

  2. Ikan teri nasi

    Walau memiliki bentuk dan ukuran yang hampir sama dengan ikan teri medan, ikan teri nasi cenderung berwarna lebih kusam kecokelatan. Perbedaan ini muncul karena proses pengawetannya yang memang tidak sama. Ikan teri nasi banyak dicari karena rasanya yang gurih sehingga cocok dijadikan berbagai hidangan, seperti bakwan, rempeyek, atau bisa juga dibuat sambal.

  3. Ikan teri jengki

    Berbeda dengan dua varian sebelumnya, ikan teri jengki memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan teri medan dan teri nasi. Ikan teri jengki atau Engraulis sp berbentuk agak silinder dengan bagian perut sedikit bulat, warnanya pucat, dan bagian kepalanya pendek. Ikan teri ini biasanya tersedia dalam dua pilihan saat dijual di pasaran. Pembeli bisa memilih teri jengki utuh atau teri jengki belah, yang sudah dihilangkan bagian kepalanya. Rasanya tetap sama, tapi umumnya teri jengki belah memiliki harga lebih mahal dibanding yang utuh. Rasanya yang tidak begitu asin, membuat ikan teri jengki dapat diolah menjadi oseng, balado, tumis, hingga kering tempe.

Nutrisi Ikan Teri

Ikan teri termasuk ikan yang kaya kandungan proteinnya, membuatnya ikan ini bermanfaat untuk pembentukan jaringan, meningkatkan massa otot, dan meningkatkan metabolisme. Selain protein, ikan teri juga mengandung sejumlah nutrisi penting bagi tubuh, seperti asam lemak omega-3, niacin, vitamin B12, kalsium, selenium, kalium, dan vitamin A.

Dalam satu porsi atau sekitar 3 ons ikan teri mengandung 111 kalori, 17 gram protein, 4 gram lemak. Ikan teri tidak mengandung karbohidrat, serat, dan gula.

Manfaat Ikan Teri Bagi Kesehatan Anak

Seperti banyak ikan pada umumnya, ikan teri juga mengandung berbagai nutrisi penting yang berguna bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak. Ikan teri bahkan disebut-sebut sebagai salah satu ikan paling bergizi yang bisa dimasukkan ke dalam menu MPASI anak lo. Apa saja sih manfaat ikan ini bagi anak?

  1. Baik untuk perkembangan otak

    Seperti yang sudah disebutkan di atas, ikan teri mengandung asam lemak omega-3. Kandungan ini bermanfaat untuk mengurangi peradangan dan menjaga jaringan otak, mata, serta sistem saraf. Seperti dikutip dari Healthline, asam lemak omega-3 yang (EPA dan DHA) sangat penting untuk mendukung perkembangan otak, terutama bagi bayi dan anak-anak. Tak hanya bermanfaat saat masih kecil, omega-3 ini juga penting untuk memelihara fungsi otak sepanjang hidup manusia.

    Sebuah riset menunjukkan hewan yang tidak diberi asupan omega-3 cenderung memiliki jumlah DHA yang lebih sedikit, membuat kemampuan memori dan pembelajarannya juga lebih rendah. Ini berarti, mengonsumsi makanan kaya omega-3 akan membantu meningkatkan perkembangan otak dan kemampuan mengingatnya.

  2. Menyehatkan jantung

    Dilansir dari laman Parenting Healthy Babies, ikan teri termasuk hidangan yang kaya akan asam lemak omega-3. Kandungan itu sangat baik untuk kesehatan jantung. Studi menunjukkan bahwa ikan ini dapat membantu mengurangi kadar trigliserida, memperlambat penumpukan plak di arteri, serta mengurangi tekanan darah dan menurunkan risiko stroke. Ini berarti, mengonsumsi ikan teri secara berkala dapat membantu membentuk jantung yang sehat bagi anak ya, Bu.

  3. Sebagai sumber energi

    Ikan teri memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Memberikan ikan teri kepada si kecil dapat membantu memenuhi kebutuhan protein hariannya. Seperti yang kita tahu, protein termasuk nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk massa otot serta sebagai sumber energi. Memasak ikan teri juga tidak merusak kandungan proteinnya, jadi Ibu bisa menjadikannya sebagai menu harian anak.

  4. Meningkatkan produksi sel darah merah

    Selain kaya akan protein, ikan teri juga mengandung banyak mineral, beberapa di antaranya adalah seng dan zat besi atau zinc. Zat besi sangat dibutuhkan tubuh, terutama anak-anak yang masih dalam tahap pertumbuhan. Ikan teri dapat membantu pembentukan sel darah merah. Ini membuat anak tetap berenergi, energik, serta tidak mudah lelah dan mengantuk.

  5. Meningkatkan fungsi hati

    Mineral dan vitamin yang banyak terkandung dalam ikan teri berfungsi untuk meningkatkan kinerja hati. Mengonsumsi ikan teri secara berkala dapat membantu proses detoksifikasi hati sehingga anak akan terhindar dari gangguan fungsi hati.

  6. Menyehatkan sistem pencernaan

    Asam amino yang terdapat dalam ikan teri bisa membantu meningkatkan asam hyrochloric di lambung yang merupakan elemen penting untuk pencernaan. Mengonsumsi ikan teri secara teratur dapat membangun sistem pencernaan yang sehat sehingga memengaruhi kinerja otak juga.

  7. Membantu perkembangan tulang dan sendi

    Perkembangan tulang dan sendi merupakan proses yang sangat esensial pada fase awal perkembangan anak. Ikan teri mengandung asam amino, protein pembangun yang membantu memperkuat tulang dan persendian anak sehingga mendukung perkembangan fisiknya lebih lanjut.

  8. Mendukung pertumbuhan gigi, rambut, dan kuku

    Mineral yang terdapat pada ikan teri dapat mendukung pertumbuhan gigi, rambut, dan kuku yang kuat pada si kecil. Beberapa dari Ibu mungkin ada yang merasa kalau gigi, rambut, atau kuku anak lama tumbuhnya. Bisa jadi itu karena anak kekurangan mineral esensial yang bisa memicu pertumbuhan bagian-bagian tubuh tersebut.

  9. Sebagai sumber makanan rendah lemak jenuh namun tinggi protein

    Ikan teri termasuk ikan yang memiliki kandungan lemak jenuh (lemak berbahaya) yang relatif rendah. Meski tergolong ikan low fat, namun ikan teri mengandung protein tinggi sehingga baik bagi pertumbuhan dan perkembangannya. Jadi Ibu tak bisa menyajikan makanan tinggi protein tanpa khawatir terjadi penumpukan lemak berlebih pada tubuh anak.

  10. Menyehatkan mata

    Seperti yang sudah disebutkan di atas, ikan teri mengandung omega-3 yang cukup tinggi. Sebuah studi menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan kaya omega-3 dapat membantu mengurangi risiko gangguan pada mata.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memberikan Ikan Teri untuk Anak

Ikan teri memang kaya nutrisi sehingga bisa memberikan berbagai manfaat kesehatan untuk si kecil. Saat membeli ikan teri pilih yang warna matanya cerah, serta baunya segar dan asin. Jika membeli ikan teri kalengan atau yang sudah diasinkan dan diberi minyak, sebaiknya rendam dulu di air selama 20 menit atau lebih sebelum dimasak dan diberikan kepada anak. Ikan teri yang diawetkan biasanya memiliki kandungan garam yang tinggi. Namun, lebih baik pilih ikan teri yang masih segar dibanding yang sudah diasinkan atau diawetkan ya, Bu.

Ragam Olahan Ikan Teri untuk MPASI

Bagi kita orang dewasa, ikan teri akan terasa nikmat jika dijadikan sambal atau dimasak balado pedas. Tapi olahan tersebut sangat tidak disarankan untuk diberikan kepada si kecil di fase MPASInya. Bila Ibu berencana memberikan ikan teri untuk anak, cobalah beberapa ragam olahan ikan teri yang aman dikonsumsi si kecil ini.

  1. Sup bening ikan teri

    Olahan sup termasuk jenis makanan yang mudah dibuat dan aman untuk anak-anak bahkan untuk bayi yang baru memulai fase MPASInya.

    Bahan:

    • 1 mangkok ikan teri;
    • 1 buah wortel;
    • 1 siung bawang merah;
    • 1 siung bawang putih;
    • 1 batang daun bawang; dan
    • Garam dan merica secukupnya.

    Cara membuat:

    • Siapkan bahan, potong kecil-kecil ikan teri;
    • Iris tipis bawang merah, putih, dan daun bawang;
    • Tumis bawang merah dan putih dengan minyak goreng sampai harum;
    • Tumis ikan teri sampai matang;
    • Tambahkan 1 gelas air matang;
    • Masukkan wortel yang sudah dipotong kecil dan tipis;
    • Masukkan daun bawang;
    • Tambah garam dan merica secukupnya;
    • Masak sampai wortel empuk; dan
    • Sajikan dengan nasi hangat, nasi tim, atau bubur.
  2. Perkedel tahu teri

    Perkedel dapat menjadi olahan menarik bagi anak yang sudah umur 1 tahun. Jika biasanya perkedel terbuat dari kentang, Ibu bisa membuat perkedel dari tahu yang dicampur dengan ikan teri.

    Bahan:

    • 4 buah tahu putih;
    • 1 sdm teri, potong kecil-kecil;
    • Daun seledri secukupnya;
    • 1 butir telur ayam kampung; dan
    • Garam secukupnya.

    Cara membuat:

    • Haluskan tahu dengan garpu;
    • Campurkan teri, seledri, dan telur ayam kampung;
    • Aduk hingga merata;
    • Goreng dalam minyak panas; dan
    • Sajikan dengan nasi hangat atau bisa juga dijadikan camilan.
  3. Sayur bayam teri

    Jika umumnya sayur bayam dimasak bersama jagung atau wortel, sesekali Ibu juga dapat memasukkan teri ke dalam sayuran ini.

    Bahan:

    • 2 tangkai bayam, iris tipis;
    • 1 genggam jagung manis parut;
    • 1 siung bawang merah, iris tipis;
    • 1 sdm teri;
    • 1 ruas kunci;
    • Gula dan garam secukupnya; dan
    • Air secukupnya.

    Cara membuat:

    • Rebus air dan masukkan bawang merah dan kunci;
    • Setelah mendidih masukkan jagung, aduk dan tunggu hingga matang;
    • Tambahkan garam dan gula, lalu teri. Aduk-aduk dan koreksi rasa;
    • Jika rasa sudah pas dan semua bahan sudah matang, masukkan bayam. Aduk selama kurang lebih 1 menit lalu matikan kompor; dan
    • Sajikan dengan nasi, nasi tim, atau bubur.
  4. Bubur teri jagung

    Olahan ini bisa jadi pilihan Ibu yang anaknya masih di bawah satu tahun dan belum naik tekstur.

    Bahan:

    • 2 centong nasi;
    • 2 buah ceker untuk kaldu;
    • 2 sdm teri nasi;
    • Wortel, tempe, dan jagung pipil secukupnya;
    • Daun salam;
    • 1 siung bawang merah, haluskan;
    • 1 siung bawang putih, haluskan;
    • Daun bawang; dan
    • Gula, garam, merica secukupnya.

    Cara membuat:

    • Untuk bubur: rebus air dengan ceker, daun salam, dan nasi sampai jadi bubur;
    • Tumis duo bawang, tambahkan teri, tempe, wortel, lalu aduk-aduk dan masukkan ke dalam bubur tadi;
    • Tambahkan air untuk mematangkan teri, tempe, dan wortel;
    • Tambahkan daun bawang, garam, gula, dan merica;
    • Setelah semua matang dan menjadi lembut, koreksi rasa; dan
    • Sajikan.
  5. Pasta teri kecap

    Olahan pasta dapat menjadi pilihan Ibu jika si kecil bosan makan nasi. Pasta tidak melulu bisa dimasak memakai bahan-bahan ala bule lo, Bu. Ibu juga bisa mencoba resep yang satu ini.

    Bahan:

    • 3 butir telur puyuh;
    • 8 batang pasta spaghetti, rebus dan sisihkan;
    • 1 buah wortel ukuran kecil, iris tipis;
    • 2 sdm teri nasi;
    • 2 siung bawang putih;
    • 1 siung bawang merah;
    • 1 sendok bawang bombay yang sudah diiris;
    • 2 sdm kecap manis;
    • 2 sdm minyak sayur; dan
    • Lada dan garam secukupnya.

    Cara membuat:

    • Panaskan minyak, tumis duo bawang yang sudah dihaluskan bersama lada dan bawang bombay hingga wangi;
    • Masukkan ikan teri dan tumis sebentar hingga berubah warna;
    • Masukkan wortel, lalu tambahkan setengah gelas air, aduk rata dan biarkan mendidih agar wortel matang;
    • Saat wortel sudah empuk, masukkan pasta;
    • Tambahkan garam dan kecap manis, aduk rata lalu koreksi rasa; dan
    • Jika rasa sudah pas, sajikan bersama telur puyuh rebus.

Wah, gimana, Bu? Sudah menentukan pilihan mau eksekusi resep yang mana?

Penulis: Darin Rania
Editor: Dwi Ratih