Balita Dibaca 10,571 kali

Penyebab dan Penanganan Anak Gagal Tumbuh

Share info ini yuk ke teman-teman
Atalya

Terakhir diperbaharui 27 September, 2017 14:09

Penyebab dan Penanganan Anak Gagal Tumbuh
Biasanya berat badan anak bertambah dan ia tumbuh dengan cepat pada beberapa tahun pertama usianya. Tapi pada beberapa kasus, anak tidak memenuhi standar pertumbuhan yang diharapkan. Kondisi ini dikenal dengan istilah failure to thrive (anak gagal tumbuh). Dokter menganggap anak gagal tumbuh ketika berat badannya tidak mengalami peningkatan yang diharapkan. Sering kali, anak ini juga mengalami pertumbuhan tinggi badan yang buruk.
Banyak faktor bisa menyebabkan failure to thrive, termasuk penyakit dan masalah makan. Setelah dokter menemukan penyebab masalahnya, dokter bisa bekerjasama dengan Bunda untuk membuat anak kembali ke pola pertumbuhan yang sehat.

Failure To Thrive (Gagal Tumbuh)

Meski telah diketahui selama lebih dari satu abad, failure to thrive masih kurang jelas definisinya, karena kondisi ini bukan penyakit atau gangguan. Tapi tanda kalau anak kurang gizi. Umumnya anak yang gagal tumbuh tidak menerima, menyimpan, atau menggunakan kalori yang dapat membantu mereka tumbuh dan menambah berat badan yang cukup.
Dokter biasanya mendiagnosa kondisi ini pada anak usia bayi dan batita, dimana usia ini menjadi waktu yang penting untuk perkembangan fisik dan mental. Nutrisi yang buruk pada periode ini bisa memberi efek berbahaya pada perkembangan otak.
Kebanyakan bayi memiliki berat badan 2 kali berat lahir pada usia 4 bulan dan tiga kali berat lahir pada usia 1 tahun, tapi anak yang gagal tumbuh biasanya tidak memenuhi tumbuh kembang ini. Kadang anak yang terlihat tumbuh dengan baik berkurang berat badannya. Setelah beberapa lama, pertumbuhan tinggi badan juga melambat.
Bila kondisi ini terus berlanjut, anak mengalami:
  • Menghindari kontak mata
  • Kehilangan minat pada lingkungan
  • Menjadi rewel
  • Tidak mencapai tumbuh kembang seperti duduk, berjalan, dan bicara pada usia biasanya.

Penyebab Gagal Tumbuh

  • Anak makan terlalu sedikit. Beberapa anak mengalami masalah makan karena lahir prematur, perkembangan tertunda, atau kondisi seperti autisme dimana mereka tidak menyukai makanan dengan tekstur atau rasa tertentu.
  • Orang tua tidak menawarkan cukup makanan. Pada beberapa kasus, orangtua secara tidak sengaja menyebabkan anak gagal tumbuh. Kadang orangtua salah menakar susu formula, menyebabkan bayi mendapat kalori terlalu sedikit. Masalah menyusui atau transisi ke MPASI juga bisa menyebabkan gagal tumbuh. Orangtua  yang cemas anaknya akan menjadi gemuk biasanya juga akan membatasi jumlah kalori yang diberikan ke bayi. Dan kadang orangtua tidak memperhatikan tanda-tanda lapar yang anak tunjukkan atau tidak mampu menyediakan makanan bergizi untuk anak.
  • Masalah kesehatan yang melibatkan sistem pencernaan. Beberapa kondisi kesehatan bisa mencegah anak menambah berat badan, seperti diare kronis, penyakit liver, gastroesophageal reflux (GER), cystic fibrosis, dan penyakit celiac. Pada GER, esofagus mengalami iritasi sehingga anak menolak makan karena terasa sakit. Diare yang terus-menerus membuat tubuh anak sulit menyimpan nutrisi dan kalori dari makanan. Cystic fibrosis, liver kronis, dan celiac bisa menyebabkan masalah pada kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi. Anak bisa makan banyak tapi tubuh tidak menyerap dan menyimpan makanan.
  • Intoleransi makanan. Intoleransi makanan berbeda dengan alergi makanan ya Bunda, ini berarti tubuh sensitif pada makanan tertentu. Misalnya, intoleransi protein susu (laktosa)  berarti tubuh tidak bisa menyerap makanan yang mengandung protein susu seperti yoghurt dan keju, yang juga bisa memicu gagal tumbuh.
  • Gangguan metabolik. Gangguan metabolik adalah kondisi kesehatan yang membuat tubuh sulit memecah, memproses, atau mengambil energi dari makanan. Gangguan ini juga bisa menyebabkan anak tidak makan dengan baik atau muntah.
  • Penyakit atau gangguan berkelanjutan. Anak yang kesulitan makan, karena prematur atau mengalami celah bibir atau langit-langit, misalnya, kemungkinan tidak memiliki cukup kalori untuk mendukung pertumbuhan yang normal.
  • Infeksi. Parasit, infeksi saluran kemih, tuberkolosis, dan infeksi lain bisa memaksa tubuh menggunakan nutrisi dengan cepat dan menurunkan selera makan. Ini bisa memicu gagal tumbuh jangka pendek maupun jangka panjang.
Bunda, kadang gabungan dari masalah medis dan faktor lingkungan memicu gagal tumbuh. Misalnya bila bayi mengalami GER yang parah dan tidak mau menyusu, waktu makan jadi menimbulkan stres. Bayi menjadi kesal dan frustrasi dan ibu tidak bisa memberikan makanan yang cukup. Kadang dokter tidak bisa memastikan apa yang menyebabkan gagal tumbuh pada anak.
Beberapa tes bisa menilai efek gagal tumbuh pada pertumbuhan dan kesehatan anak. Ini termasuk tes darah, tes urin, penyinaran dengan sinar X, dan pemeriksaan perkembangan. Orangtua perlu berkonsultasi bila dokter mencurigai praktek di keluarga yang tidak sehat yang menjadi penyebabnya.

Penanganan untuk Anak yang Gagal Tumbuh

Penanganan untuk anak gagal tumbuh, salah satunya dengan memastikan anak mendapat kalori yang dibutuhkan untuk tumbuh dan mengetahui masalah makan lainnya. Biasanya penanganan membutuhkan bantuan tim yang mencakup dokter anak, ahli gizi, terapis bicara, serta psikolog.
Biasanya anak yang gagal tumbuh bisa ditangani di rumah dengan rutin menjalani pemeriksaan ke dokter. Dokter akan merekomendasikan makanan dan susu formula yang tinggi kalori. Berdasarkan kebiasaan makan anak, dokter bisa merekomendasikan makanan dengan tekstur tertentu, menjaga jarak makan untuk memastikan anak lapar, menghindari kalori kosong seperti jus dan permen, dan strategi lain bergantung pada kondisi anak dan situasi keluarga.
Pada kasus gagal tumbuh yang berat, anak yang tidak menunjukkan peningkatan dengan penanganan awal bisa membutuhkan tube feeding. Pada tube feeding, selang dimasukkan dari hidung ke perut. Cairan nutrisi diberikan melalui selang dan biasanya diberikan hanya pada malam hari. Anak bisa melanjutkan aktivitas dan makan dengan bebas di siang harinya. Setelah anak mulai mendapat lebih banyak kalori, ia akan merasa lebih baik dan mulai makan lebih banyak.
Anak dengan gagal tumbuh ekstrim perlu ditangani di rumah sakit. Anak akan diberi makan dan dimonitor selama 10 sampai 14 hari hingga berat badan bertambah. Setelah itu, masih butuh waktu berbulan-bulan hingga gejala kurang gizi yang parah hilang.
Berapa lama waktu pengobatan bisa bervariasi. Penambahan berat badan bisa butuh waktu lama, bisa beberapa bulan sebelum anak kembali ke rentang normal. Bila kondisi ini disebabkan penyakit kronis, anak perlu dimonitor secara teratur. Penanganannya akan membutuhkan waktu lebih lama, bahkan seumur hidup.
Bunda, hubungi dokter bila si kecil mengalami penurunan berat badan atau ia tidak memiliki selera makan normal seperti biasanya. Juga konsultasikan ke dokter bila terjadi perubahan besar pada pola makan. Batita dan anak sering tidak suka makan selama berhari-hari atau berminggu-minggu tidak minat makan, tapi hal ini tidak terjadi pada bayi.
Bila Anda kesulitan memberi makan bayi, dokter bisa membantu. Ketika anak tidak siap makan, orangtua bisa menjadi frustasi dan merasa melakukan kesalahan. Ini akan membuat masalah lebih buruk, menyebabkan stres pada Anda dan bayi. Sebaiknya cari bantuan untuk Anda berdua dengan berbicara pada dokter.

(Ismawati)