Balita

Rekomendasi Merk Keju untuk Bayi Berkualitas dan Aman

Rekomendasi Merk Keju untuk Bayi Berkualitas dan Aman

Wah, si Kecil sudah saatnya menerima MPASI, nih. Selain buah dan sayuran, kira-kira, apa lagi, ya, yang baik untuk tumbuh kembang bayi? Nggak usah bingung, ibu bisa beri keju untuk bayi.

Sebenarnya, bahan makanan sejenis keju diperkirakan sudah ada sejak sekitar delapanratus tahun sebelum masehi, sejak domba bisa dijinakkan. Diperkirakan, awal mulanya, sejenis keju ini nggak sengaja ‘ditemukan’, melalui proses pengangkutan susu segar di dalam organ pencernaan hewan seperti domba, sapi dan kerbau. Nggak diketahui dengan pasti di mana tepatnya keju pertama kali ditemukan, diduga, ditemukan di sekitar kawasan Timur Tengah, Eropa dan Asia Tengah.

Singkat kata, rennet, enzim yang digunakan untuk menghasilkan keju, terdapat secara alami pada organ pencernaan. Kemudian, enzim tersebut bercampur dengan suhu panas, menjadikan susu yang mengental secara alami, inilah bentuk keju yang paling awal ditemukan. Seiring waktu, susu yang mengental tersebut disaring dan ditambahkan garam sebagai pengawet, seperti keju yang biasa kita konsumsi sekarang ini.

Pabrik keju pertama kali dibangun di Switzerland pada tahun 1815. Di sinilah, keju pertama kali diproduksi dalam skala besar, setelah ilmuwan berhasil menemukan cara untuk memproduksi rennet. Kemudian produksi keju menyebar dengan cepat.

Pada masa itu, proses pembuatan keju semakin membaik, pasteurisasi misalnya, menjadikan keju menjadi lebih aman untuk dikonsumsi, karena sudah mengurangi risiko penyakit. Walaupun, saat itu wabah sebagai dampak dari mengonsumsi keju dari susu mentah masih tetap ada, dan disertai dengan peringatan bagi para ibu hamil untuk tidak mengonsumsi keju jenis tertentu.

Dengan adanya revolusi industri Amerika, munculah processed cheese. Keju kemudian dibuat dengan beragam tambahan selain susu seperti pengemulsi, stabilizer, perasa dan zat pewarna. Keju jenis ini kemudian ‘meroket’ pada masa Perang Dunia 2.

Jenis-Jenis Keju yang Umum di Indonesia

Setelah kita mengetahui sejarah singkat mengenai keju, yuk, sekarang kita mempelajari tentang jenis-jenis keju serta penggunaannya. 

  1. Cheddar

    Ini adalah salah satu jenis keju yang paling gampang kita temui di Indonesia. Keju cheddar, berasal dari Inggris dan menggunakan susu sapi sebagai bahan dasarnya. Keju cheddar dengan kualitas yang baik, menggunakan proses aging setidaknya selama satu tahun. Cheddar merujuk pada cara pembuatan keju tersebut, yaitu, susu yang mengental kemudian dimasak, dan digiling menjadi seukuran butiran, butiran ini lalu di-press menjadi balok, ditumpuk satu sama lain untuk mengeluarkan cairan berlebih. Keju cheddar ini multifungsi banget, bisa digunakan dalam berbagai cara, bisa diparut untuk pugasan, untuk campuran makanan, kue, dst.

  2. Gouda

    Adalah keju semi-hard dari Netherland. Bahan dasarnya juga berupa susu sapi, dengan masa aging satu bulan hingga satu tahun. Semakin lama proses aging-nya, maka tekstur keju akan semakin mengkristal. Keju gouda bisa diparut dan dijadikan topping pada salad atau makanan, bisa juga dilelehkan.

  3. Mozarella

    Keju mozarella, juga salah satu jenis keju yang umum di Indonesia. Banyak banget makanan di Indonesia yang memakai keju ini, kan? Proses pembuatan keju mozarella itu unik, loh, susu sapi (atau kerbau) yang sudah mengental dan digarami kemudian ditarik-tarik menggunakan tangan. Keju mozarella dari Italia ini bisa dikonsumsi saat segar maupun setelah melewati proses lainnya. 

  4. Parmigiano – Reggiano

    Atau yang lebih kita kenal dengan sebutan keju parmesan. Keju bertekstur crumbly ini datangnya dari Italia. Keju parmesan menggunakan susu sapi dengan aging proses selama satu tahun, dan maksimal tiga tahun. Keju parmesan biasanya diparut dan digunakan sebagai pugasan pasta, sayuran atau campuran makanan lainnya. Di negara asalnya, keju parmigiano banyak digunakan sebagai penambah rasa pada sup.

  5. Feta

    Sering dengar keju feta yang dijadikan taburan di atas salad? Keju feta adalah keju dari susu kambing yang asalnya dari Yunani. Keju dengan tekstur crumbly ini juga sering digunakan pada buah-buahan.

  6. Monterey jack

    Kalau Ibu senang nonton acara masak a la barat, pasti sering, deh, mendengar tentang jenis keju ini. Keju yang berasal dari Amerika ini, dibuat menggunakan susu sapi dengan aging selama satu bulan. Keju ini lembut, buttery dengan rasa yang sedikit ‘tajam’. Kandungan lemak pada keju monterey jack tergolong tinggi dan keju ini mudah meleleh. Ibu bisa menggunakan keju monterey jack misalnya untuk dilelehkan di atas makanan atau sebagai campuran pada dipping sauce

Nutrisi dan Manfaat Keju

Karena susu adalah bahan dasar pembuatan keju, maka keju merupakan sumber vitamin D dan kalsium. Keju juga banyak mengandung vitamin A, vitamin B dan lemak. Selain baik untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi, kalsium juga bermanfaat untuk membantu penyembuhan luka, menjaga tekanan darah agar tetap normal dan untuk kesehatan darah. Tapi, dibalik kebaikannya, keju juga punya kelemahan, yaitu tinggi akan sodium (natrium), lemak jenuh dan kalori. Berbeda jenis kejunya, maka berbeda juga, kandungan ketiganya.

Selain itu, mengonsumsi keju juga harus berhati-hati, bagi yang mengalami alergi terhadap susu, dan laktosa intoleran. 

Nah, dengan segala kebaikan susu, pasti Ibu sudah tahu, dong, kalau keju juga bermanfaat untuk kesehatan bayi? Ibu berminat memberikan keju untuk bayi? Ketahui dulu beberapa hal berikut.

Kapan Bisa Memberikan Keju untuk Bayi?

Ada perbedaan pendapat dalam urusan memberikan keju untuk bayi sebagai makanan pendamping ASI. Sebagian pakar berpendapat, keju mulai bisa diberikan pada bayi sejak usianya enam bulan, sebagian lain menyarankan untuk menunggu hingga usia bayi delapan hingga sepuluh bulan. Hal ini dikarenakan, keju bisa menimbulkan gangguan pada sistem pencernaan bayi. Menurut situs healthline.com, CDC atau Centers for Disease Control and Prevention mengatakan, keju aman diberikan pada bayi sejak usianya tujuh atau delapan bulan.

Keju untuk Bayi yang Aman

Hal yang penting diperhatikan ketika memberikan keju untuk bayi adalah keju mestilah yang sudah melalui tahap pasteurisasi, atau proses pemasakan dengan tujuan membunuh organisme yang bisa merugikan (menimbulkan penyakit). Kedua, bayi harus tidak memiliki alergi terhadap susu sapi dan tidak menderita laktosa intoleran. Ketiga, pilih keju untuk bayi yang rendah kadar garamnya. Maka dari itu, Ibu mesti ekstra teliti saat memilih keju untuk bayi, ya, baca dulu kemasannya baik-baik. 

Mengutip dari ulasan alodokter.com, sebelum memberikan keju untuk bayi, disarankan agar Ibu memperkenalkan makanan lainnya pada bayi, seperti protein, buah, sayuran, dalam bentuk puree atau disaring. Serta, mulailah mengenalkan keju yang bertekstur lembut lebih dulu, agar lebih mudah dikunyah oleh bayi. Bahkan, sebaiknya Ibu berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum memberikan keju untuk bayi, termasuk berkonsultasi mengenai jumlah keju yang aman untuk dikonsumsi bayi Ibu.

Ada pun beberapa cara yang aman memberikan keju untuk bayi, misalnya diparut, dipotong-potong menjadi strip yang panjang, dilelehkan terlebih dahulu sebagai pugasan atau dilelehkan sebagai campuran makanan.

Nah, merk keju apa, ya, yang direkomendasikan untuk ditambahkan pada makanan pendamping ASI?

  1. Belcube Cheese Spread

    Belcube Cheese Spread

    Adalah salah satu keju yang paling enak dan gurih, nih, buat dijadikan campuran pada makanan bayi. Keju buatan Perancis ini terdiri dari dua puluh empat kubus kecil. Karena teksturnya yang lembut, Belcube Cheese Spread ini jadi gampang buat diolah, dan untuk anak yang lebih besar, Belcube pas banget buat dijadikan cemilan bayi. Keju untuk bayi ini sudah dinyatakan halal di beberapa negara. Keju Belcube bisa ditemukan di supermarket atau beli secara online, misalnya di marketplace berikut, dengan kisaran harga Rp50.000.

  2. Babybel Original Cheese

    Babybel Original Cheese

    Babybel Original Cheese ini, masih ‘bersaudara’ dengan Belcube Cheese Spread, atau berasal dari perusahaan yang sama. Nggak cuma enak, teksturnya juga creamy dan lembut. Babybel Original Cheese, adalah real cheese yang nggak menggunakan pewarna, perasa dan pengawet tambahan. Jadi, bagus banget, kan, untuk bayi Ibu. Selain rasa original, produk Babybel juga punya banyak varian lainnya, seperti 'mozarella', 'white cheddar', 'light', dst. Jika Ibu butuh informasi lebih lanjut mengenai Babybel Cheese, langsung saja cek ke situs resminya, ya. 

    Jika kesulitan menemukan keju ini di supermarket, bisa, kok, membeli secara online di sini, kisaran harganya sekitar Rp50.000, namun berbeda daerah, harganya bisa berbeda cukup banyak, ya

  3. Kiri Cream Cheese Spread

    Kiri Cream Cheese Spread

    Melihat dari situs japanhalalfood.com, ternyata Kiri Cream Cheese ini termasuk di dalam ulasan mereka. Keju ini terbuat dari susu dan krim, teksturnya lembut, sehingga sangat pas untuk dikonsumsi oleh bayi. Mirip dengan Belcube Cheese, Kiri Cream Cheese juga tersedia dalam bentuk kubus. Per satu karton, terdiri dari enam buah kubus kecil. Ibu bisa beli keju untuk bayi ini di supermarket atau di sini, dengan harga Rp40.000.

  4. Kraft Milky Soft

    Kraft Milky Soft

    Keju merk Kraft bisa menjadi pilihan tepat buat Ibu yang cemas soal keju yang halal atau tidak, karena label tersebut bisa dilihat langsung di kemasannya, beserta label dari BPOM. Sesuai dengan namanya, Karfat Milky Soft ini punya tekstur lembut dan creamy. Untuk keterangan lebih lanjut mengenai produk ini, coba, deh, Ibu cek ke situs resminya. Selain itu, Ibu juga bisa membaca resep yang tersedia. Kraft Milky Soft kemasan isi 165gr, dijual dengan harga Rp24.000, yuk, belanja praktis dan mudah di sini

  5. Diamond Cheddar Cheese

    Diamond Cheddar Cheese

    Diamond Cheddar Cheese terbuat dari cheese curd pilihan yang didatangkan dari Australia. Teksturnya padat, namun lembut sehingga bisa dikonsumsi sebagai campuran maupun diparut lebih dulu. Per kemasan 180gr, dengan harga Rp16.500, jika Ibu memesannya langsung di tautan ini. Di luar situs ini, umumnya dijual dengan harga di atas Rp20.000. Bisa lebih hemat pengeluaran, loh, selain itu, Ibu nggak perlu khawatir lagi dengan keju dari luar negeri.

  6. Prochiz Cheddar

    Prochiz Cheddar

    Katanya, keju merk ini seringkali dipilih oleh para Ibu yang mencari keju untuk bayi dengan harga yang terjangkau. Keju merk ini produksi asli Indonesia, yaitu oleh PT. Mulia Boga Raya, dan pastinya sudah tertera label halalnya. Untuk kemasan praktis, ada kemasan per 170gr, atau, pilih kemasan hemat yang berisi keju blok 2kg. Per kemasan kecil, dijual dengan harga Rp20.000 di link ini. Penasaran keju ini nikmat diolah menjadi apa saja? Cek, yuk, berbagai resep di situsnya.

Nah, itulah beberapa merk yang menjadi rekomendasi keju untuk bayi. Silakan dipilih sesuai selera dan kebutuhan, ya.

Penulis: Stephanie