Kehamilan Dibaca 303,741 kali

5 Hal Penting Yang Terjadi Saat Usia Kandungan 5 Bulan (Hamil 5 Bulan)

Share info ini yuk ke teman-teman
Ismawati
5 Hal Penting Yang Terjadi Saat Usia Kandungan 5 Bulan (Hamil 5 Bulan)

Yang paling berkesan dari usia kandungan 5 bulan (hamil 5 bulan) adalah gerakan bayi di perut Ibu. Saat usia hamil 5 bulan jadi momen bahagia untuk calon ibu karena ada kesempatan untuk berkomunikasi dengan calon bayi.

Terjadi perubahan penampilan pada calon ibu pada usia hamil 5 bulan. Beberapa wanita mengalami pigmentasi pada kulit karena perubahan hormon. Perubahan hormon juga bisa mempengaruhi ketajaman penglihatan. Tapi perubahan ini bersifat sementara dan akan hilang setelah Ibu melahirkan.

Payudara juga berubah selama hamil, sebaiknya gunakan bra yang sesuai dan nyaman, ya Bu. Untuk kehidupan seksual, Ibu lebih mudah mencapai orgasme, tapi bisa juga terjadi sebaliknya. Ini menjadi bagian dari efek hormonal yang bersifat sementara.

    

1. Saat Pemeriksaan Kandungan Oleh Dokter

Usia kandungan 5 bulan (hamil 5 bulan) ditandai dengan peningkatan kerja sistem kardiovaskuler karena sekarang harus menyediakan darah untuk diri Ibu sendiri serta janin. Ini yang menyebabkan detak jantung menjadi lebih cepat. Tekanan darah Ibu menjadi lebih tinggi. Jumlah leukosit di darah meningkat. Dokter akan memeriksa tingkat hemoglobin darah. Bila rendah, dokter bisa meresepkan vitamin dan obat yang mengandung zat besi.

Ginjal Ibu bekerja keras pada usia hamil 5 bulan. Jadi bila ada kondisi yang mencurigakan, dokter akan melakukan USG untuk memastikan semua baik dan menghindari pyelonephritis (infeksi ginjal). Gejala penyakit ini bisa berupa berkemih yang sering dan terasa sakit, suhu tubuh tinggi, dan aliran urin tidak lancar. Konsultasikan dengan dokter bila Ibu mengalami gejala ini.

Segera hubungi dokter bila Ibu mengalami hal ini pada usia hamil 5 bulan:

  • Ibu sering mengalami pusing, ini bisa jadi tanda anemia atau penyakit serius lain.

  • Keluar cairan berwarna merah muda atau coklat dari vagina dengan bau khas yang berlangsung 2 hari disertai pendarahan. Ini bisa jadi tanda keguguran.

    

2. Perkembangan Janin

Semua organ janin terbentuk pada usia hamil 5 bulan, meski masih perlu terus berkembang menjadi matang. Paru-parunya berfungsi ketika ia menghirup cairan ketuban. Ia mulai mengumpulkan lemak, terutama di sekitar lengan. Rambut mulai tumbuh di kepala, alis, dan bulu mata. Ia tidak hanya bergerak, tapi juga menguap dan merenggang. Dan bila Ibu makan sesuatu yang mengganggunya, ia tahu cara mengerutkan dahi.

Makhluk kecil di perut Ibu bisa membuka mata, mengedipkan mata, menghisap jari, bergerak, dan menendang ketika tidak menyukai sesuatu. Sistem endokrin dan neural janin mengontrol kondisi tubuh dan membantunya berkembang.

Matanya kini sensitif terhadap cahaya, ia akan melindungi matanya bila Ibu menyinari cahaya terang ke parut. Vernix terbentuk bulan ini. Vernix adalah lapisan yang terbuat dari lanugo dan minyak dari sel kulit mati bayi. Vernix mencegah kulit bayi mengkerut ketika tertutup oleh cairan ketuban.

Tulangnya terus berkembang. Bayi bisa juga mendengar suara dari dalam dan luar tubuh Ibu. Ia bisa kaget ketika terpapar suara mengejutkan. Dan di akhir bulan ini, ia sangat aktif mendorong, melompat, dan melatih ototnya. Berat janin di usia hamil 5 bulan  sekitar 362 gram, dan ukurannya sekitar 6,4 sampai 8 inci.

   

3. Posisi Tidur Di Usia Kandungan 5 Bulan (Hamil 5 Bulan)

Karena perut yang semakin membesar pada usia hamil 5 bulan, calon ibu perlu mengubah posisi tidurnya. Ibu dianjurkan tidur di posisi miring ke kiri, kaki kanan di kiri, atau menggunakan bantal kecil di antara dua kaki.

Waspadai berat badan selama hamil, jangan makan berlebihan. Belajarlah menghitung kalori. Tanyakan dokter berapa banyak energi yang Ibu butuhkan. Batasi konsumsi makanan manis. Makan lebih banyak buah dan sayur. Hindari terlalu banyak makanan yang digoreng.
Coba ikuti beberapa tips berikut:

  • Di pagi hari, jangan tergesa bangun dari tempat tidur. Ini bisa menyebabkan detak jantung lebih cepat dan janin akan segera memberi tahu kalau ia tidak menyukainya.

  • Tetap merawat diri. Jangan menambah berat lebih dari 4,5 kg.

  • Jangan menunda buang air kecil karena dapat memicu infeksi saluran kemih.

  • Bersihkan kolostrum dari puting dengan lap steril bila perlu. Kenakan bra khusus untuk menghindari kolostrum yang merembes.

  • Hindari berada di posisi yang sama (duduk atau berdiri) terlalu lama.

  • Jangan menyilangkan kaki ketika duduk karena bisa mengganggu aliran darah.

  • Kulit dan kuku menjadi lebih rapuh. Kurangi penggunaan make up dan cat kuku. Gunakan sarung tangan ketika mencuci piring dan gunakan lotion kulit organik untuk perawatan kulit sehari-hari.

  • Gunakan sepatu yang nyaman tanpa hak tinggi. Kenakan sepatu sebelum membelinya karena ukuran kaki Ibu berubah jadi sedikit lebih besar selama hamil, tapi biasanya akan kembali normal setelah melahirkan.

   

4. Tanda Kehamilan 5 Bulan

Ibu akan mengalami lebih sedikit gejala kehamilan di usia kandungan 5 bulan (hamil 5 bulan) dibanding sebelumnya meski janin dan perut yang terus berkembang menimbulkan gejala yang kurang menyenangkan. Beberapa diantaranya:

  1. Heartburn

    Heartburn merupakan gejala yang umum dan kemungkinan tetap dialami calon ibu di sepanjang kehamilan terutama pada usia hamil 5 bulan. Ketika janin tumbuh, ia terus mendorong perut. Selain itu, hormon kehamilan menyebabkan saluran gastrointestinal menjadi rileks, membuat asam perut meningkat ke esophagus, dan menyebabkan iritasi serta heartburn.

    Ibu tidak bisa sepenuhnya menghilangkan heartburn tapi beberapa solusi sederhana bisa membantu mengontrol gejalanya. Ibu perlu mengawasi apa yang Ibu makan. Makanan pedas dan gorengan bisa menyebabkan heartburn. Begitu juga, makan terlalu banyak atau terlalu cepat akan memperburuk gejalanya. Jangan minum ketika makan, cairan yang bercampur makanan bisa menyebabkan kembung dan heartburn. Kenakan pakaian yang longgar agar Ibu bisa leluasa bernafas. Pastikan Ibu makan setidaknya dua jam sebelum waktu tidur.

    Coba penyembuh alami berikut untuk mengatasi heartburn, tapi untuk kondisi yang serius, Ibu perlu memeriksakan diri ke dokter.

    • Jus lidah buaya. Tanaman lidah buaya bagus untuk mengatasi beberapa masalah terkait dengan kehamilan. Ibu bisa buat jus dari tanaman ini dan mengonsumsinya untuk membantu meringankan heartburn dan membuat kulit berkilau.

    • Almond. Almond mentah dianggap obat terbaik untuk mengatasi heartburn. Kandungan minyak pada almond membantu meringankan heartburn dengan mengontrol produksi asam gastrik.

    • Biji adas. Biji adas tidak hanya memberi rasa pada makanan tapi juga mengatasi heartburn. Siapkan dua sendok teh biji adas, campurkan pada setengah gelas air mendidih, dan biarkan selama 10 menit. Saring sebelum meminumnya.

    • Air kelapa. Air kelapa berfungsi sebagai penetral dan mengatasi heartburn.

    • Cuka apel. Cuka apel membuat perut Anda memproduksi asam lebih sedikit. Ini membantu menghentikan heartburn.

    • Jahe. Jahe memiliki kandungan anti peradangan. Jahe menyerap asam berlebih di perut. Secangkir teh jahe di pagi hari bisa meringankan keluhan heartburn Ibu.
        

  2. Stretch marks

    Ketika janin terus tumbuh, kolagen mengalami sobekan pada kulit dan menyebabkan lapisan muncul di permukaan kulit. Wanita hamil mengalami stretch marks pada perut, tapi bisa juga muncul di pinggang, paha, dan payudara. Sebanyak 90 persen wanita mengalami stretch marks. Stretch marks tidak menimbulkan rasa sakit dan biasanya memudar seiring waktu.

    Kebanyakan produk krim stretch marks mengklaim penggunaan krim dan lotion bisa membantu mencegah kulit mengalami stretch marks. Tapi ini bergantung pada elastisitas kulit dan faktor genetik. Tanyakan ibu Ibu apakah ia mengalami stretch marks. Bila ya, kemungkinan besar Ibu akan mengalaminya juga. Banyak minum air putih dan mengontrol berat badan selama hamil membantu mengurangi resiko stretch marks.

      
  3. Lelah dan kurang tidur

    Janin yang berkembang memberi tekanan pada rahim dan membuat Ibu merasa tidak nyaman ketika tidur. Sering buang air kecil juga mengganggu tidur. Semua gejala ini membuat Ibu lelah. Bila sering merasa lelah, konsultasikan ke dokter untuk memastikan Ibu tidak terkena anemia. Lakukan rutinitas menjelang tidur untuk mendapat tidur yang lebih baik.
      
  4. Selera makan meningkat

    Tubuh harus memberi nutrisi yang cukup untuk janin yang sedang berkembang terutama pada usia hamil 5 bulan. Ini menjadi penyebab kenapa Ibu selalu merasa lapar. Bila belum menambah berat di trimester pertama, sekarang waktunya untuk mengejar ketinggalan Ibu. Ingat, ada heartburn yang perlu diatasi, jadi makan seperlunya. Memang Ibu makan untuk dua orang, tapi si bayi tidak butuh makanan sebanyak Ibu.

    Minum air ketika merasa lapar karena tubuh sering keliru mengira rasa haus sebagai rasa lapar. Sediakan cemilan sehat seperti buah atau kacang. Sesekali tak apa makan es krim dan burger.

       
  5. Perut Bergas dan konstipasi

    Meski menjadi tanda awal kehamilan, kembung tetap menyertai hingga Ibu melahirkan. Di awal kehamilan, hormon kehamilan progesteron dan estrogen menyebabkan otot di sekitar saluran gastrointestinal melonggar, dan memperlambat pencernaan. Saat hamil 5 bulan, rahim yang berkembang memberi tekanan pada rektum, menyebabkan gas dan konstipasi. Makanan kaya serat dan air putih akan membantu mengatasi kembung. Dan ingat Bu, makan perlahan agar Ibu tidak menelan udara selama makan.

    Hindari permen karet karena membuat Ibu menelan udara. Makanan tertentu seperti bawang, kembang kol, brokoli, dan apel memproduksi gas. Untuk menghindari bau tak sedap yang menyertai buang angin, batasi asupan makanan kaya sulfur seperti daging dan telur. Tapi tiap orang memiliki kondisi usus yang berbeda, sehingga bereaksi berbeda pada makanan yang sama.

    Melakukan perubahan gaya hidup bisa melancarkan proses buang air besar dan mencegah konstipasi selama kehamilan. Ibu mungkin pernah mendengar tentang obat rumahan untuk mengatasi konstipasi, tapi tidak semua aman selama hamil. Berikut beberapa obat rumahan untuk mengatasi konstipasi selama hamil:

    • Ibu bisa coba konsumsi laksatif alami seperti senna untuk menstimulasi buang air besar.

    • Sertakan makanan kaya serat seperti buah dan sayur di menu Ibu untuk mendorong usus bekerja lebih keras dan mengatasi konstipasi.

    • Asupan makanan yang kaya probiotik membantu mengubah flora usus dan menstimulasi buang air besar.

    • Tingkatkan konsumsi cairan dan lakukan olahraga secara teratur untuk menghindari konstipasi selama kehamilan.

    • Ibu bisa gunakan pelumas seperti minyak mineral selama hamil.

    • Susu memberi banyak manfaat bagi kesehatan Minum satu gelas susu hangat sebelum tidur untuk membantu mengatasi konstipasi selama hamil..

    • Tambahkan perasan lemon ke gelas berisi air hangat dan konsumsi setiap pagi untuk mendorong buang air besar.

   

5. Keluhan Di Usia Kandungan 5 Bulan (Hamil 5 Bulan)

Di usia hamil 5 bulan, perut Ibu mulai menonjol. Ibu juga menambah berat di bagian pinggang dan bokong. Ketika bayi terus tumbuh, pusar terdorong keluar. Kadang bayi juga menekan paru-paru dan menyebabkan Ibu sulit bernafas dan tidak nyaman ketika mengenakan sabuk pengaman. Payudara membesar disertai benjolan kecil di sekitar puting.

Beberapa ibu hamil 5 bulan mengalami edema atau bengkak di sekitar kaki dan tangan karena cairan tubuh. Perubahan hormonal dalam tubuh membuat Ibu mengalami kram dan varises.Naikkan kaki ke posisi lebih tinggi dan kenakan sepatu yang nyaman. Jantung berdetak lebih cepat dibanding biasanya untuk bisa memberi oksigen ke janin.

Beberapa keluhan yang mungkin Ibu alami di usia kandungan 5 bulan (hamil 5 bulan) antara lain:
  • Kolostrum keluar dari payudara

  • Sakit di punggung bawah

  • Bengkak di kaki

  • Detak jantung cepat

  • Peningkatan lendir dari vagina

  • Varises.

       

  1. Sakit punggung

    Untuk membantu tubuh mempersiapkan kelahiran, indung telur dan plasenta memproduksi hormon relaksin. Hormon ini membuat persendian pada area panggul rileks dan serviks menjadi lunak. Di saat ini, rahim yang berkembang mendorong punggung bawah dan perut. Semua perubahan ini membuat Ibu mengeluhkan sakit punggung. Untuk mengatasi rasa sakit, gunakan topangan kaki ketika duduk, dan ketika berdiri, tempatkan satu kaki di atas kursi kecil agar tekanan pada punggung bawah berkurang. Mandi air hangat dapat meringankan sakit dan rasa tidak nyaman. Bila rasa sakit terus berlanjut, hubungi dokter.
       
  2. Varises

    Sakit punggung menjadi gejala yang umum di trimester kedua. Varises merujuk pada tonjolan kebiruan yang muncul di bagian tubuh bawah, khususnya kaki. Tubuh memompa darah lebih banyak untuk memberi nutrisi ke janin. Pembuluh darah kini mengalami tekanan karena harus mendorong darah kembali ke jantung. Rahim Ibu juga memberi tekanan pada panggul dan mendorong pembuluh di sekitar area ini. Semua ini menyebabkan varises yang terasa sakit, meski pembuluh ini akan kembali ke ukuran normal setelah melahirkan. Ibu tidak bisa mencegah varises, terutama bila Ibu sudah mengalaminya.
       
  3. Berjalan kaki

    Membuat sirkulasi darah normal dan mencegah varises. Kenakan pakaian yang nyaman dan jangan melipat kaki. Sepatu ketat dan hak tinggi meningkatkan kemungkinan varises
       
  4. Berhubungan intim selama hamil

    Hubungan intim aman dilakukan selama ibu hamil, kecuali dokter menyarankan sebaliknya. Perubahan hormon dalam tubuh kemungkinan meningkatkan hasrat seks Ibu, tapi sebagian wanita mengalami sebaliknya. Pada kasus kehamilan berisiko tinggi, dokter akan menyarankan Ibu untuk menghindari hubungan intim. Hubungan intim memang menimbulkan kontraksi, tapi tidak memicu kelahiran prematur. Selain itu, bayi tetap nyaman terlindungi dan tidak akan terkena infeksi akibat penetrasi.
       
  5. Mata kaki bengkak

    Seiring penambahan berat badan, kemungkinan Ibu juga mengalami bengkak pada mata kaki dan tangan saat usia hamil 5 bulan. Edema cukup umum terjadi selama hamil. Meski kebanyakan ibu hamil mengeluhkan edema di tahap akhir kehamilan, beberapa mengalaminya lebih dini. Kondisi ini terjadi ketika tubuh menahan cairan untuk meningkatkan aliran darah ke bayi.

    Rahim yang berkembang juga memberi tekanan pada area panggul. Sebagai akibatnya mata kaki, kaki, dan tangan terlihat bengkak. Kenakan sepatu yang nyaman dan jangan mencubit kulit Ibu. Bengkak ringan menjadi kondisi yang normal dan tidak menimbulkan bahaya. Tapi bila tangan dan wajah terlihat tidak biasa, atau bila bengkak terus berlanjut selama beberapa hari, konsultasikan pada dokter. Kadang ini jadi tanda preeklampsia, terutama bila disertai gejala peningkatan tekanan darah dan penambahan berat badan yang mendadak. Untuk mencegah edema, letakkan kaki di atas kursi kecil.

(Ismawati, Yusrina / Dok. Freepik)